Latest Post

DIRPAMOBVIT TERJUNKAN 70 PERSONELNYA DI MK

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 06 Agustus 2014 | 19.01

DIREKTORAT PAM OBVIT TERJUNKAN 70 PERSONELNYA
DI MAHKAMAH KONSITUSI DALAM  PENGAMANAN
GUGATAN PERDANA HASIL PILPRES 2014




Awdi Online, Jakarta - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman di Ibukota, Polda Metro Jaya melalu Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) beserta jajaran Polda Metro Jaya bekerjasama dengan TNI melakukan pengamanan si gedung MK (Mahkamah Konsitusi) Terkait pengamanan gugatan perdana Pilpres 2014 oleh pasangan Capres gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.(6/8/2014).
Direktur Pam Obvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Cahyo HM. dengan 70 Personelnya dibantu dengan Brimob, TNI, dan PAMDAL MK pengamanan gedung MK. Gedung MK adalah objek vital. Ditpamobvit dipimpin olehnya bertanggung jawab kepada Kapolda Metro Jaya. Sedangkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolda Metro Jaya
Berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 22 Tahun 2010 tanggal 28 September 2010, Direktorat Pamobvit bertugas menyelenggarakan kegiatan pengamanan terhadap obyek khusus yang meliputi personel dan fasilitas, materil logistik, kegiatan di dalam fasilitas lembaga negara, perwakilan negara asing, lingkungan industri termasuk VIP dan obyek pariwisata yang memerlukan pengamanan khusus. Personel Polisi Pariwisata tersebut dituntut memiliki ketrampilan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris untuk memudahkan komunikasi dengan para wartawan asing yang meliput jalannya sidang gugatan tersebut.


Saat awdi Online  mewawancarai salah satu PAMEN (Perwira Menengah) yang berpangkat AKBP  yang tak mau namanya disebut "kita Satu Komando dan satu suara, jadi hanya Dir Pam obvit atau kapolres yang bisa memberikan pendapat kepada wartawan,  Saya hanya bawahan", katanya merendah.
“ Yang penting MK aman dan Para pendemo sudah kembali pulang “ lanjutnya.
Mahkamah Konstitusi menyatakan akan kembali menggelar sidang gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait perselisihan hasil Pemilu Presiden 2014 pada Jumat (8/8/2014)

(Faisal 6444)

SERDA (MAR) SAMIYONO DEMI TUGAS TIDAK BERKUMPUL DENGAN KELUARGA PADA SAAT LEBARAN

SERDA (MAR) SAMIYONO  DEMI TUGAS  TIDAK BERKUMPUL  DENGAN KELUARGA PADA SAAT LEBARAN

Awdi Online, Nganjuk  -  Saat lebaran Idul Fitri tiba, hampir semua umat muslim di Indonesia berkumpul dengan keluarga untuk salam-salaman. Namun tidak untuk Samiyono 49 tahun, beliau adalah anggota TNI AL dari bataliyon 5 Ujung Surabaya. Dengan pangkat Sersan Dua (SERDA) Marinir. Samiyono  tahun ini mendapat tugas dari atasannya     menjadi petugas Pengamanan Lebaran (PAM IDUL FITRI 2014)  di Stasiun Kereta Api milik PT. KAI (Perusahaan Terkenal Kereta Api Indonesia )di km 56 Nganjuk, Jawa Timur. Bersama dengan 2 rekannya Kopda (Mar) Suyanto dan Kopka (Mar) Rudiriyanto mereka sudah 2 minggu betugas di stasiun tersebut(4/8).
Lelaki yang memiliki 3 anak  dari perkawinannya dengan Istrinya Triatmini 46 tahun ini sangat bersemangat saat Awdi  memantaunya di lokasi tempat ia berjaga.
Dengan tekun dan bersemangat dia membantu para pemudik yang membutuhkannya, dari pemudik yang bertanya hingga membantu mengangkat barang bawaan para pemudik ke depan gerbong kereta yang mau di naikin pemudik. Beliau sepertinya sangat mencintai tugas barunya tersebut.
Mudik lebaran memang menjadi tradisi masyarakat kita di tanah air, menjelang hari raya idul fitri tiba hampir di semua kota yang ada di Tanah Air, para pekerja di kota tersebut umumnya  akan mudik ke kampung halamannya pada saat hari raya Idul fitri tiba. Sehingga pemerintah turun tangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakatnya, termasuk pengamanan di tiap titik yang menjadi akses keberangkatan para pemudik, tiba  maupun pulangnya. Salah satunya adalah tempat Samiyono bertugas saat ini.
“ Ya saya sebagai prajurit siap dan patuh pada perintah pimpinan saya, apa lagi ini adalah tugas mulia “katanya.
 “  Saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga tahun ini, karena tugas. Namun saya masih bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui hand phone “ lanjutnya dengan nada sedih.
Saat ditanya harapan kedepan saat bertugas, dengan  semangat Serda Samiyono menjawab “ Kalau bisa lebaran akan datang, tugas dan tanggung jawab kami  seperti Garnisun atau Provost. Agar anggota TNI-POLRI yang berada di tempat pelayanan publik seperti Stasiun Kereta api ini (Maksunya Stasiun Nganjuk) yang pangkatnya lebih tinggi dari kami bisa patuh saat kami meminta mereka untuk mau mendengarkan tentang aturan di tempat ini (Maksudnya Stasiun), demi keamanan dan kenyamanan ” ungkapnya berharap.
(Faisal 6444)

Empat Orang Narapidana Kabur Dari Rutan Jambe

Empat Orang Narapidana Kabur Dari Rutan Jambe

Empat orang narapidana kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Tangerang di Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang

Tangerang, Awdi online.com - Empat napi melarikan diri setelah berhasil memotong jeruji besi sel tahanan Rutan Jambe Kab. Tangerang, pada selasa (05/08/2014) pagi pukul 05.00 WIB. Napi yang melarikan diri. Salah satunya berhasil tertangkap tidak lama disaat ke empatnya berusaha kabur, dan dijebloskan kembali ke dalam sel tahanan.

Menurut informasi yang didapat, tiga tahanan yang melarikan diri diantaranya. Supriadi bin Madsanan, tahanan kasus narkotika. Ulung Baihaki bin Juhoi, tahanan kasus pencurian dan Boiko bin Hadiyono, tahanan kasus penggelapan.

Status Supriadi sendiri di Rutan Jambe adalah tahanan titipan Satnarkoba Polres Kota Tangerang. Sedangkan Ulung Baihaki dan Boiko, diketahui masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. "Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Irfing Jaya mengatakan, pihaknya saat ini masih berupaya mengejar 3 tahanan yang masih kabur."

Sesuai alamat keluarga yang di jumpai. Pihak Kepolisian menghimbau agar pihak keluarga dapat mengembalikan para tahanan yang melarikan diri untuk kembali ke Rutan. Hingga saat ini petugas masih terus mencari ke tiga narapidana yang melarikan diri tersebut, ke beberapa lokasi tempat persembunyiannya.
(HRA)

Maling Jeruk ditahan Polsek Bangorejo

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 05 Agustus 2014 | 18.38

Maling Jeruk ditahan Polsek Bangorejo

Banyuwangi, Awdionlione.com - Korban  pemilik buah jeruk  Rianto wahyudi asal dusun bangorejo Krajan Rt. 2 Rw. 1 Desa bangorejo, kecamatan bangorejo telah menyelidiki setiap malam di sawahnya, akhirnya membuahkan hasil sat itu juga. “Karena buah jeruknya Sering sekali dicuri maling. (5/8).
Setelah mengetahui pelaku pencuri buah jeruk, korban langsung melaporkan tersangka saat membawa buah jeruk pada malam hari,  Ke Polsek Bangorejo.
Ketika dikonfirmasi (5/8) Kapolres Banyuwangi, AKBP Tri Bisono Soemiharso, SIK. Melalui Kapolsek Bangorejo APTU Ali Masduki  mengatakan kejadian penangkapan ini, Setelah ada laporan dari pihak korban, setelah itu juga  satuan Polisi dari Polsek Bangorejo langsung bergegas menangkap pelaku pecuri  buah jeruk saat perjalanan sambil membawa barang bukti buah jeruk dan sepedah motor RK S saat di perempetan pasar subuh Bangorejo.
Ketika itu, tersangka yang bernama kamiran 46 bin samijan warga Dusun Bangorejo Krajan Rt. 2 Rw. 5 Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, “dibekuk satuan aparat polisi Polsek Bangorejo.
Karjono menambahkan bahwa tersangka saat itu telah membawa barang bukti  buah jeruk kurang lebih 90 kg, tebos dan sepeda motor RK S Protolan. Pasalnya tersangka selama ini memang kerap masuk buhi sudah dua kali di tahanan Lapas Banyuwangi. Yang pertama tersangka pernah mencuri ternak sapi, yang kedua buah jeruk dan yang ketiga ini buah jeruk lagi. Sebab tersangak sudah mencuri buah jeruk sudah lima kali tempat yang sama.
Sedangkan tersangka saat tertangkap mengakui kerap menjual hasil curian buah jeruk, di jual di eceran pasaran genteng, Selama itu tersangka membawa uang barang bukti hasil penjualan buah jeruk, kurang lebih Rp. 2.100.000, tapi uang yang di bawa tingal 1.600.00 yang  Rp. 500.000 Sudah babis untuk belanja.” Sekarang yang untuk barang bukti uang sebear Rp. 1.600.000, Buah Jeruk, Tobos dan Sepeda Motor RK S. kata Ali Masduki  (din)

Pembangunan Proyek Saluran Irigasi Yang Ada Di Desa Binakal Patut Di Pertanyakan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 04 Agustus 2014 | 18.53

Pembangunan Proyek Saluran Irigasi  Yang Ada Di Desa Binakal  Patut Di Pertanyakan

Bondowoso, Awdionline.com - Keberadaan  proyek saluran irigasi yang  berlokasi di Desa Binakal Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso, terkesan menimbulkan tanda Tanya terutama pada masyarakat pemilik persawahan yang ada di sekitar proyek, karena  terkesan dalam pelaksanaan pembangunan yang tidak keseluruhan dan diloncat – loncat  dan  selain itu proyek yang baru selesai dalam hitungan waktu yang belum lama tapi kondisi bangunan tersebut sudah mengalami kebocoran di beberapa titik dan ada dugaan dalam pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, baik kedalaman galiaan atau campuran semen, pasir dan batu tidak ada suatu perekatan yang maksimal sayangnya saat berupaya di konfirmasi oleh Asosiasi Wartawan Demokrasi  Indonesia (AWDI)  kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut  kesulitan untuk ditemui  karena dalam pelaksanaan tidak ada papan nama kegiatan yang bisa  mempermudah mengetahui terhadap alamat kontraktor yang mengerjakan,dan dari mana proyek itu berasal. Selain itu Wartawan dari AWDI  yang hendak  berupaya mengkonfirmasi seputar adanya pembangunan proyek yang ada di wilyah UPT Dinas Pengairan kota, kepala  UPTDinas pengairan Kota  selalu  kesulitan untuk ditemui.(Sae/ega)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger