Berita Utama

Latest Post

Penanganan Polsek Pituruh Dipertanyakan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 08 Juli 2020 | 15.11

Penanganan Polsek Pituruh Dipertanyakan, Terkesan Ada “Sesuatu” dengan Korban

Purworejo, Awdionline.com - Dinilai janggal atas penetapan tersangka kasus Pasal 170 KUHP dengan dugaan dipaksakan, penanganan pelayanan kerja Polsek Pituruh, jajaran Polres Purworejo mulai dipertanyakan. Hal tersebut berdasarkan penanganan kasus yang dialami 'YA' warga Sutogaten, Desa Pituruh, Purworejo sebagai terlapor, atas tuduhan pengeroyokan yang dilaporkan SR ke Polsek Pituruh.

Pasalnya, dugaan kejanggalan diungkapkan pihak keluarga terlapor yang diwakili oleh Pimpinan Perusahaan tempat YA bekerja. Sebagai mediator, Agus Darma Wijaya pimpinan perusahaan yang mewakili keluarga YA, mencoba menelisik dan menganalisa perkara tersebut yang diduga banyak kejanggalan.

"Jika dianalisa, menurut saya dugaan yang janggal banyak sekali, mulai dari terbitnya Surat Penangkapan Rabu, 17 Juli 2020, Surat Penahanan dan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) pada Kamis,18 Juni 2020, yang tidak lagi mengkaji, melakukan lidik atau melihat sebab akibat, hingga terkesan dipaksakan," ungkapnya.

Menurutnya, atas penagkapan tersangka yang dinilai terburu-buru, dugaan lain adalah oknum anggota Polsek Bonorowo yang mencoba menunggangi, yang juga sebagai keluarga korban.

Selain itu, menurut Darma sebagai pihak terlapor, dirinya juga telah mengkomfirmasi pihak Puskesmas Pituruh pada Kamis, 25 JUNI 2020 dengan bertemu langsung Kepala Puskesmas Pituruh Dr. Sutrisno, untuk mempertanyakan surat hasil Visum pada tanggal 17 Juni 2020.

"Belum dapat keluar hasil Rekam Medis dari seorang ahli Rekam Medis, karena pada malam itu hanya ada dua orang perawat yang melakukan pemeriksaan visum sesuai SOP Puskesmas dan dari hasil keterang Kepala Puskesmas, hasil visum tidak ada luka yang sangat serius yang dapat mengganggu aktifitas kegiatan sehari- hari, hanya luka lebam di bawah mata Sarino," terang Darma, menerangkan penjelasan pihak Puskesmas Pituruh saat itu.

Atas pembuktian itu, menurut Darma, secara pembuktian penangkapan tersebut sangat terkesan dipaksakan dan hanya mendengarkan keterangan Pelapor dan Saksi, yang mana Saksi adalah kawan pelapor, dengan tanpa melihat Asas Sebab Akibat, Lidik dan luka pada korban.

Dirinya menganggap penanganan Polsek Pituruh diduga berpihak, tidak Profesional, Prosedural dan Proporsional. Untuk itu, ia berharap pihak kepolisian sebagai penegak hukum dapat berlaku se adil- adilnya dengan independen, tanpa ada interpensi dan keberpihakan.


 "Suatu permasalahan Hukum yang dilaporkan seharusnya dapat bijak ditangani oleh seorang Polisi sebagai Penegak Hukum, dengan menimbang Pekap Perkap Kapolri sebagai landasan dalam menentukan suatu laporan yang selamanya tidak harus dijerat oleh pasal- pasal yang ternyata tidak menguatkan bukti- bukti untuk menjadikan seseorang menjadi tersangka," tandas Darma.

Sedangkan pengakuan YA sebagai tersangka, menganggap pasal yang diterapkan atas dirinya, terlalu memberatkan dan sepihak, Pasalnya, dirinya mengaku hanya membela diri meski melakukan pemukulan dua kali atas korban.

"Saat itu memang terjadi cekcok antara korban dan temannya TG hingga terjadi perkelahian, nah saya cuma coba melerai mereka, tiba-tiba korban menarik tangan saya dan menggigitnya, karena sakit digigit saya berusaha melakukan pembelaan sampai spontan memukul korban dua kali. Saat itu, saya langsung dipegang oleh adik korban dan rekannya dengan mengancam akan membawa saya ke pihak berwajib," jelasnya.

Setelah kejadian itu, menurut YA yang sempat memisahkan diri ketempat lain karena takut, namun dirinya didampingi sang kakak, mendatangi pihak berwajib (Polsek Pituruh-red), guna menjelaskan akar permasalahan yang terjadi, dengan niat menemukan solusi perdamaian atas ke khilafan dirinya.

Namun, niat baik YA dihadapan petugas, malah dinilai semakin menyudutkannya, dengan dugaan memihak korban keterlibatan oknum anggota Polsek Pituruh (Gebi) yang menggampar  YA, juga hadir Oknum anggota Polsek Bonorowo yang membackup korban yang memang saudaranya, sehingga YA takut akhirnya tidak bisa menjelaskan kejadian sebenarnya, terlihat sangat jelas perlakuan diskriminasi Polsek Pituruh menyudutkan hingga dilakukan penahanan.

"Niat baik menjelaskan kejadian sebenarnya, akan tetapi bukan perdamaian yang terjadi, tetapi penangkapan dan penahanan oleh Polsek Pituruh, sampai saya sempat digampar oleh oknum petugas Polsek Pituruh (Gebi). Hebatnya lagi, surat penangkapan atas saya sudah dibuat, tanpa ada hasil visum dan proses lain sebagaimana mestinya dan luka gigitan saya yang berdarah saat itupun diabaikan tanpa dipertanyakan kenapa dan tanpa dilakukan visum," beber YA.

Sebagai tersangka, YA berharap kasus ini bisa diproses sebagaimana mestinya, dengan pasal yang sesuai atas dirinya.

"Menurut saya ini bukan pengeroyokan sebagaimana disangkakan dengan pasal 170 UU KUHP, tapi ini  pemukulan yang repleks akibat saya membela diri kesakitab atas digigitnya SR saat melerai perkelahian SR dengan TG sampai baju TG pun Robek.
Semoga kasus ini kedepan lebih jelas dan dapat adil. Memang saya salah tapi tolong jangan memberatkan saya, dengan tuduhan yang lebih memberatkan saya," harap YA. (Red/Awdi)

Dinas PUPR Kota Tangerang

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 12 Juni 2020 | 11.41

Dinas PUPR Kota Tangerang
Waspadai 321 Titik Genangan Banjir
Dan Perlu Normalisasi Kali


Tangerang, Awdinews - Genangan air akibat banjir yang terjadi di permukiman dan sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Kota Tangerang, jumlahnya adalah mencapai ratusan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tata Kota Tangerang menyebut adalah perlu dilakukan normalisasi saluran besar di sejumlah lokasi yang rawan genangan banjir  tersebut.
“Kepasitas salurannya tidak besar, makanya air tergenang. Biasanya kami langsung ke lapangan, kadang saluran juga tersumbat akibat banyak sampah,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang,dijelaskan Taufik, selama musim hujan yang terjadi kemarin saja, yang terdata ada 321 titik genangan banjir.


Maka, supaya gena­ngan banjir tidak sampai meluas dan bertambah apalagi menurut pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan mulai tinggi di bulan Desember, Taufik mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus bersama stakeholder terkait.
“Puncak hujannya sebenarnya ada di Januari dan Februari. Makanya, ini sedang kami antisipasi,” ucapnya.
Taufik merinci pihaknya telah memetakan titik-titik genangan tersebut. Titik paling banyak berada di wilayah Kecamatan Larangan, Karang Tengah, Cipondoh, dan Kecamatan Tangerang.
“Genangan ini juga bukan hanya ada di permukiman warga saja. Tapi juga di jalan-jalan protokol yang kerap menimbulkan kemacetan”, kata Taufik.
Seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan M Yamin, Jalan Sudirman dan Jalan M Toha. Taufik menyebut perlu dilakukan normalisasi saluran yang besar di lokasi-lokasi rawan genangan itu.
Sedangkan titik banjir di Kota Tangerang hanya terdapat 4 lokasi saja. Meliputi Panunggangan Utara, Cibodas, Periuk dan Cipondoh. Ciledug juga rawan banjir, asal semua harus peka buka kondisi pintu air kalau respon cuaca memburuk langsung meluap jelas. H. Agus Sumarna Kabid OP (Operasional dan Pemiliharaan) pihak dinas PUPR Kota tangerang telah membentuk tim siaga banjir Terdiri dari Bidang operasional dan Pemeliharaan  Drainase (OP Jalan)serta Operasi dan Sumber pemiliharaan sumber daya Air (OP SDA) dengan menurunkan 709 personil yang telah disiapakan dari tugas dan wewenang bidang OP di bantu oleh para seksi.
Di antaranya Seksi OP Drainase untuk menangani genangan- genangan di perumahan dan permukiman dan OP SDA melakukan siaga dengan pompa pompa banjir di perumahan dan penanggulangi turap atau tanggul sungai yang rusak," tutur Agus. (ADV)

Pencegahan Covid 19

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 20 Mei 2020 | 11.35

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Bersama Bupati Bogor Ade Yasin Sikapi Pencepatan Pencegahan Covid 19 Di Kabupaten Bogor


Cibinong, Awdionline.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor lakukan manajemen penanganan Covid-19 dengan baik. "Perlu ada keseimbangan dalam penanganan pandemi Covid-19, yakni mengutamakan keselamatan publik tapi juga jangan sampai membuat ekonomi mati. Oleh karena itu perlu ada manjemen penanganan yang baik," ujar Tito di Bogor, Selasa (19/5/2020).

Di antaranya, lanjut Tito, mencegah penyebaran penularan mulai dari sosialisasi tentang bahaya Covid-19, cara penyebarannya dan cara melawannya yang dirasa belum dilaksanakan dengan baik. "Testing, tracking terus dilakukan dan kalau bisa bukan hanya rapid test tapi dengan cara teat PCR swab. Saran saya di Bogor harus punya kemampuan untuk test PCR mandiri karena makin banyak testing akan semakin menunjukan angka sebenarnya untuk menentukan kebijakan selanjutnya," kata Tito.

Selanjutnya Pemda diminta meningkatkan kekebalan tubuh warganya dengan sosialisasi makan makanan sehat dan hidup sehat serta berikan bantuan vitamin.

Kabupaten Bogor Butuh 28 Dokter Umum dan 212 Paramedis

Berikutnya, tingkatkan sistem kesehatan mulai dari rumah sakit dengan kemampuan PCR, SDM medisnya, serta tempat karantina yang memenuhi standar protokol kesehatan. "Tingkatkan ketahanan pangan dan perkuat jaring pengaman sosial berupa stimulus ekonomi dan bantuan langsung ke masyarakat," ungkap Tito.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, ia sengaja berkunjung ke Bogor karena posisinya penting sebab berdekatan dengan epicentrum utama Jakarta. "Kalau kita bicara Jakarta tidak akan bisa kita bicarakan Covid ini hanya di  berkuat di Jakarta saja. Jadi tidak bisa lepas dari daerah yang berbatasan, salah satunya Kabupaten dan Kota Bogor," katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan dirinya dengan lima kepala daerah bersebelahan, kompak menangani covid-19 ini. Dirinya juga sering berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta agar penanganannya terintegrasi. "Persoalan pandemi covid-19 bukan hanya masalah pemerintah tapi menjadi masalah semua masyarakat, maka harus ada keterlibatan aktif masyarakat dengan bergotong royong,"jelas Tito Karnavian. (Zeffri/Artega R)

SMPN 220 Jakarta

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 11 Mei 2020 | 09.48

SMPN 220 Jakarta
Tingkatkan Unggul Dalam Prestasi Menuju Era Globalisasi

Jakarta,awdionline.com
Keberhasilan Pendidikan tentunya tidak luput dari peranan guru dan kepala sekolah, serta kualitas sumber daya manausia (SDM) sehingga apa yang ingin di wujudkan bisa benar-benar terealisasi sesuai harapan  masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut diatas kepala sekolah SMPN 220 jakarta ketika di minta komentarnya tentang langkah apa saja yang akan di ambil sekrang ini untuk lembaga pendidikan yang sekrang sedang di pimpinnya,tentunya saya akan terus berupaya semaksimal mungkin melakukann yang terbaik jelas Gunawan Ahmad M.Pd di ruang kerjanya. Menurut Gunawan bahwa  saya Berharap dengan adanya kegiatan kegiatan esrakulikuler untuk mencapai segudang prestasi juga menata sekolah, seperti penghijauan, disiplin dalam kebersihan harus  ditingkatkan, untuk kemajuan lembaga pendidikan kedepannya, sementara ini kita pokuskan untuk kemajuan kualitas mutu pendidikan.
 
“Jadi artinya, tidak ada perubahan signifikan kalau melihat keberhasilan SMPN 220 Jakarta. Hal itu tentunya, karena adanya dukungan guru-guru yang profesional dan bertanggungjawab didalam memberikan pelayanan pendidikan. Sehingga keberhasilan prestasi bisa terus ditingkatkan dan sudah banyak prestasi di antaranya Menyadang sekolah ADIWINATA  Nasional tahun 2016 yang diberikan oleh menteri lingkungan hidup dan menteri pendidikan RI. juga juara 3 baris bebaris tingkat Provinsi. juara utama 1 pencak silat tingkat Prov DKI Juara 1 jurus tunggal tingkat oliempiade olaraga tingkat nasional (O2SN) Juara 2  tunggal bulu tangkis tingkat (O2SN) juara terbaik 2 seni bidaya Putri Pemprov dan hari minggu 10.05.2020 siswa kelas 8B Daniel Cornelius Goltom  terpilih sebagai perwakilan Prov dki yang mengikuti O2SN untuk tingkat nasional di bulan Juni 2020. Lebih lanjut  Gunawan  Ahmad M.pd menuturkan kepada MR untuk  untuk penilaian terpilihnya O2SN. semua ini bisa terujut atas tanggung jawab sebagai Pimpinan kita harus bisa memberikan cerminan yang baik terhadap bawahan, karena kalau kita bisa memberikan contoh Tauladan yang baik niscaya kedepannya pendidikan khususnya yang dipimpinnya akan lebih maju dan berkembang,entah dari  bidang akademik maupun non akademik ataupun dari sisi Prestasi.

Kepala Sekolah yang santun & berwibawa itu menegaskan “dengan kebersamaan baik dewan guru maupun kepala sekolah selalu mengedepankan azaz keterbukaan dan selalu meningkatkan kedisiplinan,dan menjaga keharmonisan antara guru dan siswa sehingga adanya keterbukaan dari siswa/siswi  dalam menerima ilmu yang di harapkan orangtua, sehingga bisa menjadikan manusia yang cerdas dan berguna bagi nusa bangsa dan agama. selalu meningkatkan disiplin serta kejujuran bagaimana pendidikan ini bisa menjadi tolak ukur dikalangan masyarakat khususnya di SMPN 220 jakarta,dan saya selalu memberikan pembinaan terhadap guru bagaimana pelayan pendidikan yang terbaik harus dengan memberikan contoh yang baik pula terhadap siswa sehingga keberhasilan pendidikan bisa tercapai sesuai dengan visi dan misi, tegas Gunawan.

Dalam memberikan pelayanan pendidikan yang baik,tentunya pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dewan guru memberikan pengajaran yang mudah  terhadap siswa dalam mentransper ilmu pendidikan yang  akurat, tepat, bermutu.

Kepala Sekolah yang selalu disiplin itu mengatakan, ”saya berharap kedepan khususnya SMPN 220 jakarta bisa menjadikan sekolah yang  unggul dan berprestasi, tentunya harus adanya kerjasama  antara kepsek & dewan guru dalam mencerdaskan anak Bangsa, sehingga apa yang di cita-citakan siswa siswi SMPN 220 jakarta   bisa terwujud, serta dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan Bangsa serta berbakti terhadap Orangtua,jelas Gunawan Ahmad di ruang kerjannya. (Muali /zeffri)

PSBB

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 24 April 2020 | 21.32

PSBB Wilayah
Kec. Pasarkemis, Kab. Tangerang

Tangerang, AWDIOnline.com - Hari ke enam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Tangerang, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Kutabaru depan Villa Tomang masuk dalam wilayah Hukum Kecamatan Pasarkemis. Pada hari ke Enam jumlah pelanggaran bagi pengendara kendaraan roda dua dan roda empat menurun sebanyak tiga puluh sembilan (39) dibandingkan dengan hari pertama hingga hari ke lima (5). Tercatat di hari pertama berjumlah enam puluh (60) pelanggaran, di hari kedua berjumlah empat puluh satu (41) pelangaran, selanjutnya di hari ketiga, dua puluh enam (26) pelanggaran, hari ke empat tujuh puluh tiga (73) pelanggaran dan hari kelima delapan puluh satu (81). Pelanggaran tidak memakai masker  selain itu kendaraan roda empat belum membatasi jumlah penumpangnya.




































Kasi Trantib dan Linmas kelurahan kutabaru kecamatan pasar kemis, Nandang Syafei, S.Sos kepada Wartawan AWDI, Alex Salembun di lokasi  Chek poin. “Pelanggar yang tidak memakai Masker  di data dan diberikan peringatan dengan humanis serta diberikan Masker secara cuma cuma alias gratis”, ucapnya. 

“Alhamdulillah  memasuki hari ke enam pelanggaran menurun, diharapkan dengan diterapkannya PSBB, masyarakat mengikuti dan memahami arti pentingnya menjaga kesehatan tubuh.  PSBB merupakan wujud pencegahan Covid 19 dengan membatasi sosial dan transfortasi  karena saat ini wilalayah kabupaten Tangerang menjadi Zona merah”,  jelasnya.

“Mari kita bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan menjaga jarak aman”, tandasnya. 
Lebih jauh nandang mengatakan Pos Chek poin disediakan dapur umum Aparat gabungan TNI Polri (Polsek Pasarkemis), Dishub, Damkar, serta Ormas dan Linmas. “Kamipun berterima kasih kepada warga sekitar yang menyisihkan sedikit rizkinya dalam bentuk  buah-buahan kepada petugas yang sedang bertugas”, tandasnya.

Sementara itu Kepala Kecamatan Pasarkemis H. Chaidir, S.Sos., MS.i. mengajak warganya wilayah Pasarkemis untuk memakai Masker, mengurangi bepergian  mengurangi aktifitas di luar rumah  perbanyak makanan bergizi  perkuat imun tubuh  banyak minum air putih dan minum Vitamin  serta olahraga yang teratur  jaga jarak aman dan biasakan mencuci tangan dengan air yang mengalir. “Mari kita berdoa semoga pandemi covid 19 segra berakhir”,  tandasnya.

(Alexander Salembun)

Pelantikan di Bondowoso

Pelantikan di Bondowoso
Pelantikan DPC AWDI di Bondowoso

Media Partner

Media Partner

Lentera Banten

Lentera Banten

Foto Bersama

Foto Bersama

MEDIA PARTNER

MEDIA PARTNER

Reaksi Nusantara

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger