Home » » Umat Kristiani GKI Jombang Napak Tilas Ke Makam Gus Dur

Umat Kristiani GKI Jombang Napak Tilas Ke Makam Gus Dur

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 19 Maret 2015 | 15.20

Umat Kristiani GKI Jombang Napak Tilas Ke Makam Gus Dur

Umat Kristiani GKI Jombang berbaur dengan umat Islam berziarah di pusara GUS DUR
Jombang, AWDI online.com - Sekitar 50 orang jemaat Gereja GKI Jombang berkunjung ke  makam  Gus Dur di Tebu ireng  Jombang.  Minggu 15/3 kunjungan  bertujuan untuk menapaktilasi  jejak perjuangan Gus Dur  dalam banyak hal , utamanya pluralisme. Menutur  Pdt Andreas Kristanto  ( pemimpin rombangan ) semua orang perlu memposisikan Gus Dur  sebagai sosok  teguh pembela  kelompok minoritas . Gus Dur  adalah sosok  yang berani  memperjuangkan kemanusiaan , perdamaian dan menghargai perbedaan sebagai  bagian untuk di hidupi  secara nyata.
Acara ini diadakan  supaya anggota  jemaat GKI Jombang mengenal pondok pesantren  Tebu ireng   sebagai salah satu pondok terbesar di Jombang . Terlebih lagi makam atau pusara Gus Dur ada di sana , ini adalah ziarah spiritual untuk menapaktilasi  nilai nilai toleransi , keterbukaan  dan kesederhanaan yang sudah  diteladankan oleh Gus Dur . Justru di tengah kesederhanaan itu Gus Dur menjadi tokoh panutan , tidak hanya bagi umat Islam saja juga bagi umat Kristen.
Dalam kunjungan tersebut rombongan  juga di dampingi  oleh Gus Aan Anshori  koordinator  jaringan GusDurian Jawa Timur, di terima oleh Gus As’ad, Direktur LSPT Tebu ireng . Gus As’ad  banyak menjelaskan  dampak keberadaan  makam Gus Dur  terhadap situasi sosial ekonomi masyarakat sekitar “ Setiap bulan kami mengelola  dana sekitar 100 juta dari kotak amal ,” ujar  Gus As’ad. Dana ini menurutnya  di distribusikan untuk kepentingan masyarakat sekitar dalam bentuk dukungan pendidikan dan kesehatan,Seperti bea siswa dan jaminan kesehatan . Makam Gus Dur terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.
Gus Aan menambahkan , dampak sosial ekonomi seperti ini tidak lepas dari persepsi publik yang menganggap Gus Dur seorang wali. Kewalian seseorang bisa dilihat ketika seseorang telah  meningggal dunia. “ Jika ada orang  yang meninggal  dan masih bisa memberikan  dampak  begitu besar bagi lingkungan sekitar , bisa di pastikan  dia adalah kekasih Tuhan “, tambahnya.
Acara napak tilas makam Gus Dur  ini di tutup dengan doa  dan tabur bunga . Pdt Andreas Kristanto mengucap dalam doanya “ ajarilah kami mengasihi  tanpa pamrih seperti Gus Dur yang sudah mengasihi  orang orang yang  berbeda , dengan hidupo di dalam kasih , maka dunia menjadi lebih indah dan bermakna. Ajarilah kami untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur  membela yang lemah  dan memperjuangkan  kemanusiaan  juga menebarkan kebaikan bagi sesama “. (Bb.H.)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger