Home » , » Warga SumberKencono Wongsorejo Kopitan Bersama Kapolres Banyuwangi

Warga SumberKencono Wongsorejo Kopitan Bersama Kapolres Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 22 Oktober 2015 | 22.00

Warga SumberKencono Wongsorejo Kopitan Bersama Kapolres Banyuwangi

Banyuwangi AWDI Online.com Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, Rabu malam (21/10/2015) menyambangi Kantor Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo. Pemimpin tertinggi kepolisian di wilayah Banyuwangi ini mengajak warga untuk ‘kopitan’.
Awas jangan salah mengartikan kata dalam tanda kutip ini. Kata itu tidak mengandung arti yang konototatif alias jorok yang terkenal di kalangan anak muda. Kopitan yang digelar AKBP Bastoni Purnama bersama jajaran ini hanyalah minum kopi dan makan ketan di balai desa bersama warga.
Acara ini merupakan program Polres Banyuwangi yang digagas untuk menjaring masukkan dari masyakarat bawah. Menurut rencana lokasinya digelar bergilir di tiap kecamatan. Kebetulan Rabu malam merupakan ‘kopitan’ perdana yang digelar di Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo.
Camat Wongsorejo Sulistyawati mengawali pertemuan itu dengan bertutur tentang kondisi geografis wilayahnya. Wongsorejo termasuk salah satu pemasok cabe nasional. Dia sempat terkejut saat mendapat laporan dari sebuah dealer motor yang menyatakan bahwa pembeli kuda besi tertinggi berasal dari Wongsorejo.
“Kalau sekarang warga kurang senyum itu karena harga cabe lagi turun dan belum panen. Nanti kalau musim panen tiba dan harga cabe tinggi tiap ketemu petani saya disenyumi,” ungkapnya.
Kecamatan paling utara di wilayah Banyuwangi ini juga termasuk salah satu titik rawan kekisruhan pilkada. Tapi sejauh ini situasi Wongsorejo aman.
“Di sini terdapat 122  TPS dengan jumlah DPT 59.533 orang,” jelas Sulistyawati.
Menanggapi itu, Kapolres meminta agar warga menyalurkan hak pilihnya pada pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Apabila angka golput tinggi menandakan partisipasi warga negatif.
“Gunakan hak pilih, jangan golput. Bila ada masalah dengan PPS selesaikan dengan jalan musyawarah. Jangan diselesaikan dengan jalan kekerasan. Bila ada pelanggaran laporkan ke panwas,” pesannya.
Saat dialog dengan warga, AKBP Bastoni Purnama juga meminta warga memenuhi aturan saat berkendara di jalan. Jika melanggar maka aparat bisa menindak pelanggar lalulintas. Mengenai fungsi dan tugas masing-masing kesatuan, semua polisi berseragam boleh melakukan penilangan. Tidak hanya petugas lalulintas, aparat sabhara juga boleh melakukan penilangan.
“Tugas sabhara dan lalulintas hampir sama, yakni melakukan pengaturan. Karena sabhara juga bertugas patroli di jalan. Asal saat melakukan penertiban lalulintas ada surat tugas, itu sah,” tegas Kapolres sambil menjelaskan tentang parkir di kantor samsat menjadi urusan dishub.
Tentang pengeboman ikan di laut menjadi kewenangan Satpolair Banyuwangi. Kapolres siap menindak nelayan yang melakukan pengeboman ikan. Lulusan Akpol 1996 ini juga bakal menindak anggotanya yang nakal.
“Bila perlu kita lakukan sweeping ke rumah-rumah nelayan yang ditengarai melakukan pengeboman ikan seperti di NTB. Sebab bom ikan sangat berbahaya bagi warga. Apalagi kalau disalahgunakan oleh teroris,” tukasnya lagi.
Kasatpolair Banyuwangi AKP Basori Alwi siap melakukan patroli laut. Petugas juga siap melakukan gerak cepat untuk memburu pengeboman ikan. Karena dalam lima bulan terakhir sudah lima kasus pelanggaran laut yang ditangani Satpolair.
“Tolong laporkan segera kepada kami. Jangan aksi jam 06.00 baru diinformasikan pukul 09.00. Para pelaku jelas lari. Masalah di laut butuh penanganan yang cepat,” jawabnya. (HUMAS POLRES/ D@J)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger