Home » , » Perkebunan Pertahankan Tanah PTPN 12 Sampai Titik Darah Penghabisan

Perkebunan Pertahankan Tanah PTPN 12 Sampai Titik Darah Penghabisan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 24 April 2014 | 20.17

Perkebunan  Pertahankan Tanah PTPN 12 Sampai Titik Darah Penghabisan

staf dan Security perkebunan, saat memasang baliho

Banyuwangi Awdi - Dengan Adanya Tim Induk 40 Orang dan Tim Panitia 70 Orang Dan dan juga Pemohon kurang lebih 2000 KK yang rencana akan menduduki lahan di areal Hak Guna Usaha (HGU) PTP Nusantara X11 (Persero) Kebun Sungai lembu menjadi heboh yang ada di Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.24/4).
“Akirnya Pihak Perkebunan Sungai Lebu PTPN 12 membuat baliho sebanyak mungkin dan papan nama yang di tampangkan di wilayah tengah jalan dan di sudut sudut perkebunan dan juga di tampangkan di tengah areal perkebunan Sungai lebu. Karena Lahan perkebunan PTPN 12 yang akan di ambil alih oleh Ribuan warga, yang mengaku hak Waris itu,
Dan baliho  tersebut, bertulisakn Hidup mati kami dari dan untuk PTPN 12, Kami pertahankan tanah PTPN 12 sampai titik darah penghabisan.dan papan nama bertulisan  setiap orang di larang melakukan tindakan yang mengakibatkan pada kerusakan kebun/atau aset lainya, tertanggunya usah perkebunan itu melanggar Undang=undang No 18 Tahun 2014.
Dengan adanya situasi yang kurang kundusip akirnya Keamanan dari Pihak perkebunan Sungai lembu PTPN 12, di jaga ketat yang ada di Pos 1 yang akan memasuki wilayah perkebunan Sungai lembu, dari kemanan perkebunan dan di bantu aparat kepulisan dan Koramil Kecamatan Pesanggaran.
Ketika di konfirmasi selaku keamanan dari Perkebunan sungai Lembu saat mendirikan Posko dan juga memasang baliho itu, Supangat selaku kariawan Perkebunan mengatakan sumua ini perintah dari Perkebunan Sungai lembu, Guna menjaga hal-hal yang tidak di inginkan.”katanya Supangat.
Saat di Konfirmasi kepala Desa selaku punya wilayah yang ada di Desa Kandangan, Riono mengatakan dengan tegas seharsunya kaadan sangat genting ini, pihak perkebunan tidak membuat tulisan –tulisan yang terlalu kejam. Saya selaku kepala Desa tidak setuju dengan adanya tulisan yang arogan itu.nantinya menimbulkan Konflik antara Warga yang yang jumlahnya ribuan itu, yang akan menduduki lahan di area perkebunan PTPN 12 tersebut. Dan saya mengharapkan suya permsalahan ini bisa kondusip aman dan tentram.”tegasnya Riono.
(mbah din)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger