Home » » Sapi Betina Produktif Semakin Langka, Dinas Peternakan Turun Ke Jagal Sapi

Sapi Betina Produktif Semakin Langka, Dinas Peternakan Turun Ke Jagal Sapi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 11 Desember 2015 | 23.06

Sapi Betina Produktif Semakin Langka, Dinas Peternakan Turun Ke Jagal Sapi

Trenggalek, Awdionline.com - Trenggalek sebagai kota kabupaten dimana 70% adalah petani dan kebanyakan petani juga peternak, merupakan suatu asset yang saat ini belum tergarap secara maksimal oleh pemerintah daerah untuk supaya bisa mendongkrak APBD dan kesejahteraan masyarakatnya.  Bahkan cenderung beberapa kalangan masyarakat menilai beberapa tahun kedepan, Trenggalek tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain utamanya dibidang peternakan sapi dan swasembada pangan utamanya pemenuhan terhadap kebutuhan daging sapi.

Suminto pengurus Asosiasi Pedagang Daging Indonesia ( APDI ) Jawa Timur saat dihubungi wartawan lewat telepon selulernya 9/12 mengatakan Trenggalek  adalah sebuah kota kabupaten yang sangat kaya. Dengan karakteristik 70 % petani maka merupakan pasar yang potensial untuk pengembangan peternakan utamanya sapi. Saya sering mengikuti perkembangan sapi ditrenggalek namun apabila terkait peternakan sapi ini tidak ada penanganan serius dari dinas peternakan setempat utamanya dari peningkatan SDM peternaknya  maka bisa dipastikan, peternak sapi tidak akan maju, tidak bisa menopang kesejahteraan hidupnya.

Hal ini kami ambilkan kesimpulan berdasarkan pengamatan kami, bahwa para peternak trenggalek masih tradisional, beternak sapi hanya untuk sampingan. Belum dimanage yang benar bahwa dengan beternak sapi sebetulnya keuntungan melimpah. Bila kita analisa dengan beternak sapi semua bisa jadi duit. Mulai dari air kencing, feses atau kotorannya bila diolah maka bisa jadi pupuk terbaik dan bahkan yang terakhir daging yang semakin hari semakin naik harganya. Namun ada satu hal yang saat ini membuat kami para pelaku ternak adalah fenomena pemotongan sapi/kerbau betina produktif yang cukup tinggi ditrenggalek. Namun kami tidak menyalahkan peternak, mungkin karena tidak ada cara lain selain menjual ternaknya untuk menyambung hidup mereka. Namun hal itu bisa diatasi kalau dinas terkait bisa membuat gebrakan agar hal itu bisa diminimalisir agar kedepan bisa mewujudkan Swasembada Daging tanpa mengurangi jumlah populasi, tuturnya.

Apa yang dikatakan Suminto juga diamini oleh Mukiran peternak sapi disugihan kampak. Saat bertemu wartawan dirumahnya 11/12 dia berharap kepada Kepala Dinas Peternakan Trenggalek agar sering terjun kedaerah dan sering mengamati perkembangan sapi para peternak dan diharapkan bimbingannya mulai dari cara beternak yang baik dan inovasi inovasi yang baru agar kedepan para peternak sapi ini bisa untung.

Kepala dinas peternakan Trenggalek saat mau dikonfirmasi tidak ada ditempat. Melalui Kepala Bidang kesehatan hewan Drh Budi Satriyawan dikantornya jumat 11/12 mengatakan bapak kadin sedang dinas luar. Permasalahan peternakan sapi memang permasalahan yang serius diTrenggalek. mulai dari sumberdaya manusianya, maupun penanganan pasca panennya memang ada kekurangannya dikarenakan minimnya anggaran tahun ini dan kedepan kami harap semoga  bapak Bupati yang baru mampu juga mendorong untuk membantu usaha kami dalam mewujudkan swasembada pangan utamanya dibidang peternakan.

Program penyelamatan yang paling awal adalah dengan memberikan sosialisasi kepada seluruh peternak mengenai peluang bisnis. Melihat
negara kita yang haus pasokan daging sapi, maka beternak yang tepat adalah menempatkan ternak sapi potong sebagai ternak utama dan
menempatkan hewan lainnya sebagai hewan investasi guna memenuhi kebutuhan yang  mendadak. Dengan demikian tidak akan dijumpai adanya keterpaksaan dalam penjualan sapi betina akibat kebutuhan yang mendadak.

Selain itu kami lakukan pendekatan dari sisi on farm dan hilir, Penjelasan dari pendekatan dari sisi onfarm adalah pemberian penghargaan dalam bentuk insentif kepada peternak dan kelompok peternak yang telah membudidayakan sapi/kerbau betina produktif sampai menjadi bunting dan melahirkan. Pemberian insentif ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mencegah dan memberikan pemahaman kepada para peternak, bahwa memelihara sapi/kerbau betina produktif dan bunting jauh lebih baik dan menguntungkan apabila dikembangbiakkan karena dapat memberi nilai tambah berupa anak yang akan dilahirkan. Untuk implementasi hal itu, nanti kami komunikasi dan kordinasikan dengan lembaga kelompok ternak yang tahun kemarin dapat bantuan dari pemerintah yang ditugaskan untuk hal itu, tuturnya.

Walau sudah ada kebijakan yang melarang pemotongan sapi betina produktif, nyatanya tetap ada pihak yang tetap melakukan dan itu yang mengganggu terwujudnya swasembada daging.  Pemotongan sapi betina produktif umumnya dilakukan oleh jagal yang skala usahanya kecil. Pemotongan tersebut dilatarbelakangi oleh keberadan sapi jantan yang dikuasai oleh pedagang di kota besar, sehinga jagal tidak memiliki pilihan lain selain memotong sapi betina produktif. Selain itu, harga daging antara betina dan jantan berbeda. Akibatnya mereka cenderung memotong sapi betina produktif untuk membuat sama atau setidaknya lebih mahal dibandingkan harga daging sapi jantan. Walaupun harga dipasaran lebih murah, jagal akan tetap mendapatkan keuntungan yang layak dari pemotongan sapi betina tersebut, tuturnya lebih lanjut.

Hingga untuk mengantisipasi hal itu, kami kemarin selama 1 minggu dengan dibantu pejabat Polres, keliling kepedagang besar daging sapi yang sekaligus ada tempat jagalnya yang tersebar di Trenggalek sejumlah 9 tempat hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menyelamatkan sapi/kerbau betina produktif dirumah potong hewan (RPH) agar tidak dipotong. Hal ini kami lakukan mengacu pada aturan pemerintah dalam UU No.18 tahun 2009 dan Permentan No. 35 tahun 2011. Hal ini kami lakukan supaya sapi/kerbau betina produktif dapat terjaga dan berkembangbiak secara berkelanjutan. (rudi)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger