50 BANK SAMPAH DI BANJARMASIN "Mati Suri"
Banjarmasin - Awdi News (15/02) Sebanyak 50 bank sampah di kota Banjarmasin diprediksi kini mulai meninggalkan kegiatan pengumpulan sampah plastik dan sampah organik atau djnyatakan " mati suri " sehingga nyaris tak beroperasi lagi.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah ( BLHD) kota Banjarmasin Drs H Handi , di Balaikota , kamis (11/2) , menyatakan hal ini sangat , disayangkan karena bank sampah yang selama ini sangat dibanggakan kurang diperdulikan sehingga banyak bank samapah di daerahnya tidak beroperasi secara rutin lagi . Bahkan dari catatan BLHD dari 125 bank sampah yang ada di daerah ini ternyata sekitar 50 bank samapah teleh berhenti beroperasi . Hal ini tentu saja menjadi perhatian bersama untuk memgupayakannya bisa di kelola masyarakat atau dihidupkan lagi , mengapa bank sampah yang menjadi solusi mendulangi sampah jadi uang mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat .
Mantan kepala Dinas Kebersihan Kota Banjarmasin ini mengnuturkan pihaknya telah menggelar kegiatan dengan mengelola bank sampah di daerah guna mendengar langsung keluhan mereka selama ini dalam Menjalankan eksisitensinya,
Memang kita dengar , ada beberapa keluhan yang disampaikan diantaranya tempat yang tentunya memerlukan ruangan atau gudang bagi penyimpanan ,sampah daur ulang , selain itu masalah alat angkutan juga menjadi kendala ", ucapnya .
Khusus dalam menanggapi keluhan para pengelola bank sampah ini, ungkqp Handi , pihaknya bersidia membantu dengan menyediakan angkutan dan pula tempat bagi penyimpanan nya, di bank sampah induk yang lokasinya dekat kantor Kecamatan Banjarmasin Utara jalan HKSN .
" Bahkan kita akan berupayakan memasarkan hasil kumpulan sampah mereka yang bernilai ekonomi itu, hingga kalau perlu ke pulau jawa ,.bisa ke Surabaya ," paparnya .
Menurut dia , semangat masyrakat dalam membentuk bank sampah sebagai salah satu upaya memanggulangi besar nya volume sampah ini bukan hal yang mudah , memang banyak bakti sosialnya daripada hasilnya ," tutur Hamdi .
Dari pengakuan Pengelola Bank sampah Tugu Sembilan ,Banua Anyar, Banjarmasin Timur Hamdian, bahwa mengelola bank samaph yang pihaknya lakukan memang banyak kerja sosialnya , daripada mengharap imbalan besar .
Dipaparkannya dari sebanyak 100 masalah bank sampah di lingkungannya ,tidak seberapanya yany rajin menyetorkan tabungannya berupa sampah dari plastik dan jenis kertas atau kardus .
Kalau bagi nasabah tumahan itu seminggunya hanya bisa terkumpul antara 7-8 kilogram saja ,hanya yang memiliki usaha kios atau toko yang bisa sediki, banyak sekitar 50 kilogram," paparnya.
Menurut dia , sistem pembayaran atau penarikan nilai sampah yang disampan para nasabah bank sampah nya setiap tahun utamanya menjelang Hari Raya Idul Adha ," ya ada saja yang simpannya sampai Rp 1 juta lebih nilai uang ,bagi yang kurang rajin nabung hanya sekitar Rp 300 ribu ," ungkapnya .
Ia berharap Pemerintah Daerah bisa terus memberi perhartian bagi pihak dimana keluhan pengelola bank sampah - diantaranya tentang gudang dan alat angkut bisa diwujudkan .
Tetapi yang utamanya bagaimana mengningkan nilai jual sampah yang didaur ulang yang kita kumpulkan ini ada jalannya, tentunya untuk membangkitkan motivasi bagi kita pengelola dan masyrakat sebagai nasabahny," demikian Hamdan. ( Sirajudin)
Posting Komentar