Latest Post

Diduga Terkait Sewa Menyewa Lahan PT. KAI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 09 Februari 2017 | 16.39



KPK Diminta Periksa Dirjen Perkeretaapian RI


Jakarta -Awdionline.Com
Lahan seluas 1.2 Ha milik PT. Perkeretaapian RI (persero) yang berlokasi di Emplasman stasiun tanah abang Jakarta Pusat yang dahulu diperuntukan untuk tempat penyimpanan peralatan Kereta Api, saat ini berubah fungsi menjadi tempat para pedagang musiman yang berasal dari Kota Tasik Jawa Barat.
Terjadinya perubahan fungsi lahan tersebut diduga kuat di Komersilkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang berada dikantor Dirjen Perkeretaapian RI yang berada di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung harga sewa menyewa lahan tersebut mencapai Rp.2.800.000.000.-(Dua Milyar Delapan Ratus Juta Rupiah) yang diduga kuat masuk kantong pribadi oknum-oknum nakal tersebut.
            Hal ini mulai terungkap ketika wartawan menemukan data-data kongrit mengenai sewa menyewa lahan tersebut,  dalam dokumen tersebut tertulis PT.Padi Mas Realty yang berlokasi di Jl.Pinangsia Timur No.4-H,Jakarta yang diwakili oleh Marto Sumartono  dengan okunum TNI yang bernisial ST (purnawirawan) yang terikat dalam Surat Kuasa No.009/PMR/VII/2016 Dalam hal ini antara kedua belah pihak sepakat dalam satu Memorandum Perjanjian Kerjasama Penyediaan Pasar Tasik,  sebagaimana tertulis dalam Pasal (1) tujuan kerja sama, Pasal 2 (objek perjanjian), Pasal 3 (jangka waktu pengelolaan), Pasal 4 (besaran uang kompensasi), Pasal  5 (tata cara pembayaran), Pasal 6 (kewajiban para pihak), Pasal 7 (peruntukan), Pasal 8 ( pemeliharaan dan perawatan), Pasal 9 (larangan), Pasal 10 (perselisihan), Pasal, 11 (hala-hal lain).\
Hasil wawancara Awdionline.Com terhadap beberapa pedagang dilokasi  saat di konfirmasi mengatakan, (12/01)  bahwa hampir kurang lebih 300 Pengusaha Baju Gamis telah menyewa tempat ini, yang terdiri dari beberapa pengusaha yang telah di subkan oleh PT.Padi Mas Realty. Ungkap seorang pedagang yang tidak mau namanya disebutkan.
Dia menambahkan, untuk bisa mendapatkan lahan ini kita harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal seperti biaya masuk berkisar Rp 20 - 15 Jutaan dan Rp 10 - 5 Jutaan per-Orang sesuai dengan kondisi tempatnya biaya Bulanan             Rp 1.500.000,- biaya mingguan Rp    500.000,- biaya harian Rp 50.000,-/Pedagang. Ujarnya  dengan nada sinis.
Ditempat terpisah Agus Aswani, SH ketika diminta tanggapanya terkait hal tersebut mengatakan, sudah selayaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk memanggil pihak-pihak yang terkait agar segera diperiksa, sebab nilai sewa menyewa lahan tersebut sudah mencapai miliyaran rupiah atas hal tersebut KPK sudah bisa segera mengusut hingga para oknum-oknum yang nakal segera dip roses.
Agus menambahkan, lahan seluas 1,2 Ha di Stasiun Tanah Abang, segera  ditutupdan lahan tersebut dikembalikan sesuai dengan fungsinya semula. Imbuhnya. Jakarta- Awdionline.Com (Alexander Kali/ Salahudin Ramli).

JEMBATAN MAUT MENUNGGU MANGSA KEMBALI, BERTAHUN TAHUN TAK DIPERBAIKI



Dolok Masihul (AWDI). Warga Desa Hutanauli dan Desa Silau Merawan kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai mengeluhkan jembatan yang hampir puluhan tahun rusak tapi tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten serdang Bedagai SUMUT,  hal itu karena jembatan tersebut menjadi akses vital warga dalam menjalankan aktivitas kesehariannya sebagai petani.
Jembatan yang panjangnya lebih dari 10 meter tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, hanya tinggal beberapa keping  papan lantai yang tersisa, sementara lubang besar menganga lebar mengintai korban yang melintasinya.

Menurut Naseb (44) warga Desa Blok 10 yang juga sering melintasi jembatan rusak tersebut;  jembatan tersebut sudah hampir sepuluh tahun kondisinya rusak dan tak terawat, belum ada upaya perbaikan oleh Pemkab serdang Bedagai, padahal menurut naseb, jembatan tersebut keberadaannya  sangat vital bagi petani untuk mengangkut hasil panen dari sawah ke rumah warga, bahkan pada tahun 2014 lalu ada seorang warga desa Blok 10 yang terjatuh dari jembatan tersebut ketika melintas mengendarai sepeda motor dan korban meninggal dunia. dan masih banyak korban lainnya yang terjatuh dari atas jembatan tersebut yang terluka.
Banyak petani  resah dan berharap kepada Bupati Serdang Bedagai agar segera memperbaiki jembatan tersebut, apalagi saat ini Wakil Bupati Serdang Bedagai adalah Putra Dolok Masihul, miris rasanya dengan kondisi seperti itu tanpa keperdulian" tambah Naseb penuh harap.

   Pantauan Wartawan di lokasi, kondisi jembatan (gambar) sangat memprihatinkan dan membahayakan orang yang melintasinya, hanya beberapa keping lantai saja yang tersisa untuk dilintasi oleh pengendara kendaraan bermotor dan pejalankaki, kepedulian Pemkab Serdang Bedagai sangat dinantikan, karena petani sangat membutuhkan jembatan tersebut sebagai penghubung dan prasarana jalan bagi mereka dalam beraktivitas seharihari terutama ketika musim panen tiba.
Pengirim :
WANASIBIN

PEMALSU DUA ASSET GEMPOLSARI BELUM TERSENTUH HUKUM

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 11 Oktober 2016 | 10.21

Bisikan Goib anak dibunuh

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 03 Oktober 2016 | 11.28

CANGKUL KIAN MARAK UNTUK ALAT KEJAHATAN

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 06 Agustus 2016 | 11.12

awdionline.com, Nyonya Nana diana usia 43thn yang beralamat dijalan angke raya Rt003/03 kel.angke kec.Tambora Jakarta barat telah menjadi korban penganiayaan seorang pelaku yang berinisial Sk,telah mengalami luka akibat dipacul tangan sebelah kirinya oleh pelaku.Ny Nana di RS Atmajaya pluit Jakarta utara,korban mengalami koma selama 2hari 2malam,adapun penuturan korban kepada AWDInews kejadian tersebut pada tgl 27-07-2016 sekitar pukul 07.30 wib,pada saat korban membeli sarapan pagi(nasi uduk) diujung masjid bertemulah dengan sipelaku dan anaknya sedang berselisih/cek cok,korban mencoba memisahkan anaknya yang bernama Bella,sedang berselisih paham dengan anak pelaku dan korban dengan nada keras memarahi anaknya Bella "Diaaam"...!!! lepas setelah itu korban pulang kerumah langsung memberi makan pagi anaknya Bella.Saat itu juga pelaku lewat depan rumah sikorban dengan pandangan sinis melotot menatap korban,terjadilah sedikit adu mulut lalu pelaku pergi dari tempat tersebut dan kembali lagi membawa sebilah cangkul dan menghujam tangan kiri sipelaku juga melontarkan kata-kata ibgin membunuhnya.Tangan kiri korban mengalami luka sobek sangat serius,korban langsung dilarikan kerumah sakit Atmajaya pluit Jakarta utara.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Tambora Jakarta dengan bukti laporan No.281/k/VII/2016 sektor Tambora saat dikonfirmasi pihak polsek Tambora menyatakan kasusnya sedang dalam tahap pengusutan,si pelaku saat ini belum ditangkap,harapan korban kepada pihak kepolisian sipelaku segera diamankan sebab korban belum bisa nyaman bila pelaku masih berkeliaran sebab sipelaku mengancam ingin menghabisi nyawa korban.IIN/Sop/An AWDInews.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger