Latest Post

PARTAI AMANAT NASIONAL TELAH MENYARING KADER-KADER TERBAIK

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 22 April 2013 | 10.53

Lebak, awdionline.com - Kader kader terbaik PAN akan maju dalam Pemilu tahun 2014 mendatang, dari beberapa Dapil sekabupaten lebak sudah banyak yang mendaptarkan diri dalam kancah pemilu akan datang.

   
Menurut Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lebak H. Ridwan, BE.SE.MM kami sudah Menyaring Kader Kader PAN hasil Penyaringan yang terbaik, dari sekian kader yang mendaftarkan diri untuk mengikuti  Pemilihan Umum tahun 2014 mendatang, kami membutukan setiap ZONA  Dapil dari 6 Dapil/zona kesemuanya sudah memenuhi target, dalam penyaringan, untuk Perempuan/gender  sebanyak 30% dan untuk Laki-laki  sudah mencapai 70% dengan terpenuhinya dapil/zona, kami sangat berharap untuk  tahun 2014 mendatang kami  bisa menduduki DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi Banten Dan DPR-RI, kalau harapan kami terpenuhi insya allah kami akan menyalurkan aspirasi dari masyarakat nantinya. Himbau Ketua PAN H. Ridwan.

    Begitu juga kata H. Endang Sunarya. Saya selaku kader yang terpilih untuk mewakil zona 1 yaitu kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Cibadak, dan Kecamatan Kalanganyar, saya akan turun kebawah untuk melihat langsung kondisi masyarakat di empat kecamatan, insya allah selesai Pilkada Lebak kami akan mengadakan, Pernikahan masal, karena di empat kecamatan masih banyak warga masyarakat yang belum mengatongi Surat Akte Nikah, sehingga masih banyak warga masyarakat yang belum memiliki Akte Kelahiran, sebab salah satu syarat untuk memiliki Akte Lahir harus memiliki Akte Nikah, sehingga kami dari partai Amanat Nasional (PAN) sangat prihatin terhadap masyarakat terutama di zona 1. Ujar H.Endang.

    Ditempat terpisah Aan warga Cirinten,  menurutnya kami sangat antusias dengan munculnya H. Ridwan,BE.SE.MM, untuk menduduki DPR-RI kami sangat mendukung, terutama keluarga kami, adapun masyarakat insya allah  saya akan mensosialisasikan bapak Ridwan. Namun sangat disayangkan di Kecamatan Cirinten sampai saat ini belum adanya gambar maupun posko PAN, kami mohon agar bapak Ridwan segera membentuk posko guna memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat Cirinten. (ANWAR)

Osis SMPN 5 Langsa Doa dan Zikir Bersama Hadapi UN 2013

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 19 April 2013 | 11.25

Langsa-Aceh, awdionline.com -

Doa dan zikir bersama berbaur guru dan siswa seluruh kelas di SMPN 5 Langsa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) 2013 pada Senin nanti (22/4) di sambut dengan penuh hikmat oleh siswa dan guru yang mengikuti acara tersebut hingga hampir keseluruhan Siswa kelas IX menangis yang dilaksanakan di Halaman Sekolah di bawah panduan Ustad Iqbal.
Ustad Iqbal selaku Pemimpin Doa dan Zikir bersama menyampaikan ceramah motivasi sebelum doa di mulai mengatakan  “ Berusaha dengan sekuat pikiran dan mengerahkan segala kemampuan untuk menghadapi UN 2013 harus di barengi dengan kesungguhan kita dalam memohon kepada Allah SWT agar apa yang kita harapkan dan yang telah di lakukan mendapat  rahmad dan dan hidayatNya”  demikian kata Ustad Iqbal.
Pantauan wartawan di lokasi doa bersama setelah ceramah sebagai mukaddimah di sampaikan selanjutnya ustad mengambil alih kembali untuk memimpin zikir dan doa sebagai inti dari  rangkaian acara dimaksud, terlihat saat doa di panjatkan hampir seluruh siswa SMPN 5 Langsa berlinang air mata begitu juga dengan guru yang ikut berdoa bersama bahkan ada siswa yang hingga selesai berdoa masih menangis .

Fandi Ketua Osis SMPN 5 Langsa memberikan keterangan bahwa acara doa bersama ini di buat karena permintaan kawan-kawan di kelas IX untuk bisa mendamaikan hati dan bisa memperlancar belajar di rumah  dan siap hadapi UN 2013, doa ini melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga kelas IX yang berjumlah hampir 600 siswa dan juga seluruh dewan guru dan Staf Tata Usaha" kata Fandi
Hamdani  SPd melalui Eddy Khalil SPd selaku Kepala Sekolah dan Wakil Kesiswaan mengatakan bahwa Kegiatan ini  dibuat atas kerjasama  seluruh pihak sekolah yang melibatkan anggota OSIS  yang bertujuan agar semua murid kelas IX di SMPN 5 Langsa merasakan kedekatannya dengan Allah SWT dan membangun kekuatan spiritual siswa agar di senin besok memiliki keyakinan  dapat menjawab soal-soal UN 2013 nantinya kata Hamdani.
“ Kami juga mengimbau kepada orang tua murid di rumah agar dalam menghadapi UN sudah selayaknya para orang tua mendukung kegiatan belajar di rumah lebih aktif lagi dan memberikan asupan makanan bergizi yang lebih dari hari-hari sebelumnya serta orang tua harus mengawasi kegiatan belajar anak  di rumah dengan mendampinginya setiap belajar dan  mengurangi volume kegiatan  yang kurang penting agar focus belajar anak nantinya membuahkan keberhasilan di UN 2013 kali ini” tambah Hamdani. ( Kontributor Langsa- Aceh : Eddy Khalil )

Bupati Aceh Timur Tinjau Pelaksanaan UN di SMUN 1 Julok Sekaligus Sidak Puskesmas dan Kantor Camat Julok

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 16 April 2013 | 10.31

Aceh Timur | awdionline.com  -

Ujian Nasional masih perlu terus diperbaiki / disempurnakan, namun Pemerintah tetap merencanakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013. Sebagaimana dimaklumi bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendapat saran untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN), karena masih banyak pelanggaran dalam praktek pelaksanaannya. Disamping itu Mendikbud perlu meminimalisir dampak UN serta menyempurnakannya agar tidak lagi terjadi persoalan-persoalan merugikan siswa.

UN 2013 tetap dijalankan dengan sejumlah perubahan dilakukan, diantaranya diberiakannya 20 paket variasi soal UN 2013, hal ini berbeda dengan UN Tahun 2012 yang hanya diberikan lima variasi soal.
Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin M. Thaib yang didampingi oleh Kajari Idi, Kepala Dinas Pendidikan, Asisten II dan Kabag Humas Setdakab Aceh Timur mendatangi SMU Negeri 1 Idi dan SMU Negeri 1 Julok. Dalam kunjungan ini bupati beserta rombongan melihat langsung pelaksanaan UN.
Dalam kesempatan ini, Bupati Aceh Timur berharapan agar seluruh siswa peserta didik dapat mengikuti pelasanaan UN secara baik guna bisa melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya tanpa ada kendala yang dihadapi. Dalam pada itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, Abdul Munir, SE. M.AP mengatakan, untuk peserta UN Tahun 2013 ini jumlah peserta boleh dikatakan 99% yang mengikutinya, meskipun demikian bukan tidak ada siswa yang tidak hadir namun jumlahnya hanya sedikit dan boleh dikatakan bisa kita hitung dengan jari” ujarnya, namun ia berharap kedepan dengan adanya UN ini para siswa agar dapat lebih giat lagi apalagi sebelum mengikuti UN ini para tenaga perngajar sudah memberikan paket bimbinga atau try out bagi para siswa dalam menghadapi UN, jadi kita harapkan hasil UN untuk kabupaten aceh timur bisa lebih baik lagi, meskipun dalam UN tahun ini ia tidak bisa memprediksikan tingkat kelulusan siswa peserta UN berapa persen di aceh timur namun yang jelas kita berharap mereka ini lulus semuanya dengan baik” tegasnya.
Tinjau Bangunan Sekolah Yang Rusak.
Disela-sela peninjauannya terhadap pelaksanaan UN, bupati juga berkesempatan melihat langsung kondisi fisik bangunn sekolah, terutama bangunan SMU Negeri 1 Julok dimana masih ada kondisi ruang belajar yang masih terlihat rusak berat tanpa adanya pemeliharannya.
Dalam hal ini, Bupati Aceh Timur Hasballah Bin M. Thaib memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur untuk segera mendata seluruh sarana pendidikan yang rusak, baik itu ruang belajar maupun ruangt-ruang yang lainnya termasuk sarana kebersihan seperti MCK.
“kita akan segera melakuan evaluasi-evaluasi terhadap bangunan sekolah yang rusak, mulai dari tingkat pendidikan yang paling bawah sampai ke tingkat yang paling tinggi yang berada di bawah naungan dinas pendidikan, hal ini dilakukan guna menciptakan suasana pendidikan yang nyaman dan aman bagi para siswa dan tenaga pengajar guna mencerdaskan kehidupan anak bangsa yang menjadi penerus bangsa ini nantinya” ujarnya. Dalam kesempatan ini ia mengingatkan dalam pelaksanaan pembangunan mendatang kita semua wajib mengawasi serta meningkatkan pengawasan terhadap mutu kinerja dari pihak kontraktor dalam membangun seluruh fasilitas negara “tidak ada istilah kontraktor rugi dalam pelaksanaan proyek dilapangan sebab semua itu sudah jelas dalam kontrak mutu dan kualitas bangunan dalam draf maupun kontrak dan kita jangan lagi dibodoh-bodohi oleh pihak rekanan terhadap mutu pembangunan” tegasnya.
Sidak Pusesmas dan Kantor Camat Julok.
Dalam kesempatan ini, Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin M. Thaib juga berkesempatan mentidak secara langsung Puskesmas dan Kantor Camat Julok. Dalam sidak ini bupati menemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh kedua instansi tersebut di Puskesmas Julok, Bupati meminta Kepala Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat, kebersihan ruangan, sarana air bersih dan segera melakukan penimbunan jalan dan halaman Puskesmas yang tergenang air. Sementara itu di kantor Camat Julok, Bupati meminta kepada camat untuk meningkatkan kebersihan kantor, mendata seluruh aset pemerintah untuk difungsikan sebagaimana menstinya. Dalam hal ini bupati aceh timur sangat mengharapkan kepada camat julok untuk segera menertiban hewan ternak yang masih banyak berkeliaran di sepanjang jalan yang jelas-jelas bisa membahayakan keselamatan penguna jalan, oleh sebab itu ia meminta  agar camat segera mengambil langkah-langkah untuk penertiban hewan ternak tersebut dan dalam waktu dekat ini bupati berjanji akan segera mengeluarkan Qanun daerah mengenai penertiban hewan ternak ini.
(Kontributor Langsa-Aceh Timur : Eddy Khalil )

“PEMPROP BANTEN & PEMKAB LEBAK TIDAK PERDULI” JALAN RAYA KM 3 RANGKASBITUNG SEGITIGA MANDALA BERLOBANG DAN RUSAK PARAH

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 13 April 2013 | 14.19

Lebak, Awdionline.com - Jalan raya Pandeglang rangkasbitung sangat memprihatinkan sepanjang ruas jalan becek dan berlobang, lobang yang dibiarkan oleh pemerintah Propinsi Banten, jalan yang menghubungkan rangkasbitung pandeglang itu dibiarkan berlobang seolah olah tidak berpengaruh bagi pengguna jalan.

    Keluhan masyarakat pengguna jalan raya, terutama  pengguna jalan yang akan berpergian kelokasi pariwisata baduy, warga sering mengelukan kondisi jalan tersebut seperti disampaikan Rahmad, menurut rahmad, kami selaku pengguna jalan sering tertipu dengan konisi jalan, tepatnya di depan Penjaga Lalu lintas setiga Mandala, lobangnya sudah sangat dalam apa lagi kalau hujan turun, air mengenangi jalan lobang yang dalam tidak Nampak, sehingga kami sering tertipu sehingga banyak warga terguling kecelakan terjadi, yang sangat memprihatikan pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor, kalau tidak hati-hati menimbulkan kecelakan bahkan bias meninggal dunia, kata rahmad.

    Lanjutnya kami mohon kepada dinas terkait terutama kepada Gubernur Banten segera memperbaiki jalan yyang berlobang di segitiga Mandala, karena jalan tersebut sudah tidak layak untuk dilalui lagi, karena jalan tersebut rusaknya sudah para, kami sering membawa pengguna jalan ke RSUD karena lobang yang dalam, ujar rahmad.

Begitu juga kata ketua LSM GNI Agus, kami berharap pemerintah Propinsi Banten, khususnya Pemkab Lebak segera mengambil kebijakan untuk merenopasi jalan segitiga Mandala, sebelum lebih banyak lagi memakan korban.

Saya selaku ketua LSM GNI sangat prihatin dengan kondisi jalan segitiga mandala, yang rusak parah, seolah olah Pemerintah tidak tahu kondisi jalan tersebut.(ANWAR LEBAK)

STATEMENT TENTANG LAMBANG DAN BENDERA ACEH

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 12 April 2013 | 14.43

Dari : Ghazali Abbas Adan (Mantan Anggota DPR RI/Mantan Calon Bupati Pidie)

Langsa Aceh ( awdionline.com )
Yang jelas dan terus menerus dituntut rakat Aceh selama ini adalah bagaimana Pemerintahan Aceh baik eksekutif dan legislatif ada upaya dan bukti nyata mensejahterakan rakyat dengan berbagai regulasi dan program pro rakyat. Termasuk Qanun Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) dan Qanun Jinayah dan Acara Jinayah. Demikian kata Ghazali Abbas Adan, Kamis (11/4), kepada wartawan melalui surat elektroniknya.

Menurutnya, setelah sekian lama diminta berbagai elemen masyarakat beberapa waktu lalu sebagaimana diberitkan media massa DPRA telah memasukkan dalam agenda qanun yang akan dibahas. Ini sangat berbeda dengan Qanun Lembaga Wali Nanggroe, demikian pula qanun tentang bendera dan lambang Aceh, kendati tidak pernah diminta rakyat, tetapi sim salabim sudah jadi dan  disahkan,kemudian sim salabim pula dimasukkan dalam Lembaran Daerah.

"Betapa eksekutif dan legislatif Aceh saat ini begitu sungguh-sungguh dan bersemangat melakukan sesuatu apabila bersentuhan dengan kepentingan diri dan gengnya, dan dalam waktu yang bersamaan berbanding terbalik dengan kepentingan rakyat banyak. Bahwa terhadap kinerjanya itu mendapat protes dari berbagai elemen masyarakat, mereka menutup mata dan telinga," kata mantan Anggota DPR RI ini.

Lihat saja bagaimana gencarnya kritik dan penolakan massif terhadap Qanun Wali Nsnggroe, bendera dan lambang Aceh, tetapi mereka tidak peduli. Bahkan yang terakhir muncul kontroversi berkaitan dengan Qanun Bendera dan Lambang yang nyata-nyata bertentangan dengan peraturan pemerintah, tetap saja mereka ngotot dan menunjukkan sikap keras kepala. Malah ada anggota dewan yang menyatakan, sampai dicincang sekalipun bendera dan lambang produk Pemerintah Aceh dan DPRA tetap dipertahankan.

"Ini adalah pernyataan konyol dan arogan. Saya kira pemerintah pusat tidak akan tunduk kepada siapapun warga negara yang dengan arogan dan pongah menunjukkan sikap menentang dan pembangkangan terhadap konstitusi negara, dan memang demikianlah semestinya, demi tegaknya wibawa pemerintah pusat dan supremasi konstitusi negara," ujarnya.

Saya kira sikap keras kepala yang dipertontonkan itu, tidak terlepas dari sikap pemerintah pusat, melalui Mahkamah Konstitusi melakukan tutup buka pendaftaran peserta pemilkuda Aceh tahun lalu, padahal ia bukanlah prinsip ketegasan MK dalam semua Pemilukada di tanah air selama ini. Tetapi untuk Partai Aceh pemerintah pusat dan MK labil dan linglung. Sudah dikasih hati, kini minta jantung.

Katanya lagi, terhadap janji-janji yang diumbar dalam kampanye Pemilukada lalu, seperti pemberian Rp 1 juta/bulan/keluarga, naik haji gratis begi anak Aceh yang sudah akil balik dengan kapal pesiar dan lain-lain dari 21 janji, sampai saat ini hanya pepesan kosong. Tidak terdengar lagi kapan janji itu diwujudkan. Apabila ada suara-suara yang mengingatkannya, jangankan ada upaya nyata mewujudkan, respons saja tidak ditunjukkan. Tatapi bagaimanapun menunjukkan sikap pekak, namun akyat Aceh tidak boleh dan tidak akan berhenti menuntutnya.

"Agaknya tuntutan rakyat tersebut mau diganti dan bendera dan lambang olahan mereka, tetapi saya kira rakyat Aceh saat ini belum butuh simbol-simbol itu. Yang amat sangat dibutuhkan rakyat saat ini adalah wujud nyata dari janji yang perah diumbar itu," ungkap Ghazali Abbas Adan. ( Kontributor Langsa - Aceh : Eddy Khalil )
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger