Latest Post

MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H 5000 PELAJAR SE KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR MENGGELAR ACARA KIRAB OBOR DENGAN BERJALAN KAKI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 09 Agustus 2013 | 22.01

Awdi, Nganjuk – (7/8/2013) Untuk menyambut hari kemenangan Umat Islam dalam menjalankan Ibadah puasa sebulan penuh, Melalui momentum Idul Fitri 1434 H, dan HUT Kemerdekaan RI ke 68 tahun, Bupati Nganjuk Drs. H. Taufiqurrahman mengajak seluruh masyarakat agar saling memaafkan dan menjalin tali persaudaraan sesama warga Nganjuk. Demikianlah sekilas yang disampaikan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman sesaat sebelum memberangkatkan lebih dari 5000 peserta acara Gema Takbir dan Pawai Obor, Rabu Malam, 07 Agustus 2013 di Stadion Anjuk Ladang. Acara terebut dipimpin langsung oleh Bupati Taufiqurrahman di Stadion Anjuk Ladang Kab. Nganjuk didampingi Wakil Bupati Abdul Wahid Badrus, dan Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro. Masyarakat Nganjuk sangat antusias mengikuti acara menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah ini. Sekitar 5.000 peserta terdiri para pelajar SMP, MTsN, SMA, SMK dan perguruan tinggi yang ada di Kecamatan Nganjuk sejak sore sudah berkumpul di Stadion Anjuk Ladang. Peserta Gema Takbir Akbar ini sambil membawa obor, paskibra Dan kendaraan hias.


Sesaat sebelum memberangkatkan peserta, secara simbolis Taufiqqurrahman menyalakan obor diikuti para peserta. Sepanjang rute Gema Takbir Akbar yang dilalui peserta, masyarakat menyambut dengan antusias. Adapun rute yang dilalui yaitu Jl. Anjuk Ladang, Jl. Trunojoyo, Jl. Imam Bonjol, Jl. Veteran, Jl. Kartini dan berakhir di halaman Pendopo Kabupaten Nganjuk, Jl Jend basuki Rahmad. Dari 30 tim peserta yang ikut dalam acara tersebut.

Ribuan Penonton sudah memadati jalan-jalan yang dilintasi oleh para peserta kirab obor tersebut hingga alun-alun Kab. Nganjuk. Tidak satupun kendaraan yang bisa melintas di jalanan tersebut mengingat penuhnya masyarakat yang menontonnya. Sedangkan pengamanan yang disiagakan Polres Nganjuk sekitar 1000 personel terdiri dari Tim Gegana, Brimob, samapta, Satlantas, Reserse dibantu Dishub, Kodim 0810 Nganjuk, dan Pramuka. Reporter : Faisal 6444


MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN PADA SAAT MUDIK LEBARAN PARA SUPIR DAN AWAK BUS DI PERIKSA KESEHATANNYA DI TERMINAL BOJONEGORO JAWA TIMUR

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 05 Agustus 2013 | 20.29

Awdi Online,Jawa Timur – (5/8/2013) Petugas dinas kesehatan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengadakan pengecekan kesehatan terhadap para supir dan awak bus angkutan mudik lebaran yang hendak berangkat dan tiba di terminal bus AKAP Bojonegoro.

Guna mengurangi angka kecelakaan yang terjadi oleh human error yang diakibatkan oleh para supir dikarenakan mengantuk, alkohol, dan narkoba dll. Petugas dinas kesehatan Kabupaten Bojonegoro melakukan Pengecekan meliputi dari tes urine, alkohol dan tes gula darah. Hampir semua supir dan awak bus diarahkan oleh petugas dinas perhubungan untuk melakukan tes tersebut di tenda kesehatan yang disiapkan oleh dinas kesehatan.

"Guna menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, seluruh bus menggunakan AC dan non AC, semua supir bus wajib tes alkohol dan urine (amphetamine), gula darah sebelum pemberangkatan dan yang tiba dari jakarta, kita telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan khususnya kepala terminal bojonegoro” kata Suharto petugas kesehatan.

“Mengingat sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan selain kelayakan bus juga kurangnya kesadaran dari supir dan awak untuk menjaga stamina dalam perjalanan jauh, serta para supir yang masih mengkonsumsi obat keras dan minuman beralkohol dan antisipasi adanya penguna natkoba juga pemeriksaan gula darah sewaktu, tekanan darah juga naik , Langkah ini dilakukan, sebagai upaya untuk mengecek kelayakan sopir bus saat membawa para pemudik menuju kampung halamannya. Rencananya, tes urine akan dilaksanakan di setiap terminal di seluruh wilayah Jatim. ”katanya kepada awdi online.

Reporter : Faisal 6444

Vihara Ekayana Terjadi Ledakan Bom Rakitan

Jakarta, awdionline.com
Bom berdaya ledak rendah meledak di Vihara Ekayana Arama, Jalan Mangga II /8 Rt.08/08  Kelurahan Duri Kepa Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu malam (04/08/13) sekitar pukul 19.00 wib.

Berdasarkan pantauan awdioline.com, Vihara Ekayana Arama terletak di ujung jalan berbentuk ‘L’. Polisi bersenjata lengkap ditempatkan di dua akses jalan masuk ke vihara. Wartawan hanya diperbolehkan berada di gerbang masuk, sedangkan warga hanya di ujung jalan.
Ledakan berasal dari bom pertama yang diletakkan di dekat pintu masuk ruang utama. Bom tersebut diletakkan di dekat kaca. Namun ledakan bom ini tidak mengganggu acara kebaktian yang tengah berlangsung.

Tak lama setelah bom rakitan pertama meledak, bom rakitan kedua yang berada di halaman vihara (depan patung Buddha Sakyammuni berukuran besar) juga bereaksi. Namun bom kedua ini gagal meledak dan hanya mengeluarkan asap.

Polisi menemukan adanya banyak serpihan gotri di sekitar lokasi. Terdapat tiga orang yang menjadi korban akibat insiden ledakan bom rakitan pertama, adalah: Elisa dan Ling Ling luka pada telinga, sedangkan Rice luka ringan pada tangan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno, meninjau TKP dan memberikan keterangan bahwa bom tersebut berdaya ledak rendah, tidak tampak adanya kerusakan di pintu kaca. Tidak tampak pula bekas ledakan di dekat pintu masuk ruang utama. Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Sutarman menduga pelaku pengeboman adalah teroris. "Kalau orang yang membuat resah pastinya teroris," katanya. (Agung. S 6444)
.

ASTAGHFIRULLAAH BOCAH INI DISIKSA AYAH SEJAK USIA 4 TAHUN

awdionline.com, Tragis Bocah disiksa ayah Sejak Usia 4 Tahun; Ega Priliya tinggal bersama ayah dan dua adiknya di Jalan Masjid, Gg Pesantren, Tanjung Pura, Langkat. Penyiksaan itu sendiri

Usianya baru 8 tahun. Tapi sejak usia 4 tahun, bocah berwajah cantik ini kerap disiksa ayahnya, Edy Syahputra (42). Matanya ditinju. Tubuhnya dilibas bambu. Nasib serupa juga dialami kedua adiknya.

Ditemui di Polsek Tanjung Pura, sebelum diboyong ke rumah sakit, kondisi fisik Ega sangat babak belur. Kelopak sekeliling matanya, bengkak membiram. Tangan dan anggota tubuh lainnya menderita luka-luka. Semua itu ulah sang ayah yang menyiksanya tanpa ampun.

Diketahui, aksi keji itu terjadi selama kurun waktu 4 tahun. Dan semakin parah sejak 2 tahun terakhir, ibu Ega, Sangkot (40) menjadi TKI ke Malaysia. Kepergian Sangkot meraup ringgit, menyebabkan Ega jadi bulan-bulanan sang ayah. Parahnya lagi, bukan cuma Ega, tapi dua adiknya, Anggi (6) dan M Tezza (2) juga mengalami derita serupa, meski tak separah kakaknya.

Perbuatan ayah sadis itu baru terungkap Rabu (5/5) malam. Saat itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Langkat, menerima laporan via seluler dari salah seorang warga. Warga itu mengaku prihatin atas nasib yang menimpa Ega dan kedua adiknya. Usai menerima laporan tadi, malam itu juga Ketua KPAID Langkat Drs Ernis Sarfin Aldin terjun ke lokasi.

Drs Ernis yang didampingi Sekretaris Reza Fadli Lubis SH dan Pokja Advokasi KPAID, Yudi SH langsung mengungsikan Ega dan kedua adiknya ke Mapolsek Tanjung Pura. Hal itu guna untuk menghindari amukan Edy.

Setiba di Polsek Tj Pura dan melapor sementara, Ega langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah Tanjung Pura untuk mengobati luka dan memar di sekujur tubuhnya. Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan, Ega didampingi Kapolsek Tanjung Pura, AKP Marham SH.

Pengakuan Ega, memar di matanya akibat ditinju sang ayah. Luka di lengan akibat dipukul pakai bambu. Meski sebegitu sakitnya, Ega mengaku masih sangat menyayangi ayahnya. Hanya saja, sayang itu ternoda rasa takut.

“Ega sayang ayah. Tapi Ega takut sama ayah karena sering marah dan memukul Ega. Ega nggak mau pulang ke rumah lagi. Ega takut om,” ucapnya lirih sambil menangis tersedu, membuat semua yang mendengar ikut meneteskan air mata.

Anggi adik kedua Ega, juga ikut menceritakan kekejian yang sering mereka alami. Walau bahasa dan gaya bicaranya tidak begitu fasih namun dapat dimengerti, mereka selama ini menderita siksaan yang begitu berat.

“Kepala ayung (maksudnya Ega) diantuk ayah dengan kepala ayah, dan dipukuli,” ucap Anggi sambil menikmati jajanan yang ada di tanganya. Pengakuan kedua bocah ini dibenarkan oleh para tetangga dan keluarga korban, yang turut serta mengantar korban ke rumah sakit.

Beratnya seorang ibu,,pilihan yang mungkin tak mau dipilih..meninggalkan anak dengan segal konsekuensi seperti ini... Jika boleh memilih....

Ayah bunda mungkin ada yang tinggal disekitar dek ega..Langkat Walaupun jauh,,yuk doakan untuk ketabahan hatinya semoga kelak dek ega dimampukan Allah dalam segala hal dan bermanfaat untuk adik dan orangtuanya.. amin
sepertinya akan berakhir setelah Kamis (6/5) warga yang iba melaporkan ayah Ega ke polisi.

Ramadhan Membawa Berkah Para petani bawang Merah di Kab. Nganjuk mengalami peningkatan hasil Panen

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 04 Agustus 2013 | 09.07

Awdi online,Nganjuk – (04/08/13) Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat. Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin. Kabupaten yang di pimpin oleh Bupati Nganjuk Taufikurahman dan Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus ini Mayoritas penduduk nya memeluk agama Islam dengan jumlah hampir 99%, dan sisanya menganut agama Kristen, Hindu, Budha, Khonghucu.

Hasil pertanian Kabupaten Nganjuk yang berpotensi sangat besar adalah bawang merah, hampir di seluruh kecamatan di kabupaten Nganjuk (14 kecamatan ndari 20 kecamatan) menjadi sentra pengahasil bawang merah yang berpusat di kecamatan sukomoro, bagor, Rejoso, Gondang . Pada bulan maret 2013 Sejumlah sentra pertanian bawang merah di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan produksi akibat musim hujan yang mendera. Hal ini memicu seretnya pasokan ke pasar tradisional hingga memicu lonjakan harga.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Abdul Wahid, mengatakan, kondisi pertanian bawang
merah di wilayahnya mengalami kehancuran selama musim penghujan ini. Banyak petani bawang yang tak bisa memanen karena lahannya terendam air. "Panenan musim ini memang rusak," katanya pada awak media Menurut Wahid, ada tiga titik di Kabupaten Nganjuk yang menjadi sentra bawang merah. Yaitu di Kecamatan Sukomoro, Bagor, dan Gondang. Ketiga lokasi itu tak mampu memenuhi kebutuhan bawang merah yang selama ini menjadi ikon komoditas Kabupaten Nganjuk. Namun di bulan Ramadhan ini tampaknya hasil panen bawang merah akan sangat baik dari bulan sebelumnya.

Ditiap kecamatan di kabupaten nganjuk awdi online memantau para petani mengalami peningkatan hasil panen bawang merah. Di pasar bawang merah tersendiri seperti pasar sukomoro para pedagang mengalami peningkatan pasokan bawang. “ mungkin habis lebaran kita akan banyak stok bawang merah, karena panen bulan ini cukup baik dari sebelumnya” kata pak Retno salah satu pedagang bawang merah.
 Berikut daftar harga bawang Merah di pasar Sukomoro Kabupaten Nganjuk:
- Super = Rp 30.000/Kg
- Tanggung = Rp 23-25.500/Kg
- Sedang= Rp 19.000/kg
- Kecil=Rp 14.000/kg

Reporter : Faisal 6444.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger