Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Libur Tahun Baru 2025-2026

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 05 Januari 2026 | 11.25

Libur Tahun Baru 2025-2026 Kota Tua Jakarta Semeraut Tumpah Ruah
 
Jakarta, Awdionline.com - Mengisi Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berkolaborasi dengan Kecamatan Tamansari dan Pedagang Kaki Lima Kota Tua, hal ini terlihat saat Awak Media awdiknline  meliput situasi di kawasan Kota Tua, pada Sabtu 2 Januari 2026.

Ratusan Pedagang Kaki Lima terlihat menumpuk dan semeraut mulai dari Pintu Keluar Beos sebelah utara hingga barat, berlanjut di depan Bank Mandiri, Museum BI, dan Museum Mandiri, Ratusan PKL berebut jalan, karena saking padatnya.

Bagi PKL Kota Tua merupakan berkah akhir tahun, telah diberikan peluang berjualan.
Penumpukan pedagang PKL yang semeraut dengan penumpang KAI, di pintu keluar menyebabkan kemacetan yang luar biasa

Ribuan pengunjung Kota Tua berebut jalan dengan PKL, seolah tak ada ruang sekedar untuk menyeberang, keluh Rindu yang datang dari Bogor.

Sampai kapankah tujuan Revitalisasi dan Penataan Kota Tua tercapai ? yaitu Destinasi Wisata dan Edukasi yang beradab.

Penulis : Roni
Editor :  Ok.R

Dugaan Jual Beli

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 20 Februari 2025 | 15.30

Dugaan Jual Beli Fasus Fasom Tersiar Tiang Internet Myret Tetap Berdiri Meski Jadi Polemik
 
Jakarta, Awdionline.com - Pemasangan Tiang provider di lokasi RW 010 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat tercium aroma jual beli lahan fasus/fasum oleh pihak Kelurahan. dugaan tersebut dikatakan Hardi Ginting, Ketua DPW AWDI DKI Jakarta, Kamis (20/02/25).

“Logika saja kegiatan itu tidak akan berjalan jika tidak diketahui instansi Pemerintah terkait terutama Kelurahan Tegal Alur, patut diduga ada konsolidasi dalam proses pemasangan tiang internet di wilayah tersebut.

Masa iya, RT RW Mengetahui dan tidak melarang tanpa ada diketahui pihak Kelurahan yang mengijinkan, jadi pantas saja saya memiliki dugaan ke arah sana”, tegas Hardi Ginting.

Akibatnya, kabel fiber optik (FO) banyak sekali bergelantungan diberbagai tempat. Dan diduga masih banyak yang belum berizin dari dinas terkait. Perusahaan provider sepertinya menghindari ‘Cost Social’ yang lebih tinggi.

“Dan perlu difahami dan diketahui tentang pelaksanaan dan perluasan jaringan telekomunikasi, multimedia dan informatika tertuang dalam PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2013, artinya disini siklus perizinannya juga harus lengkap dan tidak bisa pararel”, ucap Ginting

‎Dalam hal ini, Pemerintah melalui Dinas terkait mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Kominfo, hingga Satpol PP harus proaktif dalam menangani setiap ada pekerjaan, karena ini menyangkut PAD kita bisa bertambah untuk pembangunan di Jakarta Barat. Terutama tentunya kami berharap agar Satpol PP lebih tanggap untuk merespon masyarakat dan media. Dan apabila memang tidak berizin harus ditindak tegas untuk penanaman tiang internet tersebut.

Inspektorat DKI Jakarta saya meminta untuk melakukan pemeriksaan terkait polemik tiang internet Myret yang sudah membuat gaduh wilayah Tegal Alur, sejauh mana keterlibatan pihak Kelurahan Tegal Alur.

Penulis : HG
Editor : OK

Warga Tegal Alur

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 07 September 2024 | 11.26

Warga Tegal Alur, Cengkareng Tolak Pembangunan Krematorium

Jakarta, Awdionline.com - Ratusan warga Tegal Alur dan Cengkareng Barat yang bergabung dalam aliansi warga Tegal Alur, Kecamatan kalideres Jakarta Barat, saat demo menolak pembangunan krematorium/pembakaran mayat di wilayah jalan Menceng Raya (Jumat, 06/09/24) melakukan aksi demo di Jalan Menceng Raya.

Mereka menolak adanya pembangunan krematorium/pembakaran mayat yang rencananya akan di tempatkan di sekitar wilayah Tersebut.

Warga melakukan aksi sekitar pukul 08.00 Wib (Jumat 06/24), dengan diikuti seluruh warga Cengkareng Barat. Mereka melakukan aksi damai dengan cara orasi di tepi jalan, sembari membacakan Sholawat Nabi sebagai simbol penolakan atas berdirinya pembakaran mayat.

Dalam aksinya, warga juga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan “Warga menolak adanya tempat pembakaran mayat", 
Kordinator aksi, Temon mengatakan, bahwa aksi demo ini dilakukan dengan tujuan meminta untuk membatalkan adanya tempat pembakaran mayat di wilayah Tegal Alur Menceng Jakarta Barat, karena dinilainya berdampak secara lingkungan menggangu warga dan ibadah warga.

“Seratus meter dari lokasi adalah tempat ibadah dan perkampungan warga jelas sangat di dikhawatirkan akan berdampak tersebut,” ucapnya.

“Bagaiman bisa berdiri di sini karena dekat dengan perkampungan penduduk kam,i semua warga masyarakat aliansi Menceng menolak,” tegasnya.

Ketua DPW DKI Asosiasi Wartawan Demokerasi Indonesia (AWDI), Hardi Sahat Ginting, menyatakan (Jumat 06/09/24), “Pembangunana krematorium bisa merusak keseimbangan lingkungan disekitarnya . Seharusnya Pihak Perizinan PTSP bisa melihat Kelengkapan Amdal tidak adanya Ijin Dari warga pembanguanan Pembakaran Mayat tidak Relefan diterbitkannya Ijin oleh Pihak PTSP” Pungkasnya.

Lanjutnya, Pihaknya juga menolak bahwa rencana tersebut di areal muslim. Sebab secara amdal akan berdampak terhadap kesehatan warga sekitar. “Seharusnya Amdal-nya dilihat dulu”, tutur Hardi Sahat Ginting.

Warga khawatir apabila ini diteruskan akan terjadi dampak buruk untuk warga sekitar. Warga juga mengancam akan melakukan aksi demo lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan.

Aksi yang berlangsung damai tersebut dikawal ketat oleh para ketua RT dan RW serta para Ulama, dengan dibantu oleh LSM dan ormas. Akibat aksi tersebut, antrian kendaraan dari arah pintu air yang menuju Kamal terganggu.


PENULIS  ARIE
EDITOR  ; PIMRED AWDIONLINE

Memfasilitasi Musyawarah

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 06 November 2023 | 11.28

Lurah Cakung Barat Memfasilitasi Musyawarah Mufakat, Selisih Paham Antara Warga dan PT. BBA
 
Jakarta, Awdionline.com - Lurah Cakung Barat mengundang Dirut PT. Berkah Batu Agung, LH Kecamatan, Rw/Rt dan warga Kampung Sawah dalam rangka musyawarah mencari solusi atas perselisihan yang terjadi antara PT. Berkah Batu Agung dan warga Kampung Baru/Kampung Sawah, musyawarah ini dilaksanakan di kantor Lurah, Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2023).

Nelson salah satu warga kampung sawah menjelaskan, kami tidak pernah perduli dengan apa yang ada disana tapi semenjak berdirinya Stockpile Batu Bara kami merasakan kegelisahan.Tapi saat ini setelah adanya penyiraman dan dipasangnya jaring, debu pun mulai berkurang, sebelumnya disiram ketika kami buka pintu, debu berterbangan dan sangat bau.

“Mungkin kegiatan pengayakan batu bara dilakukan malam hari, kami hanya ingin agar debu ini tidak berterbangan ke warga dan seharusnya dari awal Rw dan Rt memfasilitasi kami, dengan pemilik stokpile”, ucapnya.

Hal senada diutarakan oleh Dwi selaku warga Kampung Sawah, “kami hanya ingin dibuatkan sodetan air jika hujan air yang dari stockpile batu bara tidak menghampiri rumah-rumah warga. Dan jika bisa, tumpukan Batu bara tidak seperti Gunung yang tingginya dua kali dari rumah warga”. tandasnya.

Rw setempat menjelaskan agar PT Berkah Batu Agung mengakomodir kengininan warga Kampung Baru dan Kampung Sawah Tentang sodetan air. Ijin Amdal dan lain-lain. Agar tidak terjadinya Miskomunikasi di kemudian hari.

Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Setempat juga ikut bicara tentang ijin yang akan dibicarakan dari pihak dinas terkait sudah sampai dimana prosesnya.

Direktur Utama BBA Makmur Susilo menuturkan, “jika masalah perijinan dari awal sebelum proses stockpile batu bara sudah kami urus, jika ingin di perlihatkan juga kami akan perlihatkan dan untuk prosesnya sudah berjalan dari dulu, setelah masalah polusi kita juga dalam pengawasan KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kita juga koperatif dengan adanya jaring penangkal debu, siraman rutin kita sudah lakukan semua. Jika masalah ada warga yang demo kita kemarin sampaikan ke Rw setempat untuk sama-sama mencari solusinya”, pungkas Dirut BBA.

Dari hasil musyawarah di Kelurahan Cakung Barat, apa yang diajukan oleh warga, Dirut PT. Berkah Batu Agung akan melaksanakan permintaan warga kampung sawah demi kenyamanan warga tentunya.

Penulis: Iyan Awdi
Editor: OK. Rzl

UPT Kebersihan Pasarkemis Angkut Sampah di Dua Lokasi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 29 April 2022 | 11.22

UPT Kebersihan Pasarkemis Angkut Sampah di Dua Lokasi

Tangerang,awdionline.com - Sampah diangkut Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang (26-04-2022) Sampah tersebut merupakan sampah plastik dan sampah Rumah tangga.

Kepala UPT Kebersihan Wilayah Cikupa-Pasarkemis H.Abdul Rauf S.Sos,MM mengatakan Hari ini Kami turun di dua lokasi jalan Raya Teluk Jakarta Bumi indah dan Pasar Tradisional Kutabumi Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang(26-04-2022).

Lebih lanjut H.Abdul Rauf mengatakan “hari ini kita gerak cepat agar malam takbiran nanti Sampah tidak terlalu numpuk. Kami menurunkan alat berat (Belko) dan Truk membersihkan tumpukan sampah di jalan Raya Teluk Jakarta Bumi Indah dan Pasar Tradisional Kutabumi Kecamatan Pasarkemis Kabupaten tangerang”, ucapnya kepada wartawan AWDI di lokasi.

Dengan menjaga Kebersihan lingkungan H.Abdul Rauf meminta kepada Warga masyarakat agar apabila hendak membuang sampah, di Tempat Pembuangan Sementara(TPS) selanjutnya diangkut oleh petugas Kami dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)”, tutup H. Abdul Rauf.

(Alexander Salembun)

SEHATI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 14 Desember 2021 | 17.16

Wakil Bupati Tangerang Membuka Acara Rapat, SEHATI

Tangerang, Awdionline.com - Wakil Bupati Tangerang H. Mad Romli membuka acara Rapat Koordinasi Evaluasi Program Sekolah Keanekaragaman Hayati (SEHATI) Tahun 2021 di  Unity Building Gading Serpong, Senin (13/12/21).

Wakil Bupati (Wabup) mengatakan program SEHATI yang diinisiasi Bapeda merupakan upaya pelestarian lingkungan hidup dan konservasi keanekaragaman hayati di sekolah sehingga pada akhirnya membuat sekolah itu menyenangkan dan ramah lingkungan.

“Melalui program SEHATI dapat menciptakan lingkungan sekolah yang asri, nyaman dan aman. Dengan demikian suasana belajar yang menyenangkan dapat dirasakan oleh para peserta didik”, jelas Wakil Bupati H. Mad Romli.

Menurut nya, program SEHATI yang sudah berjalan dua tahun itu telah dilaksanakan di 43 sekolah negeri di 29 kecamatan. Hasilnya mampu memberikan output yang positif yang dirasakan baik siswa, guru maupun masyarakat lingkungan sekolah.

“Saya rasa ini akan menjadi awal yang baik untuk pelaksanaan program SEHATI yang nantinya juga akan disinergikan dengan program-program unggulan Kabupaten Tangerang sesuai dengan visi dan misi yakni kabupaten yaitu Mewujudkan Kabupaten Tangerang yang Religius, Cerdas, Sehat dan Sejahtera”, ungkapnya.

H. Mad Romli berharap sinergitas seluruh stakeholders terus terjaga dan ditingkatkan lagi. Segala kekurangan dalam pelaksanaan program SEHATI segera ditindaklanjuti dan dirumuskan solusinya secara seksama, sehingga pelaksanaan program unggulan SEHATI pada tahun mendatang akan lebih baik lagi.

"Saya juga berharap dapat dirumuskan tindak lanjut perbaikan terhadap kekurangan-keruangan yang masih ada. Dan dengan modal rumusan tindak lanjut tersebut, kita bisa melaksanakan program SEHATI dengan jauh lebih baik lagi pada tahun-tahun yang akan datang", harap H. Mad Romli.

Sementara itu, Kepala Bapeda, Taufik Emil dalam laporannya mengatakan, program SEHATI tahun 2021 dilaksanakan di 10 SMPN dan 20 SDN yang tersebar di 29 kecamatan. Pada pelaksanaannya, sekolah tersebut kemudian dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok memiliki spesifikasi sendiri.

“Pertama ada 12 kelompok sekolah untuk tanaman sayuran, kedua ada 4 kelompok sekolah tanaman pangan dan ketiga ada 14 kelompok sekolah dengan tanaman toga”, jelas Taufik Emil.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Wakil Bupati kepada sekolah yang telah melaksanakan program SEHATI dan diterima para kepala sekolahnya masing-masing.

(Alexander Salembun/Alex)

Aksi Warga Sukajaya

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 20 Maret 2021 | 13.34

Aksi Warga Sukajaya Turun Ke Jalan Berlubang Dengan Memancing Ikan Lele...
PUPR Mau Ikutan??
 
Bogor, Awdionline.com - Ironis memang di saat pemerintah pusat dan daerah sedang gencar-gencarnya terhadap pembagunan jalan lewat Dinas PUPR malah terkesan tutup mata.

Kesal menanti 4 tahun, jalan Warung Loa yang tak kunjung diperbaiki membuat warga Kecamatan Tamansari melakukan aksi protes dengan cara warga menebar puluhan ikan lele jumbo berukuran besar, membakar ban, hingga menutup jalan, Jumat (19/3/2021).

Hasil Pengamatan di lokasi, jalan selebar kurang lebih 6 meter itu kondisinya rusak dan berlubang. Dengan kerusakan jalan memiliki panjang lebih dari 15 meter hingga terbentuk kubangan air. Menurut keterangan warga, kecelakaan sering terjadi akibat jalan yang rusak.

Warga yang ikut dalam aksi  yang berlangsung sejak pagi terus bertambah banyak. Dalam aksi ini juga warga terlihat bersama anak-anak. Aksi ini sebagai bentuk protes kepada Dinas terkait yang sudah 4 tahun tidak memperbaiki jalan.


“Ini Kado terindah untuk PUPR yang sudah 4 tahun tidak memperbaiki jalan ini”, kata Asep selaku koordinator aksi dan Karang Taruna Desa Sukajaya, bersama pengiat wisata melakukan aksi protes terhadap lambatnya pembangunan jalan ini.

Di lokasi aksi, Ketua RT 05 RW 06 Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Bp. Sopyan menyampaikan, bahwa aksi ini sebagai bentuk kekecewaan warga yang sudah menunggu perbaikan jalan bertahun-tahun. “Selama 4 tahun belum pernah ada perbaikan. Hanya sebagai tanda ada pengukuran saja”, ujarnya.

Kondisi jalan yang rusak, lanjut Bp. Sopyan, menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Karenanya para pemuda bersama warga Tamansari menuntut agar pemerintah Kabupaten Bogor segera merealisasi pembangunan jalan. Sehingga aktivitas warga yang berada di tengah lokasi wisata tidak terhambat dan kembali normal.

Menyikapi hal ini ketua DPC AWDI Aliansi dan juga Kabiro Awdionline.com, Jeffri berkomentar, “sangat disayangkan sekali dalam waktu 4 tahun bukan waktu yang sebentar, seyogyanya pihak PUPR Kabupaten Bogor segera ambil sikap karena angaran kami rasa cukup untuk perbaikan jalan tersebut, apa terkesan tutup mata atau mata tutup”, jelas Jeffri.

“Untuk itu memohon kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan ini sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan”. ujarnya. Demikianlah harapan dari masyarakat Desa  Sukajaya Kecamatan Tamansari, Semoga ini bisa menjadikan cambuk Dinas terkait agar segera diperbaiki.
 
(Jef/Jj/Red)

Dimusim Penghujan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 15 Februari 2021 | 15.04

Dimusim Penghujan Lurah Kutabumi Tanggap Terhadap Wilayahnya

Tangerang Awdionline.com - Pengerukan kali Teluk Jakarta  guna mengantisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan. Pihak kelurahan Kutabumi bersama pihak PT. Purijaya menurunkan alat berat untuk menyelesaikan pekerjaan ini, ucap kepala kelurahan Kutabumi, Rusdi Efendi, S.Sos didampingi pihak PT.Purijaya serta  pengurus RW setempat kepada Wartawan AWDI Alex Salembun yang juga anggota Forum Jurnalis Pasar Kemis (FORJUMIS) di lokasi tersebut baru-baru ini.

Pembersihan Kali teluk Jakarta dengan melakukan pengerukan  dengan tujuan untuk menambah kapasitas daya tampung saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Pasar Kemis, khususnya wilayah Kutabumi. Saat dibersihkan  kondisi kali sangat memprihatinkan, selain material lumpur juga sampah plastik kresek dan tanaman liar sehingga jika tidak dibersihkan maka air akan meluap ke jalan maupun rumah trmpat tinggal warga. Dilakukan pengerukan sebagai langkah antisipasi genangan air hingga banjir, jelasnya. Musim musim hujan menjadikan debit air cukup tinggi hingga berpotensi banjir.


Ditempat terpisah Kepala UPTD Kebersihan Wilayah 3 Drs Abdul Rauf. MM, meminta, “warga masyarakat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pasar Kemis agar tidak membuang sampah sembarangan, buanglah pada tempat pembuangan sampah (TPS) selanjutnya diangkut oleh petugas pengangkut sampah dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA), jelasnya. Mari kita ciptakan hidup bersih, sehat dan nyaman”, tutur Rauf.
 

(Alexander Salembun/alex)

Dinas PUPR

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 13 Oktober 2020 | 11.17

Dinas PUPR Kota Tangerang Siagakan Pompa Air Antisipasi Banjir

Tangerang, Awdionline.com - Prakiraan potensi hujan pada Oktober 2020 hingga Desember 2020 yang diselenggarakan oleh BMKG Wilayah II, meliputi wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta bergerak dimulai dari wilayah Lebak ke wilayah Pandeglang kemudian bergerak ke wilayah Utara di bulan Desember di wilayah Serang, Cilegon, Tangerang dan DKI Jakarta, pada umumnya mundur dibandingkan normalnya dengan Sifat Normal dan Atas Normal.


Puncak musim hujan Tahun 2020/2021 diprakirakan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021. Kondisi tersebut didahului oleh musim Pancaroba (September – Nopember II) Musim Kemarau ke Musim Hujan dimana kerap terjadi Petir, Angin Kencang, curah hujan ekstrim dengan intensitas lebat selama 1 s/d 3 jam.

Menindaklanjuti hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang telah membentuk tim Siaga Banjir yang berada dibawah koordinasi Bidang Operasi dan Pemeliharaan, yang meliputi Operasi dan Pemeliharaan Drainase (OP Drainase), Operasi dan Pemeliharaan Jalan (OP Jalan) dan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) dengan jumlah total personil sebanyak 709 orang.

Seksi OP Drainase menangani genangan-genangan di perumahan dan pemukiman, OP Jalan menanggulangi genangan-genangan pada jalan Kota dan jalan lingkungan. OP SDA  melakukan siaga dengan pompa-pompa banjir di perumahan dan menanggulangi turap atau tanggul sungai yang rusak. Keseluruhan tim tersebut dibagi dalam 3 (tiga) wilayah pekerjaan yakni Wilayah Timur, Tengah dan Barat yang selalu siaga saat pagi, siang dan malam hari.

Adapun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tersebut antara lain pompa banjir sejumlah 273 unit (104 pompa listrik, 8 unit pompa berjalan, 4 unit mobil pompa, 63 pompa diesel, dan 94 rumah pompa) yang disiagakan untuk skala perumahan dan skala kawasan.

Kita juga melakukan modifikasi beberapa pompa banjir sehingga kapasitasnya menjadi lebih besar lebih efektif dan efisien. (ADV/Red)

Dinas PUPR Kota Tangerang

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 12 Juni 2020 | 11.41

Dinas PUPR Kota Tangerang
Waspadai 321 Titik Genangan Banjir
Dan Perlu Normalisasi Kali


Tangerang, Awdinews - Genangan air akibat banjir yang terjadi di permukiman dan sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Kota Tangerang, jumlahnya adalah mencapai ratusan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tata Kota Tangerang menyebut adalah perlu dilakukan normalisasi saluran besar di sejumlah lokasi yang rawan genangan banjir  tersebut.
“Kepasitas salurannya tidak besar, makanya air tergenang. Biasanya kami langsung ke lapangan, kadang saluran juga tersumbat akibat banyak sampah,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang,dijelaskan Taufik, selama musim hujan yang terjadi kemarin saja, yang terdata ada 321 titik genangan banjir.


Maka, supaya gena­ngan banjir tidak sampai meluas dan bertambah apalagi menurut pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan mulai tinggi di bulan Desember, Taufik mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus bersama stakeholder terkait.
“Puncak hujannya sebenarnya ada di Januari dan Februari. Makanya, ini sedang kami antisipasi,” ucapnya.
Taufik merinci pihaknya telah memetakan titik-titik genangan tersebut. Titik paling banyak berada di wilayah Kecamatan Larangan, Karang Tengah, Cipondoh, dan Kecamatan Tangerang.
“Genangan ini juga bukan hanya ada di permukiman warga saja. Tapi juga di jalan-jalan protokol yang kerap menimbulkan kemacetan”, kata Taufik.
Seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan M Yamin, Jalan Sudirman dan Jalan M Toha. Taufik menyebut perlu dilakukan normalisasi saluran yang besar di lokasi-lokasi rawan genangan itu.
Sedangkan titik banjir di Kota Tangerang hanya terdapat 4 lokasi saja. Meliputi Panunggangan Utara, Cibodas, Periuk dan Cipondoh. Ciledug juga rawan banjir, asal semua harus peka buka kondisi pintu air kalau respon cuaca memburuk langsung meluap jelas. H. Agus Sumarna Kabid OP (Operasional dan Pemiliharaan) pihak dinas PUPR Kota tangerang telah membentuk tim siaga banjir Terdiri dari Bidang operasional dan Pemeliharaan  Drainase (OP Jalan)serta Operasi dan Sumber pemiliharaan sumber daya Air (OP SDA) dengan menurunkan 709 personil yang telah disiapakan dari tugas dan wewenang bidang OP di bantu oleh para seksi.
Di antaranya Seksi OP Drainase untuk menangani genangan- genangan di perumahan dan permukiman dan OP SDA melakukan siaga dengan pompa pompa banjir di perumahan dan penanggulangi turap atau tanggul sungai yang rusak," tutur Agus. (ADV)

Dinas PU

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 29 Maret 2016 | 21.41

DINAS PU BINA MARGA

Jakarta, Awdionline.com - Ditemui Staf Bina Marga Poerwan dan rekan-rekannya sedang memperbaiki jalan-jalan rusak di wilayah jembatan Kel. Kamal Muara Dwi Panji Forkiantoro, S.STP., M.AP. Kec. Penjaringan Drs. Abdul Chalit. Staf Bina Marga Poerwan dan rekan-rekannya dengan atribut  lengkap juga peralatan untuk perbaiki jalan yang rusak, dengan penuh semangat mereka menyelesaikan pekerjaannya memperbaiki jalan agar kendaraan roda empat, roda dua dan kendaraan jenis lainnya yang melintasi jalan tsb bisa lancar.
Alhasil yang diharapkan semua pengendara jalan yang melintasi jalan tersebut dengan adanya perbaikan jalan yang sekarang sedang dikerjakan tidak ditemui lagi jalan yang berlubang sehinga kendaraan yang berlalu lalang melewati jalan ini bisa berjalan lancar, memperkecil kemacetan panjang.
Ditemui Pengendara dedi yang kebetulan sedang melintasi jalan menyatakan sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada KA.Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal, Kasi Bina Marga, Robet, Staf Bina Marga, Poerwan dan rekan-rekan yang sedang bekerja memperbaiki jalan tanpa kenal lelah dan tidak perdulikan panasnya matahari.
(IIN.T/SUHERI)

Menjaga Kebersihan Lingkungan & Keindahan Diwilayahnya

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 15 November 2015 | 23.26

Kepala Dinas Pengairan Menghimbau Agar Masyarakat Banyuwangi Ikut Menjaga Kebersihan Lingkungan & Keindahan Diwilayahnya

Banyuwangi, AWDI Online.com Tahun 2015 ini , Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) Banyuwangi melaksanakan progam Kebersihan Lingkungan dengan cara memasang Papan Dilarang Membuang Sampah Disepanjang Sungai Saluran dan Memasang Papan Dilarang Mendirikan Bangunan Disepanjang Sungai Saluran.
Program Larangan Membuang Sampah dan Larangan Mendirikan Bangunan dibenarkan oleh Kepala Dinas PU Pengairan DR.Ir. H. Guntur Priambodo, Saat dikonfirmasi oleh Wartawan AWDI Online dan Wartawan BIDIK nasional , Beliau menjelaskan “ Kami punya Program mas, yaitu menjaga Kebersihan Lingkungan dan Melarang mendirikan Bangunan tidak disepadan Sungai Saluran , dan menghimbau pada Masyarakat Banyuwangi untuk ikut menjaga kebersihan Lingkungan tidak membuang sampah di Sungai Saluran “ Jelasnya .( 15/11) 
H. Guntur Priambodo menambahkan program ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi, dan Program ini untuk mengantisipasi turunnya musim hujan akan datang, sehingga Sungai Saluran terhindar dari banjir yang disebabkan adanya penumpukan sampah. Perlu diketahui Pemasangan Papan Larangan ini ditempatkan di jembatan Sungai Saluran yang rawan banjir se-Kabupaten Banyuwangi. (Djoni)

Limbah Ternak Sapi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 09 September 2015 | 22.02

Limbah Ternak Sapi Sudah Mengganggu Masyarakat Kampung Leuwi Kampaan, Kampung Baru Dan Kampung Cisirung Desa Rabak
Kec. Rumpin - Kab. Bogor

Bogor AWDI News - Tiga kampung yang ada di Desa Rabak Kecamatan Rumpin merasa teganggu oleh perusahaan ternak sapi yang ada di sepanjang sungai Citempuan yang dulu air sungai Citempuan ini jernih bisa untuk  diminum, mencuci dan mandi.
Ketika wartawan Metro Jabar bersama Team Sinar Pagi  menemui masyarakat di tiga kampung, kebenarannya memang sudah tidak bisa lagi diragukan kerena dari pengamatan  air sudah tercemar oleh kotoran Sapi hingga sebatas betis orang dewasa, bau yang menggangu dan bila kaki kita rendam di air terasa gatal - gatal sedangkan jembatan yang dibangun dengan swadaya hanyut dibawa banjir hingga terpaksa anak-anak Sekolah Dasar yang mau lewat harus turun kesungai Citempuan yang airnya tercemar oleh limbah kotoran sapi sampai batas lutut anak-anak.
“ Kami pernah berdemo  beberapa hari yang lalu namun hasilnya hanya begitu saja ” seperti diceritakan oleh warga kampung leuwikampaan yang indentitasnya minta tidak dipublikasikan.
“ Pemerintah setempat sudah tidak bisa diharapkan untuk memperjuangkan keresahan dan terganggunya masyarakat yang dahulunya air Citempuan ini menjadi sarana kebersihan, mandi mencuci. masyarakat di Desa ini sudah hampir 20 tahun merasakan dampak dari pembuangan limbah kotoran sapi, namun Pemerintah tidak ada yang memperjuangkan nasib kami “, tutur warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Sebagaimana termaktub dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 98 ayat 1 berbunyi bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambient, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp.3.000 000 000 ( Tiga Miliar Rupiah ) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 ( Sepuluh Miliar ).
Dulu kami di Kampung Gerendong ini mandi mengambil air untuk minum bila pesediaan sumur habis kami mengambil air dari sungai Cisadane tapi kini diwaktu kemarau panjang seperti sekarang ini kami kesulitan tidak bisa lagi menggunakan air sungai Cisadane, bau dan dan gatal-gatal keruh hijau oleh kotoran sapi, seperti diceritakan oleh beberapa warga Kampung Gerendong yang tidak mau disebut namanya.
Harapan kami berkaitan hal tersebut kami bertekad dan beritikad baik untuk memperjuangkan lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat dilingkungan sekitar kami, agar tercipta hubungan sosial yang harmonis dan saling menguntungkan semua pihak khususnya antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar dan kami memohon kepada pemerintah terkait dapat meninjau keadaan kami di masyarakat Desa Rabak ini untuk merasakan kondisi yang segar ketika belum adanya ternak sapi di daerah ini. tutupnya.
DWI DJI PRAJITNO.MS
& Team AWDI DPC BOGOR

Pembangunan Tempat Pemandian (Rowo) Di keluhkan Warga

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 06 September 2015 | 00.46

Pembangunan Tempat Pemandian (Rowo) Di keluhkan Warga

Banyuwangi, Tempat pemadian  (Rowo) Kaliboyo untuk  tempat pemancingan oleh masyaraat sekitarnya, tahu –tahu ada pembanguan  proyek peningkatan pasangan batu sekeliling Rowo yang ada di Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi tersebut, telah dikeluhkan warga sekitar proyek, sabtu (5/9).
Ketika dikonfirmasi warga yang enggan di sebut namanya koran memo arema, mengatakan memang warga mengeluhkan pembangunan ini.  disebebkan mendadak ada pembangunan disekeliling luas tempat pemadian (Rowo) yang ada di dusun Kaliboyo.
Sebab, Proyek ini, tidak ada papan nama yang jelas lokasi bangunan, karena warga ingin tahu berapa anggaran yang digunakan untuk menambah meningkatkan  pasangan pelengsenagn yang ada di tempat pemadian itu.
Anehnya, cara pemasangan batu, di sekeliling tempat pemadian (Rowo) ini, pasangan batu di tumpangkan dengan bangunan yang sudah lama sekali. Apa lagi cara mengerjakan proyek tersebut cara manual tidak menggunakan mesin molen. Dan juga pasir yang digunakan pasir lebo. Kayaknya cara mengerjakan asal-asalan.
Tambah lagi, pasangan saluran disamping tempat pemadian (Rowo) juga cara pemasangan batu tidak ada penggalian untuk koperan atau pondasi. Takutnya kalau ada air besar kemungkinan bangunan saluran ini bisa –bisa longsor.” Bangunan ini terkesan asal-asalan cara mengerjakannya. “kata dengan mengeluh warga Kaliboyo.
Saat dikonfirmasi petugas Proyek yang ada di tempat pemadian (Rowo) marman (50) menjelaskan ke wartawan,  pembangunan ini dari balai Besar jawa timur. Pelaksana kalau dak salah dari CV yang beralamat tanggul jembar.
Saya selaku pengawas (Mandor) kerja mas, memang bangunan ini sekeliling luas rowo itu. Cara mengerjakan tinggal meninggikan setangah meter dengan bangunan yang lama. “papar marman.
Marman menambahkan, kalau terkait anggaran dana yang digunakan pembangunan Rowo ini, saya  kurang tahu besar dan kecilnya anggaran. Yang tahu persisis pemilik Cv yang bernama Khoirul dari tanggol jember.
Nanti kalau memang warga menayakan anggaran, akan kita sampekan kepada pelasana proyek tersebut, dan nanti segera di pasang.”dengan santei. Marman.
Saat dikonfirmasi lewat ponsel, ketua HIPPA Desa Kradenan, kecamatan purwoharjo, Sugiono mengatakan dengan adanya pembangunan di tempat pemadian (Rowo) mengetahui, pembangunan itu dari Balai Besar jawa Timur.  “Nantinya setelah pembangunan selesai juga digunakan tempat wisata.
Memang saya pada hari kamis kemarin telah mengecek dilokasi bangunan tersebut, memang belum ada papan nama proyek dilokasi tersebut. Dengan jelas proyek tersebut dari proponsi jawa timur. Cuma saya kurang tahu pelakasana pembangunan itu. “tutur sugiono.
Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo ketika dikonfirmasi lewat ponsel, mengatakan pembangunan bukan dari dinas pengairan,  tetapi segera akan saya cek dilokasi proyek yang ada di Desa kradenen mas. Ujar Guntur Priambodo. (din)

Dinas Pengairan Gelar Lomba Kali Bersih

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 31 Agustus 2015 | 22.40

Dinas Pengairan Gelar Lomba Kali Bersih

Banyuwangi, Sebanyak 24 kecamatan yang di wilayahi 11 Korek air  se kabupaten Banyuwangi,  mulai pada hari senin sampai hari selasa berlomba-lomba mebersihkan sungai, salah satunya wilayah Korek Air kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Senen (31/8).
Menurut Korek Air kecamatan Cluring, Rejo Atmoko mengatakan memang saat ini ada kegiatan lomba sungai bersih dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Melalui Dinas Pengairan Banyuwangi.
Memang sekarang ini baru mulai bersih=bersih sungai yang ada di Depan kantor Korek air Cluring, dan besok selasa bersihkan sungai kali Simbar sepanjang 5 kilometer yang ada di wilayah kecamatan cluring.
Dengan adanya Lomba sungai bersih 50 petugas Korek Air mulai Tenaga pembantu Oprasional dan pemersihan (TPOP) DARI Pusat dan tenaga Harian lepas (THL) Kabupaten Banyuwangi ikut terjun bersihkan sungai tersebut.

Agar nanti masyarakat menjaga lingkungan wilayah sungai, dan jangan sampe membuang sampah di sungai dan juga lainya.agar sungai kelihatan bersih dan yaman dipandang dengan kasat mata.”ujar Korek air Rejo Atmoko.
Sedangkan lomba sungai bersih yang ad di 24 kecamatan yang di bawai 11 korek air se Banyuwangi tersebut,  sungai bersih nanti dinilai dari tim dinas pengairan Banyuwangi.

Dan nanti penelianiya pada hari kamis besok,  nantinya mana yang sungai yang bersih, yang di nilai dari petugas pengairan pada hari kamis, yang juara 1 mendapat hadiah satu ekor hewn Sapi. “terangnya Rejo Atmoko. (din)

Lomba Green Peace - Roadshow Surabaya Emas Dihadiri oleh Wali Kota Surabaya

Lomba Green Peace - Roadshow Surabaya Emas  Dihadiri oleh Wali Kota Surabaya

Surabaya, Awdionline.com - Pada tanggal 29 Agustus 2015 warga RT 03 RW 07 Kelurahan Balas Klumprik Kecamatan Wiyung menjadi tuan rumah sekaligus mewakili wilayah Surabaya Selatan pada Lomba Green Peace- Roadshow Surabaya Emas se-Surabaya.  Pemilihan tempat tersebut dinilai sangat pas dijadikan tuan rumah untuk menyelenggarakan Lomba Green Peace, dimana di tempat tersebut telah dikembangkan tanaman sayur–sayuran berupa kol, sawi, lombok, terong dan tomat khususnya.  Selain ituwarga setempat telah peduli (concern) pada lingkungannya, yaitu terhadap pepohonan untuk penghijauan lingkungan, sehingga di lingkungan RT03 RW 07 Kelurahan Balas Klumprik Kecamatan Wiyung Kota Surabaya terlihat teduh dan sangat asri .

Sebelum acara puncak yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, M.T. telah dimeriahkan pula dengan berbagai macam lomba tari-tarian dan orasi yang melibatkan segenap anak-anak dan ibu-ibu antar perwakilan tingkat RT dan RW se-Surabaya.Dilanjutkan acara inti sambutan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya beliau mengatakan bangga dengan warga kota Surabaya dimana sekarang Kota Surabaya menjadi kota yang hijau, bersih, indah dan nyaman dibandingkan Surabaya dulu yang masih banyak rawa-rawa dan tanah kosong tidak terawat .

Wali Kota Surabaya dengan sapaan akrabnya Bu Risma itu telah memberikan apresiasi terhadap Warga RT 03 RW 07 khususnya dan pada umumnya terhadap Warga Kelurahan Balas Klumprik Kota Surabaya yang telah membudidayakan tanaman sayur-sayuran menggunakan metode polybag sehingga tanaman tersebut yang seharusnya ditanam di tempat yang dingin alias pegunungan namun di wilayah RT 03 RW 07 bisa tumbuh bagus tidak kalah dengan yang ditanam di alam pegunungan, bahkan di Surabaya mempunyai kelebihan yang disebut tanaman organik aliastidak menggunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya,sehingga sayur-sayuran tersebut sehat untuk dikonsumsi .

Dari sosok Wali Kota Surabaya yang ramah, murah senyum, bijaksana namun tetap tegas menjadi seorang Wali Kota Surabaya. Setelah memberikan sambutanya kepada para warga setempat khususnya para ibu rumah tangga yang terlibat kepanitiaan acara ini bersama-sama berfoto ria bersama sang Ibu Wali Kota Surabaya ini.Salah satu ibu Titin beliau Istri Wakil Ketua RT 03 RW 07 berfoto mesra dengan Ibu Wali Kota.

Saat wartawan AWDI Online yang meliput acara tersebut menemui salah satu panitia acara tersebut juga sebagai pengurus Wakil Ketua RT 03 RW 07 Wibowo Purnama Aji mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini dengan sukses sekaligus menjadi nominasi peringkat ke 200 yang sebelumnya baru peringkat ke 500 Lomba Green Piece tingkat RT dan RW se-Surabaya, kilahnya. (Mustofa)

TAMAN KOPLEK KEBERSIHAN TIDAK TERAWAT, BAGAI LADANG TANDUS

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 03 Juli 2015 | 20.43

TAMAN KOPLEK KEBERSIHAN TIDAK TERAWAT, BAGAI LADANG TANDUS

Jakarta, awdionline.com - Taman komplek kebersihan yang ada di Rt 05/05 kelurahan cengkareng Barat kecamatan cengkareng jakarta barat. Terlihat kosong melompong alias gersang seperti tempat sarang penyamun. Belum lagi masalah tanaman nya yang kering dan rumput pada mati, masalah kedua, Ada beberapa tong sampah yang berbentuk buah apel, jambu, serta binatang pinguin. yang pada hancur. dari jumlah  tong sampah  bermacam bentuk sebanyak 70 tong sampah hanya tersisa 20 tong   yang layak di pakai. Dan sisa nya 50 hancur lebur tak berbentuk.

Dari informasi yang di dapat di lokasi, salah satu warga yang tiap hari nongkrong di sana mengatakan bahwa itu adalah perbuatan anak-anak yang nakal yang merusak tong sampah tersebut. Dan memang dilihat kualitas nya yang kurang baik, mudah pecah dan hancur. Ditambahkan nya RT setempat juga sudah menegor dan  merapih kan nya, namun tetap tidak bisa tiap hari terkontrol. Ungkap nya.

Ditempat terpisah juga  warga setempat (Rudi) mengatakan tidak adanya pengawasan dari sudin pertamanan dan pemakaman yang memantau dan merawat nya. Padahal Pemrop DKI telah memberikan sarana untuk taman, namun tidak dirawat dan di jaga. sangat ironis anggaran yang begitu besar untuk membuat tong sampah di taman yang guna nya untuk memperindah taman dan enak di pandang mata. Namun  hancur di biarkan begitu saja. Tuturnya

Sangat mubajir nya uang yang dari rakyat untuk membenahi jakarta supaya indah dan asri, tetapi sia sia tiada berarti. Diharapkan sudin pertamanan dan pemakan turun langsung melihat, dan bertanggung jawab. Pernah salah satu staf pertamanan jakarta barat (kadirun) dikonfirmasi, dia mengatakan  memang kurang nya SDM dan anggota pertamanan untuk di lapangan, Tutur nya.

Jelas gubernur DKI jakarta (Basuki Tjahja purnama) yang akrab dipanggil AHOK,. telah meresmikan taman yang ada di kembangan untuk anak-anak bermain. Namun sudin pertamanan dan pemakaman tidak pernah mengapresiasikan nya. Apa karena anggaran yang belum turun sehingga bermalas malasan untuk bekerja.(ROBERT)

SEPADAN SUNGAI DESA BENDOAGUNG KAMPAK TRENGGALEK HANCUR, BANYAK PETANI YANG RUGI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 01 Juli 2015 | 23.20

SEPADAN SUNGAI DESA BENDOAGUNG KAMPAK TRENGGALEK HANCUR, BANYAK PETANI YANG RUGI

Trenggalek, Awdionline.com - Sepadan sungai yang ada diwilayah RT 20 Desa Bendoagung Kecamatan Kampak  banyak yang hancur tergerus oleh derasnya arus sungai. Apalagi kalau musim penghujan tiba maka alamat banyak masyarakat yang akan banyak menanggung kerugian, kata mujito 46 th tokoh masyarakat dan juga perangkat desa. Kerugian yang terjadi utamanya yang paling banyak dialami oleh pemilik lahan yang lahannya ada disamping sungai, bila musim banjir tiba maka lahan dia akan banyak yang tergerus oleh arus sungai hingga berakibat setelah banjir usai, luas lahan hak miliknya akan menyusut.

Selain daripada itu, pada saat banjir tiba. Banyak petani yang lahannya pertaniannya disekitar sungai akan menanggung kerugian yang tidak sedikit karena akibat gagal panen, tuturnya lebih lanjut. Sekelumit ungkapan rasa menerima keadaan atas warga masyarakat rt 20, 15 dan 14 desa Bendoagung kecamatan kampak yang mempunyai lahan pertanian dan perkebunan yang ada disekitaran derasnya arus sungai yang semakin hari , menghabiskan lahan hak miliknya menjadi berkurang luasnya. Mbah To (56 th) yang sempat ketemu wartawan disekitar sungai menuturkan "kalau yang punya lahan disekitar sungai hanya bisa pasrah pada keadaan mas", tuturnya.

Pemerintah desa Bendoagung sebetulnya tidak tinggal diam melihat musibah yang dialami warganya. Senin 29 juni 2015 saat wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi permasalahan dialami warganya, Wahyu .w  kepala desa Bendoagung kepada wartawan bahwa permasalahan terkait sungai seperti menggerus lahan
pertanian warga hingga menyempit luasnya dan disaat banjir juga airnya meluap hingga merusak tanaman petani  sebetulnya sudah seringkali permasalahan ini disampaikan kepada Badan Penanggulangan Daerah serta Dinas pekerjaan umum pengairan dan binamarga namun sampai sekarang kami belum menerima pemberitauan terkait tindak lanjut penanganan permasalahan itu seperti apa. Pemerintah desa untuk menangani permasalahan terkait petani dan sungai, sekarang disini sudah terbentuk POKMAS.  Pokmas yang ada dipimpin oleh mas Gori mahendra.

Beberapa bulan yang lalu pokmas juga pernah mengajukan bantuan untuk rehabilitasi sungai namun sampai sekarang juga aku belum tahu kejelasan tindak lanjutnya seperti apa? Tutur kades lebih lanjut. Pernyataan kepala desa juga diamini oleh perangkat desa yang hadir. Buntaran dan Mujito menuturkan bahwa dengan melihat kondisi yang ada memang seharusnya pemda segera membantu kami untuk segera mengambil langkah penyelesaian masalah sungai. Selain masalah gagal panen, tanah sekitar yang longsor tergenang arus, juga disaat banjir, airnya bahkan sempat meluap sampai keperkampungan warga. Kondisi sepadan sungai yang ada diwilayah rt 14 menurut pantauan wartawan dilapangan memang banyak yang longsor tergenang arus bahkan alur sungai yang tadinya ada dibarat, kini setelah banjir bandang telah pindah 10 meter menghantam lahan warga dan merusak tanaman yang ada. (Rudi)

Lurah Pejagalan Tidak Peduli Dengan Lingkungannya

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 08 Juni 2015 | 20.10

Lurah Pejagalan Tidak Peduli Dengan Lingkungannya

Awdionline.com, JAKARTA - Kondisi jalur hijau di Jalan Moa, Kel. Pejagalan Kec. Penjaringan, Jakarta Utara sangat memprihatinkan. Selain banyak bangunan liar yang berdiri, kondisi jalan yang tidak jauh dari kantor kelurahan Pejagalan itupun menjadi sempit. Pantauan di lapangan, jalur hijau itu kini dipenuhi bermacam bangunan. Mulai dari kantor sekretariat ormas, Pos RT, garasi mobil dan bangunan kumuh yang merusak pemandangan warga sekitar.

Kris (31) warga RT 07 RW 013, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara mengatakan, akibat sisi jalan yang seharusnya jalur hijau ditanami pepohonan tapi kini semerawut karna dipenuhi berbagai macam bangunan, warga pun menjadi kesal. “Dulu sisi jalan itu pernah ditertibkan pihak kelurahan, tapi hanya separuhnya. Akibat tindakan yang kurang tegas, akhirnya sepanjang sisi jalan yang seharusnya taman menjadi kumuh", ujarnya, Senin (01/06/15) siang.

Warga menduga ada permainan 'jual-beli' yang dilakukan aparat, sehingga jalur hijau itu kembali marak dipenuhi bangunan liar. "Dengan membayar aparat, orang-orang itu bisa membangun seenaknya. Padahal mereka bukan warga sini, orang jauh," kata Yanto (40) warga lainnya.

Sementara itu Lurah Pejagalan, Alamsyah, SKM, ketika hendak dikonfirmasi terkait masalah ini tidak berhasil ditemui di ruangannya. Menurut salah satu stafnya dia sedang keluar. "Pak Lurah sedang meninjau pembongkaran di bawah kolong tol," kata salah satu staf wanita yang seragamnya tidak menggunakan papan nama.

Ditempat terpisah, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Utara, Agustin Puji Astuti  menuturkan kepada wartawan mengenai kegiatan yang dilakukan jajarannya. Menurut dia, pihaknya rutin melakukan penertiban reklame, spanduk dan baliho tak berizin di taman dan jalur hijau. Tercatat, sejak Januari hingga Mei, sudah 30 titik yang ditertibkan. Lokasi yang ditertibkan antara lain, taman jalur depan SPBU Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pluit Selatan dan Jalan Jembatan III.

Untuk menciptakan Jakarta Utara yang bersih dan indah, reklame, spanduk dan baliho tak berizin yang tersebar di taman dan jalur hijau ditertibkan petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman setempat. "Meski sering kami tertibkan, spanduk, baliho atau spanduk memang kerap muncul lagi. Tapi kami tetap rutin melakukan pengawasan dan penertiban," kata Agustin, Senin (1/6).

Ke depan agar lebih efektif, untuk melakukan pengawasan dan penertiban, pihaknya akan melibatkan aparat kelurahan dan kecamatan.

"Kalau Lurah dan Camat kan paham serta memantau terus wilayahnya. Makanya kita berharap optimalisasi peranan mereka untuk ikut mengawasi serta menertibkan," tandas Agustin. (Alexander kali)

WARGA PEGADUNGAN MINTA SALURAN AIR DI PERBAIKI, SEBAB SUDAH MAMPET

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 29 April 2015 | 20.53

WARGA PEGADUNGAN MINTA SALURAN AIR DI PERBAIKI, SEBAB SUDAH MAMPET

Jakarta awdionline.com - Sangat ironis, sudah lama warga kelurahan pegadungan Rt 05/08 kampung baru (Simpang tiga) sudah hampir 9 tahun kebanjiran. Disebabkan banyak faktor, terutama semakin kecilnya saluran dan peninggian jalan dari rumah warga. Jangankan hujan, tidak hujan saja sudah banjir, berkat dari laporan RT 05\08 (Asep) bersama Dengan Lurah pegadungan (Tarso)  meninjau lokasi yang sering banjir. Ternyata sampai dilokasi dilihat  lurah pegadungan  saluran air tidak berfungsi (mampet) Lurah Tarso menutur kan sementara ini biar anggaran  swadaya dulu. dan ia akan mengundang mantan rt untuk  mengadakan pertemuan. dan ingin tahu kenapa saluran tersebut di tutup, kalau tidak ada jalan keluarnya, untuk mengatasi masalah saluran ini, kita akan buat eksent. ditambahkan tarso, memang faktor lain juga masalah pembangunan perumahan citra yang meninggikan tanah nya. Akibat nya tanah warga lebih rendah dari perumahan citra ungkap nya.rabu 29\4


Dan asep juga menuturkan kalau sudah banji saya bawa  tiga mesin pompa, untuk menyedot air keluar. Sebab saya peduli kepada warga saya,, kalau sudah terkena banjir. Dia berharap supaya pemerintah dapat  memperhatikan di mana wilayah rawan banjir, dan  membuat saluran air yang permanen. Tutur nya.kepada
wartawan dari pengakuan salah satu warga (Tini) mengatakan, ini pak saluran nya saya tinggikan. Disebabkan air masuk kedalam halaman  rumah, jadi air tergenang di depan halaman , pintanya dengan penuh harapan.

Dari sekian lama masalah banjir tidak dapat di tuntaskan. Apalagi saluran air yang ada di setiap perumahan warga selalu penuh kendala. Di harapkan dari kasie kecamatan  binamarga dan PU AIR, mengadakan kontrol kesetiap wilayah, supaya dapat mengatasi banjir bila hujan datang.(Robert)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger