Latest Post

15 HIPPA Dan Masyarakat Petani Gotong Royong Bangun Saluran Irigasi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 15 November 2013 | 11.08

Banyuwangi, Awdionline.com - Dengan adanya Kenaikan BBM Pada Bulan Yang Lalau, akhirnya Pemerintah propinsi jawa Timur Melalui Balai Besar dari Dinas Pengairan Mengeluarkan Anggaran Dana Dampak Kenaikan BBM tahun  2013 kepada 15 HIPPA yang ada di Kabupaten Banyuwangi.13/11/2013.

Ketua Hippa dan Masyarakat petani dan Juga Pemerintah Desa saat ini, telah menerima bantuan anggaran dana dari pemerintah propinsi jawa timur Melalui Balai Besar, turunnya anggaran tersebut, karena adanya dampak kenaikan BBM tersebut, dipergunakan untuk membangun saluran irigasi yang ada di tengah persawahan  pertanian Di 15 HIPPA Se Desa Kabupaten  Banyuwangi.

Semua bangunan yang ada di 15 HIPPA tersebut, di kerjakan secara Swaklola oleh masyarakat petani, cara pekerjaannya bergiliran, namun ada tukang khusus dan tehnis bangunan yang sudah mengerjakan bangunan itu, dan kepala tehnis Cuma mengarahkan cara membangun, agar bangunan saluran irigasi itu biar kuat dan kokoh.

Saat di konfirmasi beberapa ketua HIPPA yang ada di Banyuwangi mengatakan bahwa dengan adanya  bantuan anggaran dana dari pemerintah ini, sangat senang sekali, karena selama ini di tunggu oleh masyarakat petani, HIPPA dan masyarakat mengerjakan secara swaklola bersama-sama dengan masyarakat petani.

Ketika Di Konfirmasi pada hari rabu (13/11/2013) Kepala Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Muraki mengatakan bahwa bangunan ini di bangun secara Swaklola dan di kerjakan bersama sama dengan HIPPA dan juga masyarakat petani.

Bangunan Saluran irigasi tersebut di bangun sebaik mungkin agar bisa bertahan lama dan kuat bangunannya. dan juga masyarakat petani saat mengerjakan bangunan saluran irigasi sangat guyup dan rukun, saat membantu mengerjakan bangunan saluran irigasi itu.

Menurut Kabid Pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Haris menuturkan turunnya anggaran dana yang turun kepada 15 Hippa tersebut merupakan bantuan dari Dinas Balai Besar Propinsi Jawa Timur, di kerjakan  Secara Swaklola antara Pengurus HIPPA dan Masyarakat petani,”paparnya Haris, (Din Awdi)

Ki Manteb Hibur Pecinta Wayang Kulit Semalam Suntuk di Purwoharjo

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 12 November 2013 | 15.51


Banyuwangi, Awdionline.com-  – Ribuan masyarakat pecinta kesenian Wayang Kulit, tua maupun tua pada hari Sabtu (9/10) malam berbondong-bondong memadati lapangan Brawijaya, Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang kondang Ki Manteb Sudharsono. Ki Manteb yang diundang khusus oleh Pemkab Banyuwangi untuk menghibur masyarakat Banyuwangi, ”Menyuguhkan lakon Bimo Bangkit.

Dalam unjuk kebolehannya Ki Manteb tampil memukau semalam suntuk, mulai pukul 21.00 wib hingga pagi dengan sabetan-sabetannya yang sangat faseh dalam memainkan tokoh-tokoh pewayangan dari kulit tersebut.

Lakon Bima Bangkit sangat menarik karena dalam ceritanya mengandung makna yang besar dan bisa sebagai suri tauladan bagi siapa saja.  Dikisahkan ada seorang bayi yang lahir dari rahim Ibu Kunthi, bayi itu besar dan bersinar terang, yang diberi nama Bimo.

Menurut cerita, bayi itu nanti  bakal menjadi raja besar dan jaya setelah melalui perjuangan yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Dalam kebersahajaanya Bimo memimpin rakyatnya dengan arif dan penuh tanggung jawab serta sangat mengemban amanat rakyatnya.

Sebelum memulai ndalang, secara simbolis Ki Manteb yang didampingi dalang-dalang muda dari Blambangan memberikan tokoh Wayang Bimo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir langsung bersama Ny Dani Azwar Anas, Wabup Yusuf Widiyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bersama camat dan Kepala SKPD.

Yang menarik para puncuk pimpinan kabupaten Banyuwangi ini di daulat Bupati Anas untuk memberikan sambutan satu persatu, mulai dari Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf, Danlanal, Kepala Pengadilan Negeri dan Wakil Bupati. Karena semua ingin menghibur masyarakat para pimpinan ini hanya memberikan sambutan dengan memperkenalkan diri dan sempat memberikan banyolan-banyolan segar. Tak ayal penonton merasa benar-benar dekat dengan para pemimpin mereka.

Pagelaran Wayang Kulit  yang juga rangkaian event Banyuwangi Festival ini tidak hanya mendekatkan masyarakat dengan para pemimpinya, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Karena selain memberikan hiburan gratis, juga menghidupkan perekonomian masyarakat.

Dengan adanya pagelaran wayang ini, ekonomi tumbuh di Purwoharjo, para pekerja seni pembuat wayang dari kerttas maupun kulit terjual laris manis. Sementara  para penjualan makanan dan mainan anak-anak juga laku banyak. Transaksi yang terjadi malam itu cukup besar. Seperti yang diungkapkan penjual bakso, Suwito yang mengaku untung banyak karena ada wayang. (Din Awdi)
 

Pemecatan Bendahara AWDI Atas Dasar Laporan Orang yang Tidak bertanggung Jawab

                                  Foto : Sekretaris DPC AWDI  Banyuwangi Agus Bambang hr.

Banyuwangi, Awdionline.com. Atas Dasar Pemecatan   mantan Pengurus jabatan  bendahara AWDI (Dadang dan Susanto)  Laporan dari imam tohari alias dugel tersebut, Katanya Dugel tahu di Rumah Dadang ada rapat saat itu, dan juga membahas akan memperhentikan Riyanto dari Pinprus Global News.

Menurut Sekertaris DPC AWDI Agus Bambang HR, pada hari senen tgl 11/11/2013 mengatakan memang benar saat itu Imam Tohari mengajak saya kerumah Ketua DPC AWDI,”Namun saya tidak mau di ajak,”Akirnya imam tohari datang sendiri kerumah Riyanto  yang ada di Kecamatan Muncar.
Agus Bambang HR Menambahkan saat itu juga saya menghubungi Dadang, katanya Dadang saya keluar mas, dan akhirnya proposal Global News saya titipkan ke  anak buahnya.

Dan Imam Tohari itu, Bukan pengurus dan Bukan anggota Awdi yang ada di Banyuwangi, dan juga Imam Tohari tidak di kontrak dan tidak ada gaji", katanya. agus Bambang HR.

Ketika di Konfirmasi Riyanto di Kantornya mengatakan bahwa imam Tohari pernah datang di rumah saya, dan Imam Tohari membawa tulisan nama-nama yang akan memecat Riyanto dari Midia Global News. “Padahal saya tidak pernah mengatakan kalau saya akan memberhentikan dadang dan Drs susantao, kalau lainya berhenti sendiri karena lama tidak ada di kantor awdi.

Pasalnya Rapat yang ada di Rumah Dadang salah satunya, adalah Dadang, Rohman, Siswanto, Trubus, Drs Susanto, Herman dan Yogi, orang-orang ini lah yang akan memecat Pinprus Global News, ”Menurut Imam Tohari, “Dan akirnya Riyanto Mengundurkan Diri dari Global news,”paparnya.

Saat di Konfirmasi Mantan Pengurus AWDI yang sudah berhenti dari Pengurus awdi Drs Susanto Lewat ponsel, mengatakan bahwa dirumah dadang tidak ada rapat pada waktu itu mas, Ungkapnya.

Hal senada juga di konfirmasikan ke Humas DPP AWDI Ramses L. Tobing, menyatakan : “Bahwa Imam Tohari bukan anggota AWDI”, selanjutnya di instruksikan kepada Pengurus AWDI Banyuwangi untuk melaporkan Imam Tohari kepada pihak berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI). (TIM AWDI BANYUWANGI)

DPRD KABUPATEN TRENGGALEK MENGGELAR SIDANG PARIPURNA DENGAN AGENDA PENYAMPAIAN PANDANGAN UMUM FRAKSI TERHADAP RANCANGAN NOTA APBD 2014


Trenggalek | Awdionline.com - DPRD Trenggalek jumat  8 Nopember 2013 diruang sidang gedung DPRD Trenggalek menggelar  Sidang paripurna dengan agenda tentang Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap rancangan nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014.

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung oleh PLT Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Hari langgeng dan dihadiri Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT, Wakil Bupati Kholiq SH, Msi, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Jajaran Forpimda , Ketua Pengadilan Kabupaten Trenggalek, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Kepala SKPD dan Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek serta unsur Ketua Organisasi kemasyarakat beserta undangan yang lainnya.

Pandangan umum Fraksi terhadap Nota APBD 2014 merupakan sesuatu tahapan yang sangat penting dan mendasar dalam penyelenggaran pemerintahan, yang mana kegiatan tersebut merupakan bagian dari siklus mekanisme penyelenggaran APBD. Sebagai sarana untuk instrospeksi dan koreksi serta evaluasi terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ditahun 2014, disamping itu yang lebih penting adalah sebagai bentuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah.

Dalam sidang paripurna kali ini, Fraksi karya nasional menyampaikan pandangan umum fraksinya yang dibacakan oleh Hj Arik Sriwahyuni. Dalam pernyataan politiknya Fraksi karya nasional menyatakan bahwa ada persoalan di nota rancangan Anggaran Pendapatan dan  Belanja Daerah, Surplus /Devisit di pendapatan dan pembiayaan ada selisih yang cukup signifikan sehingga kesemuanya memerlukan jawaban dan penjelasan yang rasional dari Bupati. Selain itu  kebijakan pendapatan daerah dan kebijakan belanja daerah juga tak luput dari sorotan.

Mengenai Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, fraksi karya nasional mengakui dan mengapresiasi dengan jempol namun selain daripada itu fraksi karya nasional juga mengkritisi agar kedepan pemerintah daerah tidak hanya menitikberatkan peningkatan PAD hanya dari sector peningkatan pajak saja namun ada beberapa item yang perlu ada perhatian. Yaitu, penataan prioritas anggaran.
Selain daripada itu Fraksi Karya nasional juga meminta penjelasan kepada bupati tentang Belanja bidang pendidikan utamanya dari DAK. Juru bicara fraksi mengatakan bahwa DAK yang didapatkan pemerintah daerah tiap tahun maka agar program tersebut tepat sasaran maka kedepan pemerintah perlu adanya peraturan yang mengatur dana tersebut seperti PERBUP. Terutama PERBUB yang mengatur standart pembangunan. Sehingga kedepan tidak adanya pembangunan yang gagal dilaksanakan.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam sidang kali ini yang dibacakan oleh Guswanto menyampaikan terimakasih kepada bupati yang telah menyampaikan Nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah lebih awal sehingga ada kemajuan penyampaian Nota APBD dibanding tahun lalu sehingga Nota APBD dapat segera dibahas dan  dapat diselesaikan lebih awal. Menanggapi nota APBD yang mengalami peningkatan, fraksi PDIP menilai, peningkatan ini merupakan wujud kerja keras ekskutif sehingga perlu diapresiasi kerja kerasnya. Selain daripada itu, fraksi PDIP menyarankan kepada ekskutif agar peningkatan ini jangan m,embuat terlena namun untuk kedepan agar ada peningkatan PAD, fraksi PDIP menyarankan kepada ekskutif agar disektor yang lain utamanya sektor yang bisa mendongkrak PAD agar diberdayakan secara maksimal seperti sektor wisata yang perlu ditingkatkan pengawasannya utamanya dari segi kebocoran.

Selain daripada itu, Fraksi PDIP mengharapkan kepada ekskutif agar terminal Durenan dicarikan solusi yang tepat untuk dipungsikan maksimal agar bisa mendorong peningkatan PAD. Perlu upaya yang tegas agar ada upaya untuk memfungsikan terminal durenan sesuai fungsi yang semestinya. Karena sekarang yang terjadi, terminal Durenan sering dijadikan arena balap liar.

Sementara itu dalam sidang paripurna hari jumat 8 nov 2013 Fraksi APRI dalam menyampaikan pandangan umum Nota APBD mengatakan bahwa APBD kepada masyarakat prosentasenya harus ditingkatkan. Karena sesuai moto bupati yang pro rakyat seharusnya skala pioritas utama ditekankan untuk masyarakat. Utamanya untuk UMKM sehingga kedepan UMKM semakin maju dan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera. Mengenai peningkatan PAD fraksi apri memandang penting untuk melakukan pengawasan yang ketat karena dikwatirkan ada kebocoran.

Dalam sikap politiknya Fraksi APRI selain meminta penjelasan terkait belanja modal yang hanya untuk fisik saja bukannya untuk UMKM, Fraksi APRI juga memohon kepada Bupati agar menjelaskan penyerapan APBD tahun ini yang hanya 50 % . Karena waktu yang sudah hamper habis maka diperlukan penjelasan yang jelas agar nanti tidak ada anggaran yang tidak terserap. Selain daripada itu Fraksi APRI juga mohon penjelasan Bupati terkait belanja tidak langsung yang mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan tersebut dapat dilihat dan yang cukup signifikan terutama belanja untuk bantuan sosial.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dalam sidang kali ini menyampaikan pandangan umummnya mengharap agar sidang paripurna kali ini mampu membawa perubahan terhadap perkembangan Trenggalek kedepan. Kegiatan besar skala prioritas utamanya dalam bidang pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat mohon diperhatikan. Perlu adanya perencanaan yang mantap. BAPEKAB agar menjadi tiang utama dalam membangun Trenggalek. Karena kegagalan utama pembangunan itu disektor perencanaan. Kegagalan perencanaan maka gagal pula arah pembangunan. Mohon diberi penjelasan oleh bupati terkait pembangunan yang tepat sasaran. Artinya pembangunan kedepan diharapkan pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Fraksi PKB mengharap agar pembangunan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,mestinya bisa di laksanakan lebihawal dan mendapat priroritas utama di banding dengan kegiatan lain. Seperti pembagunan jalan,jembatan dan bantuan-bantuan kepada masyarakat.karena kegiatan tersebut benar-benar sangat di tunggu masyarakat.

Dalam sidang kali ini ditutup dengan acara penyerahan nota pandangan umum fraksi dari PLT ketua DPRD Trenggalek Hari Langgeng kepada bupati Trenggalek DR Ir H Mulyadi wr MMT ( rudi ) .

BUPATI TRENGGALEK DR Ir MULYADI WR MMT, APABILA TIDAK PUNYA RASA BANGGA TERHADAP PRODUK UNGGULAN DAERAH TRENGGALEK maka PERLU DIPERTANYAKAN KTP - dan RASA NASIONALISMENYA

Trenggalek, Awdionline.com - Suara mesin diesel memekakkan telinga dan lempengan besi cetakan genteng saling beradu, menumbuk tanah lempung menjadi genteng cirikhas Nglayur, menciptakan suara yang tak asing ditelinga kita, bila melintas diperkampungan Dukuh Nglayur DesaSukorejo KecamatanGandusari KabupatenTrenggalek. Sebuah kebanggaan warga yang sudah berabad abad lamanya.

Pak Sujilan dengan semangat melestarikan sejarah perkampungan penghasil genteng berkualitas, terlihat menata cetakan genteng yang masih basah saat wartawan Panji Nasional memasuki halaman rumahnya, di Dukuh AwarAwar DesaSukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek kamis ( 31 / 10 ). Laki-laki perkasa 45 tahun itu di sela kesibukannya menata genteng, mengatakan bahwa proses pembuatan genteng sekarang sangatlah mudah, setelah ada inovasi terbaru mesin cetak genting tenaga angin ( hidrolis ).

Sujilan mengatakan bahwa hampir tujuh tahun dia menggeluti usaha pembuatan genteng, namun sekarang perkembangannya masih biasa biasa saja. Belum menunjukkkan perkembangan yang signifikan. Kalau terkait kualitas, kita sudah tingkatkan dari waktu kewaktu mengikuti perkembangan zaman dan alhamdullillah sekarang genteng produksi Nglayur tidak perlu diragukan lagi. Bahkan genteng nglayur sekarang sangat terkenal diluarjawa utamanya Kalimantan . kita tiap bulan rutin diminta untuk mengirim keluar pulau ,imbuhnya.

Industri genteng dari daerah Trenggalek ialah salah satu industri yang cukup terkenal. Genteng dari daerah Trenggalek terkenal bermutu baik, tidak gampang rusak dan harganya pun juga lebih murah dari genteng daerah lain.

Pendopo kabupaten trenggalek dan rumah tangga pendopo pada tahun anggaran 2011 mengalami rehabilitasi. Rehabilitasi yang merupakan salah satu program dari kegiatan Dinas Perumahan Permukiman dan Kebersihan Kabupaten Trenggalek menelan dana 1,379 milyar.  Namun yang sangat disayangkan, Genting yang dipakai dalam rehab pendopo dan rumah tangga pendopo menggunakan genteng dari Jatiwangi Cirebon Jawa Barat.

 Pembangunan dirancang untuk menuju suatu perubahan bagi peradaban masyarakat, kebanggaan masyarakat. Perubahan yang membawa masyarakat menuju kemakmuran baik kemakmuran fisik maupun mental.

Untuk membawa perubahan tersebut diatas maka diperlukan pemimpin yang berjiwa interprenuer dan berdedikasi serta punya sifat kenegarawan sangat diidamkan oleh seluruh masyarakat untuk menjadi tauladan bagi para punggawanya.

Pemimpin yang tidak  kerdil, berjiwa saling memiliki, memikirkan potensi daerah dan mempromosikan potensi daerah kepihak luar dengan media yang ada, akan membawa masyarakat dan punggawanya menuju kearah pembangunan yang tertata dan lambat laun akan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Trenggalek sebagai kota kabupaten dipropinsi jawatimur merupakan aset bangsa indonesia yang tidak ternilai bila dibandingkan dengan kabupaten yang lain yang ada direpublik indonesia. Beragam hasil dari sumberdaya alam sangat melimpah. Tanahnya sangat subur sangat cocok untuk tanaman yang ada, banyak industri UMKM yang bertebaran dengan aneka produk yang berkualitas terutama genteng, kata Sujilan menambahi.

Namun  yang terjadi saat ini bila dikaji dari sampai sejauhmana proses pembangunan itu bisa tepat sasaran. Trenggalek saat ini tidak lebih dari ‘sarang para mafia yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri secara sesaat agar kepuasannya terpenuhi tanpa memperhitungkan bahwa pembangunan itu ada supaya nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga bisa meningkat pula kesadaran masyarakat dalam ikut meningkatkan PAD serta melestarikan fakta sejarah industry yang ada.

Berbagai macam program kini hanya dipermukaan saja. Dinas Koperasi, pertambangan dan energi kabupaten trenggalek sebagai bagian SKPD terutama bidang industri perdagangan yang bertugas untuk bertanggung jawab terhadap produk baik kualitas maupun desainnya dan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat saat ini bekerja hanya untuk menghabiskan anggaran saja tanpa punya agenda yang jelas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Berbagai bantuan dari liding sektor Bidang Industri dan Perdagangan kabupaten trenggalek saat ini yang tersalurkan kemasyarakat banyak yang tidak tepat sasaran. Bantuan tidak dirancang bagi peningkatan usaha namun menciptakan pengusaha baru yang belum tentu punya latar belakang usaha dari bantuan yang dimaksud sehingga yang terjadi saat ini adalah pemerintah bekerja hanya memberi bantuan alat dan pelatihan bagi sekelompok masyarakat yang punya kedekatan dengan pejabat tanpa memperhitungkan latar belakang dari penerima bantuan dan standart pelaku usaha dan indikasi permasalahan yang terjadi saat ini adalah banyak bantuan hibah yang tidak terdeteksi, banyak bantuan hibah propinsi yang terbengkelai bahkan ada kelompok yang menerima bantuan hibah alat yang sampai sekarang alat tersebut belum dijalankan karena kelompok belum punya dana, banyak pelaku UKM yang mati enggan hidup tak mau karena disaat produk banyak dia kesulitan untuk memasarkan, kata widodo pengurus LSM yang bertempat tinggal dipanggul trenggalek.

Saat ini banyak kebijakan pemerintah utamanya bidang Industri dan perdagangan Trenggalek,  belum mempunyai atau memang tidak mempunyai arah yang jelas dalam membawa sumberdaya UMKM tersebut kearah yang bisa memakmurkan masyarakat. Biarpun tahun 2011 sampai 2013 bapak mulyadi menerima ratusan penghargaan, banyak pelaku usaha utamanya UKM saat ini usahanya belum bisa mengangkat kesejahteraannya. hal ini dapat kita analisa dari banyaknya program yang digagas pemerintah daerah namun banyak juga program yang tidak tepat sasaran dan difungsikan sebagaimana mestinya.

Pemerintahan bupati Dr.Ir.H.Mulyadi yang semestinya sesuai slogan kampaye perubahan menuju terwujudnya masyarakat trenggalek yang sejahtera dan berakhlak, namun yang ada sekarang adalah simbul pemerintahan yang hanya memikirkan perut segelintir orang maupun kelompoknya sehingga timbul menang sendiri dan kebutuhan masyarakat umum yang hakiki kadangkala terabaikan. Semestinya, sebuah program disusun berdasarkan data yang akurat, valid sesuai kondisi terkini tentang kondisi daerah serta koordinasi program antar bidang di semua SKPD sehingga semua program yang direncanakan bisa membuka lapangan kerja yang luas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga nilai beli masyarakat trenggalek semakin tinggi. Imbuh DL ( 45 th ) warga Nglayur kecamatan Gandusari Trenggalek.

Berbagai macam persolan yang ada dikabupaten trenggalek, kini menjadi bahan renungan para tokoh masyarakat, LSM serta para praktisi yang masih peduli pada tanah trenggalek. Diwarung kopi, ditengah sawah, diparkiran becak bahkan disanggar – sanggar para pelaku seni. Saat ini yang menjadi bahan renungan adalah pemakaian genting dalam rehab pendopo kabupaten dan rumah tangga pendopo yang merupakan ikon kabupaten trenggalek.

Trenggalek yang merupakan sebuah kota kabupaten dijawatimur yang mempunyai ikon sebagai kota produsen genteng berkualitas namun yang membuat kalangan budayawan dan pemerhati budaya mengelus dada dan nelongso adalah penghargaan dan kepedulian Bupati dan pemerintah serta rasa memiliki dan bangga terhadap produk daerah trenggalek yang sudah terkenal sampai diluar jawa timur, tidak ada.

Sebuah pemikiran yang harus segera diluruskan. Bupati sebagai pemegang kebijakan seharusnya bangga terhadap produk daerah dan pendopo sebagai ikon budaya semestinya harus dijadikan simbul untuk mengenalkan produk unggulan daerah dimata kepala daerah lainnya bila berkunjung ketrenggalek bukannya malah bangga dan mempromosikan produk unggulan luar daerah.

Asosiasi pengusaha genteng sekarang memang sudah ada namun peran serta pemerintah daerah Trenggalek dalam mengembangkan industry genteng saya nilai hanya setengah hati. Kata DL (45 th) tokoh masyarakat dan juga anggota pengurus asosiasi pengrajin genteng gandusari. Peran serta pemerintah daerah utamanya Bapak Bupati Mulyadi WR melalui Dinas Koperindagtamben sangat dan sangat diperlukan untuk membantu memasarkan hasil produksi genteng Trenggalek. Saat ini yang dialami warga sukorejo adalah kepiluan yang dalam.

Kesyakralan  pendopo kabupaten trenggalek bila dibaratkan keris kini telah kehilangan yoni atau jati diri kebanggaan warga trenggalek, ucap pemerhati budaya serta budayawan yang bernama RM Nyono yang bertempat tinggal didaerah pakis kecamatan durenan trenggalek.

maka apabila bupati Trenggalek Mulyadi WR tidak punya rasa bangga produk unggulan daerah maka bupati Mulyadi WR perlu dipertanyakan KTP dan rasa nasionalismenya.. Kalau dia orang Trenggalek, hidup diTrenggalek Seharusnya MulyadiWr  bangga terhadap produk unggulan daerah Trenggalek, bukan malah bangga terhadap produk genting daerah lain. Pendopo yang seharusnya manifestasi kebanggaan daerah seharusnya menunjukkan citra daerah Trenggalek.  imbuhnya.

Sehingga saat ini yang beredar dimasyarakat adalah sebuah pertanyaan apakah memang program tersebut dirancang hanya kepentingan sesaat bagi kelompok yang mengusung bupati tersebut hingga duduk sebagai bupati sehingga yang ada hanya sebuah program yang membuat perut buncit bagi pengusungnya pada waktu dia mencalonkan dulu,? Kalau untuk pertanyaan tersebut kebanyakan mereka hanya bisa pasrah pada gusti Allah. Karena dia semua berpandangan bahwa suaranya pasti tidak akan terdengar dan didengar biarpun berkoar koar sampai mulut berbusa, biar gusti Allah-lah yang meng-adab dan memberi balasan yang setimpal bagi orang orang seperti tersebut diatas, ujar kebanyakan orang secara totalitas kesadaran.

mengatakan bahwa, kalau memang benar adanya, fakta dilapangan seperti itu maka bupati Trenggalek Mulyadi WR perlu dipertanyakan KTP Nya. Seharusnya MulyadiWr bangga terhadap produk unggulan daerah bukan malah bangga terhadap produk genting daerah lain. Pendopo yang seharusnya manifestasi kebanggaan daerah seharusnya menunjukkan citra daerah Trenggalek.  imbuhnya.

Kehidupan pengrajin genteng disukorejo gandusari sekarang memang sangat memprihatinkan. Banyak pengusaha genting  yang gulung tikar. Berbagai macam permasalahan memang harus segera dicarikan jalan keluar. Peran serta pemerintah harus benar benar untuk kepentingan menciptakan kesejahteraan rakyat. ( rudy )

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger