Latest Post

Kena Genangan Air Hujan, Proyek Pelengsengan Ambrol Kelurahan Banjarsari kecamatan Giri Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 22 November 2013 | 14.34

                                        Foto : Proyek bangunan di sungai Segulung Ambrol

Banyuwangi Awdionline.com-Dengan derasnya hujan yang tidak henti-henti tersebut, mengakibatkan pembangunan rehabilitasi yang ada di Sungai Segulung itu Ambrol kurang lebih 50 meter,dengan anggaran dana seratus juta lebih tahun 2013,  Amborlnya bngunan karena tidak kuat menahan genangan air hujan dari peerumahan Plamboyan Dua, yang ada di Kelurahan Banjar sari Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi. 

Menurut Narasumber saat di konfirmasi oleh Wartawan Awdionline.com pada hari kamis tanggal (21/11/2013), yang enggan di sebut namanya, mengatakan bahwa pembangunan rehabilitasi Pelengsengan di sungai segulung itu, dari Pemerintah Daerah Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi.

Semua warga yang ada di lokasi perumahan Plamboyan Dua, mengerti semua, kalau bangunan Pelengsengan yang masih baru di kerjakan oleh CV itu  sudah ambrol,karena ambrolnya bangunan itu kemungkinan kurang padatnya urukan yang di atas bangunan dan kemungkinan besar Campuran pasir dan Semen tidak sesuai standatr,”dan hasilnya olahan masih mentah adonanya, akirnya kena air gitu aja sudah ambrol?,”paparnya.

Ketika Di konfirmasi di Kantor Dinas Pengairan Banyuwangi (21/11) salah satu Plt. kabid Oprasional Pembangunan (0&P) priyadi mengatakan saya kurang paham mas, dengan adanya bangunan yang ambrol itu, kemungkinan yang paham pembangunan yang Ambrol itu Bidang Bina Manfaat yaitu Panji,”cetusnya.

Saat itu langsung Wartawan Awdionline.com Konfirmasi kepada Bidang Bina Manfaat dan Kemitraan dari Dinas Pengairan kabupaten Banyuwangi, “Panji  SH. Mengatakan memang benar kalau bangunan yang ambrol itu di kerjakan oleh rekanan CV, pemilik CV namanya Jaenal, bangunan yang ada di sungai Segulung itu, yang di sekitar Perumahan Plamboyan Dua, yang ada di Kelurahan Banjarsari Kecamatan Giri itu Ambrol, namun saat ini Tahap pekerjaan yang di lakukan oleh Cv. Paparnya panji.(Din Awdi)

Mengentaskan Buta Aksara, Masyarakat Belajar Di Lembaga PKBM Yang ada di Kabupaten Banyuwangi

                             Foto: Pengurus PKBM Murni, kabid PNFI, Penilk UPTD Srono

Banyuwangi, Awdionline.com_ lembaga penerima Dana Hibah yang diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Propinsi jawa Mulai Bulan Oktober Tahun 2013 ini, Setiap Lembaga Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menerima Anggaran dana Hubah Salah satunya   PKBM Murni, PKBM Tulungrejo, PKBM Gondo Arum, PKBM Panji Laras, PKBM Karang Samudra, PKBM Lintas menuju cerdas, PKBM Handayani, PKBM Hajar Dewan Toro, PKBM Rejengt, PKBM Koppat, PKBM Tunas Mulia,PKBM Mitra, PKBM Asri,dan masih PKBM yang tidak tercatat di awdionline.com  yang ada di kabupaten Banyuwangi  Tersebut, Telah Mendapat Anggaran Dana hibah dari Dinas Pendidikan  Propinsi jawa Timur.

Dan juga Dana Hibah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang sudah di bagikan kepada Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di PKBM masing-masing Se kabupaten Banyuwangi, mulai tahun 2010 sampai tahun 2013 itu, di manfaat kan dengan baik, karena semua PKBM telah Membuka program Keaksaraan fungsional.atau pembelajaran masayarakat yang sudah ber umur Dewasa itu, mendapat pembelajaran Buta Aksara setiap tahun sekali sampai tahun 2013 ini.

Saat di Konfirmasi Puluhan Pengurus Lembaga PKBM yang ada di Kabupaten Banyuwangi tersebut, Salah Satunya PKBM Murni Makmun yang ada di Desa Rejoagung, Memaparakan bahwa pembelajaran masyarakat yang masih Buta Aksara, saya Tempatkan Di Desa Wonosobo Kecamatan Srono.

“Menurut Makmun  kegiatan belajar Buta Aksara Di laksanakan di setiap Kelompok Masing masiang yang ada di Desa Wonosobo karena semua pembelajaran sudah di sediakan tempat Belajar oleh lembaga PKBM Murni,”paparnya

Dan juga pengurus Lembaga PKBM Murni Makmun  Menambahkan ke Awdionline.Com, bahwa Tujuan utama kegiatan Belajar Buta Aksara tersebut adalah, memberikan pendidikan kepada masyarakat yang buta huruf. tentu saja untuk mewujudkan kegiatan yang berupa pembelajaran tersebut akan di lakukan secara berkelanjutan.

Pengurus lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di kabupaten Banyuwangi itu,sudah di jatwal pembelajaran dua Kali satu minggu untuk pertemuan dalam sepekan. Semua pembelajaran buta huruf sudah di di atur satu kelompok berisi 10 orang. Dan jatwal disesuaikan dengan kelompok masing masiang.ungakpnya.

Karena Selaku Pengurus Lembaga PKBM Murni Desa Rejoagung  Menambahkan kegiatan ini terus eksis dalam bidang pendidikan pemberatasan buta aksara, dan sosial, Mulai Pendidkan Keaksaraan fungsional,Kesetaraan, natinya masyarakat di ajarakan bisa Cerdas, kriatip, Produktip. Tegasnya.

Kabid Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang bernama, Suhud, Saat Monitoring di  lembaga PKBM yang ada di kabupaten banyuwangi Mengatakan nantinya  Kegaiatan pembelajaran Buta Aksara,juga memiliki taman bacaan masyarakat (TBM).

Hal ini sebagai upaya agar masyarakat bisa membaca, menulis, dan menghitung, Keterampilan, Keaksaraan usaha mandiri (KUM),dan juga menambah keilmuan belajar dan informasi.”buku buku itu nantinya di bagikan kepada masyarakat yang belajar buta aksara dan di kembangkan kepada masyarakat yang ikut program pemberantasan buta aksara. Yang ada di lembaga PKBM Masing-masing yang ada di kabupaten banyuwangi,” katanya.

Ketika konfirmasi kepada Penilik dari UPTD Kecamatan Srono Wir mengatakan kegiatan lembaga PKBM itu, harus di laksanakan dengan baik samapi benar-benar masyarakat yang buta akasara bisa membaca dan menulis dan juga bisa membuat keterampilan dan pengatuhan ilmu dari Totor yang telah mendidik selama kegiatan pembelajaran Buta Aksara atau keaksaraan fungsional sampai tuntas,  ”Paparanya. (Din awdi)

Dubes RI untuk Australia Tiba di Jakarta

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 21 November 2013 | 09.47


 Foto : Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema
 
Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, akhirnya tiba di Terminal 2D bagian kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (19/11/2013), sekitar pukul 19.25 WIB.

Dia datang dengan memakai stelan jas berwarna hitam dipadu dengan Kemeja berwarna putih dan dasi biru serta celana berwarna sama dengan jasnya. Saat menyadari di luar Terminal ada wartawan yang menunggunya, Najib memilih kembali masuk ke dalam Terminal. Wartawan pun tetap menunggu Dubes tersebut keluar.

Bahkan ada beberapa yang berlari ke pintu Terminal 2E untuk berjaga-jaga bila Najib keluar lewat  sana. Selang 10 menit, Najib akhirnya keluar dengan dikawal satu petugas keamanan dari Aviation Security (Avsec).

Ia pun irit bicara kepada wartawan. Saat ditanya apakah penarikan dia untuk sementara atau permanen, Najib berkata itu semua tergantung dari keputusan pimpinan. "Itu tergantung kepada kebijakan pimpinan," ujarnya kepada wartawan sambil terus berjalan ke arah parkiran Terminal 2 bandara soekarno-hatta *as (ana saifudin)

Mentri BUMN Dahlan Iskan Berada Di Blambangan Selama Dua Hari

                                  Foto: dahlan iskan saat turun di Bandara Blimbingsari Rogojampi

Banyuwangi, Awdionline.com – Dahlan Iskan, dijadwalkan akan hadir di Banyuwangi sore ini. Pria berkacamata yang kini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini,  akan berada di Bumi Blambangan selama dua hari, mulai Selasa (19/11/2013) hingga Rabu (20/11/2013) besok. Sederet agenda sudah menunggu Dahlan Iskan dalam lawatan kesekian kalinya di Banyuwangi.

Target yang pertama kunjungan Dahlan Iskan adalah meninjau lokasi pabrik gula di Glenmore sore ini. Malam harinya, dia akan menuju ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah untuk bertemu dengan 10.000 warga. Di sana, mantan Direktur PLN itu akan menghadiri acara bertajuk ”Sepuluh ribu cangkir kopi bersama Dahlan Iskan”. Pagi harinya (20/11/2013), Dahlan Iskan berbaur dengan masyarakat untuk senam bersama di Taman Blambangan.


                                    Foto: Mentri BUMN saat Dialok dengan Masayarakat di Ail

Usai senam, dia akan berdialog dengan pengurus dan fungsionaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Dahlan Iskan juga diagendakan berdialog dengan petani serta kelompok tani di Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL). “Kami mempersilakan masyarakat untuk datang dan berdialog langsung dengan Pak Dahlan Iskan di AIL. Silakan datang dan gratis sebelum pukul 08.00,” tegas Michael Edi Hariyanto, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi.

Untuk menyemarakkan kehadiran Dahlan Iskan, masyarakat mendapat hiburan langsung artis papan atas Banyuwangi. Sederet penyanyi seperti Reni Farida lewat Reni Music-nya akan menghibur masyarakat. Kehadiran Dahlan Iskan di Banyuwangi sekaligus melengkapi kunjungan beberapa tokoh peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. (Din Awdi)

Sampah Di Keruk Belakang Pasar Daerah Benculuk Kerja Sama Dengan Pokmas dan DKP Dinas Kebersihan Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 20 November 2013 | 11.41

Banyuwangi, Awdionline.com - Sudah bertahun-Tahun Tumpukan sampah yang ada di Pasar Daerah Benculuk berbau busuk dan menyengat dan juga mengganggu kesehatan yang ada di Pasar Daerah Benculuk salam itu tidak ada pengerukan, tapi setelah kepala Desa yang baru dan Kerjasama dengan Polmas dan juga DKP Banyuwangi, Saat di lakukan Pengerukan, yang ada di Pasar Daerah Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi
Sampah yang dinilai sangat meresahkan masyarakat selama kurun Puluhan tahun ini, “Akhirnya Pokmas dan DKP saat ini sudah melakukan Pengerukan Sampah yang menumpuk itu, sudah dapat teratasi berkat kegigihan Pokmas (Kelompok Masyarakat) Taruna Mandiri yang dikukuhkan keanggotaanya oleh Kepala Desa Benculuk Isa Idris.

Heri Setyawan Ketua Pokmas Taruna Mandiri kepada Wartawan Awdionline.com mengatakan, keberadaan sampah yang di belakang Pasar Daerah itu, menurutnya sangat diresahkan oleh masyarakat, berbagai upaya telah dilakukan Pokmas guna mengatasinya, baik melalui koordinasi dengan pihak pasar Daerah setempat maupun melalui proposal ke Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

" Berbagai upaya telah kita lakukan guna mengatasi masalah ini, baik melalui koordiansi dengam pihak terkait, maupun melalui proposal yang kami ajukan kepada pemerintah daerah " uangkapnya.

Heri selaku ketua Pokmas juga menambahkan pengerukan sampah dilakukan oleh pokmas, berkat bantuan alat berat dan armada pengangkut sampah dari DKP ( Dinas Kebersihan Dan Pertamanan ) Kabupaten Banyuwangi, dan menurutnya itu bukan dari pihak pasar.

" Pengerukan sampah dilakukan oleh pokmas, bukan dari pihak pasar mas, bahkan pihak Pasar Daerah benculuk enggan memberikan Bantuan kepada pokmas, berkat bantuan alat berat dari DKP, pengerukan tumpukan sampah pasar ini bisa dilakukan " jelasnya.

Sukiman, selaku Kepala Pasar Daerah Benculuk, mengakui jika tidak memberikan bantuan kepada pokmas lantaran sampah tersebut menurutnya 80 %nya adalah kiriman sampah dari masyarakat.

" Memang pihak pasar tidak memberikan Bantuan terhadap pokmas, karena sampah itu kiriman sampah dari masyarakat juga mas, selain itu pihak Pasar Daerah Benculuk tidak ada anggaran untuk memberikan Bantuan kepada pokmas " cetusnya saat dikonfirmasi wartawan.

Saat ditanya terkait kontribusi sampah yang didapatkan dari pedagang di area Pasar Daerah Benculuk, Sukiman mengatakan, nilai kontribusi sampah sangat minim, sebulan berkisar Rp 170 ribu.

"Kontribusi dana sampah sangat minim mas, maka dari itu kami tidak bisa memberikan sumbangsih kepada pokmas " jelasnya.

Saat di Konfirmasi (20/11/2013) Kepala Desa Isa Idris Benculuk kepada Wartawan  Awdionline.com mengatakan, berkat dukungan dana swadaya dari masyarakat, sampah pasar yang seharusnya di atasi oleh pihak pasar itu bisa teratasi.


 Selain, bantuan alat berat dari DKP, pengerukan sampah itu juga didukung oleh Dana Swadaya dari masyarakat " jelasnya.
Patut diacungi dua jempol, kegigihan Pokmas Taruna Mandiri dalam merealisasikan harapan masyarakat yang ada di Desa Benculuk.

Karena Semua ini adanya upaya yang telah dilakukan bersama Pemerintah Desa setempat, keberadaan tumpukan sampah Pasar Daerah Benculuk bisa teratasi, meski pihak pasar enggan berkontribusi dengan permasalahan sampah yang selama ini sangat diresahkan masyarakat Desa Benculuk,” paparnya. (Din Awdi)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger