Latest Post

RAPAT PERSIAPAN KUNJUNGAN KERJA

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 03 November 2015 | 21.59

RAPAT PERSIAPAN KUNJUNGAN KERJA MENKOPOLHUKAM RI - MENDAGRI DAN MENTRI PU

NTT, Awdionline.com - Rapat Persiapan yang berlangsung di Kantor Bupati Belu, selasa 3/11/15 terkait persiapan Kunjungan Kerja Menkopolhukam RI yang dipimpin oleh Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhem Foni yang dihadiri oleh Sekda Belu, Karo Sarpras Polda NTT, Kapolres Belu, Staf BNPP, Staf Kementerian PU, Kepala BPP Belu, Kabag Umum Belu, Kabid Perumahan Dinas PU, dan Pasiops Kodim 1605/Belu. Terkait beberapa hal sebagai berikut:
Kasubbag Luar Negeri BNPP (Sultrawan Manqiri) mengatakan bahwa rencana kunjungan terdiri dari tujuh kementerian dengan tiga menteri yakni Menkopolhukam, Mendagri, dan Menteri PU. Selebihnya akan diwakilkan oleh Dirjen atau setingkat.
Tim Aju Kemenkopolhukam Totot Ponda menyampaikan rencana jadwal sebagai berikut:
Sesuai rencana tanggal 4 November 2015 rombongan akan bergerak dari Jakarta dengan menggunakan W737 ke Kupang (ETA 10.30 Wita). Dan rombongan dari Kupang akan berpisah menjadi dua rombongan yakni Rombongan I terdiri dari Menkopolhukam bersama Mendagri, Panglima TNI, Pangdam IX/UDY, Deputi IV Kemenkopolhukam, dan Gubernur NTT via Helly menuju Kabupaten TTU untuk meninjau persiapan Pilkada dan PLBN Wini. Sedangkan Rombongan II, pukul 12.45 Wita dengan CN295 terdiri dari Menhan, Menteri PU, Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, dan Kapolri menuju Atambua, Kabupaten Belu.
Dan Rombongan I dijadwalkan tiba di Wini pukul 14.30 Wita, sedangkan Rombongan II dari Atambua langsung menuju Wini. Rencana pukul 16.00 Wita, Rombongan I dan II bersama bergerak ke Atambua.
Tanggal 5 November 2015, 08.00 Wita rombongan menuju PLBN Motaain dalam rangka ground breaking, peninjauan lapangan dan tatap muka dengan masyarakat. Dari PLBN Motaain menuju Bandara AA Bere Tallo Atambua kemudian dilanjutkan menuju Kupang via CN295.
Sedangkan Kepala BPP Belu Yohanes A Prihatin mengatakan sebagai berikut:
Rencana Rombongan II tiba disambut dengan Hasehawaka, kemudian menuju Wini. Makan malam direncanakan dilaksanakan di Rujab Bupati. Untuk kegiatan pagi, sarapan di Rujab Bupati kemudian menuju PLBN Motaain dan disambut oleh masyarakat.
Terkait rencana tatap muka dengan masyarakat, nanti melalui camat dan kepala desa, bisa dikondisikan.
Kapolres Belu menyampaikan bahwa rombongan rencana akan menggunakan bus untuk efisiensi dan agar iring-iringan tidak terlalu panjang dan tidak sulit untuk mencari tempat parkir. Selain itu, Pejabat tinggi (Menteri) yang hadir akan menginap di Hotel Matahari dan pengamanan sementara disiapkan.
Terkait rencana tatap muka di PLBN Motaain, masyarakat sebaiknya dikondisikan terkait dengan masyarakat yang lahannya dibebaskan atau ada protes lain terkait dengan pembangunan PLBN Motaain.
Staf Kementerian PUPR RI (Andi) menyampaikan persiapan akomodasi sebagai berikut:
Pihaknya telah memesan kamar hotel dalam rangka kunjungan yakni Hotel Matahari 15 Kamar Deluxe, 4 Kamar VIP, dan Hotel King Star. (Merry)

Warga Tingkat Dua, Mengesahkan Warga Baru PSHT Cabang Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 01 November 2015 | 23.00

Warga Tingkat Dua, Mengesahkan Warga Baru PSHT Cabang Banyuwangi

Banyuwangi,  Pencak Silat Terbesar Di Indonesia, telah mengadakan Pengesahan warga baru PSHT Cabang Kabupaten Banyuwangi, yang ber ada di Pedepokan  Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Desa Cluring, kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, berjalan dengan lancar, tertip dan aman. Minggu (1/11).

Pengesahan Warga baru Cabang kabupaten Banyuwnagi, Selalu aktif melakukan pengesahan setiap setahun sekali di saat Bulan Muharam (suro).

Saat dikonfirmasi Pelaksana Pengesahan PSHT Cabang Banyuwangi tingkat Dua, mas Sudarko menyebutkan, untuk tahun ini. PSHT Cabang Banyuwnagi, mengesahkan 350 warga baru.“ungkapnya Mas Sudarko.
350 warga baru yang di sahkan tersebut berasal dari beberapa ranting dan rayon latihan di kabupaten Banyuwangi. Salah satunya calon warga PSHT yang di sahkan mulai tingkat pelajar dari SMAN. SMA PGRI, SMKN dan juga ada yang dari vakultas Uniba Banyuwnagi, dan juga ada dari Pondok pesantren dan kalangan  pemuda pemuda mapun orang dewasa dari masyarakat umum se kabupaten Banyuwangi.”tambah nya.

Selaku Ketua Cabang PSHT Kabupaten Banyuwangi, Kang Mas Sudarko meminta, saat disahkan jadi warga PSHT yang baru akan dapat mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.”Dimana menurut Kang mas Sudarko,  warga SH Terate adalah warga yang berbudi pekerti luhur.
Mas Sudarko juga mengingatkan kepada seluruh warga PSHT, agar dapat menjaga nama baik PSHT. Termasuk memegang teguh janji setia dan sumpah dari warga PSHT. “Kami berkomiten akan mengembangkan PSHT di kabupaten Banyuwnagi sampai kapanpun,” jelasnya. Ketua cabang PSHT Mas Sudarko.

Namun demikian, segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada di luar diri kita. Tapi ada di dalam diri kita sendiri. Sebab, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Hawa nafsunya sendiri.       
Menyadari itu, warga SH Terate dihimbau, tahun baru Hijriyah dijadikan evaluasi diri (mesu budi), perbanyak tirakat dan berlomba membersihkan hati.
Kemudian, dengan penuh kesadaran bersama-sama kembali pada nilai-nilai ajaran Setia Hati Terate.Persaudaraan yang diyakini dan dianut oleh SH Terate adalah persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan bertanggung jawab.
Maknanya, persaudaraan yang dianut SH Terate adalah sebuah jalinan persaudaran yang seutuhnya. Sebab SH Terate meyakini, bahwa semua manusia yang ada di muka bumi ini pada dasarnya sama.
Menyadari hakikat persaudaraan sedemikian itu, maka tugas dan kewajiban kita yang utama adalah menjaga persaudaraan yang telah kita yakini ini demi terwujudnya kedamaian dan kelestarian dunia (Mamayu hayuhning bawono). “papar  ketua Cabang PSHT Banyuwangi, Mas Sudarko. (din)

Falen - Cypri Bertekad Membangun Belu Lima Tahun Mendatang, Belu Harus Bisa Berubah

Falen - Cypri Bertekad Membangun Belu Lima Tahun Mendatang, Belu Harus Bisa Berubah

Atambua - Awdioneline.com Kampanye Falens - Cypri dengan tagline paket Nomor urut 1 bertekad akan mengembangkan program pertanian dan pakan ternak di kecamatan Raimanuk dan masyarakat belu mulai dari lamaknen hingga ke obor.
Kampanye hari terakhir di zona 3 Raimanuk,sabtu 31/10/15  dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat pedesaan  mulai 2016 mendatang dan akan menyediakan pakan ternak dan pupuk bagi petani, program unggulan yang di paparkan kepada masyarakat Raimanuk soal pengembangan pakan ternak dan penyediaan pupuk di wilayah raimanuk dan akan membesarkan Belu Bhakti untuk menampung pupuk yang akan di distribusikan kepada masyarakat belu selama lima tahun mendatang, jika petani mempunyai ternak sapi tapi tidak punya pakan ternak maka hasilnya masih sama saja, oleh karena itu harus ada pakan ternak terlebih dahulu,katanya
Lanjut Falen bahwa selama ini tidak ada pakan ternak namun lima tahun mendatang akan di adakan pakan ternak 1000 Ha lahan petani di 9 desa se-kecamatan Raimanuk yang akan berada di setiap desa, dan seluruh desa harus siap mengembangkan pakan ternak yang ada guna menunjang keberlangsungan hidup ternak,    "Saya sudah berkeliling di beberapa tempat, dan yang saya lihat masih kurang pakan ternak dan saya akan  mengembangkan pakan ternak sebagai contoh, perlu adanya kerja sama pemerintah dan masyarakat sehingga sama-sama bekerja untuk melihat keadaan masyarakat banyak dari dekat,  apa yang menjadi pengeluhan masyarakat saat ini, hal yang paling utama saat ini yang paling banyak di keluhkan oleh masyarakat soal air dan saya berjanji lima tahun mendatang akan di bangun 1000 titik air, dengan 10 kali 10 tempat penampungan air di tengah sawah seluas 1 Ha, karena di belu ada 7200 Ha sawah yang belum seluruhnya dialiri air, mulai dari lamaknen sampe obor akan di jadikan daerah irigasi ",cetusnya.                                    
Paket dengan tagline nomor urut satu ini lebih memihak kepada kesejahteraan rakyat dan akan mengubah mainset para petani dengan 2 kali menanam dalam setahun, tidak boleh sekali dan akan di adakan pengadaan 1000 pompa air yang siap mengairi sawah bagi sawah tadah hujan untuk masyarakat kabupaten belu, dan Belu Bhakti akan siap untuk mendistribusikan pupuk dengan kisaran sebanyak 1200 ton pupuk yang akan di beli oleh pemerintah yang akan di distribusikan kepada masyarakat petani di belu dan hingga saat ini masih 6200 Ha sawah membutuhkan pupuk , dan lima tahun mendatang akan di berikan 1000 handktraktor , dengan  1 kelompok 12 ha lahan sawah yang akan mendapatkan 2 buah handtraktor bagi kelompok masyarakat , sebab kekuatan harus datang dari pemerintahan desa dengan sebutan revitalisasi desa, mulai 2015 kedepan kita harus bekerja lebih dari itu,tuturnya. (Merry)

Pelaku dan Penadah Curanmor di RTH Maron Terungkap

Pelaku dan Penadah Curanmor di RTH Maron Terungkap

BANYUWANGI AWDI Online.com – Dua orang yang terkait dengan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap aparat Resmob Polres Banyuwangi. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng menjadi salah satu titik aksi sindikat ini.
Tersangka utamanya adalah Slamet Hariadi (22), warga Desa/Kecamatan Singojuruh. Lelaki ini dibekuk tim resmob karena menggasak sepeda motor Susuki Satria FU warna hitam rakitan tahun 2015 bernomer polisi P 2059 YZ milik Aldi Yuda Pratama (19), pelajar asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tegalsari.
Saat itu motor korban tengah diparkir di RTH Maron. Pelaku menjalankan aksi disaat korban lengah karena meninggalkan motor agak jauh dari lokasi nongkrongnya. Kasus ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (29/10/2015).
Keterangan Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Mohammad Wahyudin Latif, tersangka Slamet tidak hanya beraksi di RTH Maron. Parkiran Pasar Malam Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, juga disatroni.
“Di sana dia berhasil mengasak sepeda motor Honda Verza warna hitam. Naman korbannya masih kita cari karena pengakuan tersangka baru kita dengar,” katanya.
Ranmor hasil curian itu lantas dijual kepada seorang penadah asal Desa Sidoasri,  Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, bernama Eko Juariyanto (38). Pria kelahiran  27 Oktober 1977 ini juga dibekuk aparat karena sangkaan menjadi penadah motor curian.
“Keduanya sudah kita amankan. Barang bukti motor Susuki Satria milik pelajar asal Tegalsari berhasil kita temukan. Saat ini BB sudah di Mapolres Banyuwangi,” ulasnya.
Pengungkapan kasus curanmor di RTH Genteng dan Pasar Malam Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi ini menjadi kabar bahagia bagi warga. Setidaknya satu sindikat kasus curanmor telah terungkap sehingga mengurangi keresahan warga atas peristiwa pencurian kendaraan bermotor.  ( HUMAS POLRES / D@J )

Tim Gabungan BPOM-Ditreskoba Polda Jatim Sita Ribuan Kosmetik Bermercuri

Tim Gabungan BPOM-Ditreskoba Polda Jatim Sita Ribuan Kosmetik Bermercuri

BANYUWANGI AWDI Online.com - ‎Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim turun lagi ke Banyuwangi. Kali ini wilayah Muncar dan Rogojampi menjadi target operasi penertiban peredaran obat. Petugas gabungan menggerebek toko, rumah dan gudang penyimpanan kosmetik mengandung bahan berbahaya dan tak berijin edar, Kamis (29/10/2015).
Sasaran pertama adalah rumah dan gudang di Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. ‎Di rumah dan gudang itu ditemukan sejumlah 111 item kosmetik dan alat kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya dengan total 25.902 kemasan.
"Tersangkanya IS. Kita sudah amankan 111 item dengan 25 ribu kemasan produk ilegal mengandung bahan berbahaya berupa mercury. Totalnya sekitar 200 juta lebih," ujar Kepala Seksi Penyidikan BPOM Surabaya, Siti Amanah.
Selanjutnya, penggerebekan juga dilakukan ‎di Toko Mutiara di Pasar Rogojampi. Petugas mendapatkan 103 item produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.
"Macam-macam produknya‎, mulai dari cream malam dan siang, sabun, pensil alis, serta bedak. Ini totalnya hampir sama sekitar 200 jutaan, " tambahnya.
Kegiatan ini, kata Siti Amanah, merupakan kegiatan operasi terpadu pemberantasan obat dan makanan ilegal di wilayah Jawa Timur. ‎Kosmetik tersebut selain mengandung bahan berbahaya, juga tak memiliki ijin edar.
Sementara untuk tersangka, tambah Siti Amanah, akan diperiksa terlebih dahulu di BPOM dan Ditreskoba Polda Jatim. Pemeriksaan akan dilakukan di Surabaya minggu depan.
"Kita akan minta keterangan. Kita proses sesuai dengan ‎UU nomer 36 tahun 2009 pasal 197 tentang kesediaan farmasi. Untuk ancaman 15 tahun penjara dan denda 500 juta," pungkasnya.
Sementara itu, ‎Andik Tri Bakti (32), pemilik Toko Mutiara Rogojampi mengaku pasrah saat barang-barang miliknya disita oleh BPOM dan Ditreskoba Polda Jatim. Dirinya mengaku tak tahu jika kosmetik yang dijual merupakan barang ilegal. Terkait darimana mendapatkan barang itu, Andik mengaku dapat kiriman dari sales-sales yang datang ke tokonya.
"Saya tidak tahu kalau kosmetik ini ilegal. Kalau disita ya tidak apa-apa. Sebenarnya saya tidak menjual kosmetik. Tapi karena banyak pesanan saya cari dari sales. Kemudian mereka yang drop barang ke toko," ujarnya.  ( HUMAS POLRES / D@J )
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger