Latest Post

Calon Kades Urut Dua, Melaporkan Ke Komisi 1 DPRD Banyuwangi.

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 14 September 2013 | 13.00


Awdionline.com, Banyuwangi - Pemilihan Kepala Desa yang di lakukan secara masal mulai tanggal 4 dan 5 september 2013 yang secara demokratis dan trasparan yang ada di Kabupaten Banyuwangi,  menjadi Gejolak dan kurang puas, salah satunya Calon Kades No urut Dua Nurweni dan Tim suksesnya dan juga saksi-saksi yang ada di Desa Kumendung  Kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi.

Dengan hasil penghitungan yang di lakukan KPS dan juga Panitia Pilkades kedua Calon Kades dengan  Calon Nomer Urut satu Drs. Husaini mendapat paling banyak,   2.247 suara dan calon kades nomor urut Dua Nurweni mendapat 1.827 suara.

Dengan kurang puasnya calon kades Nurweni, akirnya membuat surat tembus dan dalam Perihal Peryataan sikap dan Tuntutan atas pilkades Desa Kumendung kecamatan Muncar tersebut, pada tanggal 4 september 2013, yang kami nilai dugaan tidak demokratis, dan sudah terjadi banyak sekali pelanggaran dan kejahatan ( baik di sengaja maupun tidak sengaja).

Demi penegaan Demokrasi pemerintah desa Kumendung yang bersatu, maka dengan ini kami selaku calon kepala Desa (Nurweni ,S.Pd.SH) dan tim Sukses serta masyarakat menyatakan.
Pilkades Desa Kumendung tanggal 4 September 2013 tidak Demokratis dan Cacat Hukum, Menolak Hasil Pilkades Desa Kumendung tanggal 4 September 2013, yang sampai dengan hari ini menurut pendapat ka,I  belum mendapat kepastian Hukum.

Dan kami juga menuntut  BPD menolak Hasil Pilkades tanggal 4 September 2013, karena di sinyalir banyak kejanggalan, panitia tidak membuat Tata Tertip yang di persetujui oleh kedua Calon dan Saksi-saksinya, BPD supaya membubarkan panitia pilkades tanggal 4 september 2013 dan minta LPJ panitia Pilkades,dan BPD Menunjuk atau membentuk panitia baru Pilkades Desa Kumendung, dan juga di lakukan pilkades ulang yang ada di desa Kumendung kecamatan Muncar tersebut.
Adapun pelanggaran dan kejahatan yang di masksutkan, antara lain, satu (1) sampai dengan sore hari  jam 20.00 Wib (sampai istirahat pulang), kami sebagai calon belum mendapat kepastian hokum, kalah dan menangnya, dari panitia Pilkades tanggal 4 September 2013.

Yang kedua (2), pada hari berikutnya berdasarkan penelitian data oleh Tim suskses kami, maka terdapat banyak pelanggaran dan kejahatan yang terjadi, antara lainya, Warga yang di luar Negri terbukti ikut mencoblos, Warga yang sudah menjadi penduduk desa lain masih mencoblos, dan ada beberapa warga yang semestinya mendapatkan panggilan kartu suara oleh RT (Rukun Tetangga) kartu suaranya tidak di berikan, banyaknya ,” Mone politi, ada bukti bukti satu orang coblos dua kartu dan panitia kurang profisonal dan kurang trasparan dalam menjalankan kegiatan pilkadaes desa Kumendung.

 “Namun ada salah satu Desa Kumendung Tim sukses dan saksi-saksi dan pendukungnya dan juga Calon kades yang tidak terima  salah satu calon kades dengan urutan nomer Dua Nurweni, S.Pd.SH. yang kalah, saat ini menuntut kepada panitia Pilkades maupun BPD Desa Kumendung Kecamatan Muncar.

Tim Sukses dan saksi-saksi Agus Supriyadi, Sumitro  dan juga Calon Kades nomer Urut Dua Nurweni,  telah  mengadu secara resmi kepada Bapak Bupati Banyuwangi, Kabag Hukum Banyuwangi, Kabag pemerintahan Banyuwangi, Asisten pemerintahan Banyuwangi, DPRD Banyuwangi, ketua Komisi 1 Anggota Dewan DPRD Banyuwangi, Kisbangpol Banyuwangi, Camat Muncar dan ketua panitia Pilkades dan BPD Desa Kumendung kecamatan Muncar, “Paparnya calon Kades Nurweni dan Tim Suksenya,

Saat di Konfirmasi Lewat Ponsel 12/9/2013, pikul 3.19 wib Anggota Komisi 1  DPRD Kabupaten Banyuwangi, Eko mengatakan bahwa surat dari Calon Kades Nomer Urut Dua Nurweni dan Tim suksesnya desa Kumendung kecamatan Muncar sudah masuk di Komsi 1 DPRD Banyuwangi, “uangkapnya Eko. (DIN AWDI BWI)

Kaur Kesra Desa kedungasri, Samsudin Mensomasi

               
                                                Foto. Surat pemberhentian kepala Desa Kedungasri

Awdionline.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kantor Kepala Desa Kedungasri,  dengan adanya Perilaku Seorang Kepala Desa (Kades) Sunaryo yang arogan, padahal baru menjabat tersebut, sudah menimbulkan polemik di dalam pemerintahan Desa dan juga kalangan masyarakat yang ada di Desa Kedungasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi.14/9/2013.
Menurut Kepala Desa Kedungasri Sunaryo, telah menetapkan keputusan Kepala desa Kedungasri Kecamatan Tegaldlimo tentang pemberhentian kaur Kesra Desa Kedungasri Samsudin.

Ada Beberapa alasan pemberhentian Kaur Kesra,  terkait dengan kinerja saudara M. Samsudin antara lain, Tidak Loyal Terhadap Pemimpin, Kurang disiplin, teguran pada bulan juni sudah dilakukan, peringatan 1 juli pada waktu laporan akir bulan sudah di lakukan, tiga hari tidak masuk tidak dan tidak ada pemberitahuan kepada kepala desa, ketika di butuhkan pun tidak ditempat sehingga pelayanan tertunda,” paparnya Kades Sunaryo.

Saat di Konfirmasi kaur Kesra Samsudin mengatakan bahwa Kebijakan kepala Desa tidak sesuai dengan Peroses pemberhentian yang prosedur, karena alasan-alasan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada, Sehingga kami keberatan atas kebijakan kepala desa yang terlalu arogan. Dan kami meminta keadilan dengan mensomasi kepada, Kepala Desa, Camat Tegaldlimo,  Bupati, Kabag Hukum  Banyuwangi, Anggota Komis 1 DPRD Banyuwangi.

Dan apa yang di katakan oleh Kepala Desa itu tidak benar, Cuma itu alasan saja mas, pasalnya alibi yang di buat oleh Kepala Desa untuk alasan-alasan tersebut, guna ingin mengangkat Kaur Kesra yang baru. ( DIN AWDI)

AP II INTIP CALO TKI DENGAN CCTV

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 12 September 2013 | 11.56

Awdionline.com, Tangerang -- General Manager Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Syaiful Bahri mengatakan pihaknya sedang menyelidiki oknum Calo TKI yang tertangkap kamera CCTV sedang keluar dari area lobby Terminal 2 Bandara bagian kedatangan tanpa menggunakan I'd pass dari otoritas bandara.

"Saya telah koordinasi dengan kawan-kawan di bagian CCTV melalui telepon dan mendapat keterangan bahwa oknum itu bernama Agus," ujar Syaiful kepada Wartakota di kantornya, Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/8) sore.
Ia mengatakan saat itu Agus memakai pakaian kemeja kotak-kota warna hitam dan celana levis yang senada dengan warna kemejanya.

Pria berkumis itu menerangkan saat ini sedang menyelidiki siapa itu Agus dan apa kepentingannya berada di area yang harusnya steril dari publik.
"Yang saya tanyakan ini siapa dan apa fungsi dan tugasnya apa disana," ujar Syaiful.
Ia pun tidak mau gegebah mengambil kesimpulan apakah Agus ini berasal dari individu atau dari lembaga tertentu.

Syaiful meminta waktu kepada masyarakat untuk pihaknya dapat mencari tau identitas lengkap Agus.
"Apakah oknum itu melibatkan instansi tertentu atau tidak. Kami harus hati-hati memberikan pernyataan. Beri kami waktu," pintanya.
Syaiful mengatakan bila Agus terbukti dari intansi TNI, pihaknya akan mengirim surat resmi kepada pimpinannya.

Ia mengaku pihaknya tidak bisa menghukum Agus bila dari TNI dan berkewajiban melaporkan oknum yang mempunyai aktifitas ilegal di bandara.
"Itu kami harus check dulu apakah dia sedang ada dinas resmi atau tidak di Terminal 2D. Tetapi ini masih belum dapat dipastikan," ucapnya.
Syaiful menjelaskan bila Agus terbukti dari sipil akan dilhat dulu apakah dia bergerak individu atau dari lembaga tertentu.

Jika dari lembaga, ia mengaku pihaknya tetep akan melaporkan Agus ke pimpinannya.
Syaiful mengatakan belum ada payung hukum yang bisa memberi hukuman pidana kepada para calo TKI tersebut.
"Kami tetap ke prosedur internal AP II, diproses agar ini menjadi data kami," ucapnya.
Syaiful menerangkan sesuai SOP (Standar Operation Perusahaan), calo TKI yang terbukti memeras TKI, hanya ditahan di kantor cabang pengamanan AP II selama 4 jam.
"Kami berharap dengan ditahan selama 4 jam, mereka  berubah pikiran untuk tidak bekerja secara ilegal," ucapnya.

Lalu ditanya soal keterlibatan oknum petugas keamanan bandara dalam praktek TKI, pihaknya juga mengaku masih menyelidikinya.
"Bisa saja, dia tidak melihat calo masuk ke dalam karena terlalu fokus menjaga keamanan di Terminal 2," ujar Syaiful.
Seperti yang diberitakan Wartakota Praktek percaloan TKI di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta melibatkan security bandara yaitu Avsec Security Angkasa Pura II (AP II) yang memakai seragam warna abu-abu.

Dari pantauan Wartakota, para calo tersebut dengan mudahnya masuk ke dalam lobi kedatangan penumpang yang seharusnya tidak sembarang orang bisa masuk.
Mereka tidak memakai I'd pass padahal orang-orang yang boleh masuk ke dalam adalah orang-orang yang mendapat I'd pass dari Otoritas Bandara Soekarno-Hatta.
Para security bandara pun seperti membiarkan mereka masuk ke dalam. Padahal bila bukan calo, petugas itu akan mencegat dan melarang mereka masuk.
DH/dadang hiryanto

Di duga bayi di telantarkan orang tuanya

AWDIONLINE.COM, Banyuwangi - Bayi perempuan  kisar usia 2 bulan yang  di duga  di telantarkan orang tua nya ditemukan  Ratna Dwi Sari 44 tahun warga  Desa Tulung Rejo
Kecamatan Glenmore.

Bayi  ini saat di temukan dengan posisi tergeletak digaransi mobil yang berada di depan  rumahya  dengan  beralaskan selendang yang di pergunakan untuk menggedong bayi tersebut.

Selain itu juga terdapat surat wasiat yang  menyebutkan  nama dan tanggal lahir serta tertera bahwa Bayi tesebut  yang segaja  di telantarkan  lataran terhimpit ekonomi.

Ironisnya Bayi bertubuh montok ini yang di telantarkan cuma karena alasan terhimpit ekonomi tersebut yang  bernama Setiya Bait Qurani  ternyata kondisi fisik normal  dengan berat 5 kg  tinggi 35 cm terlihat aktif dan tertawa riang ketika di timang Ratna Dwi Sari.

atas kejedian  tersebut justru di jadikan suatu anugrah bagi  keluarga Ratna Dwi Sari dan Imam Muslim yang merupakan anggota TNI karena  berkeluarga selama 20 tahun mendabakan ke hadiran anak perempuan.

Meski demikian namun berharap apapun bentuk dalih dari permsalahan keluarga janganlah  terlantarkan anak dan anak berhak mendaptkan perlindungan.

Aji/AWDI

BEC Digelar, Ekonomi Masyarakat Menggeliat

AWDIONLINE.COM, Banyuwangi - Kemeriahan pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2013, Sabtu (7/9), terasa hingga ke berbagai penjuru. Tumpah ruahnya masyarakat yang ingin menyaksikan ajang pembuka Banyuwangi Festival 2013 ini tak cuma  menimbulkan kemacetan luar biasa di beberapa titik dan ruas jalan.

Tapi juga membuat perekonomian masyarakat menggeliat. Bagaimana tidak, sepanjang tepian jalan dipenuhi pedagang kaki lima yang mencari peruntungan dari para penonton BEC yang begitu membludak.

Khoironi, salah satunya. Laki-laki berusia 40 tahun ini jauh-jauh mendorong rombong baksonya dari Kecamatan Kabat, untuk berjualan di Taman Sri Tanjung. “Saya senang pemkab Banyuwangi membebaskan kami jualan pada saat ada acara-acara besar seperti ini, meskipun pada hari-hari biasa kami dilarang berjualan di tempat ini,ujar Khoironi sumringah. Khoironi mengaku dagangannya laku keras dibanding hari biasa.

Biasanya dia hanya menghabiskan 1,5 Kg daging sapi, kali ini 5 Kg. Bahkan sebelum BEC dimulai, 50 mangkuk bakso telah terjual. “Dari modal 1 juta, saya bisa untung Rp.300 ribu dengan harga jual per mangkuknya Rp. 5 – 7 ribu,”bebernya.

Selain  Khoironi, pemandangan serupa juga tampak pada dagangan yang dijual pedagang lainnya. Penjual makanan, minuman dan tikar dari bahan daur ulang  tampak paling laku keras.
Event BEC tahun ini yang mengangkat tema The Legend of Kebo-keboan Blambangan begitu mengundang keingintahuan  masyarakat. Tak sedikit warga yang membawa serta keluarga atau teman-teman dekatnya untuk nonton bareng. Demikan pula dengan Annisa Putri Maharani.

Siswa SMAN 1 Banyuwangi ini beramai-ramai dengan kawannya menyaksikan BEC. “Pada BEC tahun ini, sekolah saya juga mengikutsertakan beberapa siswa. Jadi selain ingin melihat penampilan mereka, saya juga ingin tahu performance peserta yang lain,”tutur pelajar yang duduk di kelas X ini.
Puas dengan tampilan peserta BEC, Annisa berharap tema yang diangkat pada BEC mendatang lebih menantang. “Ini kreasi terbaik putra-putri Banyuwangi. Saya berharap temanya semakin menarik dari tahun ke tahun, pesertanya lebih banyak, dan postur tubuh pesertanya lebih tinggi,”harapnya.

BEC ternyata tak hanya mengundang ketertarikan bagi warga masyarakat Banyuwangi saja. Terbukti, sejumlah tokoh penting dari luar Banyuwangi juga hadir. Antara lain Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, Aburizal Bakrie, Konjen Amerika Joaquin Monserrat beserta istri, Konjen Timor Leste, dan CEO Bosowa Group Erwin Aksa. Hadir pula Bupati Agam, Bupati Kutai Timur, Bupati Badung, Walikota Probolinggo, Wakil Bupati Tangerang Selatan, Wakil Bupati Situbondo, Wakil Bupati Karawang, Sekda Pacitan serta artis kelahiran Banyuwangi yang kini tinggal di Jakarta, Emilia Contessa dan putrinya Denada Tambunan. (Din AWDI))
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger