Latest Post

SEKOLAH LAPANG KONSERVASI TINDAK LANJUT

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 15.43

Banyuwangi, AWDI ONLINE - Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, mengadakan Konservasi tanah adalah setiap usaha penggunaan tanah yang disesuaikan dengan kemampuan tanahnya dan disertai dengan usaha-usaha pencegahan kerusakan tanah, sehingga tanah dapat dipergunakan secara lestari (terus menerus) dengan tingkat produktivitas yang baik,10/10/2013. 

Salah satu penyebab kerusakan tanah yaitu adanya erosi yang disebabkan oleh air hujan. Erosi biasanya terjadi pada lahan-lahan miring, yang dipakai sebagai usaha pertanianTanah yang mengalami erosi menyebabkan hal-hal sbb,Penurunan produktivitas lahan,Kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman,Penurunan kualitas tanaman yang dihasilkan,Penurunan laju masuknya air ke dalam tanah (infiltrasi),Penurunan kemampuan tanah menahan air.

Dengan demikian konservasi tanah dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan erosi yaitu dengan mengendalikan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah, sehingga tidak berakibat menimbulkan kerusakan tanah. Pada hari Rabu, 9 Oktober 2013 telah diadakan tindak lanjut SL Konservasi kegiatatan APBD Provinsi Jawa Timur Pada Kelompok Tani Sari Tani Makmur Kelurahan Kalipuro Kec. Kalipuro. pada acara tersebut Kepala Seksi Perlindungan dan Bina Usaha Perkebunan menjelaskan beberapa cara Konservasi tanah antara lain:
Cara Vegetatif yaitu tindakan konservasi tanah yang dilakukan dengan cara penanaman tanaman / vegetasi. Contoh : Penanaman tanaman perkebunan, penanaman tanaman penutup tanah. Adapun fungsi vegetasi, sbb, Tajuknya mampu melindungi permukaan tanah dari daya perusak butir-butir hujan yang jatuh,Tegakkan batangnya dapat menghambat aliran air di permukaan tanah, sehingga permukaan tanah terlindung dari pengikisan air hujan,Perakarannya akan membantu memperbesar penyerapan dan penahanan air oleh tanah, sehingga air lebih banyak disimpan dalam tanah.

Cara mekanik yaitu tindakan konservasi tanah yang dilakukan dengan cara perlakuan fisik mekanis yang diterapkan pada tanah,  untuk meningkatkan kemampuan penggunaan tanah, serta mengurangi aliran permukaan yang berpotensi menimbulkan  erosi. Contoh : Pembuatan teras. Perlakuan fisik mekanis terhadap tanah, berfungsi sbb ,Memperlambat laju aliran permukaan,Menampung dan menyalurkan aliran permukaan, sehingga kekuatannya tidak merusak.Memperbaiki dan memperbesar penyerapam air ke dalam tanah dan memperbaiki aerasi tanah.Menyediakan air bagi tanaman. (din AWDI)

PSHT Banyuwangi Kirim Delapan Pesilat

Banyuwangi, AWDI ONLINE  - Pengurus Ikatan Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kabupaten Banyuwangi periode 2013-2017 memang belum dilantik, Namungairah pesilat beberapa perguruan di bawah naungan IPSI sudah bergeliat salah satunya pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banyuwangi segera mengirimkan sejumlah pesilat dalam ajang PSHT Cup 201, antar cabang se Jawa Timur di kampus Universitas  Negri Jember, Ajang  tersebut akan digelar 22 Oktober 2013 mendatang.

Dalam ajang tersebut, PSHT mengirim sejunmlah pesilat terbaik, Hingga saat ini, para pesilat it uterus melakukan latihan rutin agar bisa menorehkan prestasi, kita kirim delapan pseliat,”ujar Siswanto.


Pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Banyuwangi Delapan pesilat itu akan bertanding sesuai kelas  masing-masing dari Kelas A hingga G yang akan dipertandingkan pesilat PSHT hanya minus di Kelas G,” kita turun di kelas A sampai F,”terangnya.


Dikatakan sebanyak enam pesilat laki-laki dipastikan tampil dalam kejuaraan yang digagas komisariat PSHT Unij Jember itu, Dua Pesilat lain perempuan,”Semua pesilat terus melakukan training center (TC,”paparnya.


Terkait target Siswanto mengaku mempunyai ambisi besar di ajang tersebut, Tentu Semua pesilat yang diturunkan diharapkan meraih mendali,”Kita target masuk tiga besar,”pungasnya. (DIN AWDI)

Puluhan Kambing di Banyuwangi Mati Digigit Anjing

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 11 Oktober 2013 | 16.59

Paini warga Dusun Tamansari Kecamatan Licin menunjukkan luka di kambing peliharaannya yang diduga digigit anjing liar

Awdionline.com, Banyuwangi -  Masyarakat resah dengan adanya Anjing Liar dan akhirnya Puluhan kambing milik warga mati secara misterius. Diduga kambing yang mati diserang oleh anjing liar yang masuk ke pemukiman warga.

Menurut Kepala Polsek Licin AKP Wan Sutanto, Jumat (4/10/2013), kasus serangan anjing liar terhadap ternak kambing dan domba sudah berlangsung sejak Juli 2013.

"Ini fenomena tahunan yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi khususnya di musim kemarin. Rata-rata ternak yang menjadi sasaran adalah ternak muda. Untuk melumpuhkan kambing, anjing liar selalu menggigit bagian yang sangat vital seperti leher, karena di situ ada saluran pernafasan. Bekas gigitan meninggalkan lubang akibat gigi taring," ujarnya.

Hingga Jumat (4/10/2013) di Kecamatan Licin sudah ada sekitar 40-an kambing yang ditemukan mati. "Delapan ekor ditemukan masih hidup. Untuk wilayah kecamatan Licin memang terbanyak, terutama di Dusun Sumber Watu dan Sumber Dedep yang letaknya berada di lereng Gunung Ijen. Kebetulan juga di sana warga juga banyak berternak kambing dan domba," ungkapnya.

Bukan hanya Kecamatan Licin yang mengalami penyerangan anjing liar, tapi menyebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Cluring jumlah kambing yang diserang sebanyak 17 ekor, Kecamatan Banyuwangi, Kelurahan Sobo sebanyak tujuh ekor dan Kecamatan Giri, Kelurahan Penataban sebanyak delapan ekor.

Jumlah dan tempat serangan diperkirakan akan terus bertambah karena tidak semua kasus dilaporkan. "Kami sudah melakukan pemburuan anjing liar di wilayah kecamatan Licin tapi baru berhasil menangkap empat ekor anjing liar," papar Sutanto.

Saat di Konfirmasi Kepala Desa Kecamatan Glagah, mengatakan membenarkan adanya ajning liar yang telah memangsa hewan-hewan milik masyarakat Kecamatan Licin dan Desa lainya.  dan saat ini masyarakat yang ada di kecamatan  Glaga,  berjaga-jaga di setiap Pos kampling yang ada di Desa-Desa, karena antisipasi adanya anjing liar yang menyerang hewan tersebut ,uangkapnya, (Din awdi)

                     

Jalan Poros Desa Pesanggaran Lampon Rusak Parah

Awdionline.com, Banyuwangi -  Masyarakat Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran Sangat Mengeluh dan marah, karena yang selama ini jalan yang rusak parah Jalur Pesanggaran Lampon tersebut, sudah puluhan tahun belum ada Perhatian dari  Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi,
Sebabnya  Kondisi jalan beraspal menuju tempat wisata Pantai Lampon di Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, sangat memprihatinkan.

Betapa tidak, sepanjang jalur tersebut tidak kelihatanya aspalnya, yang kelihatan Cuma batu yang runcing-runcing dan bergelombang sepanjang jalan tersebut.

Saat di Konfirmasi Kepala Desa Pesanggaran Suliono mengatakan bahwa jalan yang ada di jalur pesanggaran Pantai Lampon belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Pasalnya masyarakat sangat mengeluh saat melintas yang ada di Jalan Poros Desa yang rusak Parah itu, yang berada jalur Pesanggaran - pantai  Lampon ini, dan juga masyarakat sering mengeluh kepada Pemerintahan Desa Pesanggaran.

Dan saat ini, sudah banyak yang mengelupas dan berlubang. Kondisi ini tentu sangat membahayakan para pengemudi kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Apalagi pada hari Minggu, jalan ini banyak dilalui wisatawan menuju Pantai Lampon. Bagaimana ini?

Kades Suliono menambahkan agar Jalan yang ada di Pesanggaran jalur Pantai Lampon segeranya dapat perhatian dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi,”paparnya Kades Suliono.
Ketika di konfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banyuwangi, Ir. Mujiono mengatakan bahwa jalan Poros Desa Pesanggaran Sampai pantai Lampon yang ada di Desa Pesanggaran tersebut, akan di perbaiaki pada tahun 2014, “ungkapnya. (Din AWDI)

Gudang kayu digerebek puluhan Petugas Perhutani

Awdionline.com, BAYUWANGI -  Gudang kayu milik Sukiman (38) Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, kamis (10/10) kemarin sekira pukul 09.00 wib, digerebek puluhan Petugas Perhutani.

 Kayu jati yang diamankan Petugas Perhutani kemarin dengan ukuran A1, - 12 batang, 0.495,M3,sedangkan kayu yang sudah di proses oleh pemiliknya itu C1,89, batang, 0.9697,M3 jumlah kayu jati yang di amankan Petugas Perhutani 201, batang, 1.46468,N3.
Kayu jati hasil curian tersebut langsung diamankan di tempat penitipan kayu (TPK) yang ada di Gaul, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, ungkapnya salah satu Petugas Perhutani saat melakukan penggerebekan di gudang kayu milik Sukiman.

Sedangkan barang bukti (BB) yang lain berupa serkel jalan, di amankan di Mako Polisi Hutan Mobaile (Polhutmod) Benduluk, Kecamatan Cluring, cetusnya Komandan Regu Polhutmod (Danru) Jaka Kasmari kemarin.

“Menurut Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karangharjo, Prawito Hadi, bahwa kayu jati yang di proses oleh pelaku ellegal loging tersebut ternyata masih tergolong baru, karena kayu jati tersebut masih basah dan layu, Keterangan KRPH Karangharjo, itu di pertegas KRPH Pecinan, Sugimin. KRPH bahwa pelaku ellegal loging itu harus di buru ungkangnya.

Bagian Kepala Pemangkuan Hutan (BKPH) Genteng Sukirno, ketika ditemui di ruang kerjanya kamis (10/10) sekira pukul 11.00 wib membenarkan adanya puluhan petugas Perhutani melakukan penggerebekan sebuah gudang kayu milik Sukiman yang ada di Dusun Sumbermanggis, Desa Barurejo.

Dengan banyaknya kayu jati di gudang kayu milik Sukiman, maka pihak BKPH Genteng Sukirno langsung mengintruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan pengecekan di hutan untuk antisipasi pencurian kayu jati biar tidak meluas bebernya dengan tegas.
Siswanto/Kuntributor/awdionline.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger