Latest Post

Ruang Kelas Rusak Untuk Ujian Semester Ganjil SD Negeri Sambimulyo-Bangorejo

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 11 Desember 2013 | 17.20

                                        Foto:anak-anak saat ujian Semester ganjil SDN 4

Banyuwangi Awdionline.Com- Ruang Sekolahan menguatirkan Itu, Mulai pada hari senen tanggal 9-12 Desember tahun 2013 Siswa dan Siswi SD Negeri 4 Sambimulyo kelas 2 sampai kelas 6 saat mengikuti Ujian Semester ganjil menempati Ruang sekolahan yang tidak layak makek, pasalnya Ruang sekolahan itu keadaanya sudah rusak berat yang ada di Desa Sambimulyo kecamatan bangorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Indonesia.

Semua itu, Dengan adanya Mendapat bantuan Anggaran Dana, ( Dana Alokasi Kusus (DAK) tahun 2013.sekisar Rp.150.000.00.“Anggaran Dana tersebut di gunakan  untuk rehabilitasi Ruang kelas dan Ruang kelas Belajar yang rusak berat maupun ringan yang ada di SD Negeri Sambimulyo kecamatan Bangorejo kabupaten Banyuwangi.

Saat di Konfirmasi Kepala Sekolah SD Negeri 4 Sambimulyo Purwito S.Pd mengatakan Turunya Anggaran (DAK) Bersaman Ujian Semester Ujian Ganjil, “Jumlah 68 siswa dan siswi mulai kelas 2 dan kelas 6, memang saat ini Selama empat hari, siswa dan Siswi tingkat  SD Negeri, Mulai Kelas 2 sampai Kelas 6 Sedang mengikuti Ujian Semester  Ganjil, Materi ada 8 Mata pelajaran.

“Sebab Ruang Kelas dan Ruang Belajar SD Negeri 4 Sambimulyo sedang direhabilitsi, menggunakan Anggaran Dana Alokasi Kusus (DAK) Tahun 2013, ”Gimana lagi mas, “Memang keadaanya sekolahan yang di gunakan untuk ujian Itu, memang rusak berat. Mulai atap pelapon dan genteng dan juga usuk dan gelandar semua rusak, yang penting anak-anak saat ujian Semester Ganjil bisa mengerjakan dengan seksama dengan baik,”Paparnya Purwito.

Saat di beri Impormasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Drs. Sulihtiyono menuturkan bahwa Sekolahan SD Negeri 4 Sambimulyo Kecamatan Bangorejo pada tahun 2014, akan segera direalisasikan,”Ungkapnya. (Mbah Din)



Diduga Menjual Aspal 8 Drum “ Siap Di Laporkan ke Pihak yang berwajib Desa Sumbermulyo

                                           Foto: kantor desa Sumbermulyo-Pesanggaran

Banyuwangi – Awdionline .Com - Puluhan dari Perwakilan masyarakat  Saat Klarifikasi di Balai  Desa (6/12) itu, menuntut agar Pemerintahan Desa Sumbermulyo harus bertangung Jawab tentang Sisa Aspal yang di jual beliakan oleh salah satu Werga yang bernama Harsono itu, sebab Aspal  8 Drum Untuk Program Pembangunan P2JD Plus pada tahun 2008, “Namun Sisa Aspal 8 Drum di jual Belikan laku 10 Juta rupiah. Yang ada di Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.

Saat Di Klarifikasi yang ada di Balai Desa Sumbermulyo Puluhan Masyarakat Membahas tentang Penjualan Sisa Aspal 8 Drum  yang telah di jual pada tahun 2013, ‘Yang Menjual adalah  oknum Harsono, Salah satu  Pengurus Pokmas, padahal  Penyimpanan Aspal 8 Drum yang sudah hampir 5 tahun , tahu-tahu Sisa aspal 8 Drum  di jual belikan oleh Harsono, Alasannya dananya  untuk bangun Desa. yang ada di Desa Sumbermulyo.

Menurut Msayarakat yang telah mewakili itu, Rudi dan mujiianto  mengatakan bahwa apapun bentuknya penjualan Aspal 8 Drum  yang di lakukan oleh Oknum Warga Harsono itu Salah besar, seharusnya kegunaannya Aspal harus di habiskan untuk pembangunan jalan itu. yang sudah di rencanakan oleh Pemerintahan Desa atau oleh Pemerintah, kalau nanti ada sisa aspal bisa di gunakan untuk perawatan jalan, Tapi Aspal jangan di jual belikan,  yang ada di Desa Sumbermulyo itu.” Tandasnya.

“Namun hasil rapat kemarin yang ada di Balai Desa Sumbermulyo, oknum Warga Harsono telah mengaku kepada masyarakat, kalau saya telah menjual Aspal 8  Drum,  semua itu  kepala Desa tidak ikut ikutan tentang penjualan Aspal, “Tapi saat itu saya pernah ijin kepada Kepala Desa Subali Desa Sumbermulyo,   Memang pada tahun 2008 mendapat bantuan Proyek P2JD Ples dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2008, Aspal itu  di gunakan untuk Pembangunan jalan poros Desa.

Dengan geramnya Akirnya masyarakat membuat Surat perjanjian kepada Oknum Harsono tersebut, langsung Harsono dan masyarakat membuat surat perjanjian bahwa Aspal yang di Jual oleh Oknum Harsono siap di kembalikan berbentuk Aspal sebanyak 8 Drum, ”Dengan adanya surat perjanjian secara tertulis pada saat rapat di Balai Desa Sumbermulyo,  Oknum Harsono Siap mengembalikan Aspal 8 Drum,  dengan jangka waktu selama Satu Bulan.”kalau nanti jangka waktu tidak tepat akan di Laporkan ke Pihak yang berwajib.diproses secara Hukum,”Rudi/Mujiono.

Ketika di Konfirmasi (11/12/2013) Kepala Desa Sumbermulyo Subali,  mengatakan bahwa benar apa yang di katakan masyarakat itu mas, pada hari jumat itu ada klarifikasi masyarakat dan Kepala Desa dan juga yang terlibat Jual Aspal yaitu Harsono, Subali menambahkan memang saya pernah di mintai ijin, “Namun tidak menyuruh menjual Sisa Aspal yang 8 Drum itu oleh Harsono,  “Katanya Harsono sudah musyawarah dengan Tokoh masyarakat dan nanti uangnya untuk perbaikan Balai Desa Sumbermulyo.

Kades Sumbermulyo Subali, menambahkan terkait penjualan Aspal yang 8 Drum itu Belum ada satu bulan,  Harsono Menjual Bulan ini  pada ahun 2013.

“Tapi  saya tidak tahu menahu mas, dan juga saya sepserpun tidak pernah di beri uang sama Harsono, Sak upama saya di laporkan oleh masyarakat siap mas, karena saya tidak merasa bersalah tentang penjualan Aspal yang 8 Drum itu,

“Saat Klarifikasi dengan masyarakat Harsono siap mengembalikan aspal yang 8 Drum,  dengan jangka Waktu satu bulan, itu pun sudah membuat surat perjanjian dengan masyarakat, Kalau nanti masyarakat akan melaporkan kepihak yang berwajib saya siap di panggil untuk saksi Harsono, karena berulang-ualng saya tidak merasa bersalah tentang penjualan Sisa Aspal yang  8 Drum itu,”Katanya Kades Subali. ( Mbah din)

Mahasiswa Nekan! Kejaksaan Banyuwangi Usut Laporan Dugaan Korupsi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 10 Desember 2013 | 14.16

Foto: Mahasiswa GMNI dan PMII saat menggelar aksi di gedung DPRD Banyuwangi dalam peringatan 
Hari Anti Korupsi se Dunia yang diperingati setiap 9 Desember, Senin (9/12/2013).

Banyuwangi Awdionline  - Ratusan Mahasiswa dan Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) Menekan agar Kasus Dugaan kurupsi yang sudah di laporkan d Kejaksaan Negeri Banyuwangi, secepatnya di ungkap agar masyarakat Banyuwangi, biar ahu siapa saja yang telah menghabisan uang rakyat itu atau uang Negara.

Dengan Kasus ini, Kejaksaan Negeri Banyuwangi tengah menyelidiki laporan dugaan korupsi biaya nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Glenmore.
Hasil pemeriksaan awal tiga orang saksi menyebutkan ada biaya siluman antara Rp300.000 hingga Rp5 juta untuk mendapatkan surat nikah dari KUA.

"Ada tiga orang yang sudah kami periksa, semuanya korban yang mengaku ditarik Rp300.000 padahal biaya resmi nikah hanya Rp30.000," terang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Banyuwangi Paulus Agung, Senin (9/12/2013).
Agung menambahkan, laporan kasus ini diterima oleh kejaksaan sekitar bulan September 2013. Dari pemeriksaan awal, ada dugaan praktik uang siluman ini sudah berlangsung selama dua tahun, dengan jumlah kasus sekitar 300 lebih.

"Untuk mempelai lokal atau warga negara Indonesia ditarik Rp300.000 sedangkan untuk warga negara asing ditarik sampai Rp5juta. Ada dua orang WNA yang menjadi korban.
Kejaksaan belum memastikan kapan akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap pegawai KUA Glenmore karena masih akan mempelajari hasil pemeriksaan tiga korban.
Selain menyelidiki dugaan korupsi KUA Glenmore, Kejaksaan juga tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan tanah dan pembangunan RSUD Genteng dan  Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Untuk kasus korupsi Poliwangi saat ini sudah delapan orang yang sudah menjalani pemeriksaan.
"Kami masih inventarisir hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, karena ini merupakan kasus lama. Dan kemungkinan akan ada lagi yang diperiksa," lanjut Agung.
Demo Hari Antikorupsi, Sementara itu, peringatan hari Anti Korupsi tanggal 9 Desember 2913 di Banyuwangi diwarnai dua aksi demonstrasi.

Demonstrasi dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi dan oleh aliansi forum Cipayung yang terdiri dari mahasiswa GMNI dan PMII.

Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi mengelar demonstrasi di DPRD, Kantor Pemkab Banyuwangi, pengadilan, kejaksaan dan lembaga pemasyarakatan. Selain mengelar orasi, mereka juga menyampaikan petisi ajakan tidak melakukan korupsi yang ditandatangi 15 LSM di Banyuwangi.
Sedangkan kelompok mahasiswa mengelar aksi di halaman dalam gedung DPRD dan di depan pintu gerbang Pemkab Banyuwangi. Mereka membagi-bagikan uang mainan sebagai wujud uang rakyat yang dihambur-hamburkan oleh pejabat korup.

Sofari, korlap aksi Forum Cipayung mengatakan penuntasan kasus korupsi di Banyuwangi harus dilakukan tanpa pandang bulu seperti kasus Poliwangi. "Selain itu, kami menuntut dan menekankan pentingnya penggunaan keuangan APBD yang bersih, jangan sampai ada penyelewangan," ucapnya (Din /Agus Awdi)

Hari Jadi Banyuwangi Ke 242 Di Adakan Banyuwangi Expo dan Festival Kuliner

Banyuwangi, Awdionline.Com - Selama Banyuwangi di Pimpin oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, Banyuwangi lebih Maju dan di Percaya masyarakat Luas, Karena Penataan  Banyuwangi sudah di lakukan agar Kedepan di Percaya oleh Masyarakat Banyuwangi, Memang semua ini Membuat Gebrakan Baru, Agar Banyuwangi Kedepan di Percaya GO Internasional. Selama ini Pemerintah Daerah kabupaten Banyuwangi Tidak ada henti-hentinya Membuka Kegiatan-Kegiatan  Selama tahun 2013 itu, Puluhan Pertunjukan yang di Pemerkan ke Masyarakat Kabupaten Banyuwangi maupun ke wisatawan dari Mancanegara.

Saat ini di lakukan Pembukaan Pertama Banyuwangi Expo dan Fistival Kuliner dan Pembangunan di selanggarakan pada tanggal 9 - 16 Desember 2013, Di hadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Pembukaan pertama Banyuwangi Expo dan Festifal Kuliner di hadiri oleh  Buapti Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf, Kejari dan Pengadilan Negeri  Banyuwnagi, dan juga Mulai Kepala Intansi terkait dan juga Ribuan masyarakat,   telah menghadiri  Pameran Expo di Depan Gedung Seni dan  Budaya (Gesibu) Banyuwnagi Jawa Timur.

Buapti Banyuwnagi H. Abdullah Azwar Anas menyampekan saat Acara Banyuwangi Expo dan Festival Kuliner, Diharapkan dengan adanya Pameran tersebut,  akan meningkatkan produk-produk unggulan Daerah seperti Kerajinan, Aksesoris, Perhiasan,Busana dan lain-lain, serta menjadi informasi obyek wisata dan peluang investasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam ranggak mempromosikan tempat wisata, produk unggulan daerah kepada bayer dan investor, meningkatkan peluang investasi serta mempertemukan kalangan dunia usaha Pariwisata dan Perdagangan di Daerah sebagai mitra dari dalam maupun luar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi akan memamerkan Semua produk produknya yang dikemas dalam pameran pembangunan dan festival,”uangkapnya Azwar Anas.( Mbah Din)

Hari Antikorupsi, Dua Unjuk Rasa Digelar di Banyuwangi

Banyuwangi Awdionline.Com- Ratusan Beberapa dari  Lembaga mengadakan Dua aksi memperingati Hari Antikorupsi Internasional digelar di Kabupaten Banyuwangi bersamaan dengan sidang paripurna Pengajuan Nota Pengantar RAPBD 2014 di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (9/12/2013).

Aksi yang pertama digelar gabungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Banyuwangi. Imam Soejono, koordinator aksi kepada  awdionline.com , Senin (9/12/2013), menjelaskan, mereka membuat petisi 2013 yang berisi rekomendasi dan mendorong pemberantasan korupsi, khususnya di Banyuwangi.

“Kami mendesak dan mengajak Bupti Banyuwangi, birokrasi pemerintahan, dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak menciptakan peluang dan melakukan tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme di Lingkungan pemerintahan serta berkewajiban memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sesuai dengan sumpah jabatan yang diucapkan,” jelasnya.

Setelah berorasi di depan kantor Pemda Banyuwangi, mereka menyampaikan petisi 2013 kepada Bupati Banyuwangi, Ketua DPRD Banyuwangi, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, dan Kepala Lembaga Permasyarakatan Banyuwangi.
Sementara itu, aksi kedua digelar dengan waktu yang hampir bersamaan oleh Forum Cipayung, koalisi mahasiswa dari pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, dan pengurus cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi. Belasan mahasiswa tersebut melakukan long march dari depan kampus Untag menuju gedung DPRD Banyuwangi.

Dengan membawa print yang berisi kecaman kepada koruptor, mereka juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Di halaman gedung DPRD Banyuwangi, mereka menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan pejabat korupsi yang menyebar-nyebarkan uang dan tidak peduli dengan rakyat yang kesusahan.

“Aksi ini merupakan wujud keprihatinan kalangan mahasiswa terhadap tindak korupsi di negara Indonesia yang dinilai cukup marak dari pemerintah pusat hingga daerah,” ujar Sofari, koordinator lapangan di sela-sela aksi tersebut, Senin (9/12/2013).

Selain itu, tambahnya, penyebab korupsi di antaranya faktor ekonomi, yakni rendahnya penghasilan yang didapat, tidak sebanding dengan gaya hidup yang konsumtif. “Juga budaya tip atau gratifikasi yang dinilai melanggar aturan,” jelasnya.

Sebelum meninggalkan gedung DPRD Banyuwangi, mahasiswa sempat memberikan uang mainan kepada anggota dewan Banyuwangi sebagai simbol matinya hati nurani pejabat yang korupsi uang rakyat. Selain kedua aksi tersebut, Kejaksaan Negeri Banyuwangi juga melakukan aksi sosial dengan membagi-bagikan bunga, pamflet, serta stiker tentang Hari Antikorupsi kepada pengguna jalan rasa di seputar Taman Blambangan Banyuwangi.”tegasnya.

Menurut Paulus Agung, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banyuwangi di tahun 2013, ada tiga tersangka dari kasus pembangunan gedung RSUD Genteng yang saat ini disidangkan di pengadilan Tipikor Surabaya. “Satu lagi pungli, biaya nikah yang masih kami selidiki, yang ke tiga  Kasus Dugaan Kotupsi Politknik Poliwangi Banyuwangi saat ono masih penyidikan, namun sudah ada 8 orang yang di panggil sebagi Saksi,” jelasnya. (Din /Agus)




 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger