Latest Post

PEMBATASAN SOLAR BERSUBSIDI PICU PENIMBUNAN SOLAR ILEGAL

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 19 Agustus 2014 | 08.22

PEMBATASAN SOLAR BERSUBSIDI PICU PENIMBUNAN SOLAR ILEGAL

Kantor berita awdi/awdi online - Pemerintah pusat dalam hal ini terkait pembatasan waktu layanan bahan bakat minyak jenis solar ( BBM ) bersupsidi hanya 10 jam saja, yakni pukul 08:00 hingga pukul 18.00 bakal memicu penyelewengan BBM bersubsidi serta inflansi. Penbatasan ini sudah mulai berlaku sejak 4 agustus di seluruh jawa, sumatra ternasuk bintankepri kalimantan dan bali seperti di kemukakan pengamat ekonomi, rafki rasyid, pembatasan solar bersubsidi ini malah membuat subur mafia BBM ibersubsidi dan memicu inflansi.

"Penyelewengan solar bersubsiidi ini terjadi karena adanya perbedaan harga solar subsidi dan non subsidi. Jadi, pihak tertentu tergiur mendapat untung besar melakukan penyelewengan solar bersubsidi, "kata rafky rasyid kepada global pos pos dan media awdi kemarin. Di tambahkannya, kebijakan pembatasan solar bersubsidi ini tidak akan efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar. Di karenakan masyarakat dan konsumen akan mengantri dari pagi hingga sore di SPBU untuk mendapatkan solar bersubsidi. Selain itu pihak tertentu terutama pemain solar ilegal akan mengakalinya dengan memanfaatkan celah dari kebijakan tersebut bahkan, dilanjut rafki, dampak pembatasan penyaluran ini bisa memicu kenaikan harga-harga produk di karenakan truk pengangkut produk sebagian besar beroprasi hingga malam hari akan memakai solar bersubsidi. Untuk itu berdampak langsung dengan kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.

"Kebijakan pembatasan solar bersubsidi tersebut perlu di kaji kembalu lantaran hanya akan membuat aktifitas ekonomi terganggu dan masyarakatlaah menjadi korban kebijakan tersebut", ungkap rafky.
> Sementara itu ketua asosiasi pengusaha indonesia (afindo), cahya menambahkan, afindo sendiri sangat setuju subsidi di kurangi untuk menekan beban pemerintahan, namun kebijakan bukan dengan pembatasan waktu layanan solar bersubsidi saja, " subsidi bbm slama ini banyak di nikmati kalangan yang tidak seharusnya menerima.. namun kebujakan mengurangi subsidi harus lebih efektif dan tidak memberatkan masyarakat tidak mampu", ujar cahya

Ditambahkan selain itu BPH migas dan Pertamiina pusat terkesan tidak efektif melakukan pengawasan terhadap penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar kepada pemain ilegal di spbu-spbu yang sudah berkerja sama oleh pemain silar ilegal yang sudah Peruvian rakyat dan negara karena itu, pertamina dan Bph migas terutama pemerintah dan pertamina pusat harus berkerja sama kepada aoaratur negara harus efejtuf dengan menegakan hukum melakukan pengawasan guna nwnindak tegas pelaku penyelewengan BBM bersunsidi jenis solar dan pengusa ilegal yang menimbun solar bersubsidi harus di tindak tegas sesuai UU dan oasal yg berlaku.

Di tempat terpisah Anggota komusu II bidang perekonomian DPRD provinsi kepri dihubungi melaluu telpon dan rudi chua juga angkat bicara. Ia menilai kebijakan pembatasan pelatanan solar bersubsidi bykanlah langkah efektif sebagai upaya mekakukan penghematan BBM bersubsidi. Ua juga berharap pihak pertamina pusat BPH Migas harus transfaran, hususnya masalah kuwota. Pertamuna harus menberitahykan berapa kuwota masing2 SPBU yang ada di seluruh wilayah.
"Karena pembatasan jam penjualan solar bersubsidi di spbu sejak kenarin tidak efektif dan di hawatirkan justru nebimbulkan kepanukan pasar d tengah masyarakat. Masyarakat akan antri dari pagi hingga sore hari di setiap spbu untuk menperolag solar bersubsidi", ungkap rudi
Di tambahkabnya, tranfaransi tersebut perlu di lakukan pertamina guna menghindari terjadinya monopoli pembelian solar bersubsidi secaea besar-besaran oleh oknum tertentu terutama pemain solar ilegal yang memanfaatkan situasi maka kpd BHPMigas, pertamina pusat dan aparatur penagak hukum harus bertindak tegas dan transfaran selalu memantau jegiatan pemain-pemain solar ilegal yang sudah merugikan masyarakat dan pemerintah. (M.zakaria/euis)

Gempolsari Gate Dalam Penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo

Gempolsari Gate Dalam Penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo Jawa Timur

Sidoarjo, AWDIonline.com
Kasus Dugaan Manipulasi Data TKD( Tanah Kas Desa ) Gempolsari yang mengarah pada Dugaan Tindak KORUPSI dan MONEY LOUNDRY yang dilakukan secara berjama'ah oleh Kepala Desa Gempolsari ABDUL HARIS dibantu Ir. ACHMAD LUKMAN dan ABDUL KARIM serta melibatkan beberapa orang Perangkat Desa maupun beberapa Warga Desa.  Berkas Kasus tersebut sekarang dalam proses PENYIDIKAN Pidsus( Pidana Khusus) Kejari Sidoarjo untuk di tindak lanjuti lebih Serius.

Gempolsari Gate, sebuah Kejahatan Birokrasi Desa yang diduga juga melibatkan beberapa Instansi yang terkait dengan Pencairan Ganti Rugi Lumpur Sidoarjo.  ABDUL HARIS selaku Kepala Desa Gempolsari telah menjual 3 bidang tanah di Desanya kepada BPLS sebagai Konpensasi Ganti Rugi Lumpur Sidoarjo, yang ternyata Tanah tersebut adalah TKD (tanah Kas Desa ) sesuai pengakuan pelaku kepada petugas Kejaksaan Sidoarjo yaitu Kades ABDUL HARIS dan Mantan Kades Ir. ACHMAD LUKMAN dan beberapa Saksi Warga desa dan diperkuat lagi oleh pengakuan MOCH ANDI SULISTIONO Kasubbag Pertanahan Pemerintahan Desa, Pemkab Sidoarjo yang mengakui bahwa MENURUT DATA YANG ADA PADA KAMI, PERSIL 69 YANG BERADA DI DESA GEMPOLSARI ADALAH TANAH MILIK DESA.    Pencairan Ganti Rugi Gempolsari Gate telah merugikan keuangan Negara ± Rp. 5 Milyar.
Kasus tersebut berbulan lamanya telah menyedot perhatian khusus Masyarakat luas juga dari kalangan Media Cetak maupun Elektronik.  Berkas Gempolsari Gate yang selama ini berada di tangan Pidsus (Pidana Khusus) Kejari Sidoarjo, dirasakan oleh Warga Gempolsari maupun masyarakat Sidoarjo bagaikan air yang membeku, sebenarnya tidak demikian, Gempolsari Gate tetap jadi prioritas dalam Penyidikan Kejari Sidoarjo.    Belakangan ini, penanganan kasus tersebut sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan yang dilakukan IRWAN. SW. SH. MM selaku Kasi Pidsus Kejari sdidoarjo.  Semua yang terlibat didalam Gempolsari Gate juga para Saksi warga maupun dari Instansi yang terkait dengan kasus ini, mereka semua sedikitnya sudah 3 kali dipanggil oleh Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sidoarjo untuk dimintai keterangannya.  Sudah menjadi tugas dan kewenangan Pidana Khusus (Pidsus ) sebagai Penyelidik maupun Penyidik.  Berkas Gempolsari Gate sudah pasti berlanjut dan dinaikkan ke tingkat PENYIDIKAN.
Kejari Sidoarjo terutama Bidang Pidana Khusus (Pidsus) saat ini sedang menggodok dan mendalami Berkas Gempolsari Gate untuk menjerat para pelaku sesuai Undang Undang dan Hukum yang berlaku untuk menetapkan siapa Dalang dan Otak sebagai tersangka dalam Kasus Gempolsari yang telah Merugikan Keuangan Negara.

Warga Gempolsari boleh merasa lega namun demikian harus tetap mengawal kasus ini hingga tuntas.  " Kami Warga Gempolsari akan terus memantau kasus ini dan Siap mengawal sampai tuntas dan Warga Gempolsari juga sudah siap untuk Pengerahan Massa jika Kejari Sidoarjo terutama Bidang Pidana Khusus lemah dan tidak punya ketegasan dalam menangani Gempolsari Gate ",  Ucap HUSNUL salah seorang Tokoh Muda yang punya pengaruh di Desanya, disambut dengan acungan Jempol oleh beberapa Warga Desa, disaat Team Investigasi Media ini berada di Ds. Gempolsari.
( Aria @ Rudy )

Nambang Pasir, Menggunakan Getek

Nambang Pasir, Menggunakan Getek

Banyuwangi, Dengan Cara bekerja keras  pani 60 Asal warga Desa Bulu Agung, Kecamatan Siliragong, sehari-harinya nambang pasir menggunakan alat saak adanya yaitu getek yang ada di Sungai Kalubaru tempuran Laut Purwosari paling ujung selatan sendiri yang ada di Kabupaten Banyuwngi Selatan. (15/8).
Menurut Pani Warga  Desa Bulu agung, kecamatan Siliragung, saat nambang pasir mengatakan bahwa saya kerja seperti ini setiap hari hari, sedangkan alat yang digunakan pengangkut pasir menggunakan getek yang sudah dirakit dengan bambo dan ban dalam dari kendaraan  truk tronton. Agar Getek bisa mengampul di saat digunakan untuk memuat pasir yang ada di tengah-tengah sungai.
Pani menambahkan setiap hari-harinya hasil nambang pasir dengan menggunakan alat getek ini, satu harinya mendapat dua ret pasir. Sedangkan satu ret pasir dijual laku Rp. 120.000, “namun cara nambangnya pasir kita mengeruk dari dasar sungai yang sangat santer dan juga sambil menyelam di sungai itu pun sambil basah kuyup kena air sungai dan air laut.
Gimana lagi, semua ini untuk kebutuhan keluarga yang di rumah, itu pun kadang kala hasil nambang pasir tidak langsung laku pasirnya, biasanya menunggu sampai dua hari dan tiga hari.”tapi kita dan teman-teman tetap nambang pasir.”supaya kebutuhan keluarga tercukupi, “kata Pani. (din)

Perum Perhutani KPH Banyuwangi, Peringati HUT RI Ke 69 TKP Benculuk

Perum Perhutani KPH Banyuwangi, Peringati HUT RI Ke 69 TKP Benculuk


Banyuwangi, Awdi online.com - Menjelang Detik-detik 17 Agustus 1945, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan mengadakan kegaitan Peringatan HUT RI Ke 69 pada jatuh hari sabtu 16 agustus 2014 di TPK Benculuk, Desa Benculuk, kecamatan Cluring, Kabupaten banyuwangi, Jawa Timur. (16/8).
Dalam rangka Peringatan HUT RI Ke 69 yang ada di TPK Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, dihadiri oleh ADM Banyuwangi, Kasi PSDH, KTU dan 9 BKPH Asper  Banyuwangi Selatan.
Ketika dikonfirmasi Administratur (ADM) Banyuwangi, Ir. Agus santoso melalui Panitia penyelenggara Hut Ri Danru Yudo Pinanggih mengatakan bahwa Peserta kegiatan beberapa lomba peringatan  HUT RI ke 69 ini  di ikuti Sembilan kontingen antara lain, Bola Voli, Futsal, Tenes Meja, Tarik Tambang, Makan, Kerupuk, Masukan Paku dalam Botol, Lomba Tumpeng, yang mengikuti lomba yaitu pserta dari kantor KPH, Kantor TPK Banculuk, BKPH Genteng, BKPH Pesanggaran, BKPH Sukomade, BKPH Pedotan, BKPH Karetan, BKPH Curahjati, BKPH Blambangan dengan jumlah peserta lomba kurang lebih 300 orang.
Peringatan HUT RI ke 69 kali ini yang bertempat di Eks TPK Benculuk tersebut, dengan semangat proklamsai 17 agustus 1945, kita dukung suksesi kempimpinan Nasional hasil pemilu  2014 demi kelanjutan pembangunan menuju Indonesia yang makin maju dan sejahtera.
Yudo Pinanggih menambahkan dengan memperingati HUT RI ini,kami berharap semoga kita bisa meningkatkan rasa cita kita pada tanah air dan bangsa serta meningkatkan daya juang kita terhadap bangsa dan Negara serta perusahaan kita Perum Perhutani yang tercita ini. “Kata Yudo Pinanggih (Din)

Walikota Jakarta Barat dan Sudin PU. Tata Air bangun Kali APUNG

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 13 Agustus 2014 | 13.09

Warga Kelurahan Kapuk Cengkareng Sujud Sukur, Walikota Jakarta Barat dan Sudin PU. Tata Air  bangun Kali APUNG, Kampung Apung

Jakarta, AWDI ONLINE - Warga kampung Apung kelurahan Kapuk Cengkareng Jakarta Barat sangat bergembira  segera akan di bangunya Kali Apung, di kampung apung Kapuk Cengkareng, karna dengan dibangunya Kali apung tersebut sangat menbantu warga sisekitar mengatasi kebanjiran yang mana masalah kebanjiran itu sudah menjadi langganan setiap tahunya.
Akibat dari banjir setiap tahun melanda wilayah sekitar maka warga yang bermungkin di sekitar sini sampai bergotong royong membangun rumah apung, agar terhindar dari banjir.
Sekitar hampir 24 tahun warga yang bermukim di  lokasi kali apung  bersujud shukur dan berterima kasih kepada Wlikota Jakarta barat dan Juga Kasudin PU.Tata Air H. Pamudji yang telah berhasil mengabulkan impian warga kapuk agar terhindar dari Banjirdengan di bangunya kali apung tersebut.
Saipul warga kampung apung ketika di Tanya oleh AWDI ONLINE mengatakan, memang sudah sejak lama kami mengusulkan kepada Lurah, Camat,Walikota, namun baru saat ini di kabulkan oleh Walikota Dan Kasudin PU Tata Air Jakarta Batar untuk pembangunan Kali Apung, dan kami warga sangat berterima kasih sekali kepada beliau, yang merespon aduan kami orang kecil ini, semoga beliau beliau oaring pemerintahan yang ikut memikirkan untuk mengatasi kembanjiran di kampung apung inj selalu di beri berkah dan anugrah oleh Allah swt.
Lebih lanjut saipul mejelaskan wilayah ini tampak seperti hutan belantara yang tidak terurus bahkan terkesan angker,baik pada waktu siang hari dan juga malam hari.walau saaat ini belum rampung sepenuhnya diketjakan akan tetapi sudah membuat warga sangat senang.
Sedangkan menurut data dan pantauan AWDI ONLINE  dilapangan keberhasilan Suku Dinas PU.Tata air dalam mengurangi kebanjiran bukan di kampung apung Saja akan tetapi juga di beberapa tempat lainya, yang di antaranya,Kali semongol,kali apuran,kali maja,kali simpon, yang mana semua kali tersebut hampir tidak berpungsi,
Pada tanggal 16 juni 2014 yang lalu kali apung diserah terimakan kepengurusanya buat sementara kepada suku dinas Pemakaman guna untuk memindahkan makam yang ada di lokasi proyekn kali apung, serah terima tersebut dihadiri oleh walikota Jakarta barat kasudin pemakaman kasudin PU.tata air, dan beberapa pejabat lainya,
Selesai dipindahkanya makam tersebut maka proyek kali apung Kapuk Cengkareng akan segera di serahkan lagi kepada Suku Dinas PU.Tata Air untuk melanjutkan proyeknya.(J.chan)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger