Latest Post

Gempolsari Gate Dalam Penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 19 Agustus 2014 | 08.12

Gempolsari Gate Dalam Penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo Jawa Timur

Sidoarjo, AWDIonline.com
Kasus Dugaan Manipulasi Data TKD( Tanah Kas Desa ) Gempolsari yang mengarah pada Dugaan Tindak KORUPSI dan MONEY LOUNDRY yang dilakukan secara berjama'ah oleh Kepala Desa Gempolsari ABDUL HARIS dibantu Ir. ACHMAD LUKMAN dan ABDUL KARIM serta melibatkan beberapa orang Perangkat Desa maupun beberapa Warga Desa.  Berkas Kasus tersebut sekarang dalam proses PENYIDIKAN Pidsus( Pidana Khusus) Kejari Sidoarjo untuk di tindak lanjuti lebih Serius.

Gempolsari Gate, sebuah Kejahatan Birokrasi Desa yang diduga juga melibatkan beberapa Instansi yang terkait dengan Pencairan Ganti Rugi Lumpur Sidoarjo.  ABDUL HARIS selaku Kepala Desa Gempolsari telah menjual 3 bidang tanah di Desanya kepada BPLS sebagai Konpensasi Ganti Rugi Lumpur Sidoarjo, yang ternyata Tanah tersebut adalah TKD (tanah Kas Desa ) sesuai pengakuan pelaku kepada petugas Kejaksaan Sidoarjo yaitu Kades ABDUL HARIS dan Mantan Kades Ir. ACHMAD LUKMAN dan beberapa Saksi Warga desa dan diperkuat lagi oleh pengakuan MOCH ANDI SULISTIONO Kasubbag Pertanahan Pemerintahan Desa, Pemkab Sidoarjo yang mengakui bahwa MENURUT DATA YANG ADA PADA KAMI, PERSIL 69 YANG BERADA DI DESA GEMPOLSARI ADALAH TANAH MILIK DESA.    Pencairan Ganti Rugi Gempolsari Gate telah merugikan keuangan Negara ± Rp. 5 Milyar.
Kasus tersebut berbulan lamanya telah menyedot perhatian khusus Masyarakat luas juga dari kalangan Media Cetak maupun Elektronik.  Berkas Gempolsari Gate yang selama ini berada di tangan Pidsus (Pidana Khusus) Kejari Sidoarjo, dirasakan oleh Warga Gempolsari maupun masyarakat Sidoarjo bagaikan air yang membeku, sebenarnya tidak demikian, Gempolsari Gate tetap jadi prioritas dalam Penyidikan Kejari Sidoarjo.    Belakangan ini, penanganan kasus tersebut sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan yang dilakukan IRWAN. SW. SH. MM selaku Kasi Pidsus Kejari sdidoarjo.  Semua yang terlibat didalam Gempolsari Gate juga para Saksi warga maupun dari Instansi yang terkait dengan kasus ini, mereka semua sedikitnya sudah 3 kali dipanggil oleh Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sidoarjo untuk dimintai keterangannya.  Sudah menjadi tugas dan kewenangan Pidana Khusus (Pidsus ) sebagai Penyelidik maupun Penyidik.  Berkas Gempolsari Gate sudah pasti berlanjut dan dinaikkan ke tingkat PENYIDIKAN.
Kejari Sidoarjo terutama Bidang Pidana Khusus (Pidsus) saat ini sedang menggodok dan mendalami Berkas Gempolsari Gate untuk menjerat para pelaku sesuai Undang Undang dan Hukum yang berlaku untuk menetapkan siapa Dalang dan Otak sebagai tersangka dalam Kasus Gempolsari yang telah Merugikan Keuangan Negara.

Warga Gempolsari boleh merasa lega namun demikian harus tetap mengawal kasus ini hingga tuntas.  " Kami Warga Gempolsari akan terus memantau kasus ini dan Siap mengawal sampai tuntas dan Warga Gempolsari juga sudah siap untuk Pengerahan Massa jika Kejari Sidoarjo terutama Bidang Pidana Khusus lemah dan tidak punya ketegasan dalam menangani Gempolsari Gate ",  Ucap HUSNUL salah seorang Tokoh Muda yang punya pengaruh di Desanya, disambut dengan acungan Jempol oleh beberapa Warga Desa, disaat Team Investigasi Media ini berada di Ds. Gempolsari.
( Aria @ Rudy )

Nambang Pasir, Menggunakan Getek

Nambang Pasir, Menggunakan Getek

Banyuwangi, Dengan Cara bekerja keras  pani 60 Asal warga Desa Bulu Agung, Kecamatan Siliragong, sehari-harinya nambang pasir menggunakan alat saak adanya yaitu getek yang ada di Sungai Kalubaru tempuran Laut Purwosari paling ujung selatan sendiri yang ada di Kabupaten Banyuwngi Selatan. (15/8).
Menurut Pani Warga  Desa Bulu agung, kecamatan Siliragung, saat nambang pasir mengatakan bahwa saya kerja seperti ini setiap hari hari, sedangkan alat yang digunakan pengangkut pasir menggunakan getek yang sudah dirakit dengan bambo dan ban dalam dari kendaraan  truk tronton. Agar Getek bisa mengampul di saat digunakan untuk memuat pasir yang ada di tengah-tengah sungai.
Pani menambahkan setiap hari-harinya hasil nambang pasir dengan menggunakan alat getek ini, satu harinya mendapat dua ret pasir. Sedangkan satu ret pasir dijual laku Rp. 120.000, “namun cara nambangnya pasir kita mengeruk dari dasar sungai yang sangat santer dan juga sambil menyelam di sungai itu pun sambil basah kuyup kena air sungai dan air laut.
Gimana lagi, semua ini untuk kebutuhan keluarga yang di rumah, itu pun kadang kala hasil nambang pasir tidak langsung laku pasirnya, biasanya menunggu sampai dua hari dan tiga hari.”tapi kita dan teman-teman tetap nambang pasir.”supaya kebutuhan keluarga tercukupi, “kata Pani. (din)

Perum Perhutani KPH Banyuwangi, Peringati HUT RI Ke 69 TKP Benculuk

Perum Perhutani KPH Banyuwangi, Peringati HUT RI Ke 69 TKP Benculuk


Banyuwangi, Awdi online.com - Menjelang Detik-detik 17 Agustus 1945, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan mengadakan kegaitan Peringatan HUT RI Ke 69 pada jatuh hari sabtu 16 agustus 2014 di TPK Benculuk, Desa Benculuk, kecamatan Cluring, Kabupaten banyuwangi, Jawa Timur. (16/8).
Dalam rangka Peringatan HUT RI Ke 69 yang ada di TPK Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, dihadiri oleh ADM Banyuwangi, Kasi PSDH, KTU dan 9 BKPH Asper  Banyuwangi Selatan.
Ketika dikonfirmasi Administratur (ADM) Banyuwangi, Ir. Agus santoso melalui Panitia penyelenggara Hut Ri Danru Yudo Pinanggih mengatakan bahwa Peserta kegiatan beberapa lomba peringatan  HUT RI ke 69 ini  di ikuti Sembilan kontingen antara lain, Bola Voli, Futsal, Tenes Meja, Tarik Tambang, Makan, Kerupuk, Masukan Paku dalam Botol, Lomba Tumpeng, yang mengikuti lomba yaitu pserta dari kantor KPH, Kantor TPK Banculuk, BKPH Genteng, BKPH Pesanggaran, BKPH Sukomade, BKPH Pedotan, BKPH Karetan, BKPH Curahjati, BKPH Blambangan dengan jumlah peserta lomba kurang lebih 300 orang.
Peringatan HUT RI ke 69 kali ini yang bertempat di Eks TPK Benculuk tersebut, dengan semangat proklamsai 17 agustus 1945, kita dukung suksesi kempimpinan Nasional hasil pemilu  2014 demi kelanjutan pembangunan menuju Indonesia yang makin maju dan sejahtera.
Yudo Pinanggih menambahkan dengan memperingati HUT RI ini,kami berharap semoga kita bisa meningkatkan rasa cita kita pada tanah air dan bangsa serta meningkatkan daya juang kita terhadap bangsa dan Negara serta perusahaan kita Perum Perhutani yang tercita ini. “Kata Yudo Pinanggih (Din)

Walikota Jakarta Barat dan Sudin PU. Tata Air bangun Kali APUNG

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 13 Agustus 2014 | 13.09

Warga Kelurahan Kapuk Cengkareng Sujud Sukur, Walikota Jakarta Barat dan Sudin PU. Tata Air  bangun Kali APUNG, Kampung Apung

Jakarta, AWDI ONLINE - Warga kampung Apung kelurahan Kapuk Cengkareng Jakarta Barat sangat bergembira  segera akan di bangunya Kali Apung, di kampung apung Kapuk Cengkareng, karna dengan dibangunya Kali apung tersebut sangat menbantu warga sisekitar mengatasi kebanjiran yang mana masalah kebanjiran itu sudah menjadi langganan setiap tahunya.
Akibat dari banjir setiap tahun melanda wilayah sekitar maka warga yang bermungkin di sekitar sini sampai bergotong royong membangun rumah apung, agar terhindar dari banjir.
Sekitar hampir 24 tahun warga yang bermukim di  lokasi kali apung  bersujud shukur dan berterima kasih kepada Wlikota Jakarta barat dan Juga Kasudin PU.Tata Air H. Pamudji yang telah berhasil mengabulkan impian warga kapuk agar terhindar dari Banjirdengan di bangunya kali apung tersebut.
Saipul warga kampung apung ketika di Tanya oleh AWDI ONLINE mengatakan, memang sudah sejak lama kami mengusulkan kepada Lurah, Camat,Walikota, namun baru saat ini di kabulkan oleh Walikota Dan Kasudin PU Tata Air Jakarta Batar untuk pembangunan Kali Apung, dan kami warga sangat berterima kasih sekali kepada beliau, yang merespon aduan kami orang kecil ini, semoga beliau beliau oaring pemerintahan yang ikut memikirkan untuk mengatasi kembanjiran di kampung apung inj selalu di beri berkah dan anugrah oleh Allah swt.
Lebih lanjut saipul mejelaskan wilayah ini tampak seperti hutan belantara yang tidak terurus bahkan terkesan angker,baik pada waktu siang hari dan juga malam hari.walau saaat ini belum rampung sepenuhnya diketjakan akan tetapi sudah membuat warga sangat senang.
Sedangkan menurut data dan pantauan AWDI ONLINE  dilapangan keberhasilan Suku Dinas PU.Tata air dalam mengurangi kebanjiran bukan di kampung apung Saja akan tetapi juga di beberapa tempat lainya, yang di antaranya,Kali semongol,kali apuran,kali maja,kali simpon, yang mana semua kali tersebut hampir tidak berpungsi,
Pada tanggal 16 juni 2014 yang lalu kali apung diserah terimakan kepengurusanya buat sementara kepada suku dinas Pemakaman guna untuk memindahkan makam yang ada di lokasi proyekn kali apung, serah terima tersebut dihadiri oleh walikota Jakarta barat kasudin pemakaman kasudin PU.tata air, dan beberapa pejabat lainya,
Selesai dipindahkanya makam tersebut maka proyek kali apung Kapuk Cengkareng akan segera di serahkan lagi kepada Suku Dinas PU.Tata Air untuk melanjutkan proyeknya.(J.chan)

DIRPAMOBVIT TERJUNKAN 70 PERSONELNYA DI MK

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 06 Agustus 2014 | 19.01

DIREKTORAT PAM OBVIT TERJUNKAN 70 PERSONELNYA
DI MAHKAMAH KONSITUSI DALAM  PENGAMANAN
GUGATAN PERDANA HASIL PILPRES 2014




Awdi Online, Jakarta - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman di Ibukota, Polda Metro Jaya melalu Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) beserta jajaran Polda Metro Jaya bekerjasama dengan TNI melakukan pengamanan si gedung MK (Mahkamah Konsitusi) Terkait pengamanan gugatan perdana Pilpres 2014 oleh pasangan Capres gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.(6/8/2014).
Direktur Pam Obvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Cahyo HM. dengan 70 Personelnya dibantu dengan Brimob, TNI, dan PAMDAL MK pengamanan gedung MK. Gedung MK adalah objek vital. Ditpamobvit dipimpin olehnya bertanggung jawab kepada Kapolda Metro Jaya. Sedangkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolda Metro Jaya
Berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 22 Tahun 2010 tanggal 28 September 2010, Direktorat Pamobvit bertugas menyelenggarakan kegiatan pengamanan terhadap obyek khusus yang meliputi personel dan fasilitas, materil logistik, kegiatan di dalam fasilitas lembaga negara, perwakilan negara asing, lingkungan industri termasuk VIP dan obyek pariwisata yang memerlukan pengamanan khusus. Personel Polisi Pariwisata tersebut dituntut memiliki ketrampilan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris untuk memudahkan komunikasi dengan para wartawan asing yang meliput jalannya sidang gugatan tersebut.


Saat awdi Online  mewawancarai salah satu PAMEN (Perwira Menengah) yang berpangkat AKBP  yang tak mau namanya disebut "kita Satu Komando dan satu suara, jadi hanya Dir Pam obvit atau kapolres yang bisa memberikan pendapat kepada wartawan,  Saya hanya bawahan", katanya merendah.
“ Yang penting MK aman dan Para pendemo sudah kembali pulang “ lanjutnya.
Mahkamah Konstitusi menyatakan akan kembali menggelar sidang gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait perselisihan hasil Pemilu Presiden 2014 pada Jumat (8/8/2014)

(Faisal 6444)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger