Latest Post

Menerima Bantuan Hand Tractor

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 10 November 2015 | 00.14

Falens Pareira Bersama Masyarakat Yang Menerima Bantuan Hand Tractor Saat Masih Menjabat Sebagai Kepala Bappeda

Atambua - Awdioneline.com – Hasil panen terus meningkat, masyarakat Desa Halimodok, Kecamatan Tasifeto Timur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dokter Falens Pareira, mantan Kepala Bappeda Belu. Ungkapan itu diutarakan karena masyarakat merasakan bahwa perhatian dan dukungan peralatan pertanian begitu banyak di jaman Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Belu dipimpin oleh dokter Falens Pareira.
“Saya berterima kasih kepada Pak dokter Falens yang Sudah memperhatikan kami dengan cara mendukung petani dengan Traktor, Rontok dan Motor Air. Dulu kami sulit mendapat alat-alat seperti itu. Hasil panen kami bisa mencukupi kebutuhan hidup dan kami bisa menjual sebagian untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga lainyadan menyekolahkan anak,” ungkap Paulus Bouk, Warga Halimodok kepada NTT-News.com, beberapa hari lalu.
Menurut Paulus, sebelum warga desa itu memiliki alat-alat pertanian yang cukup memadai, selalu mengalami berbagai kendala dan hasil panen pun tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam satu tahun berjalan karena sebagian hasil panen yang jumlahnya sedikit harus dijual lagi untuk membayar semua biaya Alat Pertanian yang digunakan.
“Sebelum mendapatkan tambahan dukungan alat-alat pertanian, kami selalu mengalami berbagai kendala seperti terlambat tanam, setelah panen pun hasil panen dijual untuk bayar alat-alat pertanian yang disewa sehingga hasil panen selalu tidak cukup untuk kebutuhan rumah tangga,” paparnya.
Oleh karena itu, dia berharap agar Program-program bantuan yang langsung dirasakan oleh rakyat dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat tetap dilanjutkan bahkan diprioritaskan oleh dokter Falens saat terpilih menjadi Bupati Belu nanti.
“Kami disini minta supaya kalau dokter Falens jadi Bupati nanti tetap prioritaskan kami masyarakat kecil. Saya yakin dokter Falens bisa, saat jadi kepala Bappeda saja sudah berbuat, apalagi nanti kalo sudah jadi Bupati pasti lebih lagi,” sambungnya.
Hal Yang sama pula disampaikan oleh, Elisabeth Rafu, bahwa setelah mendapatkan alat pertanian hasil panen yang didapatkan masyarakat desa itu selalu tercukupi kebutuhan rumah tangganya serta selebihnya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
“Berkat bantuan alat-alat pertanian, kami bisa lebih mudah mengurus sawah dan kacang hijau, hasil panen bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan selebihnya bisa kami jual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya” Pungkas Elisabeth Rafu yang merupakan ibu rumah tangga di Desa Halimodok.
Ditanya soal pesannya untuk dokter Falens Pareira, Ia menuturkan bahwa dirinya dan kawan-kawan tidak perlu meminta apapun dari kandidat calon Bupati Belu yang berpasangan dengan Cyprianus Temu itu, atau pasangan nomor urut satu. Hanya Ia berpesan agar jangan pernah lelah untuk selalu mengunjungi masyarakat kecil yang ada di kebun, sawah dan dimanapun berada.
“Bapak dokter Pasti terpilih, kami dukung dan pilih mereka untuk jadi Bupati Belu, kami tidak minta apa-apa, tapi kami harap bapak masih tetap datang lihat kami sehingga bapak dokter tetap tau apa yang kami butuhkan sebagai orang kecil,” ujar ibu itu dengan mantap. (Merry)

Masyarakat Nuansa Mekar Sari I & II Swadaya Lakukan Normalisasi

Faktor Sering Banjir, Masyarakat Nuansa Mekar Sari I & II Swadaya Lakukan Normalisasi Anak Kali Cisadane & Cirarab . Pemkab  Tangerang seakan-akan “Tutup Mata”


Tangerang Kabupaten (AWDIOnline) – Warga Perum Nuansa Mekarsari I Desa Mekar Sari dan Perum, Nuansa Mekarsari II Kelurahan Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, secara swadaya masyarakat melakukan normalisasi serta  memperlebar saluran irigasi  menjadi anak kali cirarab –cisadane yang membelah antara kedua wilayah perumahan tersebut, dengan anggaran dana secara gotong royong  dan telah dipergunakan untuk perlebaran dan normalisasi tersebut  mencapai 1 milyar lebih.

Menurut Keterangan 05 & 06 Perum, Nuansa Mekar Sari I & II, Sugiarto & Priatmono mengutarakan  bahwa, “warga perumahan sudah berkoordinasi dengan Lurah dan Camat untuk melakukan Normalisasi dan Perlebaran  Anak Kali Cirarab, Cisadane yang mengarah ke Perum Nuansa Mekar Sari I & II yang guna mencegah banjir saat musim penghujan berlangsung nanti  dan Camat  Rajeg  serta Kades Mekar sari & Rajeg Mulya mendukung sepenuhnya baik moril maupun materil  dari kantong pribadi mereka, Bahkan Mantan Kades setempat pun turut membantu keinginan warga yang selama ini hampir tiap tahun selalu mengalami kebanjiran diwilayahnya”, tutur mereka dengan bersamaan.
Menambahkan  , Ketua RT.08  Perum. Nuansa Mekar Sari I  , Redi Darmana , SH dan Ketua RT. 02, Ade. S mengatakan bahwa “Saat bencana banjir, Bupati Tangerang  ( Zaki Iskandar  )  dan Aparat terkait  yang menanggulangi bencana  selalu datang dan meninjau tempat kami, tapi tak pernah ada solusi untuk penangganan banjir yang setiap tahun dialami, bahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang terkesan tutup mata dan tutup telingga, yang jelas warga nggak butuh mie instan, air bersih dan air minum yang diberikan saat banjir melanda  tapi butuh realisasi nyata dari Bupati Tangerang yang harus koordinasi bersama dinas terkait (Binamarga) untuk melakukan konsuldasi kepada Balai Besar  Wilayah Sungai CIrarab – Cisadane .”Kami sudah beberapa kali memberikan  proposal normalisasi dan perlebaran Anak Kali  Cirarab – Cisadane yang mengarah ke Perum Nuansa Mekar Sari I & II kepada Pemkab, Tangerang , akan tetapi belum direalisasikan, Saat Warga Perum .Nuansa Mekar Sari I & II bertemu Bupati Tangerang  bersama instansi yang berwenang diruang kerjanya belum lama ini , tidak menghasilkan suatu kepastian dan keputusan berarti dari pemegang kebijakan di wilayah Kabupaten Tangerang ini  seolah –olah beliau tidak mendengarkan  keluhan dan pengaduan masyarakat kami , bahkan beliau menuturkan kepada perwakilan Masyarakat  Perum. Nuansa Mekar Sari I & II  , setiapbanjir melanda kami sudah melakukan penangganan banjir dengan mengirim makanan , air bersih dan air minum untuk korban bancana banjir ,ucapnya  beliau kepada masyarakat perumahan , Kami tidak mengharapkan itu diberikan, akan tetapi bukti Pemkab. Tangerang peduli kepada masyarakat Perum. Nuansa Mekar Sari I & II saat dilanda terus menerus banjir setiap tahunnya., ungkap Ketua RT 08 & 02 secara bersamaan dengan tegas.
Secara bersamaan, Masyarakat Perum Nuansa Mekar Sari I & II  , Rajeg  Kabupaten Tangerang berharap  bahwa berbagai macam cara yang  sudah dilakukan untuk mendapat realisasi penanggana banjir tersebut  dari Pemkab Tangerang  , Bupati Kabupaten Tangerang dan Aparat terkait tanggap terhadap keluhan warga, tapi sampai proyek swadaya ini berjalan belum ada tindakan atau respon positif. Ada kemungkinan Pemkab Tangerang tidak merespon karena belum diserahkannya tanah fasos-fasum Perum. Nuansa Mekar Sari I & II , Rajeg  ke Pemkab Tangerang oleh pengembang perumahaan ini.
Warga berharap agar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar responsif terhadap keluhan warga dan berharap membantu proyek swadaya yang saat ini sedang di kerjakan untuk mengurangi dampak banjir yang lebih besar.
Camat Rajeg Kabupaten Tangerang saat dihubungi melalui telepon selulernya ,H Supriyadi .W mengatakan bahwa masyarakat Perum. Mekar Sari I & II secara swadaya masyarakat melakukan normalisasi dan perlebaran anak kali cisadane –cirarab yang mengarah kepada perumahan tersebut, kami hanya membantu masyarakat perumahan dengan melakukan dukungan secara moril dan materril ala kadarnya supaya niat swadaya masyarakat serta melakuakn konsuldasi kepada Pemkab Tangerang untuk mendorong agar secepatnya direalisasikan normalisasi dan perlebaran anak kali Cisadane –Cirarab .Kami sangat kagum atas kepudulian yang digerakkan masyarakat  perumahan secara dini melakukan  penangganan banjir sebelum terjadi , tutur Camat Rajeg. (Zecky/ardi ndut/abidin/andani suryadi)

Warga Minta Lanjutan Proyek Plengsengan Dam Jangkung Desa Gambiran

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 08 November 2015 | 21.47

Warga Minta Lanjutan Proyek Plengsengan Dam Jangkung Desa Gambiran

Banyuwangi, Awdionline.com - Akan datangnya turun hujan Dinas Pekerjaan Umum Pengaiaran kabupaten Banyuwangi, mengerjakan  proyek normalisasi sungai kali setail Dam jangkung Dusun Lidah, Desa Gambiran, kecamatan Gambiran, Banyuwangi, minggu (8/11).
Proyek normalisasi Sungai kali setail dam jangkung itu udah puluhan tahun udah dangkal,  ketika saat datangnya air besar, depit air yang besar tidak meluber dan juga tidak mengikis tanah milik warga sekitar sungai kali setail yang ada di Dam jangkung.
Menurut tokoh masyarakat dusun Lidah, Heri Sukartolo menegaskan dengan adanya proyek normalisasi sungai kali setail Dam jangkung ini,  kemungkinan menjaga datangnya turunya hujan yang lebat pada bulan-bulan ini.
Dan memang sungai kali setail dam jangkung ini  sudah lama dangkalnya dengan adanya normalisasi dari Dinas pengaiaran Banyuwangi tersebut, menghindari lubernya air yang meluap ke perkampungan warga Dusun Lidah.”ujar Heri sukartolo
Heri sukartolo juga mengharpakn kepada dinas pengaiaran, setelah selesai normalisasi sungai kali setail dam jangkung ini, agar di lanjutkan proyek bangunan pelengsengan untuk penahan sepadan sungai, supaya tidak longsor tanahnya hasil pengerukan tersebut.
Takutnya kalau tidak  ada bangunan pelengsengan sepanjang dam jangkung, ini sangat was-was kepada anak-anak kecil disaat mandi tibanya datangnya  air besar. Sebab kedalamanya normalisasi sungai kali setail dam jengkung kurang lebih 2 meter. Kalau tidak dilanjutkan pembangunan pelengsengan bisa-bisa tanah hasil normalisasi sedikit demi sedikit tanah bisa habis terkikis air di saat hujan tiba. Oleh karena itu warga minta ada lanjutan bangunan pelengsengan.”pungkasnya heri.
Pentingnya proyek normalisasi ini agar air  kali setail dam jangkung tidak terbuang sia-sia, dan nanti air di dam  jangkung bisa manfaat kepada petani yang tersalurkan ke sungai setembel Desa gambiran, kecamatan Gambiran dan sungai Desa Tegalsari, kecamatan Tegalsari.”
Saat dikonfirmasi kepala Dinas PU Pengaiaran Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo, melalui Kasi pengelolaan dan kemanfaatan Asset, Priyadi  mengungkapkan proyek normalisasi Sungai kali Setail Dam jangkung ini memang awalnya sangat dangkal. Dengan kedangkalan sungai kali setail dam jangkung tersebut, Dinas Pu pengaiaran mengerjakan ptoyek pengerukan dengan kedalaman 2 meter. 
Sementara itu, mengakui adanya proyek pembangunan normalisasi sungai kali setail dam jangkung yang ada di dusun lidah, Desa Gambiran, kecamatan Gambiran dengan anggaran dana 180 juta rupuah ini, masuk potongan pajak PPH/PPN mas.
Apa yang di minta masyarakat dengan adanaya bangunan pelengsengan setelah normalisasi sungai kali setail Dam jangkung selesai, permintaan masyarakat masih tahap pengajuan lagi. Memang harapan Dinas PU pengaiaran kelanjutan pembangunan pelengsengan di usahakan tahun 2016.”papar Priyadi selaku kasi pengairan Banyuwangi.
Sebab, normalisasi sungai kali setail Dam jangkung ini menjaga datangnya turun hujan yang lebat, supaya air tidak meluber ke rumah warga sekitar Dam jangkung. Dan lagi air tidak mengikis tanah warga yang dekat sungai.”kata Priyadi. (din)

Bangunan Tampa IMB Semakin Menjamur

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 07 November 2015 | 22.18

Bangunan Tampa IMB Semakin Menjamur Dikota Tangerang Terutama Dikecamatan Tangerang Dikelurahan Sukasari


TANGERANG-AWDI NEWS-Diduga Menjamurnya bangunan ilegal tanpa IMB berdiri di Kota Tangerang karena lemahnya dan minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tangerang yang kurang optimal dalam pengawasan berdampak pada tumbuh suburnya bangunan tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), padahal IMB adalah legalitas sebuah bangunan berdiri, sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) No. 7 tahun 2001, bangunan yang tidak memiliki IMB harus dibongkar.

Arief Wismansyah, Walikota Tangerang,pihak BPPMPT dan pihak Satpol PP Kota Tangerang diminta agar serius menindak bangunan yang berdiri tanpa legalitas formal. Maraknya berdiri bangunan tanpa IMB di Kota Tangerang akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan hanya menambah pundi-pundi oknum pejabat yang kong kalikong dengan pemilik bangunan.

Salah satu bangunan  dijalan SUKAMULYA RT.01/ RW.05 NO.11,KELURAHAN SUKASARI,KECAMATAN TANGERANG dan nama pemilik yang biasa disapa engwat,dimana bangunan tersebut tidak memiliki IMB,dan ada anggota LINMAS bernama UMAR yang bertugas dikantor Satpol PP kota Tangerang tinggal disebuah kontrakan samping bangunan tanpa IMB tersebut,tpi sungguh ironis kenapa anggota LINMAS yang bertugas dikantor satpol PP kota tangerang tersebut tidak meberi tahu kepada atasannya atau pihak satpol PP Kota Tangerang  jika ada bangunan tampa IMB tersebut,dan  Kenyataanya bangunan itu tetap dilanjutkan pengerjaannya oleh pemilik bangunan, diduga ada “kong kalikong” dengan  pemilik bangunan yang “kebal hukum tersebut”.

Tapi sangat disayangkan, walaupun ada anggota LINMAS bernama UMAR yang bertugas dikantor satpol PP Kota Tangerang tersebut anggota LINMAS tersebut tidak meberi tahu kepada atasanya dan Pihak Satpol PP Kota Tangerang atau seharusnya anggota tersebut menegor atau meberitahu pemilik bangunan tersebut jika bangunan tampa IMB tidak bisa berdiri dan melanggar Peraturan daerah (Perda) No. 7 tahun 2001, bangunan yang tidak memiliki IMB harus dibongkar.

Hingga berita ini diterbitkan pengerjaan proyek bangunan tersebut tetap berlanjut, bahkan hampir sudah setengah bangunan pengerjaanya.

Seharusnya pemerinta kota Tangerang terutama BPPMPT yang mengeluarkan ijin IMB dan pihak Satpol PP kota Tangerang bertidak tegas,dan meberikan efek jerah kepada pelaku yang mendirikan bangunan tampa IMB tersebut.(TIM RED)

KASIE PPSU KELURAHAN KEMANGGISAN

KASIE PPSU KELURAHAN KEMANGGISAN MENINGKATKAN PELAYANAN KEBERSIHAN PRASARANA DAN SARANA UMUM


JAKARTA, AWDINEWS - Dalam rangka meningkatkan pelayanan pengaduan masyarakat perihal prasarana dan sarana serta penanggulangan banjir di wilayah kelurahan kemanggisan kasie penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) siap melayani dan menanggapi pengaduan masyarakat secara sigap dan tanggap, guna menjadikan jakarta bersih, sehat dan teratur.

Kegiatan pelaksanaan penanggulangan banjir dengan membersihkan setiap gorong-gorong, selokan serta sarana dan prasarana yang dilakukan PPSU di sekitar wilayah kelurahan kemanggisan yang di pimpin langsung kasie PPSU Aceng Kurniawan SE, mengerahkan 63 personil lengkap dengan peralatan kerjanya berjalan cukup baik dan dapat diselesaikan dengan cepat.

Aceng mengungkapkan,” kami siap melayani keluhan masyarakat walaupun sifatnya dadakan ataupun urgent, kami akan tangani meskipun diluar jam kerja,” ujarnya.

Aceng menambahkan,” yang terpenting semua sudah disosialisasikan dan sudah ada kordinasi dengan warga setempat, kami juga tidak akan melakukan pengerjaan jika belum ada kesepakatan,” jelas Aceng kepada awak media.

Membersihkan selokan ataupun gorong-gorong harusnya menjadi tugas dan tanggung  jawab dinas PU Tata air bukan pekerjaan PPSU, kemana peran dan fungsi dinas terkait tersebut??(Zecky/jaenal/hairul.A )
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger