Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Libur Tahun Baru 2025-2026

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 05 Januari 2026 | 11.25

Libur Tahun Baru 2025-2026 Kota Tua Jakarta Semeraut Tumpah Ruah
 
Jakarta, Awdionline.com - Mengisi Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berkolaborasi dengan Kecamatan Tamansari dan Pedagang Kaki Lima Kota Tua, hal ini terlihat saat Awak Media awdiknline  meliput situasi di kawasan Kota Tua, pada Sabtu 2 Januari 2026.

Ratusan Pedagang Kaki Lima terlihat menumpuk dan semeraut mulai dari Pintu Keluar Beos sebelah utara hingga barat, berlanjut di depan Bank Mandiri, Museum BI, dan Museum Mandiri, Ratusan PKL berebut jalan, karena saking padatnya.

Bagi PKL Kota Tua merupakan berkah akhir tahun, telah diberikan peluang berjualan.
Penumpukan pedagang PKL yang semeraut dengan penumpang KAI, di pintu keluar menyebabkan kemacetan yang luar biasa

Ribuan pengunjung Kota Tua berebut jalan dengan PKL, seolah tak ada ruang sekedar untuk menyeberang, keluh Rindu yang datang dari Bogor.

Sampai kapankah tujuan Revitalisasi dan Penataan Kota Tua tercapai ? yaitu Destinasi Wisata dan Edukasi yang beradab.

Penulis : Roni
Editor :  Ok.R

Sekda Kab Tangerang Tutup Wow

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 17 Mei 2021 | 10.45

Sekda Kab Tangerang Tutup Wow dengan Humanis,
Beri Pemahaman Kepada Pengunjung

Tangerang, Awdionline.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menutup destinasi wisata Word Of Wonder (WoW) Citra Raya Kecamatan Panongan dengan Humanis. Minggu, 16/05/2021.

Setibanya di Wow, Sekda menjelaskan kepada pengelola agar tutup, karena menindaklanjuti aturan Intruksi Gubernur Banten nomor 556/901-Dispar/2021 tentang penutupan sementara destinasi wisata dampak libur hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di Provinsi Banten dan Surat Edaran Bupati Tangerang nomor 443.2/1919-Bag.Um/2021 tentang penutupan sementara destinasi wisata dampak libur hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di Kabupaten Tangerang.

"Punten bapak-Ibu, destinasi ini kita tutup sementara untuk manjaga hal yang kita tidak inginkan", tutur Sekda.

Sesuai hasil monitoring di kawasan ini, lanjut sekda, terjadinya peningkatan pengunjung yang terus antusias dalam mengunjungi tempat-tempat wisata di wilayah Kabupaten Tangerang seperti Tanjung Pasir, Wisata alam Solear, Danau biru Cigaru hingga word Of Wonder.


"Di hari terakhir libur Idul Fitri, masih banyak orang yang masih ingin berwisata tanpa mempertimbangkan dampak kesehatannya di masa pandemi untuk itu sesuai surat edaran Bupati kita tutup," ujarnya.

Selama empat hari Sekda terus memonitor di kawasan wisata Citraraya, di hari pertama lebaran hanya sekitar 400 orang hingga 1000 orang, hingga saat ini melonjak sampai 3000 hingga 5000 pengunjung di Mal Ciputra.

Setelah terus memonitoring lokasi Wow, Sekda lanjut di Mal Ciputra untuk mengecek dan mengingatkan pengunjung agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan memberikan masker, dan woro-woro di ruang informasi Mal Ciputra.

(Alexander Salembun/Alex)

Tindak Lanjuti

Tindak Lanjuti Arahan Gubernur Banten, Bupati Zaki langsung Intruksikan Tutup Tempat Wisata di Kabupaten Tangerang

Tangerang, Awdionline.com - Menindaklanjuti instruksi Gubernur Banten untuk menutup tempat wisata, yang tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 556/901-Dispar/2021, tentang penutupan lokasi wisata di Banten, terhitung dari tanggal 15 hingga tanggal 30 Mei 2021. Bupati Tangerang langsung mengeluarkan Surat edaran Bupati Tangerang Nomor : 443.2/1919/Bag.Um/2021 tentang  penutupan Sementara Destinasi Wisata dampak Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 di Kabupaten Tangerang, terhitung mulai tanggal 16 Mei 2021 pukul 00.00 sampai dengan 30 Mei 2021.

Menindaklanjuti instruksi Gubernur tersebut Bupati Tangerang langsung mengumpulkan seluruh Jajaran forkopimda untuk melakukan rapat koordinasi terbatas untuk menutup tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Tangerang rapat tersebut digelar di Pendopo Bupati Tangerang pada Minggu (16/5/21).

Usai menggelar rapat koordinasi terbatas Bupati Tangerang bersama jajaran forkopimda langsung menuju tempat wisata alam Danau Biru Cigaru yang berada di Cisoka untuk menutup langsung tempat tersebut selanjutnya langsung mengunjungi Keramat Solear untuk menutup dan membubarkan kerumunan massa yang ada di sana.

“Mari kita meminimalisir penyebaran virus covid-19. Jadi sekali lagi mohon, untuk sama-sama kita dukung, dan penutupan ini sementara sampai tanggal 30 Mei, hari ini segera dibenahi dan diberesi dagangannya”, seru Bupati.

Terakhir Bupati Tangerang mengunjungi Supermall Lippo Karawaci untuk memastikan mall tetap memenuhi protokol kesehatannya dengan tetap menerapkan pembatasan jumlah pengunjung.
Di sela-sela kunjungannya, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar langsung meninjau dan menutup tempat-tempat wisata alam wisata buatan sesuai instruksi Gubernur Banten untuk menutup seluruh tempat wisata di Provinsi Banten terhitung mulai tanggal 15 hingga tanggal 30 Mei 2021 yang diterbitkan kemarin malam.

“Sekarang kita berada di lokasi-lokasi wisata untuk menutup langsung tempat wisata untuk memberikan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk menutup tempat wisata dan tempat-tempat kerumunan lainnya di Kabupaten Tangerang”, ungkapnya.

Ia berharap para pengelola tempat wisata di seluruh Kabupaten Tangerang bisa mentaati dan mengikuti arahan dan instruksi langsung dari Gubernur Banten untuk menutup tempat-tempat wisatanya hingga tanggal 30 Mei 2021.

Tentunya hal tersebut dilakukan adalah demi mencegah dan meminimalisir adanya lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Tangerang khususnya dan di Provinsi Banten pada umumnya. Karena dari pantauan beberapa hari terakhir pasca Idul Fitri tahun ini, di tempat-tempat wisata telah terjadi penumpukan dan kepadatan jumlah pengunjung. Hal tersebut itulah yang menginisiasi Gubernur Banten untuk menutup tempat wisata yang ada di Provinsi Banten. 

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor : 443.2/1919/Bag.Um/2021 tentang  Penutupan Sementara Destinasi Wisata Dampak Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 Di Kabupaten Tangerang, destinasi wisata yang ditutup sementara itu antara lain:
  1. Wisata Alam
    • Kramat Solear
    • Tebing Koja, Cisoka
    • World of Wonder Citra Raya
    • Danau Biru Cigaru Cisoka
    • Mangrove Center Ketapang Mauk
    • Kolam Renang di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang
    • Wisata alam, taman rekreasi, dan wisata lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang
  2. Wisata Pantai 
    • Tanjung Pasir Teluknaga 
    • Tanjung Kait Mauk 
    • Pantai Shangrila Sukadiri
    • Pantai Pasir Putih Dadap Kosambi
    • Pulau Cangkir Kronjo
    • Pantai Indah Kosambi 
    • Pantai-pantai lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
(Alexander Salembun/Alex)

Sapta Pesona

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 17 Maret 2016 | 22.26

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Diminta Mensosialisasikan “Sapta Pesona” Terkait Promosi Pariwisata & Kebudayaan Banyuwangi

Banyuwangi, AWDI Online.com - Makna logo Sapta Pesona dilambangkan dengan Matahari yang bersinar sebanyak 7 buah yang terdiri atas unsur Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Negara kita. Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Kita harus menciptakan suasana indah dan mempesona, dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan.
Dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman, wisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan indah dalam hidupnya.

1. AMAN
Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa aman, tenteram, tidak takut, terlindungi dan bebas. Jadi, aman berarti tejamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk milik (barang) wisatawan

2. TERTIB
Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang termasuk wisatawan. Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat.

3. BERSIH
Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat seperti :
Lingkungan yang bersih baik di rumah sendiri maupun di tempat-tempat umum, seperti di hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekreasi, tempat buangair kecil/besar dan lain sebagainya. Bersih dari sampah, kotoran, corat-coret dan lain sebagainya.
4. SEJUK
Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi memberi suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tenteram. Kesejukan yang dikehendaki tidak saja harus berada di luar ruangan atau bangunan, akan tetapi juga di dalam ruangan, misalnya ruangan kerja/belajar, ruangan makan, ruangan tidur dan lain sebagainya.
5. INDAH
Keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap dipandang disebut indah. Indah dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari segi tata warna, tata letak, tata ruang bentuk ataupun gaya dan gerak yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat.
Indah yang selalu sejalan dengan bersih dan tertib serta tidak terpisahkan dari lingkungan hidup baik berupa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maupun hasil karya manusia.
Karena itu kita wajib memelihara lingkungan hidup agar lestari dan dapat dinikmati oleh umat manusia.

6. RAMAH TAMAH
Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati.
Ramah tamah tidaklah berarti bahwa kita harus kehilangan kepribadian kita ataupun tidak tegas dalam menentukan sesuatu keputusan atau sikat. Ramah, merupakan watak dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya, yang selalu menghormati tamunya dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah tamah ini merupakan satu daya tarik bagi wisatawan, oleh karena itu harus kita pelihara terus.

7. KENANGAN
Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenangan dapat berupa yang indah dan menyenangkan, akan tetapi dapat pula yang tidak menyenangkan. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata di Indonesia, dengan sendirinya adalah yang indah dan menyenangkan.
Kami selaku Wasek DPC AWDI Banyuwangi dan Kepala Biro BIDIK Nasional Banyuwangi menghimbau dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Bupati H. Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko bersama jajaran SKPD Banyuwangi agar Sapta Pesona disosialisasikan pada masyarakat Kabupaten Banyuwangi dan tujuan pelaksanaanya begitu luas dan tidak untuk kepentingan Pariwisata dan Kebudayaan semata, bertujuan untuk memasyarakatkan dan membudidayakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari mempunyai tujuan yang jauh lebih luas, yaitu untuk meningkatkan Disiplin Nasional dan Jati Diri Bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik Bangsa dan Negara Republik Indonesia. (Djoni)

Danau Kelapa Dua Jadi Tempat Rekreasi Murah-meriah

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 08 Februari 2016 | 20.59

Danau Kelapa Dua Jadi Tempat Rekreasi Murah-meriah

Tangerang - AWDI News, Untuk anda yang bermukim di daerah Tangerang Kabupaten dan sekitarnya,mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama danau kelapa dua yang ramai tiap akhir pekanya.namun bagi anda yang baru datang atau sekedar berkunjung ke Kabupaten Tangerang.sekedar informasi,dari pantauan wartawan AWDI News,danau yang terletak di kecamatan kelapa dua Kabupaten Tangerang memang kerap dijadikan alternatif penghilang stres setelah sepekan melakukan rutinitas bekerja,danau yang dirasa murah-meriah dikarnakan hingga saat ini pemerintah setempat yang mengelola akses tersebut.
tidak menarik biaya masuk untuk menikmati keindahan danau yang ingin dijadikan alternatif rekreasi di kabupaten tangerang itu.untuk warga sekitar dan juga warga Tangerang Raya yang tidak memiliki waktu untuk berakhir pekan bersama keluarga,sanak saudara,kekasih atau rekan kerja ketempat yang mungkin jauh dan memakan waktu.danau kelapa dua menjadi alternatifnya,hal ini dirasakan oleh salah satu pengunjung,Rijal (30) lelaki yang sehari-hari bekerja dikantor sebagai marketing di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa itu,memang sengaja mengajak istri dan seorang anaknya yang masih berusia empat tahun untuk berakhir pekan di danau tersebut."memang sengaja saya dari serepong tempat tinggal saya,ngajak isteri sama anak saya kesini buat ngeliat danau,kebetulan tempatnya sudah bagus sekarang."ujarnya.selain tempatnya yang sudah bagus danau tersebut juga kini memiliki fasilitas bermain seperti perahu rakit dan sepedah bebek air yang terbuat dari Fiberglass,sehingga makin menarik minat pengunjung yang pingin berlama-lama ditempat itu.bang Kola (57) panggilan akrab sesepuh kelapa dua dan juga tokoh yang disegani didaerah tersebut,saat ditemui wartawan menuturkan."harapan saya pemerintah atau pengelola danau ini nantinya merawat kebersihan dan keindahan danau,sehingga danau ini bisa menjadi tempat rekreasi buat semua orang yang ingin berkunjung ke danau ini,dan bisa menambah pendapatan juga buat warga sekitar sini."untuk yang hobi memancing jangan kawatir danau kelapa dua juga di lengkapi fasilitas area bagi para pemancing,selain itu pula deretan warung jajanan dan makanan tersedia pula di danau kelapa dua itu,yang dikelola langsung oleh warga sekitar danau tersebut.harapan masyarakat di sekitar danau dengan luas 375.000 meter persegi Milik pemerintah Provinsi Banten itu,nantinya danau tersebut betul-betul akan menjadi tempat rekreasi alternatif di Kabupaten Tangerang. (Ksh)

Potensi Wisata Belum Tergarap Optimal Untuk Peningkatan PAD

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 03 Januari 2016 | 11.01

Potensi Wisata Belum Tergarap Optimal Untuk Peningkatan PAD

Trenggalek, Awdionline.com - Trenggalek sebagai kota Kabupaten diujung selatan Jawa Timur yang banyak orang menyebutnya kota Kripik Tempe dan Gaplek, mempunyai potensi alam yang tidak kalah dengan Kabupaten lainnya dijawa timur dan apabila digarap secara maksimal dan frofesional dengan komitmen yang tinggi maka tidak mungkin akan menambah Pendapatan Asli Daerah yang tidak kecil.
Seperti pantauan wartawan dilokasi wisata Gua Lowo minggu 3/1, karena berbarengan dengan tahun baru dan libur besar anak sekolah, lokasi wisata yang terletak diwatuagung watulimo tersebut sangat ramai oleh pengunjung. Namun yang membuat prihatin dan kecewa pengunjung adalah pengembangan sarana dan prasarana pendukung pengembangan lokasi wisata terkesan monoton dan stagnan. Dari tahun kemarin sampai sekarang fasilitasnya hanya itu itu saja tanpa adanya perubahan, terang slamet warga trenggalek yang saat ini tinggal dinganjuk yang tiap tahun dipastikan dia dan keluarganya berkunjung kegua tersebut untuk melepas kangen.
Potensi alam yang ada diwatulimo dan potensi lainnya yang tersebar dipenjuru kota kecamatan, merupakan anugerah Illahi yang harus diberdayakan secara maksimal oleh pemerintah daerah sebagai pengelola. Agar dengan adanya potensi tersebut dapat ditingkatkan PAD-nya untuk mensejahterakan rakyat Trenggalek. Potensi alam yang ada diTrenggalek merupakan potensi besar dan tidak semua daerah memilikinya. Potensi wisata alam yang alami tersebut saya nyakin bisa dikembangkan menjadi wisata potensial yang tidak kalah dengan gua buatan,tuturnya.
Gua Lowo yang terletak diwatulimo merupakan potensi wisata alam yang tiada tara. Selain merupakan gua terpanjang juga kealamiannya masih tertjaga sampai sekarang. Bagi pengunjung luar daerah untuk mencapai gua, ada dua jalur yang bisa ditempuh. Kalau naik angkutan umum naik dari Kota Trenggalek menuju ke Durenan terus dilanjutkan kemudian mencari angkutan menuju ke Gua Lowo yang terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo.
Gua yang karena kealamiannya, bagi pengunjung yang menyukai supranatural pasti lokasi tersebut menyimpan misteri tersendiri. Seperti penuturan petugas yang tiap hari ada diGua Lowo Mbah adi. Gua lowo menyimpan Energy yang positif bagi para pengunjungnya. Bila pengunjung ada dalam gua Lowo maka bila hatinya bersih dan niat baik ingin menikmati keindahan ciptaan tuhan maka dijamin akan merasakan sensasi hati tenang dan pikiran akan fress.
Penuturan mbah adi juga diamini tokoh desa watulimo Paiman yang saat itu ada dilokasi wisata Gua lowo. Ia menuturkan bahwa manusia secanggih apapun tak akan mungkin mampu membuat gua seperti Gua Lowo ini. Bahkan untuk membangunnya akan menghabiskan anggaran sangat besar. Menurut data yang kami tahu, pada tahun 1984 ada ahli gua dari Perancis, Mr. Gilbert Manthovani dan Dr Robert K Kho yang melakukan survey gua lowo. Dan berdasarkan survey mengatakan bahwa Gua Lowo yang menurutnya sepanjang 2 kilometer itu merupakan gua alam terbesar di Asia Tenggara, bahkan di Asia. Namun karena panjangnya dan fasilitas penerangan didalam, saat ini hanya baru sepanjang 800 Meter dengan 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil yang bisa dinikmati. Sementara itu sisa panjang gua yang 1,2 km belum bisa ditembus karena di dasarnya ada sungai sehingga jika air sungai besar akan kewalahan, tuturnya.
Pengembangan obyek wisata seharusnya dikelola dengan manajer yang benar benar mampu mengelola tempat wisata tersebut agar PAD Trenggalek meningkat. Prinsip prinsip pengelolaan obyek wisata harus menjadi dasar dari pengelolaan tersebut. Pemerintah daerah apabila tidak mampu mengelola maka alangkah baikknya bila pengelolaannya diserahkan pihak ketiga atau swasta agar pengembangan wisata bisa maksimalkan PAD tidak seperti pengembangan pariwisata yang terjadi saat ini, pengembangan wisata yang setengah hati. Maksud hati banyak pengunjung yang datang tapi fasilitas yang ada sangat minim. ( rudi )

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Melaksanakan Brifing

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 07 Juli 2015 | 22.20

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Melaksanakan Brifing Pengelolaan Sementara Kawasan Wisata Pantai Boom Banyuwangi

Banyuwangi AWDI Online .com Tahun ini (2015) dan pada hari selasa tanggal 30 juni, Dinas Kebudayaan & Pariwisata melaksanakan Brifing Pengelolaan Sementara Kawasan Wisata Pantai BOOM Banyuwangi dan di ikuti oleh Instansi samping yaitu Satpol Airud Banyuwangi, Koramil 0825/Kota, Kecamatan Kota, PEMKAB Bagian Pembangunan, Disperindagtam, Pelindo III Tanjung Wangi, DKP Banyuwangi, dan Kelurahan Kampung Mandar, dan Satpol PP Banyuwangi.
Maksud dan tujuan Dinas Kebudayaan & Pariwisata melaksanakan Brifing ini di Pendopo Kantor Kebudayaan dan Pariwisata yang dipimpin oleh Kepala Dinas MY Bramuda, S,Sos, MBA,MM bertujuan untuk membahas Pengamanan, Parkir kendaraan, Pelayanan Masyarakat yang ramah, Piket jaga dan di bantu warga kelurahan kampung Mandar sebanyak 36 petugas di Pelabuhan BOOM Banyuwangi.
Mulai besok Hari Rabu tanggal 1 juli petugas pengamanan di Pelabuhan Pantai BOOM Banyuwangi sudah stand bay dan siap mulai pukul 05.00 wib pagi sampai dengan 21.00 wib malam. Petugas pengamanan di himbau menggunakan istilah 3.S (Senyum,Sapa,Salam) juga memakai tutur bahasa yang baik serta ramah tamah terhadap para pengunjung Wisata terutama Touris yang berkunjung dan setiap para pengunjung dikenakan karcis sebesar 2000 rupiah  di Pelabuhan Pantai BOOM Banyuwangi.
Kepala dinas Kebudayaan & Pariwisata bapak Bramuda melalui Kepala Bidang Pariwisata Dariharto mengharapkan agar pelaksanaan petugas pengamanan dilapangan dapat berjalan baik, kondusif, lancar dan aman mulai awal pelaksanaan besok hari Rabu sampai akhir pelaksanaan pengamanan di Pelabuhan Pantai BOOM Banyuwangi. Harapan Wartawan AWDI Online semoga Program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat terlaksana dengan baik, aman, dan Kondusif. (Djoni)

Lion Clubs Jakarta Adakan "Worldwide Week of Service"

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 17 Mei 2015 | 18.21

Lion Clubs Jakarta Adakan "Worldwide Week of Service"

AwdiOnline.com, Jakarta - Lion Clubs Jakarta mengadakan kegiatan acara Worldwide Week of Service dari tanggal 16 - 22 Mei 2015 dengan tema 'Help Children in Need', pembukaan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata Dr. Hj. Sylviana Murni, SH., M.Si bertempat di Siti Mariam, Jl. Kedoya Raya 101, Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk - Jakarta Barat, Sabtu (16/05).
    Menurut Ketua Lion Clubs Jakarta District Governor Effendi Halim mengatakan, kami  memberikan 500 paket alat-alat sekolah kepada anak-anak Yatim di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
    Dihadiri oleh Ketua Presiden Lion Club Jakarta Meruya Sehati Steven Winarta, Lurah Kedoya Utara Abdul Latif, S.Sos, Danramil 05/Kebon Jeruk Kapten Inf Manijo, FKUB Jakarta Barat: Bambang Pitoyo dan Zainal, Para Tokoh Agama: Ustadz Syarifuddin dan Ustadz Supiyadin (Islam), Pastor Celcius (Katolik), Pandhita Go Tjeng Sun (Budha), dr. Anwar Budiman, dan Para Tokoh Masyarakat. (Agung 6444)

Pendapatan Lebih Rp 5 Miliar Ditargetkan Pariwisata Terkendala Akses Jalan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 17 April 2015 | 21.20

Pendapatan Lebih Rp 5 Miliar Ditargetkan Pariwisata Terkendala Akses Jalan

Cilacap, FD
KEBUMEN – Pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Kebumen masih terbilang besar.Pada tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengincar satu juta pengunjung serta menargetkan pendapatan lebih dari Rp 5 miliar.
“Tahun 2014 kami bisa menyedot 957.007 pengunjung dari seluruh objek wisata menghasilkan pendapatan Rp 5 miliar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Hery Setyanto, didampingi Kabid Pemasaran Sigit Widodo, Selasa (7/4) kemarin.
Menurut Hery, pihaknya kini memiliki tujuh objek wisata yang murni dikelola Pemkab. Yaitu Pantai Petanahan, Pantai Suwuk, Pantai Karangbolong, Pantai Logending, Gua Jatijajar, dan Pemandian Air Panas Krakal Alian.
Selain itu, masih ada wisata yang asetnya sebagian milik pemkab serta milik instansi vertikal seperti Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang serta Gua Petruk.Dia merasa lega belakangan ini potensi wisata yang dikembangkan masyarakat Kebumen terus meningkat.Seperti wisata alam sungai Jembangan di Kecamatan Poncowarno dan benteng Vander Wijck Gombong.
Menjanjikan
Bahkan potensi wisata alam juga cukup menjanjikan. Seperti wisata minat khusus yakni di Gua Barat Kecamatan Ayah dikelola oleh masyarakat setempat. Pihaknya juga terus mengangkat potensi geowisata di Kecamatan Karangsambung dan Sadang.
Hery mengakui, meskipun potensi wisata Kebumen cukup besar, hingga kini masih menghadapi berbagai kendala. Antara lain, terbatasnya SDM staf dan petugas lapangan yang tiap tahun berkurang karena pensiun, keterbatasan anggaran pengembangan wisata serta masih belum didukung sarana prasarana jalan hingga penginapan. (B3-78)
Wan - Tun
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger