Latest Post

PENYELUNDUPAN BAWANG MERAH ILEGAL ASAL MALAYSIA DIGAGALKAN BEA CUKAI KOTA LANGSA

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 28 Maret 2013 | 11.13


Bea Cukai Kota Langsa berhasil menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal asal Malasyia, Selasa (26/3), di perairan Aceh Tamiang, Aceh.
Langsa ( beritalima.com ) -

Menurut Arief Andrian Kepala Kantor Pelayanan Pengawas dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Kuala Langsa mengatakan Kapal KM Anta Sena GT.34 No.2753 PPb bersandar dan sedang melakukan bongkar muat di Lubuk Damar Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang di sergap oleh Tim Bea Cukai Kota Langsa Provinsi Aceh dengan jumlah muatan bawang merah ilegal berasal dari Malaysia dengan perkiraan sebanyak 30 Ton beserta 7 anak buah kapal.

Setelah di lakukan penyergapan selanjutnya kami menariknya dengan kapal nelayan setempat untuk di eksekusi ke Pelabuhan Kuala Langsa, selanjutnya barang bukti berupa bawang merah kami angkut dengan menggunakan truck dari pelabuhan kuala Langsa Jln Kuala Langsa ke gudang penampungan beacukai yang berada di belakang kantor Bea Cukai Kota Langsa Jln. Cutnyak Dien Kota Langsa-Aceh,” kata Arief

“Kami sedang melakukan proses penyidikan versi Bea Cukai dan kami juga memilki hak untuk melakukan pemusnahan dalam waktu dekat sebab kalau kita lihat agenda besok kamis (28/3) akan diakan pemusnahan barang tangkapan ilegal lainnya jika di perlukan secepatnya maka bawang merah tersebut kita musnahkan besok sekalian,” kata Arief

Kepada Wartawan Arief mengatakan pertimbangan hukum dari Bea Cukai kearah pemusnahan barang tangkapan bawang merah tersebut akan secepat mungkin di lakukan tetapi kalau di lelang kemunginan sangat kecil selain merusak harga pasar lokal bawang merah juga ada pertimbangan hukum lainnya , kata arief. ( Kontributor Langsa-Aceh : Eddy Khalil )

LP2KKNP dukung upaya Polda Sulut- Kapolda Imbau Jaga Keamanan Lokasi Tambang

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 27 Maret 2013 | 10.32

Sulut, AwdiOnline.com - Keamanan kawasan tambang yang belakangan ini terganggu, terus mendapat perhatian dari aparat Kepolisian. Polda Sulut pun mengimbau warga untuk menjaga keamanan guna meningkatkan situasi Kamtibmas.

Kepada wartawan, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, mengatakan, gangguan keamanan yang terjadi dilokasi tambang memang menjadi atensi Polda. Namun demikian, Kapolda mengharapkan peran dari warga untuk menjaga keamanan. “Percayakan pada polisi, jangan saling memprovokasi karena bisa berakibat tidak baik dan merugikan. Karena provokasi akan berbuntut pada bentrok. Diharapkan itu tidak terjadi,” imbau Kapolda yang menyikapi masalah dikawasang tambang.

Di sisi lain, upaya Polda dalam meningkatkan stabilitas keamanan mendapat apresiasi dan dukungan dari Lembaga Pemantau Penyakit KKN Pejabat (LP2KKNP) Sulut. Melalui ketua Stenly Sendow kepada AwdiOnline mengatakan, pihaknya sangat mendukung Polda dalam menjaga keamanan di wilayah tambang. Sebab, situasi yang tidak kondusif terjadi karena adanya provokator. Lebih khusus dilokasi tambang yang ada di Minahasa Utara tepatnya di lokasih tambang PT. MSM/TTN, kata Sendow, aksi demo yang kerap dilakukan ditempat tersebut sering mengganggu aktivitas warga sekitar, bahkan dalam beberapa aksi demo turut serta di dalamnya oknum-oknum legislator.

“Seharusnya tidak dilakukan, karena mengganggu aktivitas warga lebih khusus warga yang ada disekitar lokasi tambang. Memang Kepolisian harus terus meningkatkan pengamanan diwilayah-wilayah tambang agar tidak terjadi gesekan yang akan menjurus merugikan warga yang ada disekitar lokasih pertambangan,” pungkas Sendow. (ngi)


Usia ke 59, Bolmong Daerah Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera

Bolmong, AwdiOnline.com - UPACARA Peringatan Hari Ulang Tahun ke 59 tahun 2013 Kabupaten Bolaang Mongondow yang digelar di halaman kantor Bupati pada Senin 25 Maret 2013 berlangsung khidmat.

Semarak peringatan HUT Bolmong yang kedua kalinya digelar di ibukota Kabupaten Lolak sangat terasa oleh masyarakat dan semua pihak sehingga mampu menampakkan perubahan kemajuan daerah, seiring dengan semangat untuk memberikan kerja dan karya terbaik dalam rangka pencapaian visi mewujudkan Bolaang Mongondow yang Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Bupati Hi Salihi Mokodongan selaku inspektur upacara menyampaikan, usia yang ke 59 tahun telah mengisi ruang pembangunan bangsa dalam lintas dimensi, lintas aspek dan lintas sektor melalui optimalisasi potensi daerah yang mengarah pada perubahan dan kemajuan.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk senantiasa intropeksi diri melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dicapai sebagai kontribusi bagi perjalanan sejarah Kabupaten Bolaang Mongondow, teguhkan komitmen bersatu padu memberikan karya terbaik bagi daerah ini.”

Lebih lanjut atas nama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Bupati Hi Salihi Mokodongan mengucapkan selamat hari ulang tahun ke 59 untuk seluruh warga Bolmong.

"Semoga bertambahnya usia, daerah ini akan semakin menampakkan warna tersendiri, menampakkan karakter dan identitas kabupaten bolmong sebgaai daerah yang terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain ditengah dinamika pembangunan bangsa," kata Salihi.


Upacara peringatan HUT ke 59 Tahun 2013 Kabupaten Bolaang Mongondow dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan tanda kehormatan satya lencana karya satya kepada sejumlah PNS Bolmong, peresmian pasar tradisional “BERSATU”, sarana pedagang kaki lima “BARITO”, dan sejumlah fasilitas lainnya yang di tandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Bolaang Mongondow.

Pada kesempatan itu pula, Bupati turut menerima 1 unit mobil reaksi cepat kecelakaan tenaga kerja dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang di serahkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Aditya Anugrah Moha S.Ked.

Perlu diketahui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam memeriahkan HUT Bolmong ke 59 Tahun 2013 yakni kegiatan olah raga antara lain sepak bola, Volly Ball antar TP PKK dan SKPD, tarik tambang yang diikuti semua SKPD serta lari Maraton oleh peserta dari siswa siswi se kecamatan lolak. Dimana dalam pertandingan Volly Ball putri dimenangkan oleh Tim TP PKK Bolmong dibawah asuhan Ny Hj R Mokodongan Dilapanga.

Hadir dalam Upacara peringatan tersebut Bupati Hi Salihi Mokodongan bersama ketua TP PKK Bolmong Ny Hj R Mokodongan Dilapanga, Gubernur Sulut yang di wakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Propinsi Sulut Hi Gun Lapadengan SH, Anggota DPR RI Komisi IX Aditya Anugrah Moha S.Ked, Ketua DPRD Bolmong bersama wakil ketua dan anggota, Kapolres Bolmong AKBP Hisar Siallagan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bolmong, Wakil Bupati Yanny R Tuuk STh, Sekdakab Bolmong Drs Farid Asimin MAP, jajaran asisten sekdakab Bolmong dan seluruh pimpinan SKPD lingkup pemkab Bolmong, Kepala BUMN dan BUMD Bolmong, seluruh Camat dan Sangadi, seluruh PNS yang ada di lingkup pemkab Bolmong serta unsur pelajar se Kecamatan Lolak. (ngi)

Usut Kasus APBD Manado, Kejati Akan Panggil Lumentut


Manado, AwdiOnline.com

Upaya pengusutan kasus dugaan korupsi dana APBD Kota Manado tahun 2009-2011 terus diseriusi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Buktinya sudah ada sejumlah kepala SKPD Pemerintah Kota Manado diperiksa penyidik Kejati Sulut, seperti Kadis Kebersihan, Julises Oehlers, Kepala Diknas Dante Tombeg dan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Ferry Siwy. Hanya saja, untuk siwy sudah dua kali diperiksa. Namun, tak menutup kemungkinan, Kejati juga akan memanggil Walikota Manado, GSV Lumentut DEA untuk diperiksa.” Ya, bisa saja Pak Lumentut dipanggil, kan siapa saja yang diduga terkait dalam kasus APBD Manado pasti dimintai keterangan, “ jelas kamea kepada wartawan, pekan lalu.

Meski demikian, Kamea belum berani memastikankapan orang nomor satu di Pemkot Manado tersebut akan dipanggil pihaknya, pasalnya semua tergantung hasil penyelidikan penyidik . “mungkin, dipanggilnya Pak Lumentut hanya untuk sekedar klarifikasi saja soal pengelolaan APBD tahun 2009 silam, kan saat itu ia menjabat sebagai Sekretaris Kota (Sekot),”jelasnya.

Sementara itu, sesuai informasi yang dirangkum wartawan, indikasi koruptor pada dana APBD Manado tahun 2009-2011 sangat kuat, pasalnya bukti-bukti yang disampaikan ke Kejati Sulut sangat lengkap dan memastikan kasus tersebut bakal sampai ke pengadilan. “Bukti-bukti soal dugaan korupsi APBD Manado sangat kuat, disinyalir yang mengungkap kasus ini, orang dekat dari terlapor saat itu,” beber sumber yang layak dipercaya di Kejati Sulut. (ngi)

KADISDIK Kota Langsa Aceh Menyiapkan Pasukan Perang Melawan Narkoba

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 26 Maret 2013 | 15.05


H Jauhari Amin,SH,MH selaku Ka.Dinas Pendidikan - Kota Langsa
 
Langsa, Awdionline.com

Tes Urin atas permintaan Dinas Pendidikan Kota Langsa ke BNN Kota Langsa sebagai bukti bahwa lingkungan Dinas pendidikan kota Langsa memilki lingkungan kerja bebas dari bahaya narkoba. Tes urine dilaksanakan pada hari ini (18/3) di saksikan oleh Sekda kota Langsa Muhammad Syahrir ,MAP dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa, H. Jauhari Amin,SH,MH Tes urine dilaksanakan di halaman Parkir Dinas Pendidikan Kota Langsa di Jln. H Agus Salim Kota Langsa di mulai sejak jam 09.00-11.00 wib yang dikuti oleh 112 Pegawai Dinas Pendidikan Kota Langsa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa sendiri sebagai orang pertama untuk melakukan tes urin tersebut dengan hasil negatif terhadap Narkoba.

H. Jauhari Amin SH MH selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa mengatakan kami sudah menyiapkan diri bersama seluruh guru dan kepala sekolah serta staff tata usaha di jajaran Dinas Pendidikan - Kota Langsa untuk bersama-sama menyatakan tidak untuk naroba dan akan siap berperang untuk melawan kejahatan narkoba yang merusak generasi anak sekolah, katanya

“Untuk mendukung program pemberantasan dan penyalahgunaan Narkoba kami mulai dari kantor Dinas Pendidikan - Kota Langsa dan selanjutnya kami minta kesediaan Kepala BNN Kota Langsa untuk mendukung kami dengan mengetes urine di jajaran guru-guru dan staf tata usaha di sekolah se Kota Langsa sehingga untuk membuktikan bahwa segenap stakeholder Pendidikan Kota Langsa siap berperang melawan bahaya Narkoba” kata KaDis. Pendidikan - Kota Langsa.

“ Kedepan semua siswa-siswa yang akan masuk ke SMP dan SMA/SMK harus di lakukan tes urine yang bertujuan untuk mendeteksi sejak dini dan gampang untuk di obati bagi yang terkena dampak berbahaya narkoba jadi saya menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah di jajaran Dinas Pendidikan - Kota Langsa agar melakukan tes urine sebagai bentuk kepedulian kita terhadap calon masa depan Aceh yg di mulai dari bangku sekolah “ kata H. Jauhari Amin,SH,MH menambahkan keterangannya.

Menurut Kompol Navri Yulenny,SH,MH di damping Fitriani M.Sp selaku Kepala BNN Kota Langsa dan Kasi Pemeberdayaan Masyarakat BNN Kota Langsa menjelaskan pada prinsipnya kami mendukung harapan dan keinginan Kepala Dinas Pendidikan - Kota Langsa sebab untuk memberantas peredaran gelap narkoba ini adalah masalah yg merusak dunia Pendidikan di Kota Langsa kata Fitriani menambahkan.

Selama ini kami sudah melakukan tes urine di 13 Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan baik murid maupun guru di sekolah tersebut, dan sambutan Kepala - kepala Sekolah tersebut adalah memang mereka menginginkan lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang bersih dari bahaya Narkoba “ ujar Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Langsa,pungkasnya.
( Kontributor Langsa : Eddy Khalil )

Lapas Cebongan di serang, 4 tahanan tewas

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 23 Maret 2013 | 10.15


Awdionline.com | DIY (23/3/2013)

Belasan orang bertopeng dan bersenjata menyerang tahanan di lapas Cebongan DIY sabtu (23/3) dini hari.  Kelompok bersenjata tersebut menembak mati 4 tahanan juga mengambil cctv milik lapas saat penyerangan. Para tahanan yang tewas adalah pelaku pengeroyokan anggota kopassus.

Jenazah para korban yang tewas di bawa ke RSUP Dr. Sarjito DIY. Puslabfor Polda DIY masih olah TKP penyerangan lapas Cebongan. Paska penyerangan lapas, Polisi dan TNI masih menjaga ketat lokasi. Dirkamtib Ditjen Pas Bpk. Wibowo Joko mengatakan : “pelaku menganiaya petugas dan melepaskan tembakan”.

Polda DIY masih menyelidiki motif penyerangan. Menkopolhukam : “tangkap dan adili penyerangan di lapas Cebongan Sleman DIY.


Reporter : Suwardi 6444

PAUD NUSANTARA RW 02 CENGKARENG BARAT TERBUKTI “ GRATIS ” 70 SISWA TELAH TERDAFTAR

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 22 Maret 2013 | 14.12


Jakarta (22/3/13) – Hari ini PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Nusantara rw.02 cengkareng barat diresmikan oleh seksi pendidikan kel.cengkareng barat (Ibu Riska) dengan gunting pita, bertanda acara telah diresmikan. Acara cukup meriah walau sederhana. Acara dihadiri oleh perwakilan Dikmen Jakarta Barat, staff KESMAS Kec. Cengkareng, staff Kel. Cengkareng barat, dewan kelurahan, seluruh pengurus RT / RW. 02,ibu pkk RW 02, bimmas, tomas, toga, para orangtua dan 70 siswa baru.

Pencetus paud nusantara  JP.Buwono SE, M.M yang juga ketua RW 02 saat diwawancarai awdi mengatakan “ sekolah Gratis harus….!!, karena pendidikan buat kami adalah misi utama pengurus RW.02 priode sekarang. Anak harus mendapatkan pendidikan yang memadai, untuk anggarannya biar kami yng memikirkannya “katanya. Selain mendapatkan sekolah gratis para siswa mendapatkan buku, seragam sekolah dan tas gratis juga.

Tampak wajah ceria dan senang diwajah para anak-anak dan orang tua, rata-rata usia siswa yang ada sekitar  3-5 tahun. “ kita berdoa saja semoga semua anak – anak usia dini  di Indonesia, semua dapat belajar dan bermain secara gratis juga…itu harapan saya” kata ketua PKK RW 02 Sari Buwono. Paud nusantara yang lokasinya disebelah kantor RW.02 ini menggunakan guru pengajar Ibu Yosi dan Ibu Ningsih. Dibantu dengan ibu PKK RW 02. Oman salah satu orangtua mengatakan “ ini anak saya yg ke-2, kalau yang pertama dulu di paud  juga, Cuma bayar..bisa sampai 300 ribu (uang pendaftaran sama seragam), sekarang di RW.02 pak bono semua gratis. kami sangat senang dan terbantu".

Di jakarta sendiri paud sudah ada mencapai lebih dari 100 paud yang rata-rata bertulisan gratis tapi kebanyakan itu hanya slogannya saja kata pengamat pendidikan Jakarta, rata-rata mereka hanya mengambil keuntungan  untuk mendapatkan subsidi dari program pemerintah daerah tentang pendidikan. Mereka biasanya menambahkan uang untuk seragam, uang pendaftaran bahkan uang pengajarnya, jadi dimana gratisnya ?. semoga pendidikan di Indonesia agar lebih baik.

Reporter : Faisal 6444



SENGKETA PERNIKAHAN PALSU SUPRIATNO DENGAN FITRI SEKDES KUALA SEKAMPUNG & KASI PEMERINTAHAN SRAGI MERASA DIKAMBING HITAMKAN

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 21 Maret 2013 | 16.41


Lampung Selatan - Awdionline.com

Terkuaknya kasus nikah palsu Supriatno (21) warga Dusun Sukarandek Desa  kuala sekampung Kecamatan Sragi, dengan Fitri (19) warga Dusun 1 Desa Sido Makmur Kecamatan Way Panji pekan lalu, ternyata berbuntut panjang dan menyeret nama-nama oknum Aparatur Pemerintahan Desa dan Kecamatan.

Kasus Nikah palsu Supriatno dengan Fitri muncul di publik, setelah Icha Mustika (23) istri syah dari Supriatno mengadukan pernikahan suaminya ke PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) MAPOLRESTA Lampung Selatan, dengan tuduhan telah menelantarkan dan meninggalkan istri dalam keadaan hamil dari usia kandungan 2 bulan sampai dengan buah hatinya lahir 28/2/2013, berjenis kelamin laki laki, dengan berat 2,9 kg yang ditangani oleh Dokter Spesialis persalinan di Rumah Sakit Way Jepara, Lampung Timur.

Padahal baik secara hukum Negara maupun Hukum Agama saya belum diceraikan, ungkap Icha kepada Investigasi News saat dikonfirmasi via telepon seluler. Ichapun menambahkan, ”Saya tidak terima perlakuan suami saya dengan menikah lagi, dan akan saya tuntut siapa-siapa yang terlibat dalam pemalsuan dokumen pernikahan baru suami saya, tegas Icha.

Terjadinya Pernikahan palsu Supriatno dengan Fitri di latar belakangi adanya dokumen/data data palsu yang dikeluarkan oleh oknum aparat desa,Diantaranya KK dan KTP disulap bersetatus perjaka(belum kawin) dalam hal ini Kepala Desa kuala sekampung yang mengeluarkan.Karena tidak didapatkanya surat numpang nikah,orang tua Supriatno berinisiatif untuk membuat surat pindah.agar mempermudah proses pernikahan baru supriatno.Bermodalkan KK dan KTP pihak supriatno menemui KASI pemerintahan kecamatan sragi dan berhasil mendapatkan surat keterangan pindah sesuai permintaan pihak mempelai wanita.Surat keterangan pindah inilah,yang kemudian menyulut kemarahan Icha mustika istri supriatno,karena dalam surat pindah tersebut,menjelaskan status perkawinan(belum kawin) tujuan pindah (mengikuti calon istri) Investigasi News pun langsung menemui Kasi Pemerintahan Sragi guna meminta keterangan. Kepada Investigasi News, Drs Ahmad Zahri Nip:196402071985031010, mengatakan: Saya membuat surat keterangan pindah berdasarkan KK dan KTP yang dibawa oleh orang tua supriatno. Dimana disitu jelas berstatus perjaka (belum kawin) jadi tidak benar jika ada unsur kesengajaan untuk memalsukan data. Terkait siapa yang mengeluarkan KK dan KTP itu jelas dari Desa. Saya hanya bekerja melayani masyarakat, dan sayapun tidak tahu siapa itu Supriatno, saya hanya berlandaskan rekomendasi dari Desa. Jadi sangat tidak beralasan jika dalam pemberitaan sebelumnya di katakan saya harus bertanggung jawab atas terjadinya pernikahan antara Supriatno dan Fitri. Jelas Kasi Pemerintahan.

Demi mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat dan akurat, Investigasi News mendatangi rumah kepala desa Kuala Sekampung Bpk. Taman (40) namun tidak berhasil ditemui. Terkait pembuatan KK dan KTP. Sementara itu, Sekdes, DASIMIN (45) yang berhasil dikonfirmasi menjelaskan: ”saya tidak pernah mengeluarkan KK ataupun KTP apalagi surat rekomendasi untuk nikah, saya hanya membuat surat rekomendasi pindah sesuai permintaan orang tua Supriatno untuk pengantar ke kecamatan. Sambil menunjukan arsip surat dengan nomor: 141/057/VI.10.10/2012. itupun tidak di buat sebagai landasan oleh pihak kecamatan, karena berdasarkan KK dan KTP status Supriatno adalah perjaka bukan cerai hidup seperti yang di rekomendasikan Sekdes. Ketika ditanya kenapa Sekdes memberi keterangan cerai hidup? Sekdes dengan tegas menjawab: itu sesuai permintaan orang tua supriatno, karena sudah lama anak saya pisah sama istrinya, dan sudah lama juga icha pergi meninggalkan supriatno, kata sekdes menirukan apa yang di sampaikan oleh sipemohon surat rekomendasi pindah. Yang jelasnya saya hanya membuatkan itu, dan itupun tidak dipergunakan oleh kecamatan karena tidak sesuai KK dan KTP.

“Saya merasa jadi tumbal terkait isi pemberitaan di Koran. kenapa hanya saya  dan Kasi pemerintahan yang dianggap paling bersalah. Padahal akar permasalahanya kan dari keluarnya KK dan KTP, saya juga merasa ditipu oleh oknum wartawan yang pernah datang ke rumah saya, padahal saya sudah memberikan keterangan sejujur jujurnya kepada wartawan itu, dan tidak ada yang saya tutup tutupi. Bahkan tanpa seijin saya oknum wartawan itu mengambil arsip Surat Pindah dari meja kerja saya.

Melalui Media investigasi news, ”saya berharap kepada pihak-pihak yang berwenang, untuk mengkaji lebih dalam lagi,dan melihat kasus ini dengan seksama.
Kalaupun ada kekeliruan dengan Surat Pindah yang saya buat, perlu saya perjelas, itu hanya rekomendasi ke kecamatan dan tidak digunakan, saya minta diperlakukan seadil adilnya. Disini saya sama sekali tidak ada unsur kesengajaan, saya hanya membuat surat pindah itu berdasarkan permintaan orang tua supriatno warga saya dan tidak benar kalau saya yang mengatur semua pemalsuan data, apalagi karena saya di beri uang. Murni saya melakukan itu karena memang sudah tugas saya melayani masyarakat. Jelas Dasimin kepada investigasi news.

Di tempat terpisah tim Investigasi News mendapatkan informasi dari Kuasa Hukum Icha Mustika terkait pengaduan Icha ke PPA, "proses hukumnya masih dalam pengembangan dan pemberkasan, dalam waktu dekat ini, Icha pun kembali menghadap ke Polres Lampung Selatan untuk menyelesaikan BAP yang sempat tertunda karena kondisi kehamilan Icha.

Yang jelas kita tunggu saja mas, perkembanganya. Satu demi Satu pasti akan di panggil dan akan mempertanggung jawabkan perbuatanya, masing masing sesuai perannya dalam kasus pemalsuan data, yang mengakibatkan seseorang (Icha) kehilangan haknya dan diterlantarkan, serta melahirkan anak pertamanya tanpa di damping sang ayah. Yang tragisnya lagi, pada saat Icha dalam situasi antara hidup dan mati justru Supriatno (suami) sedang bersenang senang dengan wanita lain (istri baru)". Itulah keterangan Kuasa Hukum Icha kepada Investigasi News via Telepon. (Mizan. S)


Sering Di Aniaya Suami, Cucun Binti Santa “Melapor” Ke Polsek Sragi

Lampung Selatan - Awdionline.com

 Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali terjadi, kali ini dialami oleh ibu dua anak yaitu Cucun Binti Santa(28) warga Dusun Suka Randek Rt 002 Rw 001 Desa Kuwala Sekampung Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada pukul 11.00 Wib, Selasa 29/1/2013 di rumah kediaman bapak Nukman (60) mertua korban, yang beralamat di Dusun Ujung Zami Desa Mekar Mulya Kecamatan Palas.

Dari keterangan korban “Pagi harinya masih hari yang sama selasa 29/1/2013, korban di jemput Suaminya Bahrum (34) di tempat kerjaannya, dengan alasan harus pulang karena orang tua Bahrum dalam keadaan sakit keras. Tanpa berpikir panjang, korbanpun langsung izin kepada perusahaan di mana dia bekerja. Namun sesampainya di tempat orang tua Bahrum, ternyata orang tua atau mertua korban dalam keadaan sehat. Pelaku sengaja berbohong agar korban mau mengikuti kehendak Bahrum. Setelah terjadi cekcok mulut, akhirnya cucun pun  mengalami tindak-an kekerasan berupa penganiayaan berat dibagian wajah, mata sebelah kanan, dan dahi. Untunglah pada saat kejadian itu, orang tua cucun, bapak Sanan (58) datang, karena men-dengar anaknya di-jemput di tempat kerja dan dibawa oleh Bahrum. Kecurigaan dan kehawatiran Sanan, bukan tidak beralasan, karena bukan kali ini saja cucun mendapatkan perlakuan seperti itu. Sananpun langsung membawa pulang cucun ke rumahnya di suka Randek. Dan hari itu juga orang tua korban bersama korban langsung melaporakan tindak kekerasan yang dilakukan Bahrum, ke Mapolsek Sragi setelah sebelumnya sempat dilakukan  visum di RSUD kalianda.
Sementara itu Bahrum pelaku penganiayaan, yang juga merupakan suami korban langsung melarikan diri dengan membawa satu orang anaknya yang masih balita, hingga saat ini tidak diketahui dimana keberadaanya. Demi mendapatkan informasi Investigasi News me-nyambangi rumah kediaman korban dan berhasil menemui Sanan, orang tua korban. Dari keterangan sanan, menyebut-kan sudah dua tahun ini Bahrum merantau di Palembang. Setiap pulang, pasti ada saja pertengkaran  dan selalu memukuli anak saya, padahal Selama ditinggal merantau, segala kebutuhan anak dan cucu saya yang biayai, tapi kenapa mantu saya kok tega memukuli istrinya, dan itu sering sekali dilakukan”, jelas sanan.

Hal senadapun disampaikan cucun. Selama suaminya ada diperantauan, jarang sekali mengirim atau menafkahi keluarga. Bahkan perlakuanya terhadap istri jadi sangat kasar dan selalu main tangan. Dua atau tiga bulan sekali suami saya pulang, tapi perlakuan kasar yang selalu saya dapatkan, karena sudah merasa tidak kuat baik batin maupun Raga saya yang sering disiksa, saya dengan baik-baik meminta agar suami saya menceraikan saya. Namun suami saya selalu menolak dan ujung ujungnya pasti saya disiksa. Sebagai perempuan, saya benar- benar merasa hak hak saya terampas. Demi menghidupi anak saya, sayapun rela kerja, sementara suami saya tidak pernah memikirkan nasib anak anak saya. Kepada bapak polisi, saya minta keadilan yang seadil adilnya. Saya terima semua perlakuan suami saya yang sering menganiaya saya. Asalkan permohonan saya untuk cerai dikabulkan, dan kembalikan anak saya yang masih kecil. Itulah ungkapan cucun sambil menitikan air mata saat mengahiri keteranganya kepada wartawan.

Apapun alasanya, kekerasan yang di alami Cucun Binti Sanan harus mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Khususnya Mapolsek Sragi yang telah menerima pengaduan korban sesuai bukti surat penerimaan laporan NO:STPL/B1/-01/1/2013/RES LAM-SEL/SEKTOR SRAGI, yang mana telah dilaporkan pada hari selasa 29/1/2013 pukul 16.30 Wib, dan diterima oleh H. SILALAHI selaku penyidik, berpangkat BRIGPOL NRP:83100386.

Demi terlindunginya hak-hak perempuan, diharapkan kepada pihak yang berwenang untuk segera menindak tegas dan memburu pelaku dimanapun keberadaanya.Karena dari pengakuan korban sampai dengan saat berita ini di rilis, masih belum ada perkembang-an ataupun tindakan dari aparat kepolisian terkait pengaduan-nya. (Mizan. S)


Kepala bagian umum Jakbar Perioritaskan Kebersihan lingkungan kantor walikota dan Kesejahteraan cleaning service

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 13 Maret 2013 | 15.45

Jakarta, AWDIONLINE.COM
                Kabak umum Yanto, beberapa waktu lalu mengatakan kepada  Detak Jakarta, diruang kerjanya bahwa sebagai pengemban jabatan kabak umum yang dipercayakan    kepadanya mengatakan, bahwa jabatan itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat serta di lingkungan kerjanya. Hal inilah yang telah dilakukan Kepala Bagian (Kabag) Umum Jakarta Barat, Harianto.
                Menurutnya, prioritas Kantor Walikota Bersih, Asri, dan Kesejahteraan  Pekerja Kontrak Kebersihan Kantor Walikota Jakarta Barat, merupakan hal yang didepankannya.
                Dalam waktu dekat, kata Kabag Umum yang belum lama mengemban jabatannya ini, ia akan segera mengundang rekanan (pihak ketiga) yang masih mempunyai kewajiban menangani kebersihan dan pemeliharaan Kantor Walikota Jakbar.
                Undangan tersebut bertujuan untuk pembahasaan soal evaluasi pekerjaan tahun anggaran 2013 yang masih menjadi kewajiban para rekanan, dasn khususnya pembahasan upah para pekerja kontrak yang berasal dari setiap perusahaan rekanan, agar para pekerja kontrak yang selama ini berjasa menjaga kebersihan dan pemeliharaan di Kantor Walikota Jakarta Barat dapat hidup layak dan sejahtera.
                “saya akan meminta para rekanan yang masih mempunyai kewajiban supaya mengkordinir para pekerjanya, yang selama ini bertugas memelihara dan menjaga kebersihan Kantor Walikota Jakarta Barat, sehingga terciptanya kebersihan dan kenyamanan bagi masyarakat,” ungkapnya kepada AWDI di ruang kerjanya, pecan lalu.
                Ia menambahkan, dalam agenda pertemuan pembahasan tersebut, yang terpenting ialah permasalahan kesejahteraan para tenaga kontrak, dan pertanggungjawaban para rekanan agar lebih peduli lagi untuk mengkordinir para pekerjanya. “Dan jika perlu pelaksanaan dari setiap PT/CV datang setiap minggunya agar dapat mngkontrol langsung para pekerja yang mereka tugaskan selama ini,” ujarnya.
                “jika rekanan lebih aktif mengkontrol para pekerja, saya yakin kebersihan dan pemeliharaan di kantor ini akan lebih baik, dan bila ada kekurangan alat bagi pekerja, rekanan dapat langsung mengetahui dan merealisasika secepatnya, agar terciptanya kesinambungan antara PT/CV dengan para pekerjanya,” ujarnya.
                Ditegaskannya, jika hal tersebut dapat terlealisasi, dirinya yakin Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat akan lebih bersih dan asri. “Selanjutnya akan bisa menjadi icon bagi kantor pemerintah lainnya,” ungkap Harianto dengan tegas*(Jaya Chaniago). 

Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat adakan Temu silahturahmi dengan Pers , LSM , dan Kepala Sekolah SMA / SMK Negeri se Jakarta Barat

 
Jakarta, AWDIONLINE.COM -
 
       Suku dinas  pendidikan menengah  Jakarta Barat 7 maret 2013 yang lalu mengadakan pertemuan di season city ball room dengan insan pers, LSM, melibatkan seluruh Kepala Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Negeri se Jakarta Barat, bertujuan silahturahmi serta berdialog  dengan control social yang sehari – hari meliput kegiatan di Walikota Administrasi Jakarta Barat.
     
Menurut Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dikmen Jakbar, Alex Usman, mengatakan, bahwa pihaknya menyelenggarakan acara ini, bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesame dan juga saling kenal antar wartawan serta  LSM, sekaligus memperkenalkan seluruh Kepala SMA/K se Jakbar.

        “Mungkin yang dikenal hanya beberapa rekan – rekan wartawan atau LSM saja. Dengan adanya acara ini, kami juga dapat mengenal semua rekan – rekan. Dan saya berharap dikemudian hari tidak terjadi lagi mis komunikasi diantara kita semua,” ujar Alex Usman.
 
        Dari pihak penyelenggara  hanya di hadiri oleh Kasie Sarpras Alex Usman, Kasie SMA Yusen dan Kasie SMK Mariadi, sedangkan Kasudin Dikmen Jakbar, Slamet Widodo dan Kasubag TU H.Usman, tidak dapat hadir  karena ada acara rapat  rapat bersama Kadis Pendidikan DKI. 
 
         Alex menambahkan selama ini Sudin Dikmen Jakbar sudah menerapkan Keterbukaan Informasi Publik sesuai UU RI No. 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, kepada wartawan dan LSM. Dan kedepannya, ungkap Alex, pihaknya akan menyediakan display yang akan dapat diakses oleh masyarakat terkait penyerapan kegiatan Sudin Dikmen Jakbar. Selain itu, pihaknya juga berencana akan mengajak wartawan dan LSM untuk bersama – sama memantau kondisi dan keadaan sekolah menengah atas yang berada di Jakbar.
 
        Dengan adanya program ini, diharapkan system pendidikan menengah di  Jakartabarat dapat mangkin maju, karena otomatis Sudin Dikmen Jakbar akan kebanjiran saran – saran dari masyarakat.
        “saran dan kritikan sangat baik bagi kami, karena hal itu akan membawa kematangan dari Sudin Dikmen Jakbar untuk lebih memajukan dunia pendidikan di Jakbar,” Ujar Alex Usman
       Kasie SMA Sudin Dikmen Jakbar, Yusen mengatakan, bahwa pihaknya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk menampung aspirasi dari rekan – rekan, terutama terkait demi kemajuan pendidikan menengah di Jakarta Barat.
       Mariadi juga berharap kepada rekan – rekan wartawan dan LSM agar dalam mencari informasi harus dilakukan secara professional, santun dan menerapkan asas praduga tak bersalah.
                “Kritikan dan saran ada baiknya seimbang dipublikasikan. Hal ini akan baik bagi kami,”ujarnya
                Pada kesempatan itu, Kepala SMA/K satu per satu memperkenalkan diri, dan suasana acara tersebut santai serta penuh keakraban. Dengan adanya acara ini diharapkan semua pihak makin mengenal dekat, layaknya pepatah mengatakan ,”tak kenal maka tak sayang.”(Jaya Chaniago)

ABPD & APBN 2013 Rawan Dipolitisasi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 09 Maret 2013 | 10.25

ABPD & APBN 2013 Rawan Dipolitisasi
Jadi Biaya Pencitraan Pemilu 2014


MANADO , AwdiOnline.Com - Tahun 2013 menjadi tahun politik, karena tahun depan akan berlangsung Pemilu legislatif. Anggaran pemerintah tahun ini pun tidak lepas dari pengaruh politik. “Sudah pasti posisi APBD dan APBN rawan dipolitisasi,” ujar pengamat politik dan pemerintahan Max Rembang.

Dan yang bakal diuntungkan di momen ini, sambung Rembang, adalah para inkumben politik, terutama mereka yang di legislatif saat ini. “Mereka key person dalam budjeting, pasti tahu kondisi anggaran,” kata dosen FISIP Unsrat ini. “Di kabupaten/kota paling rawan,” ujar Rembang. 
Pengamat politik Philip Regar setuju dengan Rembang. Katanya, politisi yang sekarang duduk di dewan yang akan mencalonkan lagi selangkah lebih maju dibanding para muka baru. “Ya, salah satu keuntungan mereka bisa mengakomodir apa yang jadi keinginan masyarakat dengan kewenangan yang dimiliki saat ini. Memang dilematis juga. Kalau kita mengatakan tidak boleh, itu sudah tugas mereka,” tutur Dekan FISIP Unsrat ini.

Pernyataan Herman Najoan, pengamat politik dan pemerintahan dari kampus yang sama lebih tegas. Katanya, munculnya figur baru dari kalangan keluarga pejabat pemerintah akan menambah runyam beban anggaran dari politisasi. “Akhirnya semua kegiatan pelayanan masyarakat yang dibiayai pemerintah akan sangat kental nuansa politik. Apa saja dipolitisasi,” tukasnya.
Upaya politisasi anggaran itu juga, menurut Najoan, merupakan proses pembodohan kepada masyarakat. Alasannya, anggaran pemerintah itu adalah milik rakyat yang memang harus dikasih ke rakyat. “Legislator atau pun eksekutif itu hanya sebagai fasilitator saja yang mengelola dan melaksanakan alokasi anggaran rakyat itu,” tukasnya.

Jadi, tambah Najoan, diserahkan langsung atau lewat perantara legislator dan eksekutif, tidak ada pengaruhnya karena memang dana itu haknya rakyat. “Jangan mau lagi rakyat dibodohi mereka yang membonceng di anggaran milik rakyat itu,” ujar Najoan.  
Regar menambahkan, barangkali yang perlu diimbau adalah alokasi penyerapan aspirasi yang harus sesuai porsi atau memenuhi mekanisme yang berlaku. “Lihat aspek kebutuhan. Kalau memang tidak ada anggarannya jangan dipaksa,” tandasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Noldy Tuerah tidak menampik adanya politisasi anggaran pemerintah itu. “Memang ada tendensi seperti itu. Namun apabila itu benar terjadi akan sangat mudah menjadi sebuah temuan yang mencurigakan,” tukasnya
Tuerah menambahkan, apabila terjadi mobilisasi  pembiayaan yang berlebihan di suatu lokasi oleh SKPD karena ‘dorongan’ partai penguasa, maka badan anggaran (Banggar) akan mencurigainya. "Kecuali anggaran tersebut konsisten penggunaannya, dan itu memungkinkan," ujarnya.
Bappeda, kata Tuerah, dalam dalam tugasnya (menyusun APBD) harus bersifat netral. Karena dalam pendistribusian anggaran harus memperhatikan tujuan APBD. "Kita memperhatikan daerah-daerah yang layak mendapat pembiayaan prioritas, seperti daerah kepulauan, daerah rawan bencana, dan program pangan," ujar Tuerah.

Sekadar referensi, tahun ini pemerintah menggelontorkan dana hampir Rp16 triliun ke Sulut. Angka ini belun terhitung pendapatan asli daerah (PAD) di provinsi dan kabupaten/kota. Dari seluruh alokasi itu, hanya DAU senilai Rp6,7 triliun dan sebagian dalam anggaran lewat pos kantor pusat (APBN) Rp2,69 triliun yang terbagi untuk gaji pegawai—yang tidak mungkin akan dipolitisasi.
Dalam DAU atau anggaran APBN untuk beberapa instansi pusat di daerah seperti jajaran pertahanan (TNI), kepolisian, kejaksaan, kehakiman, pertanahan, keuangan, dll. sangat sulit tersentuh politisasi. “Tapi yang di kantor-kantor Kementerian Agama, walaupun instansi pusat, tapi masih rawan. Soalnya, ada dana bantuan sosial ke rumah-rumah ibadah di situ,” ungkap beberapa politisi.
Jika dua pos anggaran itu, sekira Rp9,3 triliun, hanya 70 persen untuk gaji pegawai, berarti masih ada 30 persen atau Rp2,79 triliun dalam bentuk proyek belanja modal atau kegiatan lain di luar gaji pegawai. Jumlah itu masih ditambah lagi dengan pos lain seperti DAK, bagi hasil, penyesuaian, kantor vertikal dll. (lihat grafis) yang sebagian besar untuk belanja langsung atau pembangunan, jumlahnya mencapai Rp6 triliun lebih. Kalau dihitung-hitung Rp8 triliun lebih yang rawan dipolitisasi itu. “Bukan hanya di APBD, dana APBN pun rawan,” ujar Najoan.

Simak pula penuturan salah satu mantan pejabat di Pemprov Sulut. Kata pejabat yang belum lama pensiun dari salah satu jabatan eselon II di Pemprov itu, sewaktu dia menjabat tidak jarang upaya politisasi anggaran itu. “Mereka berkedok di aspirasi masyarakat (Asmara),” katanya. “Bagi saya tidak masalah karena mereka berjuang untuk konstituennya. Yang parah justru mereka minta kegiatan itu mereka tangani lewat orang kepercayaannya. Ini artinya sudah politisasi anggaran, mau ambil keuntungan pula,” tukas sumber.

Sinyalemen ini dibantah dua legislator Sario, Djenri Keintjem dan Edison Masengi, yang kemungkinan akan maju dalam Pemilu 2014. Keintjem yang juga Ketua Fraksi PDI-P menegaskan anggapan tersebut keliru. Sebab, menurut Sekretaris Komisi III ini, sudah selayaknya para wakil rakyat yang saat ini duduk di DPRD memperjuangkan apa yang jadi aspirasi rakyat. “Kalau memang diakomodir sangat bagus. Dan jika memang masyarakat kembali memilih kami duduk di dewan karena kinerja kami seperti itu, saya kira tak ada masalah,” tukas politisi yang siap-siap ke DPR RI ini.

Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar Edison Masengi dengan tegas mengatakan anggapan seperti itu tidak benar. “Bagaimana kami bisa menggunakan APBD untuk kampanye? Kami tak punya power lebih untuk itu. Hasil reses saja kadang tak diakomodir. Kalau memang masyarakat masih memilih kami, itu artinya di mata mereka kita bisa memperjuangkan aspirasi,” tukas wakil Golkar dari Minsel ini.(HN. Ngangi)

Cleaning Service Kantor Gubernur Belum Terima Upah

Sulut, AwdiOnline.Com - Sebanyak 63 orang petugas kebersihan (cleaning service/CS) di kantor gubernur Sulut mengaku hingga kini belum menerima upah. Kepada wartawan, Jumat (8/3) para CS ini menyampaikan keluh kesah.

"Masuk 3 bulan kami kerja di tahun 2013 ini namun belum memperoleh upah. Terpaksa untuk kebutuhan keluarga sehari-hari kami harus ngutang," ujar Welly Kumea (40) CS kantor gubernur.
Suparno Ahmad CS lainnya mengungkapkan, mereka sudah pernah menanyakan kejelasan nasib mereka ke Kepala Biro Umum, namun tidak memperoleh jawaban yang memuaskan.
"Menurut Karo, karena proses tender pengelolaan kebersihan kantor gubernur belum selesai maka CS diminta berhenti kerja.

Tapi mana bisa kami berhenti sementara tenaga kami sangat dibutuhkan untuk menjaga kantor gubernur tetap bersih," ujar pria yang mengaku sudah 21 tahun bekerja sebagai CS di kantor gubernur Sulut.

Elly Sondakh dan Naomy Larere, CS lainnya, mengaku sudah mengadukan masalah mereka kepada Sekprov SR Mokodongan dan Asisten 3 Edwin Silangen. Namun kedua pejabat ini hanya bisa memberikan janji bahwa akan mencarikan jalan keluar.
"Pak Sekprov menasehati kami agar bersabar, kerja seperti biasa dan tidak boleh demo sementara menunggu proses tender," ujar keduanya.

Seperti diketahui, kebersihan kantor gubernur tanggung jawabnya diberikan kepada pihak ketiga. Oleh karena itu penentuan pihak ketiga ini harus melalui proses tender. Pemenang tender ini akan bertanggung jawab merekrut tenaga kebersihan (CS) dan membayar upah mereka.
Adapun berdasarkan data diperoleh AwdiOnline.Com, terkait CS di kantor gubernur Sulut, Kepala Biro Umum Rudij Roring SE, telah mengeluarkan surat pemberitahuan bernomor 010/9/262 tanggal 14 Februari 2013.

Dalam surat ini menyebutkan, terhitung mulai bulan Januari 2013 penanganan kebersihan yang ada di kantor gubernur ditangani langsung oleh Pemprov Sulut c.q Biro Umum. Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka, CS yang ada diminta untuk tidak bekerja lagi di kantor gubernur, sambil menunggu tender/lelang kebersihan kantor gubernur.
Selanjutnya mengenai perekrutan tenaga kerja Cleaning Service tahun 2013 kewenangan dari perusahaan pemenang tender.

Roring sendiri ketika akan dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya tidak berada di tempat. Menurut seorang staf, Roring sedang di luar kota menghadiri ibadah pemakaman kerabat.
Namun, dihubungi melalui telepon seluler Roring mengaku akan mengambil kebijakan dan tetap berusaha membayar upah CS ini. (HN. Ngangi)

Polda kembali periksa Kadispora & Kadis PU Manado

Manado, AwdiOnline.Com - Dugaan penyimpangan Gedung Gelanggang Pemuda (Youth Centre), masih terus diusut secara intensif oleh Ditreskrimsus Polda Sulut. Rabu 6/3 2013, Kadispora JL Sondakh dan Kadis PU Manado, kembali ‘dikuliti’ penyidik terkait kasus tersebut.

Dari pantauan wartawan, kedua pejabat Pemkot Manado ini, menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di ruang Tipikor. Hanya saja, ketika wartawan hendak meminta keterangan, keduanya mengaku hanya kongkow-kongkow bersama penyidik di ruangan pemeriksaan. “Di dalam kami hanya kongkow-kongkow saja dengan penyidik,” singkat keduanya, sambil bergegas keluar dari gedung Mapolda Sulut.

Menariknya, dibeberkan sumber penyidik kepada sejumlah wartawan, Kadispora dan Kadis PU diundang untuk memberikan klarifikasi lanjutan. Dijelaskan sumber, ada temuan surat yang tidak sesuai dan perlu dicari kejelasannya mengapa surat atau dokumen Youth Center ada ketidaksamaan. Selain itu diungkapkan sumber, bahwa sekarang ini sedang dilakukan audit ahli konstruksi terkait bangunan, dan audit soal kerugian Negara oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Jadi kami mengklarifikasi karena ada surat yang tidak sesuai. Intinya keduanya menjalani pemeriksaan melalui proses klarifikasi. Lihat saja nanti hasilnya, yang pasti gelar perkara segera dilakukan. Namun akan dilihat dulu hasil audit dan jika memang indikasinya kuat, besar kemungkinan proses tersebut untuk penentuan kelayakan naik penyidikan,” beber sumber.

Sementara itu, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Dicky D Atotoy, melalui Kabid Humas AKBP Denny Adare STh, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan penyelidikan kasus Youth Center terus didalami secara intensif oleh penyidik Tipikor. Menurut juru bicara Polda Sulut itu, kasus tetap dilakukan pengembangan untuk mengungkap sejumlah kejanggan yang ada. “Masih tetap berproses penanganannya. Kasus itu terus dikembangkan penyidik Tipikor,” pungkas Adare. (HN.Ngangi)

LSM : Minta Kejati Periksa BPJN XI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 05 Maret 2013 | 14.40

Sulut, Awdionline.Com-
Pelebaran jalan & pekerjaan Saluran Martadinata Manado dinilai kurang berkualitas dalam pengerjaannya. sorotan pun datang dari  Ketua Umum LSM Lembaga Pemantau Penyakit KKN Pejabat (LP2KKNP), Stenly Sendouw mendesak Kejati Sulut mengusut  proyek jalan martadina Manado Tahun anggaran 2011 dengan anggaran  18.4 milyar  rupiah tersebut.

“Proyek ini harus diusut tuntas. Sebab, pembangunan pelebaran jalan dan saluran Martadinata ini menggunakan uang rakyat, seharusnya kontrak proyek ini selesai sejak bulan januari 2012 tapi kenyataannya sampai sekarang ini  sudah masuk di Tahun 2013 masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan pihak kontraktor ” terangnya.

Tegas Sendow, masalah ini harus dituntaskan hingga kerana hukum, sebab diduga kuat pekerjaan yang tidak diselesaikan oleh pihak kontraktor PT. Sederhana Karya Jaya (SKJ) terindikasi kerugian uang Negara. Sendow menyampaikan selain saluran yang tidak di kerjakan ada juga pekerjaan lain yang  tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan misalnya pekerjaan landasan saluran yang tidak menggunakan Mortal, kedalaman pondasi dan pondasi saluran yang tidak diplester, dan kondisi jalan bergelombang.

Ditambahkan sendow, Kejati Sulut segera melakukan proses pemeriksaan kepada semua yang terkait dengan proyek jalan Martadinata.

Diantaranya kepala Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) XI Sulut-Gorontalo Ir. Johny Wenur, Satker Ir. Rudy Waani, PPK Ir. Deasy Paat dan pelaksana PT. Sederhana Karya Jaya (SKJ). Kalau dihitung, diperkirakan negara dirugikan sekitar 4 milyar lebih. “Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini siapapun dia, apabila melakukan pelanggaran  harus di hukum”. LSM (LP2KKNP) akan mengawal dan melaporakn kasus ini, karena kami punya data “pungkas Sendow, kepada Awdionline.com.

Pendapat lain datang dari Ir. Lexie F. Kereh, MT Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Mata Kuliah Perancangan Perkerasan Jalan Unsrat Manado menilai pelebaran jalan Martadinata tak sesuai standar baku. Ia mengaku telah mengamati pekerjaan yang dilakukan dan meramalkan hanya hanya dalam waktu dua Tahun aspal akan rusak, bergelombang atau retak memanjang.

“Akan terjadi demikian karena prosedur pekerjaanya tak ikut spesifikasi. Waktu mereka gali harus dilakukan pemadatan tanah dasar. Saya lihat ada pemadatan setelah itu didiamkan. Baru dimasukan agregat lapis pondasi bawah, pondasi atas baru aspal. Seharusnya ketika digali kita lakukan pemadatan tanah dasar dengan alat pemadat. Saya lihat tadinya dilakukan, mereka tak langsung timbun bahkan sampai kena air hujan dan becek, “jelas lexi.

Menurutnya tanah yang becek harus diangkat lagi dan dipadatkan sesuai kepadatan terstandar, lalu diberi lapis pondasi bawah dipadatkan, diberi pondasi atas dan dipadatkan lagi sesudah memenuhi syarat diberi lapisan permukaan.

Bila benar rusak pembenahannya harus dilakukan ulang, semua pekerjaan. Aspal dan tanah harus dikeluarkan semua hingga pondasai bawah. “ saat ini saya lihat jalan mulai bergelombang tapi alurnya panjang dari arah kota Pall Dua Manado sudah terlihat di sebelah kiri, “imbuhnya.

waktu kami melakukan konfirmasi dikantor, kepala BPJN XI Sulut-Gorontalo J. Wenur Selalu tidak berada ditempat. Dihubungi Lewat telephon seluler di nomor 08131582xxxx tidak ada jawaban.
(HN. Ngangi)

KPK DIMINTA SEGERA USUT PROYEK JEMBATAN Ir. SOEKARNO MANADO


Sulut,Awdionline.Com- Proyek pembangunan jembatan Soekarno yang menghubungkan pusat kota dan Kelurahan Sindulang Satu, sarat masalah. Awalnya penyelesaian jembatan di-deadline tahun 2011 tapi molor hingga akhir 2012. Bahkan sampai sekarang ini sudah masuk di Tahun 2013 tanda-tanda selesai makin tak  jelas, menyusul belum terhubungnya perangkat jembatan di seputaran Pelabuhan Manado. Ditamba lagi  proyek ini sudah beberapa kali direvisi dan diperpanjang kontraknya.

Divisi Hukum Lembaga Anti Korupsi Dan Pemerhati Pembangunan Nasional (LAK-P2N), Hardy Sembuong, SH  dan ketua Lembaga Pemantau Penyakit KKN Pejabat (LP2KKNP), STENLY SENDOW mendesak aparat hukum mengusut keterlambatan penyelesaian proyek yang sudah menelan anggaran yang sangat besar yaitu sekitar  689 milyar  rupiah.

“Proyek ini harus diusut tuntas. Sebab, pembangunan jembatan  ini menggunakan uang rakyat, sudah hampir 9 Tahun proyek ini dikerjakan kalau dibiarkan pasti proyek tersebut tak akan selesai-selesai,” terangnya keduanya.
Tegas Sembuong yang turut diiyakan Sendow, karena anggaran dana yang digunakan dalam proyek ini ratusan milyard sebaiknya ditangani langsung oleh pihak (KPK) Komisi Pemberantas Korupsi agar proyek  jembatan Ir. Soekarno bisa diketahui letak permasalahannya dimana. Siapapun dia yang terlibat didalamnya agar bisa diselidiki dan periksa oleh pihak KPK,  baik dari pihak  kontraktor pelaksana maupun semua pejabat yang terkait dengan proyek  ini. Agar kebenaran dan keadilan bisa ditegahkan, dan tolong di catat bahwa kami tidak akan berenti sebelum masalah ini selesai. Agar publik tau “pungkas keduanya.

Harapan warga yang tinggal di Manado Bagian Utara untuk menikmati jembatan Ir Soekarno tampaknya harus dipendam dulu. Pasalnya, tanda-tanda penyelesaian pembangunan sejauh ini masih belum terlihat.
“Orang bodoh saja bisa lihat kalau jembatan Ir Soekarno tak akan selesai sampai akhir tahun. Tak jelas siapa yang salah, apakah kontraktor atau pemerintah yang kurang pengawasan,” sergah Raynold Mukalu, warga Sindulang Satu.

Kepala Dinas PU Sulawesi Utara menyampaikan telah berkoordinasi dengan Badai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) XI Manado, dan dijelaskan kontrak pembangunan Jembatan Soekarno akan diperpanjang hingga Agustus 2012,” kata Kenap.
Ia menjelaskan, awalnya kontrak pembangunan Jembatan Soekarno yang dipegang PT Hutama Karya berakhir 31 Desember 2011, namun direvisi dan diperpanjang hingga Agustus 2012.
“Revisi ini dilakukan karena ada kendala teknis dan nonteknis sehingga pembangunannya agak terhambat,” katanya.
Jembatan ini sangat penting bagi warga bermukim di Manado Utara mengingat kepadatan penduduk berimbas kendaraan sering macet pada jam-jam sibuk aktivitas. “Kami hanya berharap tahun ini jembatan selesai dibangun,” tambahnya. Kadis PU Sulut, JE Kenap dalam berbagai kesempatan mengatakan jembatan Ir Soekarno dipastikan selesai tahun 2012. “Kita yakin tahun 2012 pasti pembangunan jembatan selesai dan diresmikan,” terangnya.

Anggota Komisi 3  DPRD Sulut, Juddy Moniaga  juga mempertanyakan perkembangan pembangunan jembatan Soekarno yang tak kunjung selesai. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-jembatan itu akan selesai. Padahal, awal pembangunan jembatan itu sudah dimulai sejak tahun 2004 lalu.
”Kalau dilihat sejak awal pembangunan, seharusnya jembatan itu sudah selesai,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
Kalau dibandingkan dengan pembangunan jembatan didaerah lain yang lebih besar dan lebih panjang, bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Moniaga menekankan, seharusnya pemerintah tak lagi memberikan tender itu ke PT Hutama Karya, sebab perusahaan itu sudah pernah membuat kesalahan. Politisi dapil Minsel-Mitra ini membeber, salah satu proyek putus kontrak yang dikerjakan HK adalah bendungan di Sangkub, Minsel. Seharusnya kata dia, kontraktor itu tak bisa lagi diberikan proyek karena tak bisa menyelesaikan pembangunan.
”Harus ada pinalty bagi kontraktor itu, berupa tak bisa mengerjakan proyek selang beberapa waktu tertentu,” ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Soekarno Christian Umboh mengatakan Untuk target pengerjaan sampai dengan akhir Desember diperkirakan ada 6 kabel yang terpasang. Baru kemudian pada tahun 2013, akan dipasang 5 kabel lainnya. Sehingga target penyelesaiannya tahun 2013. "Kami perkirakan sekitar Juni 2013 Jembatan selesai dikerjakan, dan saat ini kami telah meminta izin perpanjangan kepada kepada kementerian  keuangan"katanya. (HN. Ngangi)

Profesionalisme Wartawanpun di Pertaruhkan !!!

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 02 Maret 2013 | 16.49

awdionline.com

Para Politisi, Pengamat-pengamat Politik tokoh masyarakat dan orang bijak berkata, kalau bangsa di Negara kita baik Komisi Yudikatif, Eksekutif, Legislatif sudah tidak bisa steril terkena imbas. Korupsi kolusi nepotisme dan manipulasi, siapa lagi yang harus dan siap mengontrol Negara ini, jawabnya salah satunya adalah Wartawan.

Tapi mampukah Wartawan menjadi singa kebenaran dengan resiko tinggi yang di pertahankan. Atas pada akhirnya hanya menjadi Tikus Pengerat Amplop di balik ke tidak berdayaannya. Masyarakat luas kini hanya dapat menikmati berita-berita dagelan kompromi politik yang tidak berujung dan berkesimpulan yang banyak beredar di media cetak maupun media elektronik. Banyak Pekerjaan Rumah Besar Wartawan yang belum terkuak terungkap, sebut saja misalnya kasus Bank Century, kasus Gayus Tambunan, Nasrudin, Lapindo, Pelanggaran hakim, Tipikor yang sebagian kasus ini tidak terdengar lagi.

Para Wartawan dan Insan Pers, yang telah di bekali dengan Undang-undang tentang Pers No.40 Tahun 1999 tentang kebebasan Pers terkadang di lapangan menemui kendala dan benturan dengan Undang-Undang Rahasia Negara. Dengan dasar apa hal ini dan itu terbongkar, di khawatirkan akan mengganggu Stabilitas nasional, disisi lain wartawan juga sudah mengantongi KEWI (kode Etik Wartawan Indonesia) No.03/SK/DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalis. Namun pada kenyataannya hanya beberapa Wartawan saja yang mampu dan siap serta berani mengungkap kebenaran berita untuk kepentingan masyarakat, selebihnya hanya manggut-manggut 86 Wartawan yang benar dan benar-benar wartawan adalah Wartawan yang siap mati dan mau menerima resiko apapun untuk kepentingan public ketika insan Pers tersebut bertugas mengungkap fakta dan berita apa adanya tetapi bukan ada apanya. Walaupun resiko besar menghadangnya baik ancaman Doktrin harus di tembus peluru di hunus sangkur wartawan tidak mudah luntur dan mundur, dan semuanya menjadi tajam sehingga sang wartawan Patut mendapat Julukan Wartawan bernyali singa.

Berdasarkan pengalaman kini banyak sekali orang yang mengaku dan menyandang profesi Wartawan dengan bermodalkan kartu Pers penerbitan, menulis, membuat berita pun tidak, sehingga timbulah istilah wartawan Bodrex, yang berbondong-bondong dateng ke Instansi dengan tujuan amplop upeti dan lain sebagainya. Nah kalau sudah seperti ini siapa yang harus di salahkan, organisasi Pers atau organisasi dari pihak penerbitan? Yang bisa menjawab tentunya para Insan Pers itu sendiri. Tugas-tugas wartawan di lapangan saat ini begitu berat, keras, dan beresiko tinggi pada saat mencari serta mendapatkan berita yang sangat tepat dan akurat.

Berbenturan dengan Premanisme, LSM-LSM, para Body Guard, Petinggi-petinggi penting yang mencoba membuat Insimidasi, di sinilah mental Wartawan di uji, maju terus pantang mundur demi publikasi berita untuk masyarakat, atau mundur teratur yang penting enak tidur. Di sisi lain belum lagi wartawan di tawari amplop buat tutup mulut untuk membungkus berita agar tidak mencuat, kalau sudah seperti ini dimana sosial contohnya.

Masyarakat di Indonesia kini sangat-sangat membutuhkan informasi, maka di butuhkan banyak wartawan tangguh dan professional yang mampu dan siap memberikan Informasi tentang berita kehidupan sosial, ekonomi, politik, pembangunan budaya dan pendidikan. Dan siap memberikan informasi, konfirmasi, dan investigasi di wilayah desa-desa terpencil di negeri ini.
Seban masyarakat akan maju membaca serta memperoleh informasi. Akhirnya semua ini berpulang kepada anda semua mau dan mampukah menjadi Wartawan dan Insan Pers sesuai tugas serta dorongan dari hati nurani.***
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger