Latest Post

BUPATI BANYUWANGI PIMPIN RAKOR SINERGITAS 3 PILAR PEMBANGUNAN

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 31 Oktober 2013 | 16.41


Banyuwangi, Awdi online_ Pada hari Kamis tanggal 1 Nopember 2013 Pukul 09.00 s.d selesai bertempat di Lapangan Kalipait kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi jawa Timur.
Rapat Koordinasi Sinergitas 3 Pilar ini dengan tema "Aplikasi kinerja 3 pilar dalam meningkatkan partisipasi pembangunan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam memantapkan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan yang ada di kabupaten Banyuwangi, "yang dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, MSi.  didampingi oleh seluruh Forpimda Kab. Banyuwangi, dalam kegiatan tersebut Kepala Dandim 0825 Letkol Muslimin dan Kapolres Banyuwangi AKBP Yusup, Kejari dan Kepala Pengadilan Negri Banyuwangi.

Kegiatan Rakor tersebut di ikuti oleh seluruh komponen aparat pemerintahan di wilayah Kab. Banyuwangi sebanyak ± 840 orang . Diantaranya kepala SKPD dan aparat kewilayahan (TNI_POLRI_Aparat Pemerintah) dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Desa/Kelurahan se_Kab. Banyuwangi.

 Kegiatan tesebut bertujuan untuk meningkatkan sinergitas ke-3 Pilar pembangunan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi dalam mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik, dan kondusip.

Usulan Masyarakat maupun Kepala Desa Saat Tanya Jawab, Tiga Pilar, tentang infestruktur pembangunan jalan yang belum di perbaiki, mulai Desa Wringinagung kecamatan Gambiran Desa Watu Kebo Kecamatan Rogojampi Dan Desa Bansring Kecamatan Wongsorejo tersebut, sudah akan dia lanjutkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. 

Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas menambahkan kepada pemerintahan Desa, Kantibmas dan Bangbinsa, kalau ada sekolahan sekolahan yang tidak layak Huni, secepatnya laporkan kepada Dinas Pendidikan Banyuwnagi, dan jangan sampai ada anak-anak putus sekolah,”pasalnya pembangunan jalan kota maupun pedesaan sebagaian sudah direlsikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Banyuwangi,”uangkapnya. (DIN AWDI)
     


189 Kades Training Pengembangan Sumber Dya Apratur ( ESQ)


Banyuwangi, AWDI ONLINE – Pemerintah Daerah kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Badan Pemerdayaan Masyarakat (BPM) Banyuwangi mengadakan Training pengembangan sumber Daya Apratur (ESQ) pada hari selasa tgl 29/10/2013 Di Hotel Surya Jajag kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPB) Banyuwangi, Feni telah mengundang  189 Kepala Desa Yang  ada di Kabupaten Banyuwangi, guna mengikuti training Pengembangan Sumber Daya Apratur (ESQ) di Aula Hotel Surya Jajag kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi.bertujuan untuk membentuk karakter jati diri bagi kepala desa yang lebih baik.

Saat di Konfirmasi kepala Desa yang engggan di sebut namanya mengatakan kegiatan (ESQ) di ikuti 189 Kepala Desa se Kabupaten Banyuwangi,dan kepala desa  Telah di bebani oleh Panitia penyelengara dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi ( BPM) sebesar Rp.1.500.000.Satu juta lima ratus ribu rupiah, setiap satu kepala Desa.

Dengan adanya kegiatan Pengembangan Sumber Daya Apratur (ESQ) yang ada di Auala Hotel Surya Jajag-Gambiran tersebut, menambah pengetahuan ilmu dan juga menjadi kepala Desa yang di percaya oleh bermasyarakat,dan juga membantu kemajuan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi kedepan lebih baik, ”paparnya.

Tranining 189 Kepala Desa yang ada di Aula Hotel Surya Jajag yang bertujuan untuk membentuk Karakter jati diri bagi kepala desa, yang lebih baik.,”ungkapnya.(DIN  AWDI)




  

Kepergok Mencuri Pisang Dan Tebu Masuk Bui

              
                                       Foto:wartawan AWDI dan Kanit reskrim polsek sempu

Banyuwangi Awdi Online – Anak di Bawah Umur Kepergok Mencuri Pisang Dan Tebu akirnya Kedua Pelaku Yang Telah Mencuri pisang dan beberapa batang tebu , yang mencuri anak  masih  di bawah umur, yang  bernama insial Hr 14 tahun dan Ei 15 tahun  warga Dusun krajan Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.
Sebelumnya Korban sudah mendatangi kedua pelaku yang telah mencuri tebu dan pisang di rumahnya masksutnya akan di selesaikan baik-baik, “Namun ada salah satu tersangka yang terlalu arogan dan tidak sopan kepada korban tersebut, akirnya Korban melaporkan Kedua Pelaku di Polsek Sempu.
Dan Korban datang ke Polsek Sempu mambawa Kedua Pelaku langsung digelandang oleh pemilik lahan tabu dan pisang itu sendiri, Sipu Hartono dan juga menyerhakan kedua pelaku pencurian dan barang bukti di Mapolsek Sempu kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.
Saat di Konfirmasi AKP Toha melalui Kanit Reskrim Sayus mengatakan bahwa ke Dua pelaku pencurian Tebu dan pisang beraksi di Dusun Purwodadi Desa Temuguruh, sudah lama di intai sama pemilik lahan tersebut, menurut korban itu merupakan sering melakukan pencurian di lahan  milik Sipu Hartono.
Kedua pelaku pencurian pisang dan tebu, saat ini masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Sempu hingga kemarin. Informasi yang dihimpun Awdi Online menyebutkan, sebenarnya satu bulan yang lalu kedua pelaku atas nama Hr dan Ei sudah di intai sama pemilik lahan Sipu hartono.
Perkara ini tetap akan di lancutkan secara hukum yang berlaku, di kenakan pasal 363, “karena korban tidak terima atas perilaku kepada kedua pelaku pencurian tersebut.
AIPTU Sayus juga mengatakan, kedua pelaku pencurian tebu dan pisang yang masih di bahwa umur tersebut, Saat ini di Kusakan oleh Avokasi kondang Banyuwangi Misnadi SH,”maksut dan tujuan avokasi Misnadi SH tersebut, maunya mencoba minta penangguhan kepada kapolsek Sempu.Namun penangguhan kedua pelaku belum tralisasi oleh pihak  Polsek Sempu,”paparnya. (DIN AWDI)

Kapolres Banyuwangi AKBP Yusup, Ngecek Senpi Dan Laras Panjang

Banyuwangi, Awdionline.com -  Tidak semua anggota polisi memiliki surat izin mengemudi (SIM). Gara-gara tidak memiliki SIM, sopir mobil dinas Polsek Rogojampi, Aiptu Robert, dihukum push up kemarin (28/10). Temuan anggota polisi tidak memiliki SIM itu terjadi saat berlangsung pemeriksaan kendaraan operasional oleh Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf. Dalam pemeriksaan tersebut, kapolres dengan teliti melihat kondisi motor dan mobil dinas yang digunakan anggotanya.
Pengecekan di lakukan mulai bodi hingga mesin kendaraan, Kapolres juga memeriksa sirene, lampu rotary,STNK dan SIM anggota yang bertugas se bagai driver kendaraan kepulisian itu.”kita periksa kondisi kendaraan operasional yang digunakan anggota melaksanakan tugas,”paparnya Kapolres AKBP Yusup.

Kapolres melihat satu persatu kendaraan yang digunakan polsek, semua kendaraan patroli,mulai Toyota Kijang,Mitsubishi Kuda, Mitsubishi L-200,Strada DVC, hingga mobel Sedan Mitsubishi Lancer tidak luput dari pemeriksaan.

Saat memeriksa kondisi mobil operasional polsek, kapolres terkejut karena sopir mobil Mitsubushi kuda milik polsek rogojampi, AIPTU Robert, teryata tidak memiliki SIM A.”Polisi kok tidak punya SIM, Ayo sekarang Push Up,”perintah Kanitpropam Iptu Mujiono disaksikan Kapolres AKBP Yusup.Usai memeriksa mobil operasional, Kapolres melanjutkan pemeriksaan kendaraan Roda dua.dan juga Lampu dan Lighting yang rusak harus segera diperbaiki,”ujar Kapolres.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres juga memeriksa senjata api (senpi) milik anggota,Ratusan senpi dijejer di halaman jiglo Polres Banyuwangi.”Kondisi semua senpi yang digunakan anggota baik dan layak,” sebut Kapolres.Menurut Kapolres, pemeriksaan senpi dilakukan setiap enam bulan sekali.
Semua senjata di polres Banyuwang,542 Senpi dan 1.072 senjata laras panjang, kondisinya cukup baik.”Anggota yang memegang senjata juga layak, karena baru dilakukan tes ulang,”uangkapnya.Ditanya mengenai hasil pemeriksaan mobil dan motor, Kapolres mengakui ada sejumlah kendaraan operasional yang harus di perbaiki.

Ada sirene dan lampu rotary yang tidak normal.”ada driver yang tidak memliki SIM juga,”cetusnya anggota yang tidak memilik SIM dianggap sebagai bentuk pelanggaran itu akan disanksi< Anggota yang melakukan pelanggaran kita beri hukuman disiplin,”kata nya.

Ditambahkan tugas, Selain itu, semua kendaraan itu juga akan digunakan anggota dalam melaksanakan tugas itu bertujuan menunjang tuas. Selain itu, semua kendaraan itu juga akan digunakan mengamankan Banyauwangi TOUR Ijen )BTDI) “Saat di gelar BTDI , Kondisi semua kendaraan Operasional harus baik,” katanya. (DIN AWDI)

TMMD ke-91 Ditutup Walikota Jakarta Barat

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 30 Oktober 2013 | 16.11

Jakarta, Awdionline.com
    
Walikota Administrasi Jakarta Barat H.Fatahillah menutup TMMD ke-91 TA 2013 di wilayah KODIM 0503/JB KOREM 052/Wkr bertempat di GOR Cendrawasih Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, Selasa (29/10).

    TMMD ke-91 ini dimulai sejak tanggal 09 Oktober 2013 KODIM 0503/JB telah mengerjakan pengecoran (floor) jalan lingkungan sepanjang 102 meter, lebar 4,4 meter dan tinggi 10 cm yang berada di Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng serta di lingkungan Rt.005/05 Kelurahan Cengkareng Timur Kecamatan Cengkareng yang panjangnya mencapai 450 meter, lebar 3,75 meter dan tinggi 20 cm.

    Selain itu juga merehab Musholla Nurul Ikhlas di Jalan Trikora III Rt.005/05 Kelurahan Duri Utara Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Sementara itu kegiatan TMKK diadakan pengobatan umum, pemeriksaan gigi serta melayani KB diantaranya IUD, Implan, MOW dan MOP guna membantu masyarakat dalam segi kesehatan serta mengendalikan pertumbuhan penduduk.

    Sambutan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang dibacakan oleh Fatahillah, mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada jajaran TNI di lingkungan Kodam Jaya yang telah menggalang potensi secara terpadu dengan SKPD Pemda Provinsi DKI Jakarta dan sektor swasta untuk melaksanakan Bhakti Sosial di semua wilayah Koramil atau Kecamatan.

    Upacara penutupan TMMD ke-91 yang dihadiri oleh Aslog Kas Koops TNI-AU, Kadis Patmar Armabar, Para Kabalak jajaran Kodam Jaya, Kasrem 052/Wijaya Krama, para Dandim jajaran Korem 052/Wkr, Wakapolres Jakarta Barat, Para Camat dan Lurah se-Jakarta Barat, Para Danramil jajaran Kodim 0503/JB, Para Kapolsek jajaran Polres Jakarta Barat, Toga, Tomas dan Toda, ditandai dengan penyerahan kembali peralatan kerja kepada Walikota Jakarta Barat. 
(Agung 6444)

Kabid Saspras Dinas Pendidikan Banyuwangi Dilaporkan ke Kajati

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 28 Oktober 2013 | 10.28

                                As’ad Muzaqi Ketua Tim Ivestigasi LPBI TIPIKOR Strategis

Banyuwangi AWDI _ Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Banyuwangi akhirnya dilaporkan oleh sejumlah LSM. Dinas Pendidikan diduga menyelewengkan anggaran Dana APBN  tahun 2012 senilai Rp 30 miliar lebih.Dana tersebut di gunakan untuk Rehabilitasi ruang sekolah yang rusak berat maupun ringan dan juga untuk rehabilitasi  Mabeler.(1 agustus 2013.

Lembaga Pemantau dan Bantuan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LPBI TIPIKOR) Strategis melaporkan adanya dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Banyuwangi terkait penyelewengan Dana APBN tahun 2012 ke Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim.

Dalam laporannya ini, LSM Strategis menyebutkan dugaan korupsi tersebut menyangkut anggaran untuk 148 SDN/SD Swasta senilai Rp 30 miliar lebih. “Diduga penggunaan itu ada penyimpangannya, sehingga negara dirugikan Rp 4,2 miliar. Saya harus melaporkan kasus ini ke Kajati Jatim,” tandas Ketua Tim Ivestigasi LPBI TIPIKOR Strategis, H KGS Moh As’ad Muzaqi, Rabu (31/7).

Moh As’ad Muzaqi menyatakan, laporan tersebut tertanggal 18 Juli 2013 dengan tembusan Kejagung RI, Mendikbud RI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Bupati Banyuwangi, dan Dinas Pendidikan Banyuwangi. “Yang jelas, karena penggunaan Dana APBN tahun 2012 ini ada penyimpangan dan merugikan keuangan negara cukup besar,” tandasnya.

As’ad menambahkan bahwa tim investigasi dari pihaknya  menemukan fakta-fakta tertulis atas pengakuan beberapa kepala sekolah dari beberapa SDN yang menerima dana APBN  bidang pendidikan. Dalam pengakuan para Kasek ini, mereka rata-rata mendapatkan bantuan dana Rp 219 juta. Namun, dipotong 4 persen untuk orang-orang yang mengaku konsultan dan tanpa selembar bukti apapaun.

“Orang-orang yang mengaku konsultan itu katanya ditunjuk orang Dinas Pendidikan. Apalagi, sebelum mendapat bantuan APBN itu, para Kasek SDN/SD swasta itu penerima APBN  diundang rapat di dinas hanya lewat SMS melalui Kepala UPTD, bukan surat resmi. Jadi, kalau saya lihat, sejak awal memang ada kongkalikong antara orang yang mengaku konsultan dan pihak dinas,” bebernya.

Padahal, masih kata As’ad, dalam undang-undang secara tegas menyatakan, kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dibiayai APBN  adalah administrasi kegiatan, penyiapan kegiatan fisik, penelitian, pelatihan dan perjalanan dinas.

Selain itu, kegiatan-kegiatan yang tidak termasuk dalam petunjuk teknis penggunaan APBN  seperti konsultan, IMB, pembebasan tanah, pematangan tanah, karena kegiatan-kegiatan itu dibebankan pada APBN  “Justru itu, berdasar beberapa informasi dari kalangan LSM, petongan itu bukan 4 persen saja, tapi hingga 15 persen, karena para oknum di dinas juga mendapatkan jatah presentasi itu,” ungkap As’ad dalam laporanya.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh As’ad menyebutkan, modus yang digunakan dalam upaya mendapatkan keuntungan dari DAK tahun 2012 bidang pendidikan ini beberapa oknum mengumpulkan para kasek penerima APBN di Kantor Dinas Pendidikan Banyuwangi yang dikoordinir para kepala UPTD dan Lukman, ST (staf bidang Sarpras) dan Abdul Haris (saat itu memegang jabatan Kabid Sarpras pada Dinas Pendidikan dan sekarang menjabat salah satu Kabid di Dinas Pengairan.

Dalam rapat itu,dipaparkan tentang pemotongan dan juga penunjukan sebagai konsultan di setiap wilayah.“Khusus pemotongan Dana APBN yang bervariasi itu untuk konsultan dan untuk pendamping, ternyata orang-orang yang menamakan diri konsultan dan pendamping tersebut hanyalah pengangguran yang baru mendirikan LSM serta tidak memiliki background pendidikan teknik atau tidak memiliki spesifikasi keahlian dibidang rancang bangun atau arsitektur. Justru itu, kami mendesak Bapak Kajati Jatim berkenan memanggil dan memeriksa orang-orang tersebut sebagai terlapor, termasuk  dua stafnya itu,” ungkap As’ad pula. (DIN AWDI)

Tradisi Tiban Makin Seru, Sampai Berdarah

Banyuwangi, AWDI ONLINE – Tradisi tiban yang digelar warga Curah Pecak, Desa /Kecamatan Purwoharjo masih terus berlangsung. Hingga hari ke sepuluh kemarin, penonton seni tiban membeludak. Pertarungan pun semakin seru karena pesertanya dari berbagai desa di wilayah Purwoharjo dan sekitarnya.

Dengan ritual tiban ini, mereka berharap hujan segera turun. Para petarung tiban tak memandang umur. Mulai anak anak, remaja, hingga orang tua turun ke gelanggang pertarungan tiban.
Kerasnya sabetan ujung (lidi dari aren) seolah tak dirasakan oleh petarung tiban. Semakin sore, pertarungan tiban semakin sengit.

Pertarungan seni tiban Diiringi gamelan seni khas tiban pemain tiban saling sambuk hingga tubuhnya bercucuran darah meski para pemain penuh dengan luka cambuk, namun mereka tetap saja semangat mengikuti ritual peninggalan nenek moyangnya tersebut.

Ketua panitia Tiban sunaryo mengatakan ritual tiban akan terus digelar hingga 15 hari,”Namun tergantung hujanya juga, Kalau sudah turun hujan yang selesai, tapi kalau belum juga turun ya kita terus gelar tiban,”kata sunaryo setiap hari pemain tiban terus berdatangan.panitia tidak memungut biaya alis gratis,Mereka berasal dari berbagai desa yang ada di wilayah purwohatjo.,”uangkapnya. (DIN AWDI)

ADE SURAPRIATNA : “FKPPI HARUS TETAP MENJADI ORGANISASI YANG MENGEDEPANKAN NILAI-NILAI HUKUM & HAM”

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 25 Oktober 2013 | 16.14

Awdionline.com,Jakarta – Dalam rangka HUT FKPPI ke 35 tahun dan memperingati hari SUMPAH PEMUDA, Keluarga Besar fkppi kalideres, cengkareng dan tambora Jakarta Barat  mengadakan Diskusi Interaktif di kawasan perikanan cengkareng Jakarta Barat (24/10/13).

Acara yang di ikuti oleh 100 peserta ini menghadirkan Anggota DPR RI dari Komisi III  ( Bidang Hukum dan Ham) HM. Ade Surapriatna, S.Sos, SH, MH Sebagai pembicara diskusi interaktif tersebut. Diskusi yang bertema “ Jadikan UUD 45 dan Pancasila sebagai landasan Berbangsa dan Bernegara” ini membuat para peserta berlomba memberikan pertanyaan kepada HM. Ade Surapriatna, S.Sos, SH, MH (yang akrab di panggil bang Ade). Pembahasan diskusi teresebut diantaranya mengenai kondisi penegakan hukum di Tanah Air yang akhir-akhir ini marak dibicarakan publik.

“ FKPPI harus tetap menjadi organisasi yang mengedepankan nilai-nilai hukum & ham, sebagai generasi muda dan juga anak dari TNI – Polri, FKPPI harus ikut serta untuk terus mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) sebagai pedoman untuk kehidupan berbangsa dan bernegara” Pesan bang Ade kepada semua peserta.

Acara tersebut turut hadir Sekretaris Ormas FKPPI Jakarta Barat Chairul Anwar, A. Md, dan para senior keluarga besar fkppi. Sedangkan peserta yang hadir dari Pengurus Rayon FKPPI dan anggota, pengurus karang taruna dan anggota, pengurus Rt/Rw dan ibu-ibu Majelis Taklim yang ada di 3 kecamatan (Kalideres, Cengkareng dan Tambora) Jakarta Barat.

“ dengan ada diskusi ini kita jadi lebih paham dan mengerti arti  mengedepankan 4 Pilar kebangsaan, demi mewujudkan cita-cita para pejuang  kita, agar bangsa kita menjadi bangsa yang kuat, Bermartabat, cinta tanah air dan selalu mengedepankan penegakan hukum & Ham  “ kata Rudi Iswanto salah satu peserta.

Reporter : Faisal 6444

Laksda TNI Arief Rudianto membuka TMMD ke-91 di Cengkareng

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Minggu, 13 Oktober 2013 | 08.51

Jakarta, Awdionline.com

   Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto, SE bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-91 Tahun 2013 di Lapangan Cendrawasih, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (09/10/13). Kepala Staf KODIM 0503/JB Mayor Inf Ratno, S.Ag. bertindak sebagai Komandan Upacara.

   Tema TMMD ke-91 Tahun 2013 adalah "Melalui TMMD TNI bersama-sama POLRI, Kementerian/LPNK, Pemda dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita tingkatkan integritas guna mendukung percepatan pembangunan dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan".

   Hadir pada acara pembukaan TMMD ke-91 diantaranya para Asisten Kodam Jaya, Asisten  Pangkoarmabar, Wakapendam Jaya Letkol Inf Isa Bukhori, Kepala Staf KOREM 052/ Wkr Letkol Arh  Heri Purwanto, para Dandim jajaran KOREM 052/Wkr, para Dan/Ka satuan militer di wilayah KOREM 052/Wkr, Kapolrestro Jakbar Kombes Pol M.Fadil Imran, Kasatlantas Polres Jakbar, Walikota Pemkot Adm Jakbar H. Fatahillah, Muspiko dan Muspika Jakarta Barat, Kasudin Olahraga dan Pemuda Pemkot Adm Jakbar Drs Dahlan, Kepala BKKBN Jakbar Bahar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Ormas/LSM yang berada di wilayah Jakarta Barat.

   Dalam pembukaan TMMD ini Irup Panglima Komando Armada Barat membacakan amanat Kepala Staf TNI-AD Jendral TNI Budiman yang menyampaikan kepada prajurit TNI untuk dipedomani bahwa, Penugasan TMMD ini merupakan suatu kehormatan laksanakan secara profesional, penuh ketulusan, keikhlasan dan rasa tanggung-jawab, bangun soliditas dan sinergitas yang kokoh bersama komponen masyarakat, jadilah contoh sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat, hormati, pahami adat istiadat dan budaya setempat sehingga menjadi prajurit yang di cintai masyarakat.

   Oleh karena itu, kata Kasad, peran dan kerjasama yang erat dari semua stakeholder baik Kementerian/Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK), Pemda, BUMN, Swasta, serta dukungan partisipasi aktif seluruh masyarakat merupakan wujud keberhasilan TMMD.

   Program TMMD ke-91 ini akan berlangsung selama 21 hari yang secara serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia ini dimulai hari ini Rabu 9 Oktober 2013. Dengan  prioritas untuk Daerah miskin/tertinggal, Daerah terisolir/terpencil, perbatasan, pulau-pulau kecil terdepan, perkotaan yang belum tersentuh oleh pembangunan dan kumuh, serta daerah lain yang terkena bencana alam dan daerah rawan konflik.

   Berbagai sasaran fisik seperti pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana serta sasaran non fisik yang dibutuhkan masyarakat, selanjutnya ditetapkan sebagai sasaran menjadi kegiatan melalui TMMD, dan tujuan mekanisme tersebut dilakasanakan agar program TMMD sebagai salah satu operasi Bakti Sosial TNI-AD benar-benar dapat menjawab kebutuhan Masyarakat.

   Sedangkan di wilayah KODIM 0503/Jakarta Barat KOREM 052/Wijayakrama, sasaran TMMD ke-91 mengerjakan pengecoran jalan sepanjang 430 meter lebar 3,5 meter dengan ketebalan 18 cm di Kelurahan  Cengkareng Timur Kecamatan Cengkareng,  pengecoran jalan sepanjang 192 meter lebar 1,4 meter dengan ketebalan 18 cm di Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng, perbaikan Mushola Nurul Ihwan dan pembuatan tempat wudhu di Kelurahan Duri Utara Kecamatan Tambora,  yang dikerjakan oleh prajurit TNI dan Pemerinthan Daerah setempat dengan dibantu Masyarakat.  (Agung S 6444 & Faisal 6444)

SEKOLAH LAPANG KONSERVASI TINDAK LANJUT

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 15.43

Banyuwangi, AWDI ONLINE - Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, mengadakan Konservasi tanah adalah setiap usaha penggunaan tanah yang disesuaikan dengan kemampuan tanahnya dan disertai dengan usaha-usaha pencegahan kerusakan tanah, sehingga tanah dapat dipergunakan secara lestari (terus menerus) dengan tingkat produktivitas yang baik,10/10/2013. 

Salah satu penyebab kerusakan tanah yaitu adanya erosi yang disebabkan oleh air hujan. Erosi biasanya terjadi pada lahan-lahan miring, yang dipakai sebagai usaha pertanianTanah yang mengalami erosi menyebabkan hal-hal sbb,Penurunan produktivitas lahan,Kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman,Penurunan kualitas tanaman yang dihasilkan,Penurunan laju masuknya air ke dalam tanah (infiltrasi),Penurunan kemampuan tanah menahan air.

Dengan demikian konservasi tanah dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan erosi yaitu dengan mengendalikan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah, sehingga tidak berakibat menimbulkan kerusakan tanah. Pada hari Rabu, 9 Oktober 2013 telah diadakan tindak lanjut SL Konservasi kegiatatan APBD Provinsi Jawa Timur Pada Kelompok Tani Sari Tani Makmur Kelurahan Kalipuro Kec. Kalipuro. pada acara tersebut Kepala Seksi Perlindungan dan Bina Usaha Perkebunan menjelaskan beberapa cara Konservasi tanah antara lain:
Cara Vegetatif yaitu tindakan konservasi tanah yang dilakukan dengan cara penanaman tanaman / vegetasi. Contoh : Penanaman tanaman perkebunan, penanaman tanaman penutup tanah. Adapun fungsi vegetasi, sbb, Tajuknya mampu melindungi permukaan tanah dari daya perusak butir-butir hujan yang jatuh,Tegakkan batangnya dapat menghambat aliran air di permukaan tanah, sehingga permukaan tanah terlindung dari pengikisan air hujan,Perakarannya akan membantu memperbesar penyerapan dan penahanan air oleh tanah, sehingga air lebih banyak disimpan dalam tanah.

Cara mekanik yaitu tindakan konservasi tanah yang dilakukan dengan cara perlakuan fisik mekanis yang diterapkan pada tanah,  untuk meningkatkan kemampuan penggunaan tanah, serta mengurangi aliran permukaan yang berpotensi menimbulkan  erosi. Contoh : Pembuatan teras. Perlakuan fisik mekanis terhadap tanah, berfungsi sbb ,Memperlambat laju aliran permukaan,Menampung dan menyalurkan aliran permukaan, sehingga kekuatannya tidak merusak.Memperbaiki dan memperbesar penyerapam air ke dalam tanah dan memperbaiki aerasi tanah.Menyediakan air bagi tanaman. (din AWDI)

PSHT Banyuwangi Kirim Delapan Pesilat

Banyuwangi, AWDI ONLINE  - Pengurus Ikatan Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kabupaten Banyuwangi periode 2013-2017 memang belum dilantik, Namungairah pesilat beberapa perguruan di bawah naungan IPSI sudah bergeliat salah satunya pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banyuwangi segera mengirimkan sejumlah pesilat dalam ajang PSHT Cup 201, antar cabang se Jawa Timur di kampus Universitas  Negri Jember, Ajang  tersebut akan digelar 22 Oktober 2013 mendatang.

Dalam ajang tersebut, PSHT mengirim sejunmlah pesilat terbaik, Hingga saat ini, para pesilat it uterus melakukan latihan rutin agar bisa menorehkan prestasi, kita kirim delapan pseliat,”ujar Siswanto.


Pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Banyuwangi Delapan pesilat itu akan bertanding sesuai kelas  masing-masing dari Kelas A hingga G yang akan dipertandingkan pesilat PSHT hanya minus di Kelas G,” kita turun di kelas A sampai F,”terangnya.


Dikatakan sebanyak enam pesilat laki-laki dipastikan tampil dalam kejuaraan yang digagas komisariat PSHT Unij Jember itu, Dua Pesilat lain perempuan,”Semua pesilat terus melakukan training center (TC,”paparnya.


Terkait target Siswanto mengaku mempunyai ambisi besar di ajang tersebut, Tentu Semua pesilat yang diturunkan diharapkan meraih mendali,”Kita target masuk tiga besar,”pungasnya. (DIN AWDI)

Puluhan Kambing di Banyuwangi Mati Digigit Anjing

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 11 Oktober 2013 | 16.59

Paini warga Dusun Tamansari Kecamatan Licin menunjukkan luka di kambing peliharaannya yang diduga digigit anjing liar

Awdionline.com, Banyuwangi -  Masyarakat resah dengan adanya Anjing Liar dan akhirnya Puluhan kambing milik warga mati secara misterius. Diduga kambing yang mati diserang oleh anjing liar yang masuk ke pemukiman warga.

Menurut Kepala Polsek Licin AKP Wan Sutanto, Jumat (4/10/2013), kasus serangan anjing liar terhadap ternak kambing dan domba sudah berlangsung sejak Juli 2013.

"Ini fenomena tahunan yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi khususnya di musim kemarin. Rata-rata ternak yang menjadi sasaran adalah ternak muda. Untuk melumpuhkan kambing, anjing liar selalu menggigit bagian yang sangat vital seperti leher, karena di situ ada saluran pernafasan. Bekas gigitan meninggalkan lubang akibat gigi taring," ujarnya.

Hingga Jumat (4/10/2013) di Kecamatan Licin sudah ada sekitar 40-an kambing yang ditemukan mati. "Delapan ekor ditemukan masih hidup. Untuk wilayah kecamatan Licin memang terbanyak, terutama di Dusun Sumber Watu dan Sumber Dedep yang letaknya berada di lereng Gunung Ijen. Kebetulan juga di sana warga juga banyak berternak kambing dan domba," ungkapnya.

Bukan hanya Kecamatan Licin yang mengalami penyerangan anjing liar, tapi menyebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Cluring jumlah kambing yang diserang sebanyak 17 ekor, Kecamatan Banyuwangi, Kelurahan Sobo sebanyak tujuh ekor dan Kecamatan Giri, Kelurahan Penataban sebanyak delapan ekor.

Jumlah dan tempat serangan diperkirakan akan terus bertambah karena tidak semua kasus dilaporkan. "Kami sudah melakukan pemburuan anjing liar di wilayah kecamatan Licin tapi baru berhasil menangkap empat ekor anjing liar," papar Sutanto.

Saat di Konfirmasi Kepala Desa Kecamatan Glagah, mengatakan membenarkan adanya ajning liar yang telah memangsa hewan-hewan milik masyarakat Kecamatan Licin dan Desa lainya.  dan saat ini masyarakat yang ada di kecamatan  Glaga,  berjaga-jaga di setiap Pos kampling yang ada di Desa-Desa, karena antisipasi adanya anjing liar yang menyerang hewan tersebut ,uangkapnya, (Din awdi)

                     

Jalan Poros Desa Pesanggaran Lampon Rusak Parah

Awdionline.com, Banyuwangi -  Masyarakat Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran Sangat Mengeluh dan marah, karena yang selama ini jalan yang rusak parah Jalur Pesanggaran Lampon tersebut, sudah puluhan tahun belum ada Perhatian dari  Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi,
Sebabnya  Kondisi jalan beraspal menuju tempat wisata Pantai Lampon di Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, sangat memprihatinkan.

Betapa tidak, sepanjang jalur tersebut tidak kelihatanya aspalnya, yang kelihatan Cuma batu yang runcing-runcing dan bergelombang sepanjang jalan tersebut.

Saat di Konfirmasi Kepala Desa Pesanggaran Suliono mengatakan bahwa jalan yang ada di jalur pesanggaran Pantai Lampon belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Pasalnya masyarakat sangat mengeluh saat melintas yang ada di Jalan Poros Desa yang rusak Parah itu, yang berada jalur Pesanggaran - pantai  Lampon ini, dan juga masyarakat sering mengeluh kepada Pemerintahan Desa Pesanggaran.

Dan saat ini, sudah banyak yang mengelupas dan berlubang. Kondisi ini tentu sangat membahayakan para pengemudi kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Apalagi pada hari Minggu, jalan ini banyak dilalui wisatawan menuju Pantai Lampon. Bagaimana ini?

Kades Suliono menambahkan agar Jalan yang ada di Pesanggaran jalur Pantai Lampon segeranya dapat perhatian dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi,”paparnya Kades Suliono.
Ketika di konfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banyuwangi, Ir. Mujiono mengatakan bahwa jalan Poros Desa Pesanggaran Sampai pantai Lampon yang ada di Desa Pesanggaran tersebut, akan di perbaiaki pada tahun 2014, “ungkapnya. (Din AWDI)

Gudang kayu digerebek puluhan Petugas Perhutani

Awdionline.com, BAYUWANGI -  Gudang kayu milik Sukiman (38) Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, kamis (10/10) kemarin sekira pukul 09.00 wib, digerebek puluhan Petugas Perhutani.

 Kayu jati yang diamankan Petugas Perhutani kemarin dengan ukuran A1, - 12 batang, 0.495,M3,sedangkan kayu yang sudah di proses oleh pemiliknya itu C1,89, batang, 0.9697,M3 jumlah kayu jati yang di amankan Petugas Perhutani 201, batang, 1.46468,N3.
Kayu jati hasil curian tersebut langsung diamankan di tempat penitipan kayu (TPK) yang ada di Gaul, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, ungkapnya salah satu Petugas Perhutani saat melakukan penggerebekan di gudang kayu milik Sukiman.

Sedangkan barang bukti (BB) yang lain berupa serkel jalan, di amankan di Mako Polisi Hutan Mobaile (Polhutmod) Benduluk, Kecamatan Cluring, cetusnya Komandan Regu Polhutmod (Danru) Jaka Kasmari kemarin.

“Menurut Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karangharjo, Prawito Hadi, bahwa kayu jati yang di proses oleh pelaku ellegal loging tersebut ternyata masih tergolong baru, karena kayu jati tersebut masih basah dan layu, Keterangan KRPH Karangharjo, itu di pertegas KRPH Pecinan, Sugimin. KRPH bahwa pelaku ellegal loging itu harus di buru ungkangnya.

Bagian Kepala Pemangkuan Hutan (BKPH) Genteng Sukirno, ketika ditemui di ruang kerjanya kamis (10/10) sekira pukul 11.00 wib membenarkan adanya puluhan petugas Perhutani melakukan penggerebekan sebuah gudang kayu milik Sukiman yang ada di Dusun Sumbermanggis, Desa Barurejo.

Dengan banyaknya kayu jati di gudang kayu milik Sukiman, maka pihak BKPH Genteng Sukirno langsung mengintruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan pengecekan di hutan untuk antisipasi pencurian kayu jati biar tidak meluas bebernya dengan tegas.
Siswanto/Kuntributor/awdionline.

TYSON BISA MC BELAJAR DARI ISTRI

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 02 Oktober 2013 | 15.51

Awdionline.com, Jakarta  –  Tyson James lynch comedian  dan juga suami dari artis Melanie Ricardo selalu senang bila mendapat job MC . Tyson James lynch sedang sibuk dengan profesi  awalnya yaitu mengajar.  Nama Tyson James Lynch semakin terkenal di jagad hiburan tanah air, setelah mengisi acara sahur di salah satu stasiun televisi. Meskipun makin terkenal, suami Melanie Ricardo ini  juga tidak sombong. Saat kedatangan AWDI ke salah tempat mengajar Tyson (nama panggilan) di sekolah swasta di Jakarta, Tyson yang selalu ramah dan lucu ini memberikan waktu untuk di wawancarai AWDI .

Berikut petikan wawancara eksklusif  dengan Tyson James lynch yang sudah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia :

AWDI     : Sekarang sudah jadi selebritis , sudah di kenal banyak orang, bagaimana rasanya jadi
                  orang terkenal ? 
Tyson     : Sekarang saya masih sama, tapi bersyukur kalau dapat job yang lain dari mengajar
                  bahasa  inggris …itu…bersyukur ! tapi masih kehendak hati….
AWDI     : Istri  juga artis, pasti kegiatannya  sibuk sekali !, bagaimana membagi waktu untuk
                  keluarga ?
Tyson     : Jujur, Terlalu sibuk…..
                 Keluarga nomor satu buat saya, Kalau jadi artis masuk ke tv mungkin besok dapat
                 (maksudnya  job shooting), besok turun reting tidak dapat…….!! Atau mereka tidak mau
                 lagi..ya….tidak  dapat.
AWDI     : untuk menjadi selebritis itu keinginan anda atau istri ?
Tyson     : Bukan Istri …tapi coba berani-berani….
                Menikmati kalau bisa bikin orang tertawa, ya….ikutin aja.
AWDI     : sekarang lagi sibuk kegiatan apa ?
Tyson     : Sekarang  ! Puji tuhan tidak ada acara, lebih tanggung jawab buat anak-Istri, dengan
                 kewajiban             
                mengajar di sekolah  menjadi guru bahasa inggris .
AWDI     : Lebih enak mana, jadi guru atau selebritis ?
Tyson     : Dua-duanya ada pusing !!
                Shooting lebih banyak nunggu, duduk-duduk, makan dan kurang menghargai waktu
                Sedangkan di sekolah anak nakal, tidak mendengarkan baik-baik , brisik, dan tidak bawa
                 PR
AWDI     : Kalau MC sama Komedian bagaimana ?
Tyson     : Dua-duanya enak …
                 Tapi MC saya  baru 2x…istri mengajarkan saya agar lebih profesional, kalau
                 komedian menghibur dan lebih santai, dua-duanya santai tapi berbeda perasaan…..semua
                 berbeda“          
                 katanya kepad AWDI.

(Faisal 6444) 


 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger