Latest Post

Jembatan Kalisetail Desa Gambiran di Kerjakan Bertahap

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 30 November 2013 | 10.12

                                          Foto: bangunan jembatan Kalisetail Gambiran

Banyuwnagi Awdionline.com _ Pemerintah kabupaten Banyuwangi benar-benar serius merealisasikan pembangunan jalan tembus dari Terminal Wiroguno, Desa Setail, Kecamatan Genteng, menuju Desa/ Kecamatan Gambiran, melintasi Kecamatan Tegalsari. Saat ini pembangunan jembatan di Sungai Kalisetail, Desa Gambiran Kecamatan Gambiran yang merupakan jalur jalan tembus dari Terminal Wiro guno sudah mulai digarap dan di Kerjakan.

Rencananya, jembatan yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II tahun 2013 itu menelan dana Rp 5,3 miliar lebih dengan masa pengerjaan 90 hari. Mulai malam ini (18/10) akan dilakukan lembur pengecoran tiang penyangga jembatan. Pengecoran itu dimulai dari sisi timur, searah jalan raya Gambiran. Beberapa alat berat sudah disiapkan untuk memulai proses pengecoran. Satu unit backhoe terus menggali tanah di sisi barat Sungai Setail.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Banyuwangi, Mujiono, mengatakan jembatan itu memang menelan biaya sekitar Rp 5,3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun jalan dari arah timur menuju jembatan. Panjangnya sekitar 100 meter. Kemudian, jalan dari arah barat sekitar 20 meter. Selain itu, juga untuk membangun beton sisi timur dan barat.
“Anggaran tersebut juga untuk membangun jembatan, saluran drainase, plengsengan dan badan jembatan,” jelas Mujiono.

Rencananya, pembangunan jembatan tersebut akan diteruskan pada 2014 dengan anggaran Rp 7,5 miliar. Agendanya adalah pemasangan tiang baja di bagian tengah jembatan. “Total anggarannya 12 miliar lebih,” paparnya Mujiono.

Menurut Masyarakat Saat di Konfirmasi Saibani warga Desa Gambiran dengan adanya bangunan jembatan yang ada di kalisetail ini, sangat senang sekali dengan adanya pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi sangat serius merealisasikan  pembanguann jembatan yang ada di Desa Gambiran ini,  Biar pun pembanguan  jembatan bertahap yang penting jembatan itu jadi dengan baik karena semua ini bermanfaat kepada masyarakat luas yang ada di kabupaten Banyuwangi.

Pasalnya yang salama ini di tunggu tunggu oleh masyarakat, karena jembatan ini sangat penting sekali untuk akses jalanya perekonomian, perdagangan dan untuk anak anak sekolah yang ada di kedua Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Tegalsari Kecamatan Genteng kalau Saat melintas di jalur tengah dan kecamatan Laianya ,”egasnya. (Din Awdi)

Hasil Rapat Masyarakat Menghendaki Jembatan Sasak Komar di Realisasikan oleh Pemerintah

                                  Foto; Kades, LPMD, BPD, Kadus dan Masyarakat  Krajan

Banyuwangi, Awdionline.com - Pemerintahan Desa Sembulung mengadakan Tilik Dusun yang ada di Beberapa Balai Dusun salah satunya Dusun Krajan, Dusun Talunrejo, Dusun Tanjungrejo dan Dusun Tempursari Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Acara Musywarah Tilik Dusun yang ada di 4 Dusun tersebut, di Hadiri oleh Camat Cluring yang Mewakili, Kepala Desa, Petugas PNPM dari kecamatan Cluring, Kepala Dusun, Ketua LPMD, Ketua BPD dan anggotanya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda salah satunya yang ada di  Dusun Krajan Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabuaten Banyuwangi. (29/11/2013)
Saat Musyawarah Tilik Dusun masyarakat Dusun Krajan mengusulkan beberapa bangunan infestruktur,  Salah satunya Favingisasi, Bangku Belajar untuk MI dan juga Jembatan Sasak Komar dan lain-lain, Pemerintahan Desa Melalui  Ketua LPMD Desa Sembulung.

Dengan Hasil Musyawarah Tilik Dusun yang ada di Dusun Krajan tersebut, masyarakat menghendaki pengajuan yang di utamakan dan juga di sepakati oleh masyarakat brtdsms nantinya yang di ajukan di muserengdes dan Musrengcam yaitu, Jembatan Sasak Komar yang di Proritaskan karena jembatan Sasak Komar saat pondasinya sudah membahayakan oleh masyarakat saat melintas.
            
Ketua LPMD Desa Sembulung Jais mengasese pengajuan masyarakat Dusun Krajan yang di proritaskan adalah Jembatan Sasak Komar, dan nanti semua pengajuan ini di ajukan dengan anggaran dana PNPM tahun 2014. “agar pengajuan masyarakat di Dusun Krajan itu di realisasikan oleh rapat rapat Musrengdes, Musrengcam dan Musrengkab yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi  tahun 2014,”rabanya jais.

Kades Drs. Suhantoko Selaku Kepala Desa Sembulung mengatakan Bahwa bangunan pada tahun 2013 sudah di kerjakan oleh pokmas dari masyarakat yang ada di Desa Sembulung, jadi semua bangunan sudah di kerjakan menggunakan Anggaran Dana salah satunya Dana PNPM, Dana ADD dan Dana Riwet Pada tahun 2013.

Agar dengan hasil Musyawarah Tilik Dusun, salah satunya yang ada di Dusun Krajan dan juga yang ada di Beberapa Dusun yang ada di Desa Sembulung, Rencana pengajuan dari masyarakat itu di Realisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Pada tahun 2014,”tegasnya Kades.(Mbah Din Awdi)



   

Hippa Mojoroto Menonjolkan Bangunan Saluran Irigasi dari Pada Bangunan Hippa lainya Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 29 November 2013 | 16.52

                                Foto: bangunan saluran irigasi belum di finishing Mojoroto

Banyuwangi, Awdionline.com - Dengan adanya Kenaikan BBM Pada Bulan Yang Lalu, akhirnya Pemerintah Propinsi Jawa Timur Melalui Balai Besar dari Dinas Pengairan Mengeluarkan Anggaran Dana Miliaran rupiah kepada 15 HIPPA yang ada di Kabupaten Banyuwangi tahun 2013.

Namun masyarakat yang enggan di korankan namanya di Awdionline.com, mengatakan bahwa ada bangunan saluran irigasi yang tidak ada papan nama bangunan di lokasi bangunan itu, dan sampek sekarng ini bangunan tinggal vinising atasnya saja kok belum di kerjakan, kuwatirnya masyarakat sekarang ini musim hujan siang atau malam, nantinya bisa rontok pasangan itu tergerus air.kalau bisa bangunan yang tinggal vinising itu secepatnya di kerjakan.

Dengan adanya keluhan Masayarakat langsung Wartawan Awdionline.com mendatangi Lokasi bangunan itu, teryata benar papan nama bangunan tidak ada dan juga bangunan saluran irigasi tinggal vinising belum di kerjakan.


Saat itu juga di Konfirmasi (29/11/2013) di Rumahnya maupun lewat Ponsel Ketua Hippa Mojoroto Bonari mengatakan Semua anggaran dana yang baru di Cairkan  40% dari Dinas Sosial,  Dan anggaran dana yang sudah cair sebagian untuk beli semen Kurang lebih Ratusan Sak dan panjang bangunan saluran irigasi 600 meter,  dan dana lainya di gunakan untuk Gaji Tenaga Kerja Tukang dan Kuli bangunan saluran irigasi itu.”Ini pun saya tidak mengambil apa pun dari dana itu, yang penting bangunan selesai dengan baik.”ungkapnya.

“Namun bangunan saluran irigasi yang di kelola Hippa yang ada di dusun Mojoroto itu tidak ada permasalahn sama sekali, karena bangunan paling bagus sendiri di bandingkan dengan Pekerjan Hippa lainya yang ada di kabupaten Banyuwangi. Karena mulai Koperan atau pondasi bangunan dan juga campuran Antara Semen dan Pasir, Campuran Semen dan Pasir  di bikin 4x1, jadi bangunan Saluran irigasi ini tidak ada yang menandingi dengan Hippa Lainya.

“Tapi Bonari Menambahkan saat ini, Dana dari Pemerintah yang 60% belum bisa di cairakan sampek sekarang ini, dan juga saya agak pusing karena dana belum cair sebagian, dan Aakirnya terpaksa saya selaku Hippa mengunakan Dana pribadi saya dahulu. agar bangunan saluran irigasi secepatnya selesai, “Paparnya Bonari (Din Awdi)

Pemkab Banyuwangi Ajukan Anggaran ke Pusat Rp 40 Miliar

Banyuwangi, Awdionline.com  – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi yang akan menghidupkan Terminal Wiro Guno di Desa Setail, Kecamatan Genteng, mulai mendapat sambuatan baik dari masyarakat setempat.

Perkembangan terbaru, sebanyak 14 warga Dusun Krajan, Desa Setail, yang memilih lahan di jalur pelebaran jalan tembus - menuju Terminal Wiro Guno, kini sudah menyatakan tidak keberatan.

Mereka bersedia lahannya yang berada di sepanjang jalan tembus menuju Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, itu dibebaskan untuk kepentingan terealisasinya jalan tembus menuju dan dari Terminal Wiro Guno.
Mereka sudah kita temui satu persatu, yang menyatakan lahannya siap dibebaskan,” kata Kepala Desa Setail, Ahmad Zuhri yang kemarin didampingi Kadus Krajan, Yanto. Sebanyak 14 warga tersebut, lanjut Zuhri, juga mengaku tidak keberatan jika nantinya Pemkab Banyuwangi akan mengganti lahan mereka dengan menggunakan juru taksir harga tanah. “Bahkan warga minta bukti pemerintah benar-benar serius merealisasikan jalan tembus ini,” tuturnya.

Sementara itu, untuk memperlancar realisasi beroperasinya Terminal Wiroguno, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Mujiono, ternyata sudah melangkah ke pemerintah pusat. Kepada pemerintah pusat, Pemkab mengajukan anggaran dari APBN sebesar Rp 40 miliar untuk pembangunan jembatan penghubung dari Kecamatan Tegalsari menuju Kecamatan Gambiran.

Jembatan penghubung tersebut memiliki panjang 105 meter dan lebar 9,5 meter,” ungkap Mujiono. Secara teknis, pengajuan bantuan melalui APBN tersebut diharapkan berupa rangka bajanya, sedang konstruksi atau pondasi bawahnya dari APBD Provinsi Jatim. “Sedang alternatif kedua, kita berharap semuanya bisa dipenuhi oleh pusat,” harapnya.

Sementara itu, selain mengajukan anggaran dari APBN, Pemkab Banyuwangi melalui  APBD 2013 juga berencana menganggarkan pembebasan lahan. “Tapi untuk penentuan harga lahannya, tetap harus menggunakan juru taksir harga tanah,”  tandas Mujiono. (Din Awdi)

Undangan


Penambangan Emas Tujuh Bukit Tumpang Pitu Dilakukan Terbuka Pesanggaran

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 28 November 2013 | 12.07

Banyuwangi, Awdionline.com- Perubahan perusahaan pengelola pertambangan emas dari PT. Indo Multi Niaga (IMN) ke Bumi Suksesindo (BSI) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ternyata juga berdampak terhadap perubahan sistem penambangan di lokasi tersebut. Ketika masih dikelola IMN, penambangan di Gunung Tumpang Pitu dilakukan secara tertutup. Nah, saat ini BSI menggunakan sistem pertambangan secara terbuka.(27/11/2013)

Hal itu mengemuka dalam sosialisasi dan konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di aula Perkebunan Sungailembu, Kecamatan Pesanggaran, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, tim BSI, konsultan dari Universitas Brawijaya Malang, dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa dalam melakukan penambangan emas, PT. BSI akan menggunakan sistem terbuka.

“Karena penambangan emas dengan sistem terbuka dinilai lebih aman dan ramah lingkungan,“ Kata Arif Firman, direksi PT. BSI, dibenarkan konsultan dari Unibraw dan BLH Jatim. Kontan, penjelasan itu mengundang reaksi peserta sosialisasi, khususnya yang kontra penambangan. Sebab, berdasar studi AMDAL yang dilakukan PT. IMN, pengelolaan tambang emas dengan sistem tertutup justru lebih aman.

Saat PT. IMN menyampaikan bahwa penambangan emas secara tertutup lebih aman, warga tetap menolak. “Kok sekarang justru dilakukan terbuka, apakah justru tidak semakin bahaya? Jelas-jelas hutan yang ditambang adalah kawasan hutan lindung,” tanya Budi, seorang warga. Menanggapi hal tersebut, tim konsultan dari Surabaya dan PT. BSI menjelaskan, berdasar kajian tim konsultan, sistem penambangan secara terbuka lebih aman dan ramah lingkungan.

Dulu PT. IMN melakukan penambangan secara tertutup karena waktu itu status lahan yang ditambang seluas 385 hektare tersebut masih hutan lindung. Namun, sejak 19 November 2013 Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sudah mengubah status hutan tersebut berdasar Keputusan Menhut Nomor 826/Menhut/11/2013. “Sudah alih fungsi dari hutan lindung menjadi hutan produksi. Jadi ini juga menjadi dasar mengapa penambangan dilakukan secara terbuka,” tandas Arif.

Sosialisasi dan konsultasi publik yang dilakukan di Perkebunan Sungai lembu kemarin menuai protes warga Sumberagung yang rumahnya berdekatan dengan area pertambangan. Sebab, warga yang rumahnya berdekatan langsung dengan area pertambangan justru tidak diundang.” Paparnya. (din awdi)

Lembaga Lsm Redhham Banyuwangi” Laporkan 24 KUA “Di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

                              Foto: Wakil ketua dan ketua Umum LSM Radhham Rudi Yanto SH.

Banyuwangi Awdionline.com- Dugaan Penyalahgunaan Jabatan sebagai Kepala KUA Se Kabupaten Banyuwangi di laporakan dengan Nomer: 01/LSM /Redhham/LAP/1. 20/11/2013 pada Tanggal 20 Nopember 2013 di Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Menurut Ketua Umum Rudi Yanto SH, lembaga LSM Redhham atau Hukum dan Ham, menyampaikan kepada Wartawan Awdionline.com (26/11/2013, Dengan surat ini kami atas nama lembaga Swadaya masyarakat redaksi hukum dan ham (LSM REDHHAM) melaporkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (KEJATI JATIM), laporan ini kami ajukan karena ada dugaan banyak terjadi pelanggaran di semua Kementrian Agama/kantor Urusan Agama (KUA) di Banyuwangi Jawa Timur.

“Ini di karenakan banyaknya pengaduan masyarakat, Khususnya semua masyarakat yang ingin melakukan sebuah pernikahan sering kali banyak terjadi pungutan liar (PUNGLI) yang telah di lakukan oleh Oknum Pegawai KUA yang tidak Profesional yang ada di kabupaten Banyuwangi.
Dengan Laporan ini, kami berharap kepada kepala kejaksaan Tinggi Jawa Timur supaya melakukan (AUDIT) kepada semua kantor urusan Agama di Kabupaten Banyuwangi karena dengan melakukan penarikan Uang di luar ketentuan yang cukup tinggi ini sudah bertentangan dengan Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2000 tentang Tarif atas jenis penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Depertemen agama serta terlampir dalam Lampiran peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2000 tanggal 11 Juli 2000.

Bahwa biaya pencatatan nikah dan rujuk bertarif  RP. 30.000.00 (Tiga Puluh Ribu Rupiah) tetapi yang di lakukan oleh pihak KUA rata-rata melebihi dengan apa yang di tentukan pemerintah, berarti ini sudah merupakan Pungli yang bisa mengarah kedalam dugaan Tidak Pidana kurupsi.

Rudi Yanto SH Menambahkan sebagaimana yang tertuang dalam PP Nomer 6 tahun 1988 jo KMA Nomer 18 Tahun 1975 jo KMA Nomer 517 Tahun 2001, kantor urusan agama mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kantor kementrian Agama kabupaten di Bidang urusan agama islam dalam wilayah Kecamatan dan mengkoordinasikan kegiatan lintas sektoral di wilayah  kecamatan, sesuai dengan KMA Nomor 373 Tahun 2002 pasal 88, KUA mempunyai tugas dan fungsinya dalam hal pelayanan terhadap masyarakat diantaranya adalah pelayanan seperti urusan Nikah dan Rujuk yang ada di Banyuwangi.

Sementara di Kabupaten Banyuwangi Terdapat 24 Kantor Urusan Agama (KUA)  yang terbagi di setiap Kecamatan, dan tiap Kecamatan mempunyai hatga tarif nikah yang berbeda-beda biasanya dengan cara  si calon pengantin Pasrah kepada oknum pegawai KUA yang penting beres, tetapi pada dasarnya  setiap KUA tersebut, menarik biaya di atas 30 ribu Rupiah bahkan ada yang mencapai ratusan Ribu rupiah hingga I Juta lebih.”tegasnya Rudi Yanto SH. ( Mbah Din Awdi)

Berita Foto

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 27 November 2013 | 11.25

       
Foto : Jl. Peta Barat Lumpuh Total akibat ambruknya jembatan yang menuju bandara SOETTA
Dok : Faisal 6444 Awdi Pers





























Foto : Kali Bambu larangan dalam pengerukan akibat pendangkalan
Dok : Faisal 6444 Awdi Pers

 Foto : Perbaikan jembatan Pintu 10 cisadane tangerang menghabiskan dana 7 Miliar dari APBD  
           Kota Tangerang
 Dok : Faisal 6444 Awdi Pers


Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Barat Sangat membantu Para Pencari Kerja

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 25 November 2013 | 10.39

Jakarta, Awdionline.com

Pusat pelatihan kerja daerah Jakarta barat sangat membantu para pencari kerja yang belum berpengalaman kerja maka dari itu bagi warga Dki Jakarta  lulusan  , SMA,SMK, di DKI Jakarta yang belum berpengalaman dan belum pernah bekerja di himbau untuk mendaftarkan diri supaya  ikut pelatihan kerja di PPKD Jakarta Barat yang ber lokasi di Jalan Kamal Raya Nomor 2 bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Tegal Alur Kalideres Jakarta Barat.

Dari hasil surpei sangat banyak yang pelajar yang lulus SMA san SMK  yang tidak melanjutkan ke  keperguruan tinggi dan mereka ini rata – rata belum berpengalaman serta belum mempunyai keahlian khusus apalagi tamatan SMA. Maka dari itu PPKD Jakarta Barat menghimbau agar para calon pencari kerja supaya mendaftarkan diri ke PPKD Jakarta barat biar di sini di latih sesusai dengan jurusan dan bidang yang di minati . adapun jurusannya di PPKD Jakarta barat adalah tata boga, tata busana, tata graha, teknik pendingin, teknik otomotif, teknik sepeda motor, teknik las, dan computer.

    Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat , H. Anwir Ismail SE MM mengatakan peserta pelatihan Kerja (PPK) nantinya akan diarahkan sampai berhasil oleh Bursa Kerja Khusus selama memiliki kemauan untuk bekerja. Selain itu, ilmu yang di pelajari di PPKD Jakarta Barat, juga bias menjadi terampil dan berkemampuan untuk mandiri bagi calon pencari kerja , katanya.

    Menurut Anwir Ismail, Balai Latihan Kerja Daerah Jakarta Barat mempunyai tugas melaksanakan berbagai pelatihan dalam usaha penyediaan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang industry , tat niaga dan aneka kejuruan dengan menggunakan bengkel kerja .

    “semua itu agar dapat membentuk SDM yang berkualitas , inovatif, dan kreatif dan menjadikan lembaga pelatihan yang excellent dan berfungsi sebagai sumber penyedia tenaga professional yang mandiri,” kata Anwir.

    Dia juga berharap PPKD mampu melakukan kerjasam antar sesam lembaga pelatihan guna meningkatkan mutu hasil pelatihan ketrampilan yang senantiasa di butuhkan oleh perusaan dan pasar kerja, sesuai dengan dengan kondisi dan fasilitas yang dimiliki di PPKD Jakarta barat saat ini,
    PPKD  Jakarta Barat setiap tahunya 600 sampai 700 peserta pelatihan. Dan pada tahun 2014 yang akan dating bias mencapai 1200 siswa, dikarenakan saat ini ada penanbahan gedung dan kelas baru, sehingga kapasitas trersebut di upayakan terus meningkat, baik dengan penambahan fasilitas maupun pengembangan metode pelatihan.

    Sedangkan menurut “Sarijo “ staf PPKD Jakarta Barat, menambahkan bahwa saat ini keberhasilan PPKD Jakarta Barat sebagai training provider,tidak lepas dari kombinasi dua elemen, yaitu teknik dan pengalaman yang memtransfer pengetahuan. Secara individual elemen elemen tersebut muncul di beberapa lembaga pelatihan.

Tetapi secara kombinasi tidak akan ditemukan di lembaga kepelatihan lain, kecuali di PPKD Jakarta Barat, itulah yang menyebabkan keunikan pelatihan di PPKD Jakarta Barat, yang sesuai dengan tugas pokok ,visi dan misinya yaitu: mempunyai tugas melaksanakan berbagai pelatihan di dalam usaha penyediaan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan ketranpilan di bidang industry ,tata niaga dan aneka kejuruan lainya dengan fasilitas yang tersedia pada bengkel kerja dan workshop.

Sedangkan visinya,mewujudkan pelatihan ketranpilan yang berbasis kopentensi dan dapat diserap pasar kerja,sesuai dengan misi: yaitu membentuk SDM yang berkualitas,inovatif dan kreatif,menjadi lembaga pelatihan yang excellent dan berpungsi sebagai sumber penyedia tenaga yang professional yang mandiri, dan melakukan kerja sama atar lembaga pelatihan  guna meningkatkan mutu hasil pelatihan, serta menyelenggarakan hasil pelatihan kertanpilan yang sesuai dengan kebutuhan kerja tandas “Sarijo”.

    Kapasitas pelatihan sesuai dengan kondisi dan fasilitasnya yang tersedia jumlah intruktur yang ada pada saat ini, ada pun sasaran peserta pelatihan adalah pencari kerja, pengangguran usia produktifpenduduk DKI Jakarta,

    Persaratan calon peserta PPKD Jakarta Barat adalah: foto chovi KTP DKI Jakarta, Foto Copy Ijasah terakir minimal SMA sederajat., umur minimal 18 tahun maksimal 25 tahun,surat SKCK, dari kepolisian,surat keterangan dokter,kartu kuning,fas foto warna 3x4(2 lembar) dan lulus tes masuk.
    Metode pelatihan nya adalah mengaplikasikan “training by doing” yaitu menekan kan kepada bagian pratek 75% pelaksanaan pelatihan 25%  yang berbentuk bimbingan shop talk,demontrasi ,simulasi, atau bentuk praktek sesuai dengan uraian pekerjaan sesungguhnya  tambah Sarijo.

    H.Anwir sebagai kepala pusat pelatian kerja Jakarta Barat  mengharapkan semoga semua kegiatan pembinaan dan pelatihan PPKD Jakarta barat dapat bermamfaat bagi masarakat dan perusaan, karena PPKDJB,sebagai peyelenggara pelatihan kerja guna untuk membamtu mengatasi pengangguran khususnya di Jakarta Barat dan luasnya di DKI Jakarta. (wahyuni jaya) 

Kasudin Olah raga dan pemuda buka kejuaran dan pestival Seni Budaya Pencak Silat tingkat SD Di GOR Cendrawasih

KASUDIN Pemuda Dan Olahraga Jakbar, H Dahlan serta Ketua Wasit dan Kepala Seksi Jayani,
dan Wartawati Detak Jakarta.

Jakarta, Awdionline.com

Kepala Suku dinas Olah Raga dan pemuda Jakata Barat H. Dahlan Jumat membuka kejuaraan dan vestifal Seni budaya Pencak silat Singkat SD dan Remaja sejakarta Barat, dalam acara pembukaan tersebut, mengatakan bahwa kkegiatan ini adalah kegiatan rutinitas setiap tahun dan jnuga sudah program kerja  IPSI Jakarta Barat.

Manfaat kegitan ini dilaksanakan selain untuk mencari bibit bibit calon atlit, juga untuk menjalin hubungan silahturahmi antar perguruan silat yang tergabung di IPSI Jakarta Barat.
Maka dari itu dalam kejuaraan ini agar junjung tinggi sporti pitas antar atlet jangan ada kecurangn dalam kejuaraan ini, jangan mentang mentang nanti yang bertanding kebetulan perguruan dan murid dari panitia pelaksana aturan kalah malah menjadi menang.

Menurut ketua panitia pelaksana Solehan dan juga Ade panitia mengatakan bahwa Kelas yang di pertandingkan adalah kelas A, mulai dari berat badan 24 sampai kelas D berat badan 34, sedangkan untuk vestifal seni budaya penca Silat katagori yang di pertandingkan adlah:, Seni Wiragana (tunggal bebas putra dan putrid), seni wiraloka (beregu bebas terdiri 5 orang), dalam penampilan ini di haruskan memakai music dan gendang serta asesoris silat, untuk waktu penampilan tunggal selama 3 menit dan beregu selama 3 menit.

Pelaksanaan kejuaraan dan pestival seni budaya pencak Silat ini di adakan dua hari memperebutkan Piala dan medali dari Kasudin olah Ragadan pemuda Jakarta Barat serta panitia pelaksana,
Dengan diadakan kejuaraan dan pestival seni budaya pencaj silat ini marilah kita junjung tinggi sportipits dan pererat silahturahmi antar perguruan. (yuni)

Tasyakuran & Pengesahan Calon Warga Baru SH Terate, Cabang Banyuwangi Sebanyak 272 Siswa

                        Foto: Warga Tingkat Dua dan Ratusan Warga Setia Hati Terate banyuwangi

Banyuwangi Awdionline.com- Kegiatan Mulai hari jumaat tanggal (22/11)di Awali dengan Tes Ayam yang ada di Pendepokan Cabang SH Terate yang ada di Dusun Terbelang Desa Cluring Kecamatan Cluring kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Tes Ayam milik calon warga Baru SH Terate Tingkat Satu itu,  berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang di lakukan oleh Warga SH Terate Tingakat Dua yang ada di Cabang Kabupaten Banyuwangi.

Di langsungkan Pada tanggal (23/11/)sabtu Malam Minggu mengadakan Tasyakuran & Pengesahan Calon Warga Baru SH Terate Tingkat Satu Cabang Banyuwangi itu  yang ada di gedung Pertanian Cluring itu,  mendadak berubah jadi senyap. Hiruk pikuk Ribuan warga berpakaian sakral, serta merta terhenti. Sungguh, satu pun tidak ada pengunjung yang berpakaian lain. Semuanya serba sakral. Pakaian hitam-hitam, bersabuk mori.

Sesaat kemudian dari pengeras suara yang dipasang, terdengar pengumuman dari pembawa acara, bahwa Tasyakuran & Pengesahan Calon Warga Baru SH Terate Tingkat Satu segera dimulai.”Keheningan, menyeruak ke permukaan. Ratusan Calon warga baru yang hendak disyahkan duduk bersila, mengitari gunungan uba rampe. Sementara, beberapa Dewan Pengecer duduk di depan.  Kemudian disampingnya  panitia pengesahan serta Ratusan warga senior Persaudaraan Setia Hati Terate Se Kabupaten Banyuwangi.

Keheningan bertambah ritmis ketika Ketua Cabang SH Terate Kabupaten Banyuwangi Mas Darko, menuju mimbar untuk menyampaikan petuah, disusul doa dan wasiat kepada Calon Warga Baru. Suasana, khusuk benar-benar terasa dalam selamatan ini.”Ritual pengesahan Calon warga baru Tingkat Satu, dimulai dari selamatan hingga keceran. Jadi sepanajng acara, semalam suntuk, harus sacral. Harus khusuk,” ujar Ketua Cabang SH Terate Kabupaten Banyuwangi,

Berbeda dengan acara lain, misalnya syukuran warga baru, lanjut Mas Darko, meyampekan para  tamu undangan boleh berpakaian batik atau pakaian apa saja, yang penting sopan. Tapi dalam ritual pengesahan warga baru, semua yang hadir harus perpakaian sacral. Tidak boleh tidak.
Sebagai acuan cabang SH Terate Banyuwangi,  tampaknya tidak main-main dalam menerapkan aturan ini. Terbukti, ritual pengesahan Calon warga baru SH Terate di Gedung Pertanian, Suasana sakral dan khusuk mewarnai sepanjang acara pengesahan.

Jadwal acara pengesahan itu sendiri di format cukup matang. Di mulai pukul 21.00 dengan mata acara selamatan, pembacaan doa serta wasiat dari Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun. Tenggang waktu yang dibutuhkan untuk upacara selamatan ini tak lebih dari satu jam.

Berikutnya, waktu digunakan untuk istirahat sambari makan bersama.Sementara, calon warga baru, diminta tetap berada di dalam ruangan. Kecuali yang ingin buang air. Itu pun waktunya dibatasi.
Rampung selamatan, panitia menyiapkan perlengkapan prosesi keceran. Sementara, sambil menunggu waktu keceran yang dimulai tepat pukul 00.00, Puluhan jajaran Warga Tingkat Dua,  Kabupaten Laian Banyuwangi, memberikan pengarahan dan penajaman ke-SH-an pada calon warga baru Tingkat Satu,  Intinya, menjelaskan makna prosesi pengesahan.

Dengan penjelasan ini, calon warga baru yang bakal disyahkan, betul-betul memperoleh pemahaman tentang prosesi yang akan dilakukan.”Di situ saya jelaskan secara rinci arti pengesahan. Jadi calon warga baru benar-benar siap menghadapi prosesi keceran.
       
                       Foto: Ratusan Calon Warga Baru Setia Hati Terate di Sahkan
Keceran  tepat pukul 00.00, semua calon warga baru yang bakal disyahkan masuk ke ruang pengesahan. Prosesi keceran pun dimulai. Suasana khusuk makin terasa. Tidak semua pengunjung boleh masuk ke ruang ini. Kecuali calon warga baru, pendamping dan dewan pengecer. Jajaran Warga Tingkat Dua  pegang kendali sepanjang prosesi keceran.

Khusus pendamping calon warga baru, mereka hanya diperbolehkan mengantar siswanya ke dalam ruang dan mengabsen. Setelahnya, diminta keluar dari ruang prosesi keceran. Dus, sepanjang prosesi keceran berlangsung, hanya berada di ruangan hanya dewan pengecer dan calon warga baru.

sempat merinding mengamati prosesi keceran yang digelar di Gedung Pertanian yang ada di Desa Cluring. Sebab, begitu prosesi keceran dimulai, suasana hening benar-benar tercipta. Waktu seakan berhenti. Di ruang prosesi keceran nyaris tak terdengar suara. Kecuali langkah jajaran Warga Tingkat Dua  helaan nafas panjang dari calon warga baru yang tengah menjalani prosesi keceran.
Dalam temaran berkas sinar lilin, lantunan doa munajat pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, seakan tampak naik membubung ke angkasa, di sela helaan nafas panjang Dewan Pengecer dan calon warga baru.

Prosesi keceran rampung sekitar pukul 03.00. Wajah-wajah haru, serta merta menyeruak ke permukaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian jurus kunci dank ode. Ucapan selamat merupakan pamungkas acara yang sangat mengharukan. Tangis haru menyeruak saat warga baru bersalaman dengan pelatih dan warga yang hadir di acara sacral itu. Selamat, semoga barokah dan bermanfaat kedapa masyarakat dan juga berguna Bagi Nusa dan Bangsa dan juga agama, “ ungkapnya. ( Din Awdi)

Afuk Di Tangkap DI Depan Rumahnya, Bawa Sabu-Sabu Dalam Roti

Banyuwangi, AwdiOnline.com – Polres Banyuwangi dapat tangkapan kakap kasus narkoba. Kali ini polres meringkus Slamet Suk majaya alias Afuk, 47. Pria yang satu ini bukan pemain baru di Banyuwangi. Afuk sudah kerap berurusan dengan polisi dalam kasus narkoba. Itu dibuktikan dengan keluarnya Afuk dari Lapas Narkoba Madiun belum lama ini. Slamet disergap anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi pukul 07.00 di depan rumahnya di Jalan Piere Tendean 18, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Rabu (20/11) kemarin.
Ini setelah polisi menerima informasi bahwa pagi itu Afuk menerima paket sabu-sabu dari seorang kurir. Benar, setelah diringkus, di tangan Afuk ditemukan sabu-sabu dengan berat kotor 10,91 gram. Setelah ditimbang, berat bersih sabu tersebut 10,66 gram. Untuk mengecoh polisi, sabusabu itu dimasukkan da lam paket roti yang sudah menjamur. “Barang bukti 10,91 gram itu tergolong besar untuk tangkapan di Banyuwangi,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf saat ekspose kasus narkoba di hadapan wartawan kemarin.
Selain mengamankan sabu, dari rumah Afuk juga disita tim bangan elektrik, botol berisi alkohol, hand phone (HP) merek Nokia, lakban, sedotan, dan empat bungkus roti. “Tersangka diduga kuat sebagai pengedar. Itu dibuktikan dengan banyaknya barang bukti yang kita sita,” imbuh Yusuf. Demi kepentingan pe nyi dikan, tersangka Afuk kini diamankan di ruang tahanan Mapolres Banyuwangi. “Ter sangka baru keluar dari penjara Madiun dalam kasus yang sama,” ungkap perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.
Afuk yang diduga sebagai pengedar itu sudah sebulan di intai anggotanya. Cukup lama pi haknya mendapat laporan dari warga bahwa tersangka melakukan bisnis haram, yakni me ngedarkan sabu-sabu. “Hampir sebulan kita mengintai tersangka,” tandasnya. Setelah tersangka dinyatakan positif mendapat kiriman sabu, sejumlah anggota satnarkoba langsung menyanggong di rumahnya. Sekitar pukul 07.00, Afuk ditangkap di depan rumahnya saat mengambil paket roti berisi sabu-sabu.
Paket yang di kirim melalui Panila Transportasi, Banyuwangi, itu berisi empat roti yang sudah menjamur. Di paket itu, pengirim tertulis Lala Bakery, Jalan Pacuan Kuda 69, Surabaya. Paket itu di kirim kepada Ny. Suprapto dengan alamat Jalan KH. Wahid Hasyim (Amarale Brownis), Banyuwangi.
Dalam keterangannya, Afuk mengaku mendapatkan barang itu dari Ambon, dari salah satu temannya yang kini masih menjadi narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Madiun. “Sabu dari Ambon.
Sekarang orang nya masih di Lapas Madiun,” aku Afuk. Untuk mengirim paket roti berisi sabu itu, Ambon menyuruh seorang kurir. Sayang, identitas kurir itu tidak di ketahui. “Saya beli sabu-sabu seharga Rp 13 juta. Uang saya transfer melalui bank,” ungkap Afuk. Selain ekspose hasil penangkapan sabu, kapolres juga menunjukkan hasil tangkapan obat-obatan daftar G jenis dextro. Tiga tersangka dan barang bukti 1.069 butir dextro dipamerkan kepada para wartawan di Mapolres Banyuwangi kemarin.
“Tiga ter sangka ini jaringan,” sebut Kapolres Yusuf.  Ketiga tersangka yang masih menjalani pemeriksaan itu adalah Firman Rosadi, 31, warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi; Hadi Pratama, 30, dan Didik Sugiharto, 24, keduanya tinggal di Jalan Trunojoyo, Banyuwangi. “Dextro kita sita dari tangan Firman,” jelasnya. Dalam jaringan dextro itu, Firman mendapatkan barang dari seorang sales seharga Rp 1 juta per 1.000 butir dextro.
Selanjutnya, pil itu dijual seharga Rp 190 ribu setiap 100 butir. “Saya dapatkan dextro dari sales,” aku Firman. Untuk mengedarkan dextro, Firman menjual kepada Hadi yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Di antara dextro itu, oleh Hadi diberikan Didik untuk diedarkan. “Ketiga tersangka ini kita tangkap di tempat terpisah. Yang pertama ditangkap adalah Firman,” tandas Ka polres Yusuf. (Tiem Awdi)

Sewu Gandrung Menari Di Pantai BOOM Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 23 November 2013 | 12.12

Banyuwangi, Awdionline.com – Tak salah bila Banyuwangi punya julukan sebagai Kota Gandrung. Lebih dari seribu penari gandrung tampil secara kolosal di atas hamparan pasir Pantai Boom, Banyuwangi, sore ini ( 23/11). Bukan hanya puluhan ribu warga Bumi Blambangan yang menyaksikan Parade Gandrung Sewu di pantai tersebut sore itu.

Tidak sedikit pula warga luar Banyuwangi, bahkan wisatawan mancanegara yang sengaja datang ke daerah yang memiliki tagline Sunrise of Java sore itu. Mereka berpesta bersama menikmati beragam sajian spektakuler yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241.

Sementara itu, puluhan ribu penonton tampak menyemut di pantai dengan hamparan pasir yang landai nan menawan itu. Sejak siang, gelombang kedatangan warga terus mengalir menuju kawasan Pantai Boom Menjelang sore, arus kedatangan warga semakin membesar. Saking padatnya kendaraan yang memasuki kawasan Pantai Boom, mereka yang ingin memasuki kawasan tersebut harus ekstra sabar untuk menjangkau lokasi Parade Gandrung Sewu digelar.

Kerja keras penonton untuk mencapai lokasi acara langsung terbayar tuntas saat perhelatan akbar yang kali pertama digelar di Banyuwangi itu berlangsung. Decak kagum penonton seketika itu pecah tatkala parade umbul-umbul memasuki arena pertunjukan. Puluhan pemuda pembawa umbul-umbul secara serempak ke tengah hamparan pasir yang disulap menjadi “lapangan” pertunjukan. Sejurus kemudian, para pembawa umbul-umbul itu berlari ke sisi utara lapangan. Rupanya, mereka menjemput gandrung lanang atau yang lazim disebut gandrung marsan dan penari seblang yang ditandu sekelompok pria dewasa.

Gandrung marsan dan penari seblang itu langsung maju ke tengah arena pertunjukan di iringi para pembawa umbul-umbul. Selanjutnya, gandrung lanang dan penari seblang tersebut ber gerak menuju stage di belakang arena pertunjukan. Tiba-tiba, puluhan pria berseragam militer khas penjajah Belanda masuk ke tengah arena. Rupanya, adegan itu menggambarkan awal masuknya Belanda ke Bumi Blambangan tahun 1767. Serdadu penjajah itu masuk tlatah Blambangan melalui Pantai Blimbingsari.

Setelah berhasil menancapkan kekuasaan, para penjajah itu sewenang-wenang. Digambarkan, mereka dengan se enaknya menyiksa warga Pribumi. Tidak hanya kaum laki-laki, para perempuan dan anak-anak pun tak luput menjadi korban penyiksaan mereka. Nah, saat adegan yang sangat menyayat hati itu berlangsung, tidak sedikit penonton yang tak mampu menahan air mata. Pada perkembangan selanjutnya, tepatnya sekitar tahun 1800-an, pengaruh penjajah Belanda itu menyebabkan tari seblang yang dikeramatkan warga ber-metamorfosis menjadi tari gandrung.

Mereka terdiri atas kalangan pelajar mulai tingkat SD sampai SMA/sederajat asal seantero Banyuwangi dan para penari gandrung dewasa. Parade Gandrung Sewu ini digelar dengan maksud dan tujuan sebagai wahana aktualisasi seni untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Banyuwangi,” ujar ketua panitia,  Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyatakan rasa haru dan bangga atas semangat luar biasa yang ditunjukkan para penari gandrung. Mereka yang berasal dari desa-desa yang jaraknya puluhan kilometer (km) dari Kota Banyuwangi itu rela bermalam di sekolah atau di rumah kerabatnya yang dekat dengan pusat kota demi memberikan sajian terbaik kepada para penonton.

Menurut Bupati Anas, Parade Gandrung Sewu tersebut merupakan rangkaian Banyuwangi Festival yang bertujuan memberikan suguhan bukan hanya ke pada warga Banyuwangi, tapi juga suguhan untuk warga luar Banyuwangi bahkan turis mancanegara. “Kita tunjukkan Banyuwangi adalah kabupaten yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya budaya,” kata Anas disambut riuh tepuk tangan penonton. (Din/heru awdi)


Pembuatan Roti” Shafa”Di Tempat Kumuh Kebondalem

                                                     Foto: makanan Roti  milik Iawan

Banyuwangi, Awdionline.com - Rumor yang santer dari  kalangan masyarakat Desa Kebondalem,  Pembuatan Pabrik Roti sangat menyayangkan kepada pengelola Roti tersebut, karena tempat yang di gunakan usaha sangat kumuh dan sangat mengganggu kesehatan.

Pembuatan Makanan Roti milik Iwan itu dengan omset yang tidak sedikit hasilnya oleh pelaku usaha diduga ilegal dan di bantu dengan anak buahnya ada enam orang, perharinya saja mampu memproduksi ribuan bungkus roti siap di pasarkan di sekolah-sekolah dan warung-warung langganannya yang ada di Dusun Tanjungrejo Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi.

Antara lain yang perlu diperhatikan adalah, ijin Dinkes dalam kemasan roti tersebut, artinya jika di konsumsi dapat di pertanggungjawabkan  tingkat higienisnya dan aman bagi para konsumen dari masyarakat.

Lain halnya dengan roti yang bermerek “ Shafa “yang di kelola oleh Iwan di Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo sudah tidak mengantongi ijin resmi dari Dinas Kesehatan setempat, lagi pula tempat usahanya sangat tidak layak alias kumuh sehingga sangat memudahkan bahan yang akan di jadikan makanan terjangkit penyakit.

Dan Lagi pula kertas Sablon yang bertulisan Merek Roti “Shafa” menempel pada makanan yang di produksi oleh Iwan dengan cara Ilegal.

Menurut Masyarakat yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa, Ada beberapa hal yang patut di perhatikan oleh para konsumen khususnya industri yang bergerak di makanan khususnya Roti yang ada di Dusun Tanjungrejo tempat sangat kumuh sekali yang ada  di wilayah Desa Kebondalem kecamatan Bangorejo.

Dengan adanya rumor yang santer dari masyarakat  Selaku pemilik Usaha Makanan Roti, kalau usahanya yang illegal dan tidak mengantongi ijin secuilpun dari Dinas Kesehatan Banyuwangi. Paparnya Agus.

Iwan Selaku Pemilik Usaha Makanan Roti mengatakan bahwa usaha saya di dukung oleh Pemerintahan Desa yaitu kepala Desa Kebondakem, dan di tambahkan pula oleh iwan jika ada masalah yang berkaitan dengan usahanya dirinya siap akan menghadapi dengan segala konsekuensinya,”Ungkapnya iwan.

Ketika di Konfirmasi lewat ponsel (23/11/2013) Kepala Desa Kebondalem kecamatan Bangorejo Iksan mengatakan saya memang mendukung kalau ada masyarakat yang berusaha, namun saya tidak tahu kalau pembuatan Roti merek Shafa  itu tidak ada ijin dari Dinas kesehatan Kabupaten Banyuwangi,” rabanya. (Tim Awdi)

Kena Genangan Air Hujan, Proyek Pelengsengan Ambrol Kelurahan Banjarsari kecamatan Giri Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 22 November 2013 | 14.34

                                        Foto : Proyek bangunan di sungai Segulung Ambrol

Banyuwangi Awdionline.com-Dengan derasnya hujan yang tidak henti-henti tersebut, mengakibatkan pembangunan rehabilitasi yang ada di Sungai Segulung itu Ambrol kurang lebih 50 meter,dengan anggaran dana seratus juta lebih tahun 2013,  Amborlnya bngunan karena tidak kuat menahan genangan air hujan dari peerumahan Plamboyan Dua, yang ada di Kelurahan Banjar sari Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi. 

Menurut Narasumber saat di konfirmasi oleh Wartawan Awdionline.com pada hari kamis tanggal (21/11/2013), yang enggan di sebut namanya, mengatakan bahwa pembangunan rehabilitasi Pelengsengan di sungai segulung itu, dari Pemerintah Daerah Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi.

Semua warga yang ada di lokasi perumahan Plamboyan Dua, mengerti semua, kalau bangunan Pelengsengan yang masih baru di kerjakan oleh CV itu  sudah ambrol,karena ambrolnya bangunan itu kemungkinan kurang padatnya urukan yang di atas bangunan dan kemungkinan besar Campuran pasir dan Semen tidak sesuai standatr,”dan hasilnya olahan masih mentah adonanya, akirnya kena air gitu aja sudah ambrol?,”paparnya.

Ketika Di konfirmasi di Kantor Dinas Pengairan Banyuwangi (21/11) salah satu Plt. kabid Oprasional Pembangunan (0&P) priyadi mengatakan saya kurang paham mas, dengan adanya bangunan yang ambrol itu, kemungkinan yang paham pembangunan yang Ambrol itu Bidang Bina Manfaat yaitu Panji,”cetusnya.

Saat itu langsung Wartawan Awdionline.com Konfirmasi kepada Bidang Bina Manfaat dan Kemitraan dari Dinas Pengairan kabupaten Banyuwangi, “Panji  SH. Mengatakan memang benar kalau bangunan yang ambrol itu di kerjakan oleh rekanan CV, pemilik CV namanya Jaenal, bangunan yang ada di sungai Segulung itu, yang di sekitar Perumahan Plamboyan Dua, yang ada di Kelurahan Banjarsari Kecamatan Giri itu Ambrol, namun saat ini Tahap pekerjaan yang di lakukan oleh Cv. Paparnya panji.(Din Awdi)

Mengentaskan Buta Aksara, Masyarakat Belajar Di Lembaga PKBM Yang ada di Kabupaten Banyuwangi

                             Foto: Pengurus PKBM Murni, kabid PNFI, Penilk UPTD Srono

Banyuwangi, Awdionline.com_ lembaga penerima Dana Hibah yang diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Propinsi jawa Mulai Bulan Oktober Tahun 2013 ini, Setiap Lembaga Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menerima Anggaran dana Hubah Salah satunya   PKBM Murni, PKBM Tulungrejo, PKBM Gondo Arum, PKBM Panji Laras, PKBM Karang Samudra, PKBM Lintas menuju cerdas, PKBM Handayani, PKBM Hajar Dewan Toro, PKBM Rejengt, PKBM Koppat, PKBM Tunas Mulia,PKBM Mitra, PKBM Asri,dan masih PKBM yang tidak tercatat di awdionline.com  yang ada di kabupaten Banyuwangi  Tersebut, Telah Mendapat Anggaran Dana hibah dari Dinas Pendidikan  Propinsi jawa Timur.

Dan juga Dana Hibah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang sudah di bagikan kepada Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di PKBM masing-masing Se kabupaten Banyuwangi, mulai tahun 2010 sampai tahun 2013 itu, di manfaat kan dengan baik, karena semua PKBM telah Membuka program Keaksaraan fungsional.atau pembelajaran masayarakat yang sudah ber umur Dewasa itu, mendapat pembelajaran Buta Aksara setiap tahun sekali sampai tahun 2013 ini.

Saat di Konfirmasi Puluhan Pengurus Lembaga PKBM yang ada di Kabupaten Banyuwangi tersebut, Salah Satunya PKBM Murni Makmun yang ada di Desa Rejoagung, Memaparakan bahwa pembelajaran masyarakat yang masih Buta Aksara, saya Tempatkan Di Desa Wonosobo Kecamatan Srono.

“Menurut Makmun  kegiatan belajar Buta Aksara Di laksanakan di setiap Kelompok Masing masiang yang ada di Desa Wonosobo karena semua pembelajaran sudah di sediakan tempat Belajar oleh lembaga PKBM Murni,”paparnya

Dan juga pengurus Lembaga PKBM Murni Makmun  Menambahkan ke Awdionline.Com, bahwa Tujuan utama kegiatan Belajar Buta Aksara tersebut adalah, memberikan pendidikan kepada masyarakat yang buta huruf. tentu saja untuk mewujudkan kegiatan yang berupa pembelajaran tersebut akan di lakukan secara berkelanjutan.

Pengurus lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di kabupaten Banyuwangi itu,sudah di jatwal pembelajaran dua Kali satu minggu untuk pertemuan dalam sepekan. Semua pembelajaran buta huruf sudah di di atur satu kelompok berisi 10 orang. Dan jatwal disesuaikan dengan kelompok masing masiang.ungakpnya.

Karena Selaku Pengurus Lembaga PKBM Murni Desa Rejoagung  Menambahkan kegiatan ini terus eksis dalam bidang pendidikan pemberatasan buta aksara, dan sosial, Mulai Pendidkan Keaksaraan fungsional,Kesetaraan, natinya masyarakat di ajarakan bisa Cerdas, kriatip, Produktip. Tegasnya.

Kabid Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang bernama, Suhud, Saat Monitoring di  lembaga PKBM yang ada di kabupaten banyuwangi Mengatakan nantinya  Kegaiatan pembelajaran Buta Aksara,juga memiliki taman bacaan masyarakat (TBM).

Hal ini sebagai upaya agar masyarakat bisa membaca, menulis, dan menghitung, Keterampilan, Keaksaraan usaha mandiri (KUM),dan juga menambah keilmuan belajar dan informasi.”buku buku itu nantinya di bagikan kepada masyarakat yang belajar buta aksara dan di kembangkan kepada masyarakat yang ikut program pemberantasan buta aksara. Yang ada di lembaga PKBM Masing-masing yang ada di kabupaten banyuwangi,” katanya.

Ketika konfirmasi kepada Penilik dari UPTD Kecamatan Srono Wir mengatakan kegiatan lembaga PKBM itu, harus di laksanakan dengan baik samapi benar-benar masyarakat yang buta akasara bisa membaca dan menulis dan juga bisa membuat keterampilan dan pengatuhan ilmu dari Totor yang telah mendidik selama kegiatan pembelajaran Buta Aksara atau keaksaraan fungsional sampai tuntas,  ”Paparanya. (Din awdi)

Dubes RI untuk Australia Tiba di Jakarta

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Kamis, 21 November 2013 | 09.47


 Foto : Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema
 
Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, akhirnya tiba di Terminal 2D bagian kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (19/11/2013), sekitar pukul 19.25 WIB.

Dia datang dengan memakai stelan jas berwarna hitam dipadu dengan Kemeja berwarna putih dan dasi biru serta celana berwarna sama dengan jasnya. Saat menyadari di luar Terminal ada wartawan yang menunggunya, Najib memilih kembali masuk ke dalam Terminal. Wartawan pun tetap menunggu Dubes tersebut keluar.

Bahkan ada beberapa yang berlari ke pintu Terminal 2E untuk berjaga-jaga bila Najib keluar lewat  sana. Selang 10 menit, Najib akhirnya keluar dengan dikawal satu petugas keamanan dari Aviation Security (Avsec).

Ia pun irit bicara kepada wartawan. Saat ditanya apakah penarikan dia untuk sementara atau permanen, Najib berkata itu semua tergantung dari keputusan pimpinan. "Itu tergantung kepada kebijakan pimpinan," ujarnya kepada wartawan sambil terus berjalan ke arah parkiran Terminal 2 bandara soekarno-hatta *as (ana saifudin)

Mentri BUMN Dahlan Iskan Berada Di Blambangan Selama Dua Hari

                                  Foto: dahlan iskan saat turun di Bandara Blimbingsari Rogojampi

Banyuwangi, Awdionline.com – Dahlan Iskan, dijadwalkan akan hadir di Banyuwangi sore ini. Pria berkacamata yang kini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini,  akan berada di Bumi Blambangan selama dua hari, mulai Selasa (19/11/2013) hingga Rabu (20/11/2013) besok. Sederet agenda sudah menunggu Dahlan Iskan dalam lawatan kesekian kalinya di Banyuwangi.

Target yang pertama kunjungan Dahlan Iskan adalah meninjau lokasi pabrik gula di Glenmore sore ini. Malam harinya, dia akan menuju ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah untuk bertemu dengan 10.000 warga. Di sana, mantan Direktur PLN itu akan menghadiri acara bertajuk ”Sepuluh ribu cangkir kopi bersama Dahlan Iskan”. Pagi harinya (20/11/2013), Dahlan Iskan berbaur dengan masyarakat untuk senam bersama di Taman Blambangan.


                                    Foto: Mentri BUMN saat Dialok dengan Masayarakat di Ail

Usai senam, dia akan berdialog dengan pengurus dan fungsionaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Dahlan Iskan juga diagendakan berdialog dengan petani serta kelompok tani di Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL). “Kami mempersilakan masyarakat untuk datang dan berdialog langsung dengan Pak Dahlan Iskan di AIL. Silakan datang dan gratis sebelum pukul 08.00,” tegas Michael Edi Hariyanto, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi.

Untuk menyemarakkan kehadiran Dahlan Iskan, masyarakat mendapat hiburan langsung artis papan atas Banyuwangi. Sederet penyanyi seperti Reni Farida lewat Reni Music-nya akan menghibur masyarakat. Kehadiran Dahlan Iskan di Banyuwangi sekaligus melengkapi kunjungan beberapa tokoh peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. (Din Awdi)

Sampah Di Keruk Belakang Pasar Daerah Benculuk Kerja Sama Dengan Pokmas dan DKP Dinas Kebersihan Banyuwangi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Rabu, 20 November 2013 | 11.41

Banyuwangi, Awdionline.com - Sudah bertahun-Tahun Tumpukan sampah yang ada di Pasar Daerah Benculuk berbau busuk dan menyengat dan juga mengganggu kesehatan yang ada di Pasar Daerah Benculuk salam itu tidak ada pengerukan, tapi setelah kepala Desa yang baru dan Kerjasama dengan Polmas dan juga DKP Banyuwangi, Saat di lakukan Pengerukan, yang ada di Pasar Daerah Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi
Sampah yang dinilai sangat meresahkan masyarakat selama kurun Puluhan tahun ini, “Akhirnya Pokmas dan DKP saat ini sudah melakukan Pengerukan Sampah yang menumpuk itu, sudah dapat teratasi berkat kegigihan Pokmas (Kelompok Masyarakat) Taruna Mandiri yang dikukuhkan keanggotaanya oleh Kepala Desa Benculuk Isa Idris.

Heri Setyawan Ketua Pokmas Taruna Mandiri kepada Wartawan Awdionline.com mengatakan, keberadaan sampah yang di belakang Pasar Daerah itu, menurutnya sangat diresahkan oleh masyarakat, berbagai upaya telah dilakukan Pokmas guna mengatasinya, baik melalui koordinasi dengan pihak pasar Daerah setempat maupun melalui proposal ke Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

" Berbagai upaya telah kita lakukan guna mengatasi masalah ini, baik melalui koordiansi dengam pihak terkait, maupun melalui proposal yang kami ajukan kepada pemerintah daerah " uangkapnya.

Heri selaku ketua Pokmas juga menambahkan pengerukan sampah dilakukan oleh pokmas, berkat bantuan alat berat dan armada pengangkut sampah dari DKP ( Dinas Kebersihan Dan Pertamanan ) Kabupaten Banyuwangi, dan menurutnya itu bukan dari pihak pasar.

" Pengerukan sampah dilakukan oleh pokmas, bukan dari pihak pasar mas, bahkan pihak Pasar Daerah benculuk enggan memberikan Bantuan kepada pokmas, berkat bantuan alat berat dari DKP, pengerukan tumpukan sampah pasar ini bisa dilakukan " jelasnya.

Sukiman, selaku Kepala Pasar Daerah Benculuk, mengakui jika tidak memberikan bantuan kepada pokmas lantaran sampah tersebut menurutnya 80 %nya adalah kiriman sampah dari masyarakat.

" Memang pihak pasar tidak memberikan Bantuan terhadap pokmas, karena sampah itu kiriman sampah dari masyarakat juga mas, selain itu pihak Pasar Daerah Benculuk tidak ada anggaran untuk memberikan Bantuan kepada pokmas " cetusnya saat dikonfirmasi wartawan.

Saat ditanya terkait kontribusi sampah yang didapatkan dari pedagang di area Pasar Daerah Benculuk, Sukiman mengatakan, nilai kontribusi sampah sangat minim, sebulan berkisar Rp 170 ribu.

"Kontribusi dana sampah sangat minim mas, maka dari itu kami tidak bisa memberikan sumbangsih kepada pokmas " jelasnya.

Saat di Konfirmasi (20/11/2013) Kepala Desa Isa Idris Benculuk kepada Wartawan  Awdionline.com mengatakan, berkat dukungan dana swadaya dari masyarakat, sampah pasar yang seharusnya di atasi oleh pihak pasar itu bisa teratasi.


 Selain, bantuan alat berat dari DKP, pengerukan sampah itu juga didukung oleh Dana Swadaya dari masyarakat " jelasnya.
Patut diacungi dua jempol, kegigihan Pokmas Taruna Mandiri dalam merealisasikan harapan masyarakat yang ada di Desa Benculuk.

Karena Semua ini adanya upaya yang telah dilakukan bersama Pemerintah Desa setempat, keberadaan tumpukan sampah Pasar Daerah Benculuk bisa teratasi, meski pihak pasar enggan berkontribusi dengan permasalahan sampah yang selama ini sangat diresahkan masyarakat Desa Benculuk,” paparnya. (Din Awdi)

Gara-Gara Rem Blong Truk Muatan Berat Nabrak Lereng Gunung Kumiter Terbalik

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 19 November 2013 | 13.51

Jember, Awdionline.com- Gara-Gara remblong Truk Gandeng Nomer Polisi. P.9706.UW, Memuat Pupuk Puluhan Ton yang ada di jalan Gunung Kumiter Banyuwangi- jember tersbut, Saat Terbalik, Kaca Depan pecah, menabarak Lereng Gunung Kumiter yang sudah Masuk Wilayah Garaan Kecamatan Sempolan Kabupaten Jember. (18/11/2013.

Akirnya Sopir dan Kerenet truk Gandeng tersebut mengalami Cidra ringan, dan langsung di bawa kerumah sakit terdekat yang ada di Kecamatan Sempolan Kecamatan Jember. “dengan kejadian kecelakaan truk gandeng itu, Kendaraan yang melintas sempat Macet selama satu Jam.

Menurut keterangan di Sekitar Kejadian kecalakaan tersebut,  huseni mengatakan bahwa kemungkinan Truk gendeng yang memuat Pupuk itu, kemungkinan besar gara gara rem blong.akirnya menabarak lereng gunung Kumiter.

Dan huseni  menambahkan bahwa saat terjadi kecelakaan Truk gandeng itu, saat tingkungan tajam, akirnya pupuk tersebut berhamburan dari truk, Memang saat itu langsung di tangani oleh Polisi Sat Lantas kabupaten jember,”paparnya (Din/heru Awdi)

Mohon Rezeki dan Keselamatan, Nelayan Muncar Langsungkan Petik Laut

                           Foto: nelayan naik sampan membuang sesaji di tenhal laut muncar

Banyuwangi Awdionline.com –  Dalam Acara Ritual Petik Laut di pantai Muncar di hadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi (Frompimda) Salah Satunya Wakil Bupati Banyuwangi Yusup Widiyatmoko dan Jajaranya dan Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf dan juga Muspika kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.”Di Samping itu Wakil Bupati dan Kapolres Banyuwangi AKBP menyantuni Anak Anak Yatim Piatu dan juga memberi santuanan puluhan nelayan.(tgl 19/11/2013)

Dalam Acara ritual petik laut di muncar Ribuan Masyarakat Nelayan di Muncar Untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan, dan masyarakat nelayan Muncar melangsungkan ritual Petik Laut di Pantai Muncar, Menurut  ketua panitia penyelenggara, ritual Petik Laut juga dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan yang maha esa,  atas rezeki yang telah didapat oleh para nelayan sepanjang satu tahun terakhir.  Ritual itu diikuti oleh ribuan nelayan yang mengiringi perahu githik yang berisi aneka sesaji untuk dilarung ke laut. Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.


                                   Foto: camat, AKBP Yusuf dan Wakil Bupati banyuwangi

Diceritakan Ridiyanto, ritual Petik Lut diawali dari pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan. Sesaji tersebut berisi berbagai jenis hasil bumi yang ditata dengan indah dalam perahu kecil yang disebut githik. Pada malam hari sebelum pelaksanaan Petik Laut, di tempat perahu  sesaji dipersiapkan dilakukan tirakatan. Di beberapa surau atau rumah juga diadakan pengajian atau semaan.

Menjelang siang, sesaji diarak menuju pantai. Ribuan warga berdiri di sepanjang jalan mengamati perjalanan sesaji ( ider bumi ). Begitu lewat, warga berhamburan mengikuti di belakang menuju pantai. Arak-arakan berakhir di tempat pelelangan ikan ( TPI ) Muncar, yang dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi dan pejabat setempat.

Sesaji yang tiba tersebut disambut oleh enam penari Gandrung. Setelah dibacakan doa oleh sesepuh nelayan sesaji kemudian diarak menuju perahu. Warga berebut untuk bisa naik perahu pengangkut sesaji. Namun, petugas membatasi penumpang yang ikut ke tengah. Sebelum diberangkatkan, Wakil Bupati Banyuwangi Yusup Widiyatmoko  diwajibkan memasang pancing emas di lidah kepala kambing. Hal itu karena Wakil Bupati Yusup sebagai kepala daerah dianggap mewakili rakyatnya untuk memasangkan simbol permohonan berupa pancing emas agar nelayan diberi hasil ikan melimpah.

Setelah sampai di tengah laut, dipimpin sesepuh nelayan, sesaji pelan-pelan diturunkan dari perahu. Teriakan syukur menggema begitu sesaji jatuh dan tenggelam ditelan ombak. Begitu sesaji tenggelam, para nelayan berebut menceburkan diri ke laut. Mereka berebut mendapatkan sesaji. Selain itu, nelayan juga menyiramkan air yang dilewati sesaji ke seluruh badan perahu. "Kami percaya air ini menjadi pembersih malapetaka dan diberkati ketika melaut nanti," kata Mat Roji, sesepuh nelayan Muncar. Sesudah itu mereka kembali ke darat.

Sebelumnya, saat upacara pembukaan acara Petik laut Muncar,  Wakil Bupati Banyuwnagi Yusup Widiyatmoko sempat berpesan kepada para nelayan agar tidak lupa menyisihkan sebagian rezeki yang didapat untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin yang ada di lingkungan sekitar mereka. (din/heru Awdi)

Bayi Lahir di Banyuwangi Langsung Dapat Akta Kelahiran

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Senin, 18 November 2013 | 10.49

Banyuwangi Awdionline.com– Selama ini, untuk mengurus akta kelahiran terkadang masih membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan dan bertahun-tahun,  Tetapi tidak di Banyuwangi, Jawa Timur. Hari ini, Sabtu (16/11/2013), Pemkab Banyuwangi meluncurkan program "Lahir Langsung Pulang Bawa Akta", yang berarti setiap bayi yang lahir di Banyuwangi saat itu juga langsung keluar akta kelahirannya.

Peluncuran program inovatif dalam hal pelayanan publik ini dilakukan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Prof Dr Eko Prasojo.

Melalui program tersebut, Pemkab Banyuwangi memberikan kemudahan bagi warganya dalam mengurus akta lahir dan kartu keluarga. Proses pengurusannya hanya butuh waktu sehari. Bayi yang baru lahir langsung memiliki akta lahir. "Program ini pertama di Indonesia. Kami menyebutnya 2 ini 1, karena selain dapet akta, juga bisa langsung diterbitkan Kartu Keluarga," kata Eko saat acara peresmiam program tersebut di Puskesmas Gitik, Banyuwangi.

Menurut Eko, selama ini banyak warga tidak memiliki akta kelahiran anaknya maupun kartu keluarga. Kendalanya, kepengurusan kedua dokumen kependudukan itu selama ini membutuhkan waktu cukup lama.

Di dunia, berdasarkan data Komisi Ekonomi dan Sosial PBB, setidaknya masih ada 220 juta anak balita di seluruh dunia yang tidak punya akta kelahiran. Untuk kawasan Asia Pasifik, hanya 40 persen anak yang punya dokumen kelahiran lengkap.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional versi BPS (2011), di Indonesia ada sekitar 40 persen anak usia 0-4 tahun yang belum memiliki akta kelahiran.
Dengan adanya terobosan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, kata Eko, memberikan jaminan kepada masyarakat untuk dengan mudah mendapatkan akta lahir dan kartu keluarga. "Kami akan mendorong kabupaten dan kota lainnya di Indonesia memberlakukan program seperti ini," ujarnya.
                  
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan program ini adalah implementasi dari reformasi birokrasi. Di mana setiap pemerinah daerah dituntut untuk memberikan layanan publik yang cepat, murah, dan efisien. "Penerbitan akta ini gratis, dan singkat. Bahkan penerbitannya bisa dilakukan dalam waktu tiga jam," tutur Bupati Anas. 

Tempat persalinan yang akan melayani program ini adalah seluruh Puskesmas di Banyuwangi (45 buah), dua rumah sakit pemerintah dan RS swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi. Terdapat lima rumah sakit swasta di Banyuwangi yang terlibat kerja sama penerbitan akta kelahiran super-kilat adalah RS PKNU Rogojampi, RS Islam Fatimah, RS Islam Banyuwangi, RS Islam Al-Huda Genteng, RS Bhakti Husada, Glenmore.

"Ke depan akan kami teruskan sampai ke bidan-bidan dengan sistem teknologi informasi dalam kerangka Banyuwangi Digital Society. Jadi, begitu lahir di tempat bidan, hari itu juga bisa dapat akta kelahiran," tuturnya.

Syarat yang dibutuhkan untuk kepengurusan akta lahir super-kilat ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, Kartu Keluarga (KK) dan nama calon bayi. “Nama sudah harus disiapkan, sehingga saat bayi lahir bisa langsung diproses akta kelahirannya. Nama bayi ini wajib karena akan tercantum di akta kelahiran," kata Anas.

Anas menuturkan, akta kelahiran telah menjadi isu global yang mendapat perhatian banyak pihak. Secara internasional, akta kelahiran sudah diatur dalam Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada 20 November 1989. Indonesia menandatangani Konvensi tersebut pada 26 Januari 1990, dan meratifikasinya melalui Keppres 36/1990 pada 25 September 1990.

Dalam pasal 7 Konvensi Hak Anak disebutkan, "The child shall be registered immediately after birth and shall have the right from birth to a name, the right to acquire a nationality and as far as possible, the right to know and be cared for by his or her parents." (Anak harus didaftarkan segera sesudah kelahiran dan harus mempunyai hak sejak lahir atas suatu nama, hak untuk memperoleh kewarganegaraan, dan sejauh mungkin hak untuk mengetahui dan dirawat oleh orang tuanya).
Di Indonesia, hal itu diatur di UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Di dalam UUD 1945, posisi anak diatur secara jelas dalam pasal 28 B ayat 2 yang berbunyi, "Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi."

Akta kelahiran adalah dokumen utama yang akan menggaransi tumbuh-kembangnya anak dalam menggapai masa depannya. Anak yang tak punya akta kelahiran tidak mempunyai posisi hukum, dan dalam skema kebijakan nasional tidak diakui hak dasarnya.

"Jika anak tidak terdaftar, konsekuensinya banyak. Tanpa akta kelahiran, hak untuk mendapatkan pendidikan, jaminan layanan kesehatan, akses ekonomi, dan hak-hak lain sulit didapatkan. Ketiadaan data anak juga bisa menjadi celah untuk tindak kejahatan perdagangan anak," ujar Anas.

Dari sisi kebijakan publik, keberadaan akta kelahiran adalah bagian penting dari pengelolaan sistem informasi manajemen, terutama dalam hal pengolahan data kepemerintahan. "Data menjadi basis terpenting program pembangunan. Jika data salah, program juga pasti salah. Nah, akta kelahiran berperan sebagai basis untuk penyusunan kebijakan pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Ini penting agar data pemerintah daerah bisa presisi untuk menghasilkan program yang tepat guna," kata Anas. (Tim  Awdi)

Himpaudi Banyuwangi Menggelar Diklat Berjenjang

Banyuwangi Awdionline.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi Melalui Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyuwangi menggelar diklat berjenjang tingkat dasar di Hall Wisata Agro Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi kemarin (11/9). Pelatihan ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs Sulihtiyono. Hadir dalam acara itu, Ketua Himpaudi Jawa Timur Dr Siti Fatimah Soenaryo, Ketua PNFI Banyuwangi Drs Suhud, Kasi PAUD Dinas Pendidikan Sunari, dan beberapa undangan lainnya.

Ketua panitia diklat berjenjang tingkat dasar PAUDNI, Murwati mengatakan, peserta diklat berjumlah 160 orang yang berasal dari tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Banyuwangi. Diklat ini dilaksanakan mulai kemarin dan akan berakhir pada 15 September mendatang. Selama diklat itu, seluruh peserta mendapat penjelasan terkait kebijakan pembinaan PAUD, konsep dasar PAUD, hingga kesehatan anak usia dini.

Selain itu, etika dan karakter pendidik PAUD hingga cara bermain anak usia dini. Materi lainnya adalah komunikasi dan pengasuhan terhadap anak usia dini. Ketua Himpaudi Jawa Timur, Dr Siti Fatimah Soenaryo mengatakan, HIMPAUDI Banyuwangi harus bisa menyusul kabupaten lain dalam melaksanakan diklat dasar berjenjang.

Karena sertifikat diklat tersebut sangat berguna bagi pendidik PAUD, terutama yang berlatar pendidikan SLTA untuk dapat di konversikan di PT. Ini berfungsi juga menjadi landasan untuk mendapatkan insentif di masa-masa yang akan datang, sama halnya dengan NUPTK dulu banyak pendidik yang enggan untuk mendaftarkan diri, tetapi sekarang berlomba-lomba untuk mendapatkan NUPTK tersebut karena sangat dibutuhkan oleh pendidik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs Sulihtiyono mengatakan peran pendidikan terutama PAUD sangat berperan dalam mendorong perkembangan pendidikan anak sejak dini. Sebab, memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang.  Paparnya. (Din Awdi)

Bupati Banyuwangi Menyulap Lokalisasi Sumberurip Di Rubah Menjadi Rumah Perkampungan

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Sabtu, 16 November 2013 | 13.15

                         Foto: Bupati Bayuwangi Azwar Anas Resmikan Lokalisasi Sumberurip

Banyuwangi Awdionline.com- Pada Hari Jum'at Malam Sabtu (15/11/2013) sekitar Pukul 10.30 Wib, Dalam Acara Memperingati Tahun Baru (Suro) Saat itu Juga Bupati Banyuwangi   H. Abdullah Azwar Anas dan Rombongan dari pemerintah daerah Banyuwangi, Telah Merubah Lokalisasi Sumberurip yang di kenal Wonosobo tersebut, diganti Rumah Perkampungan yang ada di Dusun Sumberurip Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas menyampaikan kepada Muspika Kecamatan Srono bila mana tidak bisa menertipkan Lokalisasi yang sudah di resmikan mejdai Rumah Kampung yang baru di resmikan tersebut, maka Bupati Banyuwangi memberi sangsi kepada tiga pilar, Salah satunya Camat, Danramil. Polsek dan Kepala Desa tersebut, akan diganti atau di pindah.

Karena Lokalisasi Sumberurip saat ini sudah di resmikan secara sah dan resmi oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi sesuai persetujuan dari Depertemen Sosial (Depsos) menerima Konpensasi untuk Modal kerja para Mujikari dan Pekerja Sek Komersial (PSK)  yang ada di Lokalisasi Sumberurip Desa Rejoagung,”Tidak ketinggalkan lagi, Bupati Banyuwangi H.Abdullah Azwar Anas menyantuni Puluhan Anak Anak yatim, “ungkap Azwar Anas.

Menurut Mujikari dan PSK Bahwa Pemerataan konpensasi baik mujiakri dan Pekerja Sek Komersial (PSK) belum merata menerima Dan Konpensasi dari Depsos yang dim serah kan dia tingkat kecamatan masing-masing yang ada di Kabuparten Banyuwangi.

Permintaan Mujikari agar sama-sama ditutup, panitia pelaksana Peresmian Lokalisasi Menjadi Rumah Kampung , Jos Rudi pada waktu menyampekan kepada Bupati Banyuwangi Azwar Anas, jangan pilih –pilih lokalisasi Padang Bulan kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi itu. apa bedanya lokalisasi padang bulan yang terletak dia Kecamatan Singojuruh, kenapa di anak emaskan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Banyuwangi,”tandas Jos rudi.

Dengan acara Peresmian Lokalisasi Sumberurip menjadi Rumah perkampungan di hadiri oleh Mantan Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Wahyudi SH, Memberi Siraman Rohani kepada Mujikari dan Pekerja Sek Komersial (PSK)  agar kembali ke masyarakat untuk menjadi orang baik dan berguna bagi bangsa dan Negara dan juga beragama,”tuturnya.Wahyudi. (Din/Agus Awdi)

15 HIPPA Dan Masyarakat Petani Gotong Royong Bangun Saluran Irigasi

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Jumat, 15 November 2013 | 11.08

Banyuwangi, Awdionline.com - Dengan adanya Kenaikan BBM Pada Bulan Yang Lalau, akhirnya Pemerintah propinsi jawa Timur Melalui Balai Besar dari Dinas Pengairan Mengeluarkan Anggaran Dana Dampak Kenaikan BBM tahun  2013 kepada 15 HIPPA yang ada di Kabupaten Banyuwangi.13/11/2013.

Ketua Hippa dan Masyarakat petani dan Juga Pemerintah Desa saat ini, telah menerima bantuan anggaran dana dari pemerintah propinsi jawa timur Melalui Balai Besar, turunnya anggaran tersebut, karena adanya dampak kenaikan BBM tersebut, dipergunakan untuk membangun saluran irigasi yang ada di tengah persawahan  pertanian Di 15 HIPPA Se Desa Kabupaten  Banyuwangi.

Semua bangunan yang ada di 15 HIPPA tersebut, di kerjakan secara Swaklola oleh masyarakat petani, cara pekerjaannya bergiliran, namun ada tukang khusus dan tehnis bangunan yang sudah mengerjakan bangunan itu, dan kepala tehnis Cuma mengarahkan cara membangun, agar bangunan saluran irigasi itu biar kuat dan kokoh.

Saat di konfirmasi beberapa ketua HIPPA yang ada di Banyuwangi mengatakan bahwa dengan adanya  bantuan anggaran dana dari pemerintah ini, sangat senang sekali, karena selama ini di tunggu oleh masyarakat petani, HIPPA dan masyarakat mengerjakan secara swaklola bersama-sama dengan masyarakat petani.

Ketika Di Konfirmasi pada hari rabu (13/11/2013) Kepala Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Muraki mengatakan bahwa bangunan ini di bangun secara Swaklola dan di kerjakan bersama sama dengan HIPPA dan juga masyarakat petani.

Bangunan Saluran irigasi tersebut di bangun sebaik mungkin agar bisa bertahan lama dan kuat bangunannya. dan juga masyarakat petani saat mengerjakan bangunan saluran irigasi sangat guyup dan rukun, saat membantu mengerjakan bangunan saluran irigasi itu.

Menurut Kabid Pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Haris menuturkan turunnya anggaran dana yang turun kepada 15 Hippa tersebut merupakan bantuan dari Dinas Balai Besar Propinsi Jawa Timur, di kerjakan  Secara Swaklola antara Pengurus HIPPA dan Masyarakat petani,”paparnya Haris, (Din Awdi)

Ki Manteb Hibur Pecinta Wayang Kulit Semalam Suntuk di Purwoharjo

Written By Kantor Berita AWDI Pers on Selasa, 12 November 2013 | 15.51


Banyuwangi, Awdionline.com-  – Ribuan masyarakat pecinta kesenian Wayang Kulit, tua maupun tua pada hari Sabtu (9/10) malam berbondong-bondong memadati lapangan Brawijaya, Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang kondang Ki Manteb Sudharsono. Ki Manteb yang diundang khusus oleh Pemkab Banyuwangi untuk menghibur masyarakat Banyuwangi, ”Menyuguhkan lakon Bimo Bangkit.

Dalam unjuk kebolehannya Ki Manteb tampil memukau semalam suntuk, mulai pukul 21.00 wib hingga pagi dengan sabetan-sabetannya yang sangat faseh dalam memainkan tokoh-tokoh pewayangan dari kulit tersebut.

Lakon Bima Bangkit sangat menarik karena dalam ceritanya mengandung makna yang besar dan bisa sebagai suri tauladan bagi siapa saja.  Dikisahkan ada seorang bayi yang lahir dari rahim Ibu Kunthi, bayi itu besar dan bersinar terang, yang diberi nama Bimo.

Menurut cerita, bayi itu nanti  bakal menjadi raja besar dan jaya setelah melalui perjuangan yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Dalam kebersahajaanya Bimo memimpin rakyatnya dengan arif dan penuh tanggung jawab serta sangat mengemban amanat rakyatnya.

Sebelum memulai ndalang, secara simbolis Ki Manteb yang didampingi dalang-dalang muda dari Blambangan memberikan tokoh Wayang Bimo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir langsung bersama Ny Dani Azwar Anas, Wabup Yusuf Widiyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bersama camat dan Kepala SKPD.

Yang menarik para puncuk pimpinan kabupaten Banyuwangi ini di daulat Bupati Anas untuk memberikan sambutan satu persatu, mulai dari Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf, Danlanal, Kepala Pengadilan Negeri dan Wakil Bupati. Karena semua ingin menghibur masyarakat para pimpinan ini hanya memberikan sambutan dengan memperkenalkan diri dan sempat memberikan banyolan-banyolan segar. Tak ayal penonton merasa benar-benar dekat dengan para pemimpin mereka.

Pagelaran Wayang Kulit  yang juga rangkaian event Banyuwangi Festival ini tidak hanya mendekatkan masyarakat dengan para pemimpinya, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Karena selain memberikan hiburan gratis, juga menghidupkan perekonomian masyarakat.

Dengan adanya pagelaran wayang ini, ekonomi tumbuh di Purwoharjo, para pekerja seni pembuat wayang dari kerttas maupun kulit terjual laris manis. Sementara  para penjualan makanan dan mainan anak-anak juga laku banyak. Transaksi yang terjadi malam itu cukup besar. Seperti yang diungkapkan penjual bakso, Suwito yang mengaku untung banyak karena ada wayang. (Din Awdi)
 

Pemecatan Bendahara AWDI Atas Dasar Laporan Orang yang Tidak bertanggung Jawab

                                  Foto : Sekretaris DPC AWDI  Banyuwangi Agus Bambang hr.

Banyuwangi, Awdionline.com. Atas Dasar Pemecatan   mantan Pengurus jabatan  bendahara AWDI (Dadang dan Susanto)  Laporan dari imam tohari alias dugel tersebut, Katanya Dugel tahu di Rumah Dadang ada rapat saat itu, dan juga membahas akan memperhentikan Riyanto dari Pinprus Global News.

Menurut Sekertaris DPC AWDI Agus Bambang HR, pada hari senen tgl 11/11/2013 mengatakan memang benar saat itu Imam Tohari mengajak saya kerumah Ketua DPC AWDI,”Namun saya tidak mau di ajak,”Akirnya imam tohari datang sendiri kerumah Riyanto  yang ada di Kecamatan Muncar.
Agus Bambang HR Menambahkan saat itu juga saya menghubungi Dadang, katanya Dadang saya keluar mas, dan akhirnya proposal Global News saya titipkan ke  anak buahnya.

Dan Imam Tohari itu, Bukan pengurus dan Bukan anggota Awdi yang ada di Banyuwangi, dan juga Imam Tohari tidak di kontrak dan tidak ada gaji", katanya. agus Bambang HR.

Ketika di Konfirmasi Riyanto di Kantornya mengatakan bahwa imam Tohari pernah datang di rumah saya, dan Imam Tohari membawa tulisan nama-nama yang akan memecat Riyanto dari Midia Global News. “Padahal saya tidak pernah mengatakan kalau saya akan memberhentikan dadang dan Drs susantao, kalau lainya berhenti sendiri karena lama tidak ada di kantor awdi.

Pasalnya Rapat yang ada di Rumah Dadang salah satunya, adalah Dadang, Rohman, Siswanto, Trubus, Drs Susanto, Herman dan Yogi, orang-orang ini lah yang akan memecat Pinprus Global News, ”Menurut Imam Tohari, “Dan akirnya Riyanto Mengundurkan Diri dari Global news,”paparnya.

Saat di Konfirmasi Mantan Pengurus AWDI yang sudah berhenti dari Pengurus awdi Drs Susanto Lewat ponsel, mengatakan bahwa dirumah dadang tidak ada rapat pada waktu itu mas, Ungkapnya.

Hal senada juga di konfirmasikan ke Humas DPP AWDI Ramses L. Tobing, menyatakan : “Bahwa Imam Tohari bukan anggota AWDI”, selanjutnya di instruksikan kepada Pengurus AWDI Banyuwangi untuk melaporkan Imam Tohari kepada pihak berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI). (TIM AWDI BANYUWANGI)

DPRD KABUPATEN TRENGGALEK MENGGELAR SIDANG PARIPURNA DENGAN AGENDA PENYAMPAIAN PANDANGAN UMUM FRAKSI TERHADAP RANCANGAN NOTA APBD 2014


Trenggalek | Awdionline.com - DPRD Trenggalek jumat  8 Nopember 2013 diruang sidang gedung DPRD Trenggalek menggelar  Sidang paripurna dengan agenda tentang Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap rancangan nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014.

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung oleh PLT Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Hari langgeng dan dihadiri Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT, Wakil Bupati Kholiq SH, Msi, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Jajaran Forpimda , Ketua Pengadilan Kabupaten Trenggalek, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Kepala SKPD dan Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek serta unsur Ketua Organisasi kemasyarakat beserta undangan yang lainnya.

Pandangan umum Fraksi terhadap Nota APBD 2014 merupakan sesuatu tahapan yang sangat penting dan mendasar dalam penyelenggaran pemerintahan, yang mana kegiatan tersebut merupakan bagian dari siklus mekanisme penyelenggaran APBD. Sebagai sarana untuk instrospeksi dan koreksi serta evaluasi terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ditahun 2014, disamping itu yang lebih penting adalah sebagai bentuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah.

Dalam sidang paripurna kali ini, Fraksi karya nasional menyampaikan pandangan umum fraksinya yang dibacakan oleh Hj Arik Sriwahyuni. Dalam pernyataan politiknya Fraksi karya nasional menyatakan bahwa ada persoalan di nota rancangan Anggaran Pendapatan dan  Belanja Daerah, Surplus /Devisit di pendapatan dan pembiayaan ada selisih yang cukup signifikan sehingga kesemuanya memerlukan jawaban dan penjelasan yang rasional dari Bupati. Selain itu  kebijakan pendapatan daerah dan kebijakan belanja daerah juga tak luput dari sorotan.

Mengenai Peningkatan Pendapatan Asli Daerah, fraksi karya nasional mengakui dan mengapresiasi dengan jempol namun selain daripada itu fraksi karya nasional juga mengkritisi agar kedepan pemerintah daerah tidak hanya menitikberatkan peningkatan PAD hanya dari sector peningkatan pajak saja namun ada beberapa item yang perlu ada perhatian. Yaitu, penataan prioritas anggaran.
Selain daripada itu Fraksi Karya nasional juga meminta penjelasan kepada bupati tentang Belanja bidang pendidikan utamanya dari DAK. Juru bicara fraksi mengatakan bahwa DAK yang didapatkan pemerintah daerah tiap tahun maka agar program tersebut tepat sasaran maka kedepan pemerintah perlu adanya peraturan yang mengatur dana tersebut seperti PERBUP. Terutama PERBUB yang mengatur standart pembangunan. Sehingga kedepan tidak adanya pembangunan yang gagal dilaksanakan.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam sidang kali ini yang dibacakan oleh Guswanto menyampaikan terimakasih kepada bupati yang telah menyampaikan Nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah lebih awal sehingga ada kemajuan penyampaian Nota APBD dibanding tahun lalu sehingga Nota APBD dapat segera dibahas dan  dapat diselesaikan lebih awal. Menanggapi nota APBD yang mengalami peningkatan, fraksi PDIP menilai, peningkatan ini merupakan wujud kerja keras ekskutif sehingga perlu diapresiasi kerja kerasnya. Selain daripada itu, fraksi PDIP menyarankan kepada ekskutif agar peningkatan ini jangan m,embuat terlena namun untuk kedepan agar ada peningkatan PAD, fraksi PDIP menyarankan kepada ekskutif agar disektor yang lain utamanya sektor yang bisa mendongkrak PAD agar diberdayakan secara maksimal seperti sektor wisata yang perlu ditingkatkan pengawasannya utamanya dari segi kebocoran.

Selain daripada itu, Fraksi PDIP mengharapkan kepada ekskutif agar terminal Durenan dicarikan solusi yang tepat untuk dipungsikan maksimal agar bisa mendorong peningkatan PAD. Perlu upaya yang tegas agar ada upaya untuk memfungsikan terminal durenan sesuai fungsi yang semestinya. Karena sekarang yang terjadi, terminal Durenan sering dijadikan arena balap liar.

Sementara itu dalam sidang paripurna hari jumat 8 nov 2013 Fraksi APRI dalam menyampaikan pandangan umum Nota APBD mengatakan bahwa APBD kepada masyarakat prosentasenya harus ditingkatkan. Karena sesuai moto bupati yang pro rakyat seharusnya skala pioritas utama ditekankan untuk masyarakat. Utamanya untuk UMKM sehingga kedepan UMKM semakin maju dan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera. Mengenai peningkatan PAD fraksi apri memandang penting untuk melakukan pengawasan yang ketat karena dikwatirkan ada kebocoran.

Dalam sikap politiknya Fraksi APRI selain meminta penjelasan terkait belanja modal yang hanya untuk fisik saja bukannya untuk UMKM, Fraksi APRI juga memohon kepada Bupati agar menjelaskan penyerapan APBD tahun ini yang hanya 50 % . Karena waktu yang sudah hamper habis maka diperlukan penjelasan yang jelas agar nanti tidak ada anggaran yang tidak terserap. Selain daripada itu Fraksi APRI juga mohon penjelasan Bupati terkait belanja tidak langsung yang mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan tersebut dapat dilihat dan yang cukup signifikan terutama belanja untuk bantuan sosial.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dalam sidang kali ini menyampaikan pandangan umummnya mengharap agar sidang paripurna kali ini mampu membawa perubahan terhadap perkembangan Trenggalek kedepan. Kegiatan besar skala prioritas utamanya dalam bidang pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat mohon diperhatikan. Perlu adanya perencanaan yang mantap. BAPEKAB agar menjadi tiang utama dalam membangun Trenggalek. Karena kegagalan utama pembangunan itu disektor perencanaan. Kegagalan perencanaan maka gagal pula arah pembangunan. Mohon diberi penjelasan oleh bupati terkait pembangunan yang tepat sasaran. Artinya pembangunan kedepan diharapkan pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Fraksi PKB mengharap agar pembangunan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,mestinya bisa di laksanakan lebihawal dan mendapat priroritas utama di banding dengan kegiatan lain. Seperti pembagunan jalan,jembatan dan bantuan-bantuan kepada masyarakat.karena kegiatan tersebut benar-benar sangat di tunggu masyarakat.

Dalam sidang kali ini ditutup dengan acara penyerahan nota pandangan umum fraksi dari PLT ketua DPRD Trenggalek Hari Langgeng kepada bupati Trenggalek DR Ir H Mulyadi wr MMT ( rudi ) .
 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Copyright © 2013. Awdi Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger